
Maya melihat Raka yang kini tidur di pangkuannya.
"Apa yang harus momi lakukan Raka? Momi takut jika bertemu dengan papi kamu." Guman Maya dalam hati dan mengusap lembut kepala Raka.
Tak lama mobil yang di tumpangi Maya sudah sampai di rumah lama Maya. Maya kembali menggendong Raka keluar dari mobil.
"Tidak banyak yang berubah" Guman Maya. Maya berjalan masuk ke dalam rumah.
"Selamat datang kembali sayang" Ucap Jefri merentangkan tangannya. Maya menghampiri Jefri lalu Jefri memeluk dan mencium kening Maya.
"Jagoan opa masih tidur ternyata" Ucap Jefri mengusap kepala Raka.
"Kamu sudah sampai sayang" Ucap Naila.
"Iya mam" Jawab Maya.
"Mami sudah menyiapkan kamar untuk Raka, kamu bisa menidurkannya di kamar barunya" Ucap Naila.
"Kalau begitu Maya naik dulu ya mam, pi" Ucap Maya.
"Iya sayang" Jawab Jefri mengangguk.
Maya naik ke lantai 2 rumahnya saat masuk ke dalam kamar baru yang akan di tempati Raka, Maya tersenyum senang. Dia tidak menyangka jika mami dan papinya sudah menyiapkan semua kebutuhan Raka di dalam kamar.
"Tidur ya sayang, momi mau ke kamar momi dulu" Ucap Maya pelan.
Maya keluar dari kamar Raka, dia sengaja tidak menutup pintu kamar Raka agar jika Raka bangun bisa mencarinya keluar.
Maya masuk ke dalam kamarnya. Kamar yang sudah lebih dari 6 tahun ia tinggalkan.
"Aku benar benar kembali ke sini ternyata" Ucap Maya tersenyum.
Maya menaruh tasnya di atas meja. Dia membuka tirai besar yang menutupi jendela. Saat ia membuka tirai kamarnya, tampak jelas pemandangan yang sudah lama ia rindukan.
"Apa kamu senang sudah pulang sayang?" Tanya Jefri yang masuk ke dalam kamar Maya. Maya berbalik menatap papinya dengan senyumannya yang sangat cantik.
"Iya Pi. Maya sudah lama ingin melihat pemandangan ini lagi" Jawab Maya.
"Papi senang melihat kamu kembali ceria sayang. Sejak kejadian itu di tambah dengan oma dan opa kamu yang meninggal dalam kecelakaan membuat kamu semakin terpuruk. Papi saja hampir putus asa jika saja mami kamu tidam berada di sisi papi" Ucap Jefri duduk di pinggir kasur Maya.
"Papi jangan bicara seperti itu, itu semua memang jalan yang harus kita lalui Pi. Terima kasih Papi dan mami yang selalu ada untuk Maya. Maafkan Maya yang sudah mengecewakan mami Papi" Ucap Maya lembut.
"Kamu putri Papi satu satunya Maya. Sebesar apa kesalahan kamu, kami pasti mampu memaafkan kamu dan akan selalu bersama kamu" Ucap Jefri.
"Walaupun sudah memiliki anak yang tampan dan lucu, kamu tetap lah putri kecil Papi" Imbuh Jefri yang sudah memeluk Maya.
"Aku sudah dewasa Papi" Ucap Maya melepaskan pelukan Jefri.
__ADS_1
"Hahaha iya baik lah, putri ku sudah dewasa sekarang. Bahkan sudah pintar memasak dan mengurus rumah sendiri" Ucap Jefri menggoda Maya.
"Papi kok menggoda Maya terus, kasihan kan Mayanya" Ucap Naila yang ikut masuk ke dalam kamar Maya.
"Mami" Panggil Maya manja lalu berlari memeluk Naila.
"Maya kamu sudah punya anak, jangan semanja ini sama Mami dan Papi" Ucap Naila.
"Iya mam" Jawab Maya tersenyum.
"Kapan rencana kamu mendaftarkan Raka sekolah. Dia sudah cukup umur untuk masuk TK" Tanya Naila.
"Belum tau juga mam, tapi besuk Maya akan coba cari cari sekolah yang cocok untuk Raka" Jawab Maya.
"Ya sudah, kamu istirahat saja dulu." Ucap Jefri.
"Iya Pi" Jawab Maya.
Naila dan Jefri keluar dari kamar Maya. Maya berjalan ke ranjangnya lalu duduk dengan bersandar ke sandaran kasurnya.
Ke esokan harinya.
Maya sedang berbelanja di minimarket bersama Raka. Dia mendorong troli belanjaannya dengan Raka yang duduk di dalamnya.
"Momi, Raka mau itu" Pinta Raka yang menunjuk ke arah buah buahan.
"Di rumah ada kok sayang, kita beli yang lain saja ya" Ucap Maya.
"Raka, kamu tidak boleh seperti itu. Di rumah sudah ada buah sayang. Nanti kalau Raka beli buah lagi, terus buah yang di rumah akan busuk dan tidak enak di makan. Nanti buahnya pasti sedih karena tidak di makan sam kita" Ucap Maya lembut.
"Raka mau makan buahnya di rumah biar buahnya tidak menangis" Jawab Raka polos.
"Nah itu baru anak momi yang pintar, kalau di rumah sudah ada jangan beli lagi. Kita harus habiskan dulu yang di rumah dan beli yang kita perlukan saja ya" Ucap Maya.
"Yes momi" Jawab Raka tersenyum.
Maya mengusap kepala Raka lembut lalu kembali berkeliling mencari barang barang yang ia perlukan.
"Maya" Panggil seseorang dari belakang Maya. Maya menoleh dan terkejut melihat Nala yang berdiri di belakangnya.
Nala meneteskan air matanya lalu berlari menghampiri Maya. Dia memeluk Maya erat dan menangis melepaskan rindunya.
"Aku senang bisa bertemu kamu lagi Maya. Aku sangat senang" Ucap Nala.
"Aku juga senang bertemu kamu Nala. Maaf karena aku pergi tanpa pamit ke kamu" Ucap Maya.
"Momi" Panggil Raka menarik baju Maya.
__ADS_1
Nala melepaskan pelukannya. Dia menghapus air matanya dan menatap anak laki laki manis yang bersama Maya.
"Dia anak ku Nala, namanya Raka" Ucap Maya.
"Kamu sudah menikah?" Tanya Nala terkejut.
"Panjang ceritanya, lebih baik kita cari tempat untuk mengobrol. Sekalian juga sudah waktunya Raka makan siang. Kita cari makan siang sekalian" Ucap Maya.
"Iya" Jawab Nala mengangguk.
"Tapi aku masih harus ambil beberapa barang lagi, tidak apa apa kan?" Tanya Maya.
"Tentu saja, sini biar aku yang dorong" Jawab Nala.
"Iya" Jawab Maya.
Nala tersenyum melihat anak Maya yang begitu menggemaskan.
"Hai boy. Siapa nama kamu?" Tanya Nala.
"Raka tante" Jawab Raka tersenyum.
"Gemas sekali, boleh tante cubit pipi kamu?" Tanya Nala lagi.
"Tidak boleh, sakit" Jawab Raka cemberut.
"Maafkan tante, tante hanya bercanda" Ucap Nala.
"Sipa nama papah kamu?" Tanya Nala lagi.
"Raka tidak tau papi Raka" Jawab Raka.
Mendengar jawaban dari Raka membuat Nala terkejut. Dia menoleh ke Maya yang terlihat sedih di belakangnya.
"Maya maaf" Ucap Nala.
"Tidak apa apa kok La. Yuk bayar, aku sudah selesai" Ucap Maya berjalan lebih dulu ke arah kasir. Nala memukuli kepalanya karena menanyakan sesuatu yang sensitif
Setelah membayar belanjaanya, Maya Raka dan Nala keluar dari minimarket. Maya menaruh barang belanjaanya ke dalam mobil lebih dulu. Sedangkan Raka berada di gendongan Nala.
"Kita makan siang di kafe depan saja yuk" Ucap Maya.
"Boleh. Ayo Raka kita makan banyak hari ini" Ucap Nala.
"Raka mau makan apa?" Tanya Nala.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊