
"Asal kamu tau Citra, aku hari ini datang untuk minta maaf ke kamu. Aku ingin membuka lembaran baru dengan kamu walaupun aku belum memiliki perasaan apapun ke kamu. Tapi aku ingin berusaha untuk memperbaiki huhungan ini" Ucap Ivan.
"Tapi apa yang aku lihat Citra. Kamu sudah menghancurkan kepercayaanku" Ucap Ivan marah.
Mendengar ucapan Ivan, Citra merasa menyesal. Dia menghampiri Ivan lalu berlutut di bawah kaki Ivan.
"Maafkan aku Ivan, aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi. Tolong maafkan aku" Pinta Citra menangis.
"Maaf Citra, tapi aku tidak bisa menerima kamu lagi. Kamu sudah kotor dan aku jijik melihat kamu. Aku akan segera menceraikan kamu" Ucap Ivan.
"Tidak Ivan, aku mohon jangan ceraikan aku" Ucap Citra memohon.
"Lepaskan Citra" Ucap Ivan menahan emosinya.
"Tidak, aku tidak akan melepaskan kamu. Tolong maafkan aku Ivan" Pinta Citra menangis.
Duack
Ivan menendang Citra hingga Citra terpental.
"Aku sudah bilang jangan memancing emosiku Citra" Ucap Ivan.
"Ivan, ada apa ini? Dan ada dengan 2 pria di luar sana?" Tanya Dika yang baru saja datang setelah mendapat telfon dari pembantu Citra.
"Dia berselingkuh dengan 2 pria itu pah. Aku sudah tidak ingin bersama dia lagi. Jika papah tidak mengijinkan aku untuk cerai dengan dia, maka aku akan membunuhnya" Ancam Ivan.
"Jangan Ivan, kamu boleh bercerai dengan Citra. Tapi kembalikan dia ke orang tuanya" Ucap Dika.
"Itu urusan papah, karena dia palah yang bawa" Ucap Ivan sangat marah.
Dika tau jika Ivan marah tidak akan ada yang bisa mengendalikannya. Dulu ada Maya yang bisa tapi sekarang Dika tidak mungkin meminta bantuan Maya.
Dika menghampiri Citra. Dia membantu Cita bangun dan kembali ke kamarnya.
"Maafkan saya Citra. Saya harus memulangkan kamu. Saya harap kamu bisa menemukan pria yang lebih baik dan lebih mencintai kamu dari pada Ivan" Ucap Dika.
"Iya pah. Terima kasih karena sudah menolong saya. Saya akan pulang ke orang tua saya secepatnya" Jawab Citra menangis pasrah.
"Besuk saya akan siapkan semua keperluan kamu untuk pulang." Ucap Dika dan di angguki Citra.
Citra sudah lelah dengan perlakuan kasar Ivan. Walaupun dia mencintai Ivan tapi dia tidak ingin di perlakukan sebagai barang hiasan saja untuk Ivan. Dia memilih menyerah dan pulang ke orang tuanya.
Ivan memilih pergi ke kafe Maya. Dia ingin menenangkan dirinya di sana karena hanya dengan melihat Maya dia bisa sedikit lebih tenang.
__ADS_1
Saat sampai di kafe, hari sudah mulai sore. Ivan masuk ke dalam kafe dan hanya melihat Nala di bar kafe
"Minumannya 1 La" Pinta Ivan.
"Kenapa wajah kamu seperti itu?" Tanya Nala menyiapkan minuman untuk Ivan.
"Ada sedikit masalah" Jawab Ivan.
"Dengan istri kamu?" Tanya Nala lagi dengan menaruh minuman di depan Ivan. Ivan mengambil minumannya lalu meminumnya.
"Iya, aku akan bercerai dengan dia" Jawab Ivan.
"Kenapa?" Tanya Nala.
"Dia menghianatiku" Jawab Ivan tertunduk.
"Jangan langsung menyalahkan dia. Iya sih dia memang salah tapi dia tidak mungkin begitu jika kamu lebih memperhatikan dia" Ucap Nala.
"Aku tau jika aku salah, dan aku menyadarinya. Tapi untuk memulai hubungan lagi aku tidak bisa. Aku tidak bisa percaya dengan orang yang sudah menghianatiku" Ucap Ivan.
"Ya sudah, minum saja dulu tenangkan pikiran kamu" Ucap Nala. Ivan mengangguk lalu kembali meminum minumannya.
Tak lama Maya pulang dari menjemput Raka. Suster sudah menunggu Raka di depan pintu kafe.
"Baik bu" Jawab Suster.
Maya mengusap lembut kepala Raka lalu berjalan ke arah bar kafe. Dia melihat Ivan yang duduk dengan minuman di depannya. Maya tau jika Ivan saat ini sedang ada masalah yang cukup berat. Karena wajah Ivan yang lesu dan pakaiannya yang tidak rapi.
"Kamu sudah datang May?" Sapa Nala. Ivan melihat ke arah Maya ketika Nala menyebutkan nama Maya.
"Iya, Raka tadi ada sedikit kegiatan di TK. Jadinya agak kemalaman pulangnya" Jawab Maya memakai apronnya.
Maya menoleh ke arah para pegawainya. Dia mencari keberadaan Surya namun tidak menemukannya.
"Surya belum datang?" Tanya Maya.
"Kenapa cari yang enggak ada sih. Lagian baru juga pisah sebentar sudah rindu saja kamu" Goda Nala.
"Apa sih La" Ucap Maya memukul bahu Nala karena malu.
"Cieyeeee malu" Goda Nala lagi.
"Nala hentikan" Ucap Maya.
__ADS_1
Ivan tersenyum melihat Maya dan Nala yang saling menggoda. Dia hanya bisa memandang Maya saat ini. Dia takut jika dia mendekat, Maya akan menjauhinya.
"Nah tuh cowok kamu sudah datang" Ucap Nala menunjuk ke arah Surya yang baru datang.
"Kakak kenapa sih aneh" Ucap Surya yang merasa aneh dengan sikap Nala
"Ih dasar adik kurang ajar" Ucap Nala memukul lengan Surya. Surya tidak peduli dengan Nala, dia menghampiri Maya lalu mencium kening Maya.
"Maaf ya aku telat" Ucap Surya.
Ivan yang melihat kemesraan Maya dan Surya merasa panas. Dia meremas kuat gelas yang ia pegang.
Prang
Gelas Ivan pecah dan membuat Maya serta Nala terkejut. Darah segar mengalir dari tangan Ivan.
"Maaf" Ucap Ivan bangkit dari duduknya. Dia ingin pergi dari kafe namun di cegah oleh Surya.
"Tunggu, obati dulu lukanya." Ucap Surya.
"Tolong obati lukanya" Ucap Surya pada Maya. Maya mengangguk lalu mengambil kotak obat.
Surya mengajak Ivan untuk duduk di sudut kafe. Nala membersihkan pecahan gelas dengan di bantu pegawainya.
"Saya tau jika kamu masih ada perasaan dengan Maya. Tapi tidak dengan melukai diri kamu sendiri. Itu adalah hal pengecut yang di lakukan seorang pria" Ucap Surya.
"Kamu masih anak kecil, kamu tidak akan tau apa yang aku rasakan" Ucap Ivan.
"Saya memang masih kecil. Umur saya saja masih tepaut 3 tahu lebih muda dari Maya. Tapi saya tau apa yang terbaik untuk orang yang saya cintai" Ucap Surya.
Saat Ivan ingin membalas ucapan Surya, Maya menghampiri mereka dengan kotak obat di tanganya.
"Sini biar aku bantu obati" Ucap Maya.
Surya bangkit dari duduknya, dia ingin memberikan waktu untuk Ivan dan Maya bicara. Namun baru selangkah dia pergi tanganya di cekal oleh Maya.
"Tetap di sini, aku tidak ingin kamu berfikir macam macam nantinya" Ucap Maya. Surya tersenyum senang dengan ucapan Maya. Dia tau Maya masih memiliki perasaan pada Ivan. Tapi dia lebih mementingkan perasaan Surya kali ini.
"Apa kamu takut jika kekasih cekil mu ini cemburu?" Tanya Ivan.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
__ADS_1
🙏🙏🙏😊😊😊