One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
52


__ADS_3

"2 jam lagi kita akan sampai, anda bisa istirahat dulu" Ucap anak buah Jefri. Maya mengangguk lalu melihat ke luar jendela.


"Maafkan aku Surya, aku masih belum jujur dengan siapa diriku yang sebenarnya ke kamu. Aku janji akan bicara jujur dengan kamu setelah aku kembali nanti. Jadi tunggu aku kembali, aku akan bersama kamu nanti" Guman Maya dalam hati.


Cukup lama Maya di dalam burung besi untuk perjalanannya kembali ke Eropa. Saat turun dari peswat dia segera menghubungi Surya seperti yang ia janjikan.


"Halo Surya, aku baru saja turun dari pesawat. Gimana dengan Raka? Apa dia rewel?" Tanya Maya.


"Tidak sayang, dia tidak rewel kok. Dia sedang tidur sekarang" Jawab Surya.


"Bagaimana dengan kondisi kamu? Apa kamu sudah ke Dokter?" Tanya Maya lagi.


"Besuk aku akan ke Dokter, kamu tidak usah khawatir" Ucap Surya.


"Ya sudah, istirahat lah. Aku akan masuk mobil dulu untuk kembali ke rumah" Ucap Maya.


"Iya, hati hati di jalan" Ucap Surya.


"Iya, terima kasih" Ucap Maya tersenyum.


Maya mematikan ponselnya, dia memberikan ponselnya pada anak buah yang mengikutinya.


"Jika tidak ada yang penting jangan berikan ponsel itu padaku" Ucap Maya.


"Baik nona" Jawab anak buah Maya.


Di sisi lain, Ivan baru saja mendengar tentang pernikahan Joy. Dia merasa heran karena yang dia tau Joy adalah ayah dari anak Maya.


"Ada apa Ivan? Kenapa kamu seperti tidak tenang begitu?" Tanya Dika yang juga baru sampai di Eropa.


"Aku tau papah menyelidiki Maya akhir akhir ini, aku ingin tau apa hasilnya pah?" Tanya Ivan.


"Apa kamu ingat pernah melakukan hubungan terlarang dengan Maya?" Tanya balik Dika.


"Iya, tapi apa hubungannya dengan Joy?" Tanya Ivan.


"Joy pergi setelah 2 minggu kepergian kamu. Dan di saat itu Maya sudah mengandung. Usia kandungannya sudah memasuki minggu ke 4" Jelas Dika.


Brack.


Ivan terduduk di sofa dengan wajah pucatnya.


"Dia anak kamu Ivan, kamu salah sangka selama ini dengan Maya. Dia tidak pernah menghianati kamu" Ucap Dika.


"Jadi Raka adalah anakku dengan Maya?" Tanya Ivan yang masih belum percaya.


"Iya nak, dia cucu kandung papah." Jawab Dika.

__ADS_1


"Aku harus mencari Maya sekarang" Ucap Ivan bangkit dari duduknya.


"Jangan nekad kamu Ivan. Di sini bukan tempat kekuasaan kamu. Kamu bisa mati mengenaskan jika berbuat macam macam di sini" Ucap Dika memperingatkan Ivan.


"Aku hanya ingin mengambil apa yang menjadi hak ku pah, aku tidak akan melepaskan Maya lagi. Aku tidak bisa diam saja melihat Maya semakin menjauh dariku" Ucap Ivan.


"Ivan tunggu" Ucap Dika namun dia tidak mampu menghentikan Ivan jika Ivan sudah bertekad.


"Ikuti Ivan, jangan biarkan dia melakukan serangan pada area Jefri" Ucap Dika.


"Baik tuan" Jawab anak buah Dika.


Dika menghubungi Wira yang masih di Indonesia.


"Halo Wira, segera ke sini secepatnya. Ivan sudah tidak bisa aku kendalikan" Ucap Dika.


"Apa dia tau yang sebenarnya?" Tanya Wira.


"Iya, dia sudah tau" Jawab Dika.


"Baik lah aku akan ke sana secepatnya" Jawab Wira.


Wira mematikan telfonnya, dia segera keluar daribruang kerjanya menuju ke kamarnya.


Bimo yang melihat papahnya gelisah pun menghampirinya di kamar Wira.


"Ivan sudah tau kalau dia lah ayah kandung dari anak Maya. Sekarang dia mendatangi area kekuasaan Jefri untuk menemui Maya" Jawab Wira membereskan pakaiannya .


"Jadi Raka adalah anak Ivan?" Tanya Bimo terkejut.


"Iya, kamu tetap di sini untuk menjaga Raka. Jangan sampai dia hilang dari pandangan kamu. Ingat jangan sampai Raka hilang dari pandangan kamu. Hanya Raka satu satunya pewaris resmi kita. Jika dia sampai kenapa kenapa hancur sudah keluarga kita" Ucap Wira menepuk bahu Bimo.


"Iya pah, aku akan menjaga Raka" Jawab Bimo tergas.


"Papah pergi dulu" Pamit Wira.


"Hati hati pah" Ucap Bimo. Wira mengangguk lalu berjalan menuruni tangga menuju ke mobil untuk membawanya ke bandara.


"Raka" Ucap Bimo. Bimo berlari kw kamarnya. Dia mengambil pistol dan beberapa senjata untuk datang ke rumah Nala.


Perjalanan ke rumah Nala biasanya di tempuh Bimo dengan waktu kurang lebih 45 menit. Namun kali ini tidak ada 30 menit dia sudah sampai di rumah Nala.


Di rumah Nala sudah ada anak buah dari Maya yang berjaga di sana.


"Gimana aku bisa masuk jika di jaga seketat ini" Guman Bimo bingung.


Dia turun dari mobilnya. Bimo memang sengaja memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari rumah Nala. Dia tau jika Maya pasti sudah memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi rumah Nala.

__ADS_1


Bimo mencoba masuk lewat pintu belakang dan ternyata berhasil. Dia langsung menuju ke ruang tengah. Bimo bernafas lega ketika melihat Nala, Surya dan Raka yang sedang bermain di ruang tengah.


"Dari mana kamu masuk" Ucap Suster yang menodongkan pistol ke kepala Bimo.


"Sia***n aku lupa dengan suster penjaganya Raka" Guman Bimo bingung.


Nala menghampiri suster yang masih menodongkan pistolnya ke arah Bimo.


"Suster ada apa ini? Letakkan senjata itu" Ucap Nala ketakutan.


"Sayang tenang, kamu kembali duduk di sana saja. Ok" Ucap Bimo.


"Maaf nona Nala, tapi ini demi keselamatan tuan muda." Ucap suster.


"Dia sedang menjalankan tugasnya sayang. Kamu jangan khawatir. Kembali lah duduk di sana dengan Raka" Ucap Bimo menenangkan Nala.


"Tapi kamu....." Ucapan Nala terhenti.


"Lepaskan pistol mu. Aku akan letakkan juga senjataku. Aku ke sini bukan untuk membawa Raka. Tapi aku di sini untuk menjaganya juga" Jelas Bimo.


"Dari pihak mana kamu?" Tanya suster.


"Mahardika" Jawab Bimo.


Suster menurunkan senjatanya. Namun dia tetap waspada dengan Bimo. Dia kembali halus dan tersenyum menghampiri Raka.


"Ayo kita tidur tuan, ini sudah waktunya tuan tidur" Ucap Suster yang berubah ekspresi secepat kilat.


Suster menggendong Raka menuju ke kamar yang sudah di siapkan sebelumnya. Sedangkan Bimo di tatap tajam oleh Surya dan juga Nala.


"Jelaskan pada kami, ada apa ini?" Tanya Nala bingung.


Bimo menarik tangan Nala lalu mengajak Nala ke jendela. Dia membuka tirai jendela dan memperlihatkan orang orang Maya yang bertugas di luar.


"Apa kamu tau siapa mereka?" Tanya Bimo dan Nala menggelengkan kepalanya.


"Mereka adalah anak buah Maya" Ucap Bimo.


"Apa maksud kak Bimo? Memangnya Maya siapa sampai mampu memiliki anak buah seperti itu?" Tanya Surya.


"Ok, aku akan jujur dengan kalian. Aku Bimo dari keluarga Mahardika. Kami memiliki perkumpulan yang cukup luas bahkan kami hampir memiliki seluruh negara ini" Jelas Bimo.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊

__ADS_1


__ADS_2