
"Sudah ayo pulang" Ucap Yuli.
Yuli menoleh sekilas ke arah Jefri. Jefri tersenyum licik ke arah Yuli. Yuli bergidik ngeri melihat senyuman Jefri.
Yuli segera masuk ke dalam mobil. Niko kembali mengatar kedua orang tua Naila pulang ke rumah mereka.
"Baru di gertak begitu saja sudah ketakutan" Ucap Jefri tersenyum.
Jefri masuk kembali ke dalam rumah nya. Dia melihat Naila yang duduk terdiam melihat ke arah lantai. Jefri menghampiri Nail dan berdiri tepat di depan Naila. Naila mendongak ke atas dan melihat Jefri yang berdiri di depan nya.
"Aku ingin bicara sama kamu" Ucap Jefri.
Naila bangkit dari duduk nya. Dia berjalan ke arah kamar nya. Dia ingin masuk ke dalam kamar nya namun tangan nya di tahan oleh Jefri.
"Ke kamar kita bukan ke kamar kamu" Ucap Jefri.
"Aku tidak akan melakukan nya tanpa seijin kamu. Kamu tidak perlu khawatir" Ucap Jefri.
Naila kembali menutup kamarnya. Dia masuk ke dalam kamar Jefri dan melihat kamar Jefri yang sudah di hiasi khas pengantin baru.
"Apa kamu suka dekorasi nya? Mamah yang menyiapkan ini semua untuk kita" Ucap Jefri.
Jefri meraih bahu Naila. Dia membawa tubuh Naila ke dalam pelukan nya.
"Menangis lah sepuas kamu Naila. Kamu tidak seharus nya menanggung semua ini sendirian. Mulai sekarang ada aku yang aka selalu melindungi kamu. Aku akan selalu berama kamu, menemani kamu dalam keadaan apapun" Ucap Jefri.
"Kamu bisa bergantung pada ku Naila. Karena aku sudah menjadi suami kamu sekarang" Ucap Jefri.
Naila terharu dengan ucapan Jefri. Ini pertama kali nya dia merasakan kehangatan yang di berikan Jefri pada diri nya.
Naila menangis dalam pelukan Jefri. Dia meluapkan semua perasaannya dengan cara menangis. Naila menangis sekeras mungkin yang ia bisa. Dia benar benar lelah dengan kehidupannya.
"Apa yang selama ini kamu alami Naila? Kenapa kamu sampai seperti ini?" Guman Jefri dalam hati.
Naila sangat lama menangis dalam pelukan Jefri. Jefri hanya terus memeluk nya erat. Dia tidak bicar sepatah kata pun karena tujuan nya hanya ingin membuat Naila nyaman.
Naila yang sudah puas menangis melepaskan pelukan nya. Dia berjalan duduk di pinggir kasur Jefri. Jefri menghampiri Naila lalu berlutut di depan Naila.
"Mulai sekarang, jangan sembunyikan apapun dari ku. Kamu boleh meminta papaun pada ku. Kamu bisa marah pada ku bahkan kamu bisa bercerita apapun pada ku. Aku akan selalu menerima dan mendengarkan semua keluh kesah kamu" Ucap Jefri lembut.
"Terima kasih kak" Ucap Naila yang sesekali masih sesegukan.
__ADS_1
"Malam ini istirahat saja di sini. Aku janji tidak aka melakukan nya tampa seijin kamu" Ucap Jefri.
Naila mengangguk pelan. Jefri bangkit lalu berjalan ke arah lemari pakaian nya. Dia mengambil kotak pergiasan yang ia simpan. Jefri membawa kotak itu ke arah Naila.
"Ini untuk kamu" Ucap Jefri memberikan sebuah kalung pemberian mamah nya pada Naila.
"Ini untuk ku?" Tanga Naila bingung.
"Iya ini untuk kamu" Ucap Jefri. Jefri mengmbil kalung tersebut lalu mekaikan nya pada Naila.
"Kalung ini pemberian mamah. Mamah bilang kalau aku sudah memiliki istri maka kalung ini harus di pakai oleh istri ku. Karena sekarang kamu istri ku, jadi kalung ini sudah menjadi milik kamu" Ucap Jefri.
"Naila, walaupun bemum ada rasa cinta di antara kita. Tapi aku harap kamu mau membuka hati kamu untuk ku. Aku perlahan akan membuat kamu jatuh cinta pada ku" Ucap Jefri.
"Aku merasa kamu semakin pandai merayu " Ucap Naila tersenyum.
Ini pertama kali nya Jefri melihat senyuman Naila. Naila yang dingi dan cuek, sangat cantik ketika tersenyum.
"Kamu sangat cantik Naila. Kenapa kamu tidak sering sering tersenyum?" Tanya Jefri.
"Karena hidup ku begitu gelap kak. Tidak ada yang mampu membuat ku tersenyum" Jawab Naila tertunduk.
"Aku ingi kamu selalu tersenyum dengan tulus seperti ini Naila. Aku akan membuat hari kamu semakin berwarna mulai saat ini" Ucap Jefri.
"Terima kasih kak. Terima kasih banyak atas apa yang sudah kak Jefri berika pada ku. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk kakak" Ucap Naila tersenyum.
"Iya aku akan menantikan nya" Ucap Jefri.
Naila tersenyum dengan tulus ke arah Jefri. Jefri merasa bahagia karena Naila sudah mulai membuka diri nya pada Jefri.
Ke esokan hari nya.
Jefri bangun dari tidur nya. Semalam dia tidur seranjang dengan Naila. Namun pagi ini dia tidak melihat Naila di samping nya.
"Nai, kamu di mana?" Ucap Jefri keluar dari kamar nya. Dia berjalan ke arah dapur dan benar saja Naila sedang sibuk masak.
"Kamu pagi sekali bangun nya?" Ucap Jefri menghampiri Naila.
"Sudah terbiasa bangun pagi." Jawab Naila tersenyum.
Jefri meraih tubuh Naila lalu memeluk nya dari belakang.
__ADS_1
"Ijinkan aku memeluk mu sebentar Nai. Aku ingin mengisi tenaga" Ucap Jefri.
"Tapi sebentar lagi sudah siang. Aku harus berangkat ke sekolah. Masa cuti ku sudah habis kemarin" Ucap Naila.
"Ok ok aku akan melepaskan nya" Ucap Jefri menyerah.
Jefri melepaskan pelukan nya pada Naila. Dia berjalan kembali ke kamar nya untuk membersihkan diri.
"Oh iya Nai. Seragam kamu sudah aku siap kan di lemari baju milikku. Kamu cari saja nanti" Ucap Jefri.
"Iya kak" Jawab Naila singkat.
Naila kembali fokus dengan masakan nya. Dia segera menyelesaikan pekerjaan nya agar dia bisa segera mandi dan berangkat sekolah.
"Akhir nya selesai juga" Ucap Naila.
Naila menata makanan nya di meja makan. Di saat bersamaan Jefri keluar dari kamar dengan pakaian rapi nya.
"Aku sudah meta makanan nya. Kakak makan saja dulu, aku mau mandi" Ucap Naila.
"Aku nanti saja setelah kamu selesai mandi. Kita makan sama sama" Ucap Jefri yang selalu kesusahan mengancingkan kancing baju nya.
"Kan ada aku, kenapa tidak minta tolong sih" Ucap Naila meraih tangan Jefri lalu mengancingkan kancing lengan Jefri.
"Masih belum terbiasa" Jawab Jefri.
"Sudah, aku mandi dulu sebentar" Ucap Naila masuk ke dalam kamar nya.
Sedangkan Jefri menunggu Naila di meja makan. Dia duduk di kursi meja makan dan melihat masakan Naila yang menggugah selera makan nya.
"Lama lama aku akan sebesar babi jika di suguhkan makanan sebanyak ini setiap hari " Guman Jefri tersenyum.
Di saat Jefri menunggu Naila. Sinta datang ke rumah Jefri, dia langsung masuk begitu saja ke dalam rumah Jefri.
"Wah baru mau sarapan ya Jef" Ucap Sinta yang baru masuk ke dalam rumah Jefri.
# selamatmembaca ya kak
# terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1