One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 47


__ADS_3

"Aku akan memikirkan nya" Jawab Naila tersenyum.


Jefri yang bahagia dengan jawaban Naila seketika mencium bibir Naila. Naila menutup mata nya. Dia merasakan kehangatan yang di berikan Jefri dari ciuman mereka.


Di saat bersamaan, Riko yang sengaja menunggu kepulangan Naila melihat Naila dan Jefri yang sedang berciuman di dalam mobil.


Kue kesukaan Naila yang ia bawa tanpa sengaja terjatuh di samping kaki nya ketika dia melihat Naila dan Jefri. Hati nya terasa sakit melihat Naila yang kembali dengan Jefri.


Riko berbalik dan mulai berjalan pergi dari area gedung apartemen Naila. Dia berjalan tanpa tujuan dengan wajah yang sedih.


"Riko" Panggil Aca yang baru keluar dari supermaket. Namun Riko tidak mendengar panggilan Aca. Dia masih berjalan begitu saja


"Dia kenapa sih" Guman Aca. Aca berlari menghampiri Riko. Dia menepuk bahu Riko dan hal itu membuat Riko tersadar.


"Kamu mau ke mana?" Tanya Aca.


Bukan nya menjawab pertanyaan Aca. Riko menarik tubuh mungil Aca lalu memeluk nya erat. Aca yang mendapat pelukan secara tiba tiba dari Riko sampai menjatuhkan minuman kaleng nya.


"Sebentar saja, ijin aku seperti ini sebentar saja" Ucap Riko sedih. Aca merasakan kesedihan yang di rasakan Riko dari ucapan Riko barusan.


Cukup lama merekq berpelukan. Riko melepaskan pelukan nya lalu mengajak Aca untuk duduk di bangku.


"Aku sudah kalah Ca. Aku akan menyerah sekarang" Ucap Riko.


"Apa maksud kamu?" Tanya Aca.


"Naila sudah baikan dengan Jefri. Aku sudah tidak ada harapan untuk mengambil hati nya lagi" Ucap Riko tersenyum kecut.


Aca meremas jemarinya kuat. Dia merasa ada perasaan sakit marah dan kecewa dalam hatinya. Dia tau jika diri nya menyukai Riko. Tapi untuk mengungkapkan nya pada Riko itu hal yang sangat sulit. Di tambah Riko ternyata masih menyukai Naila.


"Hah"


"Sudah lah. Ini memang sudah menjadi takdir ku" Ucap Riko tiba tiba.


"Mau makan ayam goreng?" Ucap Riko ke Aca.


"Iya aku mau" Jawab Aca mengangguk pelan.


"Ayo" Ucap Riko meraih tangan Aca lalu menggenggam nya. Aca melihat tangan nya yabg di genggam Riko. Dia tersenyum karena Riko menggenggam tangan nya.


Ke esokan hari nya.


Naila bersiap berangkat ke kantor. Namun saat akan menyisir rambut nya, dia mendengar suara bel rumah apartemen nya berbunyi.


Naila bangkit dari duduk nya dengan merapikan rambut nya asal.

__ADS_1


"Yuri, ada apa?" Tanya Naila yang sudah membuka lintu apartemen nya dan melihat Yuri yang berada di depan pintu.


"Nih undangan buat kamu" Ucap Yuri memberikan sebuah undangan pada Naila.


"Undangan untuk apa?" Tanya Naila membuka undangan tersebut. Betapa terkejut nya Naila ketika telah membaca undangan tersebut, bahwa Yuri akan menikah dengan Alex.


"Kamu serius mau menikah dengan Alex? Apa dia tau keadaan kamu yang sebenar nya?" Tanya Naila khawatir.


"Jangan khawatit Nai. Alex tau segala nya tentang aku. Dia juga menerima aku apa adanya kok" Jawab Yuri.


"Kamu yakin?" Tanya Naila lirih


"Sudah lah Nai jangan cemas seperti itu. Aku akan baik baik saja kok. Kamu harus datang minggu depan, ok" Pinta Yuri.


"Iya, aku pasti akan datang" Jawab Naila.


"Ya sudah, aku harus pergi sekarang. Aku sangat sibuk mempersiapkan pernikahan ku. Aku pergi dulu ya" Pamit Yuri.


Naila mengangguk pelan. Yuri menepuk bahu Naila lalu berjalan meninggalkan yang masih berdiri di depan pintu menatap kepergian nya.


Naila berbalik ingin masuk ke dalam aparteman nya namun dia terhenti ketika mendengar nama nya dipanggil.


"Naila" Panggil Jefri yang berjalan menghampiri Naila.


"Kak Jefri. Ada apa?" Tanya Naila.


"Memang nya kita mau ke mana?" Tanya Naila.


"Kamu akan tau nanti. Cepat gih kamu siap siap dulu" Ucap Jefri.


"Iya" Jawab Naila masuk ke dalam apartemen nya dan mempersilahkan Jefri masuk.


Di restoran.


Naila dan Jefri masuk ke dakam sebuah restoran keluarga. Naila masih bingung kenapa Jefri mengajak nya ke restoran tersebut.


"Naila" Panggil seorang wanita yang sangat ia rindukan.


"Mamah Sinta" Ucap Naila.


Sinta menghampiri Naila lalu memeluk nya erat. Naila dan Sinta menangis dalam pelukan mereka.


"Bagaimana keadaan kamu sayang?" Tanya Sinta lembut.


"Naila baik mah. Bagaimana dengan mamah? Mamah dan papah sehat kan?" Tanya Meta.

__ADS_1


"Kami sehat Naila, berkat doa kamu juga" Jawab Angga.


Naila duduk di sebelah Sinta. Sinta terus menggenggam tangan Naila erat.


"Kamu kanapa pergi meninggalkan kami Naila? Apa kamu punya masalah dengan Jefri?" Tanya Sinta.


"Sebenarnya Naila telah mendengar sesuatu yang tidak seharusnya Naila dengar mah" Jawab Naila tertunduk.


"Apa maksud kamu? Bukan kah kamu pergi karena melihatku pergi dengan dia?" Tanya Jefri terkejut.


"Awalnya aku memang cemburu melihat kamu dengan wanita itu. Tapi aku tidak ingin karena keegoisan ku membuat rumah tangga kita berantakan." Ucap Naila.


"Lalu apa? Kenapa kamu pergi?" Tanya Jefri yang sudah tidak sabar.


"Karena kamu bilang bahwa seharusnya wanita itu yang menjadi istri kamu sekarang. Hati ku hancur mendengar kalimat itu keluar dari mulut kamu" Ucap Naila menangis.


Jefri terkejut dengan penjelasan Naila. Dia tidak menyangka karena ucapannya waktu itu membuat rumah tangganya hancur. Bahkan dia sampai kehilangan Naila, gadis yang sangat ia cintai.


Sinta memeluk bahu Naila. Dia mengusap punggung Naila untuk memberikan Naila kekuatan.


"Itu semua hanya kesalah pahaman Naila. Jefri sangat mencintai kamu. Dia sudah tidak ada perasaan apa apa dengan mantan kekasihnya" Jelas Sinta.


"Mah, lebih baik kita pulang sekarang. Biarkan mereka menyelasaikan masalah mereka sendiri" Ucap Angga.


"Iya pah" Jawab Sinta menagangguk.


Sinta bangkit dari duduknya. Dia mengusap kepala Naila lembut. Sedangkan Angga menepuk bahu Jefri.


"Kalian bucara lah dulu" Ucap Angga.


Angga dan Sinta keluar dari restoran tersebut. Setelah kepergian kedua orang tuanya, Jefri menghampiri Naila. Dia berlutut di depan Naila yang masih menangis. Jefri menggenggam tangan Naila lembut.


"Maafkan aku sayang. Maaf karena ucapanku membuat kamu terluka. Aku yang terlalu bodoh dengan mengucapkan kata kata yang tidak masuk akal"


"Naila dari dulu sampai saat ini, bahkan sampai kapanpun hanya kamu yang aku cintai."


"Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun untuk dia. Aku hanya mencintai kamu Naila" Ucap Jefri lirih.


"Lalu kenapa kamu bicara seperti itu? Apa kamu menyesal telah menikahiku?" Tanya Naila menangis.


"Tidak sama sekali sayang. Aku sangat beruntung bisa memiliki dan mencintai kamu. Maaf kan ucapanku yang bodoh Naila. Maafkan aku" Ucap Jefri menempelkan kepalanya ke tangan Naila.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2