One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 53


__ADS_3

Saat sampai di lobi kantor, Naila segera menghampiri tamu penting yang sudah ia tunggu sejak siang tadi.


"Selamat sore, saya Direktur Desain di perusahaan ini. Nama saya Naila" Ucap Naila memperkenalkan diri. Saat tamu pria itu berbalik betapa terkejutnya Naila ketika melihat Niko teman Jefri yang ternyata orang yang ia tunggu.


"Niko" Ucap Naila kaget.


"Halo Nai. Sudah sangat lama ya kita tidak bertemu" Ucap Niko.


"Kamu semakin cantik dan tumbuhjadi wanita dewasa yang cantik ya" Ucap Niko lagi.


"Terim kasih" Ucap Naila tersenyum.


"Mari silahkan, saya akan membawa anda ke ruang rapat" Ucap Naila sopan.


"Jangan sungkan begitu Nai. Rasanya aneh kamu bicara formal padaku" UcapNiko.


"Maaf tapi di saat kerja saya harus profesional. Mari silahkan ke sebelah sini" Ucap Naila sopan.


"Hahaha baik lah" Ucap Niko.


Tak lama mereka sudah sampai di ruang rapat. Di dalam ruang tapat sudah ada Teo dan sekertarisnya yang menunggu kedatangan Niko.


"Selamat datang pak Niko" Sapa Teo sopan.


"Terima kasih pak Teo" Jawab Niko.


Niko dan Teo saling bersalaman. Setelah itu rapat pun mulai berjalan. Naila menyimak dan mencatat hal hal penting saat rapat berlangsung.


Cukup lama rapat tersebut berlangsung. Namun akhirnya kali ini rapat telah selesai. Niko juga sudah meninggalkan kantor Naila. Naila kembali ke ruangannya untuk menyelesiakan pekerjaannya yang tertunda tadi.


Malam harinya Naila baru saja selesai dengan pekerjaannya. Dia melihat jam dinding yang sudah menunjuk ke jam 10 malam.


"Hah tanpa sadar aku lembur hari ini" Ucap Naila.


Naila merapikan meja kerjanya. Setelah itu dia bangkit dari duduknya dan membawa tas serta ponselnya keluar dari ruangannya.


"Naila kamu baru pulang?" Tanya Teo yang melihat Naila baru keluar dari ruangannya.


"Pak Teo. Iya pak kerjaan saya baru selesai" Jawab Naila tersenyum.


"Jangan panggil pak kalau kita tidak di jam kerja" Ucap Teo.


"Iya kak" Jawab Naila.

__ADS_1


"Mau makan malam bersama?" Tanya Teo.


"Boleh. Tapi aku yang tentukan tempat makannya" Ucap Naila.


"Ok silahkan saja" Ucap Teo. Naila tersenyum puas dengan jawaban Teo. Mereka keluar dari kantor dan menuju ke arah mobil Teo.


Di restoran.


Naila dan Teo turun dari mobil. Mereka berjalan masuk ke dalam restoran dengan Naila yang tertawa karena candaan Teo.


Di saat bersamaan, Jefri juga berada di restoran tersebut. Dia sedang melakukan pertemuan dengan koleganya di restoran tersebut.


"Naila" Ucap Jefri. Jefri melihat Naila yang sedang duduk bersama Teo sang atasan di restoran tersebut. Jefri cemburu karena Naila bersama pria lain. Di tambah dengan tawa Naila yang lepas dan terlihat bahagia dengan Teo membuat emosi Jefri tidak bisa ia tahan lagi.


Jefri bangkit dari duduknya untuk menghampiri Naila dan Teo.


"Pak Jefri, anda mau ke mana?" Tanya kolega Jefri yang bingung karena Jefri menunggalkannya di tengah pembicaraan hang cukup penting bagi kedua perusahaan.


Ssdangkan Jefri tidak peduli dengan panggilan dari koleganya. Dia tetap menatap ke arah Naila dan Teo. Dia berjalan ke arah mereka dengan tangan yang mengepal erat.


"Sedang apa kamu di sini?" Ucap Jefri marah pada Naila.


"Kak Jefri. Kamu juga di sini ternyata. Mau makan bersama?" Tanya Naila dengan tersenyum cantik ke arah Jefri.


"Kak apa sih maksud kamu? Kenapa kamu bicara seperti itu pada pak Teo?" Tanya Naila marah.


"Kamu yang kenapa Nai? Aku mengajak kamu keluar tadi bilang kamu tidak bisa karena kerjaan kamu banyak. Tapi sekarang apa? Kamu malah keluar sama dia" Ucap Jefri marah.


"Pak Teo maaf ya saya keluar dulu. Anda lanjut saja makannya" Ucap Naila sungkan. Teo hanya mengangguk karena dia tidak ingin membuat suasana semakin memanas.


"Ayo ikut aku" Ucap Naila tegas dengan menarik tangan Jefri keluar dari restoran tersebut.


Di luar restoran, Naila melepaskan genggaman tangannya yang memegangi lengan Jefri. Dia menghela nafas panjang untuk menahan emosinya. Dia tidak ingin bertengkar dengan Jefri untuk saat ini.


"Maaf ya aku tidak bilang ke kamu kalau aku makan malam dengan pak Teo. Tapi tadi memang tidak di rencanakan kok. Aku baru pulang dari kantor dan bersamaan dengan pak Teo. Terus pak Teo mengajak ku makan" Jelas Naila.


"Karena perut ku juga lapar jadi aku mau makan malam dengan pak Teo. Maaf ya" Ucap Naila memegangi kedua tangan Jefri dan memberikan ekspresi wajah imut ke Jefri.


"Imutnya" Guman Jefri dalam hati.


"Tidak. Aku sedang marah sekarang" Guman Jefri lagi.


"Maaf ya" Ucap Naila lagi yang semakin menggemaskan.

__ADS_1


Pertahanan Jefri mulai runtuh. Namun sebisa mungkin dia tetap mempertahankan wibawanya.


"Enggak, kamu tetap salah" Ucap Jefri tegas.


"Baby maaf ya" Ucap Naila lembut dan menggoda.


Hancur sudah pertahanan Jefri dengan tingkah imut Naila. Dia tidak bisa marah jika Naila bersikap manja dengannya.


"Baik lah. Karena kamu sangat cantik hari ini, aku akan memaafkan mu. Tapi ingat jangan ulangi lagi" Ucap Jefri tersenyum.


"Iya janji" Jawab Naila tersenyum juga.


"Apa sekarang aku boleh lanjut makan lagi?" Tanya Naila mengedip ngedipkan matanya.


"Oh Tuhan dia imut sekali. Aku bisa meleleh jika seperti ini terus" Guman Jefri dalam hati.


"Iya boleh" Jawab Jefri menyerah.


Cup


Naila mencium pipi Jefri.


"Terima kasih By" Ucap Naila tersenyum lalu berlari masuk ke dalam restoran lagi.


Jefri berbalik menghadap tembok. Dia memukul mukul tembok karena tidak tahan dengan kecantikan Naila.


"Kenapa dia sangat secantik itu sih. Aku merasa ingin mengurungnya di dalam rumah dan tidak rela untuk membawanya keluar" Ucap Jefri kegirangan.


Para pejalan kaki yang lewat menatap Jefri dengan tatapan aneh. Jefri yang sadar dengan tingkah konyolnya itu segera sadar. Dia berdiri tegap dan merapikan pakaiannya. Dia segera masuk kembali ke dalam restoran untuk menemui koleganya yang ia tinggal begitu saja.


Beberapa hari berikutnya.


Aca sudah boleh keluar dari rumah sakit. Dia kini berada di apartemennya dengan di temani Reza yang selalu ada untuknya.


"Siang ini aku ada kelas. Aku sudah pesankan makanan untuk kamu. Aku juga sudah membereskan rumah kamu. Jadi jangan turun dari ranjang. Kamu harus banyak istirahat" Ucap Reza dengan merapikan pakaian Aca ke dalam lemari.


"Za, aku bukan anak kecil. Jadi jangan khawatir seperti itu" Ucap Aca.


"Lagian yang sakit hidungku bukan anggota tubuh lain" Imbuh Aca.


# selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2