One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
33


__ADS_3

"Terserah mereka mau mencari atau tidak. Kakak tidak peduli dan tidak akan pernah peduli" Jawab Nala.


"Sudah jangan bicarakan merek. Mulai sekarang kita hidup berdua saja" Ucap Nala.


"Terus yang masak siapa? Aku lapar kak" Ucap Surya.


"Kakak juga lapar sih, tapi kakak tidak bisa masak" Ucap Nala.


"Mie ayam saja yuk kak" Pinta Surya.


"Boleh juga, ayo selesai tugasnya lalu kita cari mie ayam" Ucap Nala. Surya mengangguk semangat. Mereka menyelesaikan pekerjaan mereka dengan sesegera mungkin.


Tanpa terasa siang sudah berganti sore. Nala dan Surya segera membersihkan dirinya ketika semua pekerjaan mereka selesai.


Tak lama mereka sudah selesai. Nala masuk ke dalam mobil dan kini Surya yang ganti menyetir mobil Nala.


"Mau makan di mana kak?" Tanya Surya.


"Katanya kamu mau makan mie ayam" Ucap Nala.


"Kalau begitu kita ke tempat kesukaan ku saja" Ucap Surya.


"Terserah kamu" Jawab Nala.


Surya melajukan mobilnya ke arah tempat penjual mie ayam langganannya. Hanya butuh 15 menut mereka sudah sampai di tempat yang ia tuju.


Nala turun dari mobil, Surya menghampiri Nala lalu merangkul bahu Nala dan mereka masuk ke dalam penjual mie ayam langganan Surya.


Surya walaupun masih duduk di kelas 3 SMP, tapi postur tubuhnya yang tinggi dan badannya yang tegab serta wajahnya yang tampan bagaikan kekasih Nala yang begitu manja pada Nala.


Di seberang jalan, Bimo melihat Nala yang bersama laki laki masuk ke tempat makan. Dia sangat marah karena Nala terlihat asik dengan pria yang merangkulnya mesra.


"Jadi ini sebabnya kamu tidak menerima ku Nala" Guman Bimo marah.


Bimo menghubungi anak buahnya untuk datang ke tempat itu. Setelah menghubungi anak buahnya, Bimo masuk ke dalam mobilnya untuk terus mengawasi Nala dan pria yang bersama Nala itu.


Cukup lama Bimo menunggu Nala dan pria itu keluar dari dalam tempat makan. Saat Bimo melihat Nala yang keluar dia samakin marah marena pria yang bersama Nala mencium pipi Nala berulang kali.


"Sia****n" Teriak Bimo marah.


"Apa yang harus kami lakukan sekarang bos?" Tanya anak buah Bimo.


"Ikuti mereka, bawa wanita itu ke villa" Ucap Bimo.

__ADS_1


"Baik tuan" Jawab anak buah Bimo.


"Jika dengan cara baik baik aku mengejar kamu, tapi kamu masih saja menolak ku. Maka maafkan aku Nala, karena aku melakukan hal yang akan membuat kamu menjadi milik ku selamanya" Guman Bimo dalam hati.


Bimo melajukan mobilnya meninggalkan anak buahnya yang sudah ia tugaskan untuk membawa Nala ke Vila. Bimo masih sangat marah mengingat kemesraan Nala dan juga pria yang ia duga sebagai kekasih Nala.


Di sisi lain Nala dan Surya masih berada di jalan. Namun saat melihat penjual boba yang ramai membuat Surya tergiur.


"Kak aku mau boba" Ucap Surya.


"Kakak sudah lelah Surya, kita langsung lulang saja. Lagian lihat antrinya, pasti akan sangat lama" Ucap Nala menolak.


"Kakak di mobil saja biar aku yang antri. Boleh ya kak" Pinta Surya memohon.


"Ya sudah sana, kakak di mobil saja" Jawab Nala.


Surya segera memarkirkan mobilnya. Dia keluar dari mobil dengan penuh semangat. Sedangkan Nala masih berada di dalam mobil dan memainkan ponselnya.


Tok tok tok


Kaca mobil Nala di ketuk anak buah Bimo. Nala keluar dari mobil untuk bertanya pada orang yang mengetuk kaca mobilnya itu. Dia pikir, Surya tanpa sengaja menyenggol mobil orang.


"Ada apa ya pak?" Tanya Nala. Seketika itu juga salah satu anak buah Bimo membekap mulut Nala menggunakan sapu tangan yang sudah di beri obat biaus.


Nala awalnya meronta ronta untuk memberontak. Namun tak lama dia mulai kehilangan kesadarannya dan pingsan.


Kedua anak buah Bimo menggendong Nala yang sudah pingsan masuk ke dalam mobil mereka. Mereka membawa Nala ke Villa sesuai dengan perintah Bimo.


Setelah mengantri cukup lama,Surya kembali ke mobilnya.


"Nih kak aku belikan.... kak..... kakak" Teriak Bimo yang tidak menemukan Nala di dalam mobil.


Pintu mobil juga dalam keadaan terbuka. Bimo melihat ponsel Nala yang terjatuh di jalan dekat mobilnya


"Kamu di mana kak?" Guman Surya.


Surya yang mulai ketakutan masuk ke dalam mobil. Dia mencoba cari keberadaan kakaknya di sepanjang jalan.


"Kamu di mana sih kak?" Guman Surya khawatir.


Di Villa Nala masih belum sadarkan diri. Tangannya terikat pada sandaran ranjang. Sedangkan Bimo duduk si kursi yang berda di sebelah ranjang yang di tempati Nala. Dia menatap Nala yang masih bemum sadarkan diri.


"Aku tidak akan melepaskan kamu Nala" Guman Bimo.

__ADS_1


Tak lama Nala mulai sadar. Dia ingin menggerakkan tangannya namun tidak bisa. Bimo bangkit dari duduknya lalu menghampiri Nala.


"Bimo, apa yang kamu lakukan? Lepaskan ikatannya" Pinta Nala.


"Apa kamu mau menikah dengan ku?" Tanya Bimo.


"Jangan gila Bimo. Aku masih sekolah dan aku tidak mau menikah dengan kamu. Lepaskan aku sekarang" Ucap Nala marah dan mencoba memebrontak.


"Kenapa kamu tidak mau menikah dengan ku? Apa kurang menarik buat kamu? Atau kamu ingin yang lebih kaya dari aku?" Tanya Bimo.


"Lepaskan aku Bimo. Aku kau pulang" Ucap Nala.


"Aku mencintai kamu Nala, aku sangat mencintai kamu" Ucap Bimo membelai wajah Nala lembut.


"Jangan sentuh aku" Teriak Nala marah.


"Kenapa aku tidak boleh menyentuhmu? Kenapa kamu selalu menolak ku? Apa salah ku Nala?" Ucap Bimo marah.


"Bimo lepaskan aku, mari kita bicarakan baik baik" Ucap Nala.


"Enggak Nala. Kamu pasti akan meninghalkan aku lagi jika aku melapaskan kamu" Ucap Bimo menolak ucapan Nala.


"Aku sangat mencintai kamu Nala" Ucap Bimo yang lebih mendekatkan dirinya lada Nala. Bimo ingin mencium bibir Nala, namun Nala menoleh untuk menghindari ciuman dari Bimo.


Bimo meraih dagu Nala kasar lalu mencium paksa bibir Nala. Nala yang memberontak menggigit bibir Bimo hingga berdarah.


"Kamu menggigitku" Ucap Bimo tersenyum licik. Bimo lalu melepas kemejanya di depan Nala. Nala kulai ketakutan dengan apa yang akan di lakukan Bimo padanya.


"Apa yang kamu lakukan Bimo?" Tanya Nala ketakutan.


"Aku akan membuat kamu menjadi milik ku Nala. Aku tidak akan membiarkan kamu meninggalkan aku" Ucap Bimo.


"Jangan Bimo, jika kamu berani melakukannya aku akan sangat marah dengan kamu" Ucap Nala.


Bimo naik ke atas tubuh Nala. Nala semakin ketakutan. Dia berusaha memberontak namun tubuhnya yang kecil tidak mampu menghalangi Bimo.


"Maafkan aku Nala" Ucap Bimo lirih.


"Tidak Bimo, jangan lakukan itu" Pinta Nala menangis.


Bimo tetap melanjutkan aksinya. Dia tidak perduli dengan tangisan Nala. Yang ada di pikirannya hanya ingin memiliki Nala seutuhnya.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2