
Naila melewati Jefri begitu saja, karena dia terfokus dengan ponsel yang ada di tangan nya.
Jefri yang merasa jengkel mengikuti Naila lalu merebut ponsel dari tangan Naila.
"Lihat apa sih kok sibuk sekali" Ucap Jefri yang berdiri di belakang tubuh Naila.
Naila mendongakkan kepala nya dan melihat Jefri. Naila berbalik dengan wajah cemberut nya lalu merampas kembali ponsel nya yang di pegang Jefri.
"Seorang direktur perusahaan seperti kamu, apa tidak ada kerjaan di kantor. Kenapa kamu selalu gentayangan di sini sih" Ucap Naila sinis.
Jefri tersenyum dangan ucapan Naila barusan.
"Kalau saja aku bisa gentayangan. Aku akan selalu gentayangan di samping mu" Ucap Jefri.
"Ihhhh geli" Ucap Naila berbalik lagi lalu melanjutkan jalan nya. Jefri mengikuti Naila yang kembali fokus dengan ponsel nya.
"Kamu mau ke mana?" Tanya Jefri.
"Kenapa? Mau ikut?" Ucap Naila.
"Boleh" Jawab Jefri.
Naila melihat ke sekeliling nya. Dia tersenyum ketika melihat sebuah toko khusu wanita yang menjual pakaian dalam. Naila berjalan ke arah toko tersebut lalu masuk begitu saja ke dalam toko.
Sedangkan Jefri yang akan masuk mengurungkan diri nya karena dia melihat isi toko tersebut. Dia kurang nyaman jika berada di toko dalaman wanita yang kebanyakan warna pink dan ungu.
"Em Naila, aku nunggu di luar saja" Ucap Jefri kikuk.
Naila tersenyum melihat wajah Jefri yang memerah akibat menahan malu nya.
"Ya sudah, tunggu lah" Ucap Naila cekikikan.
Naila masuk dan mulai mengelilingi toko tersebut. Sejujur nya dia tidak ada niatan sama sekali untuk membeli pakaian dalam. Namun dia sengaja masuk ke dalam toko tersebut untuk mengerjai Jefri saja.
Jefri yang lelah berdiri di samping pintu toko, dia memilih untuk duduk di bangku depan toko. Namun karena terlalu menunggu, tanpa terasa Jefri sampai ketiduran di bangku tersebut.
Sedangkan Naila yang bermaksud mengerjai Jefri malah keasikan memilih pakaian. Naila keluar dari toko tersebut dengan menenteng 2 tas belanjaan nya.
"Kemana dia?" Guman Naila yang celingukan mencari Jefri.
Saat pandangan nya menatap ke arah seseorang yang tengah tertidur di bawah terik nya matahari terlihat sangat mengagumkan.
Naila tersenyum lalu berjalan ke arah Jefri. Dia berdiri tepat di depan Jefri untuk menutupi sinar matahi yang menerpa wajah tampan Jefri.
__ADS_1
"Tampan sekali" Guman Naila pelan.
Jefri mengerjapkan mata nya. Ketika dia membuka mata nya, dia melihat Naila yang bediri di depan nya. Jefri tersenyum lalu menarik tangan Naila dan membawa nya ke dalam pangkuan nya.
"Kamu akan puas melihat ku sekarang" Ucap Jefri.
Naila mendorong tubuh Jefri lalu bangkit dari pangkuan Jefri.
"Kalau sudah bangun cepat pulang dan lanjutkan tidur mu di rumah" Ucap Naila.
Naila berjalan meninggalkan Jefri. Sedangkan Jefri tersenyum ketika melihat Naila yang kabur karena menahan malu nya.
Jefri bangkit dari duduk nya. Dia berjalan menghampiri Naila lalu berjalan di samping Naila. Karena musim dingin dan Naila yang tidak memakai sarung tangan, Jefri melihat tangan Naila yang memerah akibat kedinginan.
Jefri maraih tangan Naila dan memasukkan nya ke dalam saku jaket nya. Awal nya Naila memberontak namun merasakan kehangatan dari genggaman tangan Jefri dia akhir nya luluh.
"Mau minum sesuatu yang hangat?" Tanya Jefri.
"Aku mau pulang" Jawab Naila singkat.
"Aku akan mengantar kamu, tapi kita beli kopi dulu untuk menghangatkan diri." Ucap Jefri.
"Terserah " Jawab Naila.
Jefri mengajak Naila ke sebuah kafe. Meraka memesan minuman hangat.
"Jangan pergi sebelum aku datang atau aku akan mencari tau sendiri kamu tinggal di mana" Ancam Jefri lagi.
"Iya" Jawab Naila singkat.
Jefri keluar dari kafe tersebut. Naila melihat kepergian Jefri dari kaca kafe. Jefri menyebrang jalan raya dan masuk ke dalam sebuah toko.
Tak lama minuman hangat pesanan mereka datang. Naila memegang gelas milik nya untuk menghangatkan tangan nya yang kedinginan tadi.
Naila mengambil ponsel nya dan melihat pesan sari Yuri.
πsedang di mana?" Yuri.
πΉBaru di kafe dengan kak Jefri " Naila
Setelah Naila membalas pesan dari Yuri. Jefri kembali ke kafe dengan membawa tas belanja.
"Kok belum di minum?" Tanya Jefri.
__ADS_1
"Iya ini baru mau minum" Jawab Naila. Naila mengambil gelas nya lalu mulai meminum minuman hangat pesanan nya.
Setelah cukup lama mereka di kafe, akhir nya mereka keluar dari kafe. Namun dangan Naila di cekal oleh Jefri. Naila terkejut dengan perlakuan Jefri.
Jefri memakaikan sarung tangan hangat untuk Naila dan juga memakaikan syal di leher Naila.
"Jaga kesehatan kamu selalu. Kalau keluar jangan lupa bawa sarung tangan dan jaket tebal" Ucap Jefri lembut.
"Terima kasih" Ucap Naila tersenyum. Jefri pun tersenyum lalu mengusap kepala Naila lembut.
Karena langit sudah mulai gelap, Jefri menawarkan diri untuk mengantar Naila pulang.
"Sudah malam, mau aku antar?" Tanya Jefri.
"Boleh" Jawab Naila.
Jefri tersenyum mendengar jawaban Naila. Jefri berjalan ke tepi jalan untuk memberhentikan taxi karena tadi dia tidak membawa mobil.
"Ayo masuk" Ucap Jefri ketika sudah mendapatkan taxi.
Naila masuk ke dalam taxi lalu di ikuti Jefri yang duduk di sebelah nya. Hajya butuh 30 menit mereka untuk sampai di gedung apartemen Naila. Naila dan Jefri turun dari taxi.
"Kamu tinggal di sini?" Tanya Jefri.
"Iya. Aku tinggal di apartemen pemberian Yuri" Jawab Naila.
"Oh. Masuk gih, langsung istirahat ya" Ucap Jefri mengusap kepala Naila lembut.
"Iya. Terima kasih sudah mengantar" Ucap Naila. Jefri mengangguk dan Naila berbalik masuk ke gedung apartemen nya meninggalkan Jefri.
"Aku akan bersabar menunggu kamu Naila. Aku akan membuat kamu mencintai ku lagi" Ucap Jefri lirih.
Jefri kembali masuk ke dalam taxi dan menunggalkan gedung apartemen Naila. Ternyata sedari tadi Yuri melihat semua nya dari dalam mobil nya. Dia keluar dari mobil lalu masuk ke dalam gedung apartemen nya.
Yuri kini telah sampai di lantai apartemen Naila. Dia keluar dari Lift dan dia terhenti ketika berada tepat di depan pintu apartemen Naila.
"Aku ingin bersama dengan kamu Naila" Guman Yuri dalam hati. Yuri menempelkan tangan nya ke pintu apartemen Naila. Cukup lama dia berada di depan pintu Naila. Akhir nya dia kembali jalan untuk masuk ke dalam apartemen nya sendiri yang berada di damping Naila.
Ke esokan hari nya.
Naila sudah membuat sarapan untuk diri nya dan juga Yuri. Naila membawa makanan yang ia masak keluar dari apartemen nya. Dia berjalan ke arah apartemen Yuri.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
ππππππ