
Ke esokan hari nya.
Naila bangun lebih siang dari biasa nya. Dia mengusap mata nya dan mencari keberadaan Yuri. Namun dia tidak menemukan Yuri di manapun. Dia keluar dari kamar nya dan melihat Yuri yang duduk dengan menatap jauh ke depan.
"Hai Nai. Kamu sudah bangun?" Tanya Yuri tersenyum.
Naila duduk di sebelah Yuri lalu merampas minuman yang di pegang Yuri. Naila meminum minuman Yuri begitu saja.
"Kamu nggak takut kalau di dalam minuman itu ada racun nya?" Ucap Yuri tersenyum.
"Kalau memang ada racunnya. Palingkita berdua yang akan mati di sini" Ucap Naila.
Yuri tertawa mendengar jawaban Naila. Namun seketika wajah nya berubah datar lagi.
"Aku kagum dengan kamu Nai. Kamu masih bisa sejutek itu pada orang yang sudah memanfaatkan kamu" Ucap Yuri tertunduk.
"Aku saja sampai sekarang masih takut dengan identitas ku yang sekarang ini. Aku yang seorang trasjender apa mampu menjalani hidup ku besuk" Ucap Yuri.
"Bahkan detik selanjut nya saja aku tidak mampu memikirkan nya" Ucap Yuri lagi.
"Kenapa kamu memikirkan hal yang belum tentu terjadi. Lebih baik kamu menikmati setiap detik yang saat ini kamu jalani. Untuk kedepan nya anggap saja sebagai tantangan" Ucap Naila.
Yuri tersenyum mendengar ucapan Naila. Dia merangkul bahu Naila dengan lembut.
"Seluruh keluarga ku menentang tentang apa yang aku lakukan ini Nai. Mereka menganggap bahwa aku membuat nama mereka tercoreng." Ucap Yuri.
"Asal kamu tau. Hanya kamu yang tau kalau aku teransjender di kampus" UcapYuri.
"Ada teman ku juga yang tau. Soal nya aku yang cerita ke dia" Ucap Naila datar.
"Hahaha bakal seboh jila seluruh kampus tau kalau bunga kampus mereka ternyata seorang banci" Ucap Yuri tertawa.
"Itu pilihan kamu. Itu juga hidup kamu. Untuk apa kamu mendengarkan ucapan yang tidak layak kamu dengar. Anggap saja mereka seperti debu yang mampukamu injak" Ucap Naila.
"Hahaha. Kamu kejam juga ternyata Nai" Ucap Yuri tertawa lepas
"Ya ini lah aku. Jika kamu tidak terima dengan ucapan ku. Mungkin kita tidak di takdirkan untuk berteman" Ucap Naila bangkit dari duduk nya. Naila meninggalkan Yuri yang masih duduk di tempat nya.
"Aku suka punya teman seperti kamu Nai" Ucap Yuri.
"Iya. Bersihkan kaleng nya lalu pulang sana. Aku ada kelas siang ini" Ucap Naila tanpa berbalik melihat Yuri. Yuri tersenyum menggelengkan kepala nya akibat ucapan Naila.
"Aku bahagia memiliki teman baru seperti kamu Naila. Kamu gadis yang baik Naila. Kamu mau berteman dengan ku yang banyak kekurangan ini" Guman Yuri tersenyum.
__ADS_1
Yuri menuruni tangga kamar Naila. Saat sampai di depan gerbang dia berpapasan dengan Reza yang baru masuk ke dalam halaman rumah nenek nya.
"Hai Reza" Sapa Yuri dengan senyuman nya yang tercantik. Dia berjalan melewati Reza yang kebingungan lalu masuk ke dalam mobil nya. Dia melesat meninggalkan rumah nenek Reza dengan menyisakan Reza yang masih kebingungan.
"Dia baru turun dari kamar Naila? Sepagi ini?" Guman Reza. Reza berlari menaniki anak tangga lalu menggedor gedor pintu kamar Naila.
"Nai buka Nai" Ucap Reza.
"Ada apa sih Za? Aku masih ngantuk, aku masih ingin tidur" Ucap Naila lemas.
"Kamu tau nggak siapa yang aku temui tadi?" Tanya Reza.
Naila menghela nafas. Dia ingin menutup pintu kamar nya namun di tahan oleh Reza.
"Apa sih Za? Jangan bikin aku emosi deh" Ucap Naila tegas.
"Tadi aku ketemu sama Yuri di bawah" Ucap Reza antusias.
"Iya sejak semalam dia di sini" Jawab Naila berjalan masuk ke dalam kamar nya. Dia kembali merebahkan diri nya ke atas kasur.
Reza mengikuti Naila dan duduk di pinggiran kasur Naila.
"Dia menginap di sini?" Tanya Reza.
"Wah bakal heboh kampus kalau sampai tau Yuri menginap di sini" Ucap Reza.
Naila menarik kerah baju Reza hingga wajah Reza tepat di depan wajah nya.
"Kalau sampai orang lain buka mulut soal identitas Yuri dan ternyata sumber nya dari kamu. Kamu akan tau akibat nya" Ucap Naila tegas.
"Sana keluar, aku mau tidur" Ucap Naila melepaskan kerah baju Reza.
Reza yang terkejut dengan sikap Naila yang menakutkan tadi memilih untuk segera keluar dari kamar Naila.
"Gila Naila. Serem banget kalau dia marah begitu" Guman Reza.
"Sudah lah nanti dia juga cerita sendiri. Lebih baik aku main game saja" Ucap Reza. Reza kembali pulang ke rumah nya. Dia melanjutkan game yang sempat tertunda tadi karena menghampiri Naila.
Sore hari nya.
Naila baru selesai kelas. Dia berjalan ke arah gerbang kampus nya dan melihat Yuri yang sudah berdiri di samping mobil nya.
"Mau pulang?" Tanya Yuri.
__ADS_1
"Iya. Kenapa?" Tanya Naila balik.
"Mau main sebentar?" Ucap Yuri.
"Ok" Jawab Naila berjalan ke samping mobil Yuri lalu masuk ke dalam mobil.
"Teman kamu tumben nggak ikut?" Tanya Yuri.
"Masih ada kelas" Jawab Naila.
"Oh ya sudah" Sahut Yuri. Yuri melajukan mobil nya meninggalkan area kampus.
Naila menatap keluar jendela dengan wajah yang sedih.
"Kenapa?" Tanya Yuri.
"Apa nya?" Tanya Naila balik.
"Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan Naila" Ucap Yuri.
"Kamu teringat dengan suami kamu?" Tanya Yuri lagi.
"Iya. Aku kepikiran dengan ucapan kamu kemarin" Jawab Naila.
"Soal suami kamu yang sedang mencari kamu itu?" Tanya Yuri.
"Iya. Aku bingung harus berbuat apa? Aku sakit jika mengingat dia namun aku juga merindukan dia" Ucap Naila.
"Aku tidak ingin ikut campur dengan permasalahan rumah tangga kamu. Tapi aku akan memberi kamu saran saja." Ucap Yuri.
"Jika memang ada masalah kalian harus bicara. Memang butuh waktu untuk melepaskan semua beban yang kamu rasakan saat ini. Kamu boleh menghindar seperti sekarang. Kamu juga boleh menangis sampai air mata kamu kering. Kamu juga boleh marah marah nggak jelas. Tapi setelah perasaan kamu lebih tenang. Hati dan pikiran kamu sudah mulai tertata. Lebih baik kamu bertemu dengan suami kamu. Bicarakan semua perasaan kamu" Ucap Yuri.
"Mungkin saat ini kamu masih belum mampu melepaskan rasa sakit itu. Kamu tetap boleh berpura pura tidak mengenal nya seperti ini. Itu semua pilihan kamu Naila. Alangkah baik nya jika kamu menemui nya. Bicarakan baik baik dengan dia" Ucap Yuri.
"Aku memang belum merasakan nya sendiri. Tapi aku mungkin bisa sedikit membantu karena aku pernah mempelajari psikolog" Imbuh Yuri.
Di saat bersamaan mereka telah sampai di rumah makan.
"Ayo turun" Ajak Yuri.
# Terima kasih banyak
# selamat membaca ya kak
__ADS_1
🙏🙏🙏😊😊😊