One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
49


__ADS_3

"Tetap di sini, aku tidak ingin kamu berfikir macam macam nantinya" Ucap Maya. Surya tersenyum senang dengan ucapan Maya. Dia tau Maya masih memiliki perasaan pada Ivan. Tapi dia lebih mementingkan perasaan Surya kali ini.


"Apa kamu takut jika kekasih cekil mu ini cemburu?" Tanya Ivan.


"Tentu saja, aku tidak akan membuat orang yang menyanyangiku merasa di hianati" Jawab Maya.


"Apa kamu tidak takut jika dia mendengar apa yang seharusnya tidak ia dengar?" Tanya Ivan.


"Tidak, karena dia lebih tau dari pada yang kamu kira" Ucap Maya.


"Soal malam itu pun dia tau?" Ucap Ivan


Brack.


Surya menggebrak meja yang ada di depan Ivan.


"Jangan memancing amarah ku" Ucap Surya.


Namun Maya tetap santai dan mengobati luka Ivan.


"Aku sudah bilang bukan, dia sudah lebih banyak tau dari pada yang kamu kira. Aku tidak pernah membicarakannya. Tapi kepekaan dia lah yang membuatku nyaman" Ucap Maya.


"Sudah selesai, jangan terluka lagi. Karena mungkin lain kali aku tidak akan mau mengobatinya" Ucap Maya.


"Luka ini memang bisa kamu obati Maya, tapi apa pernah kamu berfikir untuk mengobati luka lama ku?" Tanya Ivan yang mampu menghentikan aktifitas Maya.


Surya meraih tangan Maya dan menggenggamnya erat.


"Luka itu kamu sendiri yang membuatnya. Untuk apa Maya harus mengobatinya" Ucap Surya tegas. Surya menarik tangan Maya untuk menjauh dari Ivan.


"Aku akan merebut kamu kembali Maya" Teriak Ivan.


Surya yang mendengar ucapan Ivan semakin emosi. Dia berbalik lalu memukul wajah Ivan hingga terjatuh ke lantai.


"Surya" Teriak Maya terkejut.


"Jangan pernah mendekati Maya lagi. Apa belum puas kamu membuat Maya terluka?" Ucap Surya mencengkram kerah baju Ivan.


"Hahaha memangnya apa yang kamu tau" Ucap Ivan mengejek.


"Maya sudah...." Ucapa Surya terhenti ketika Maya berteriak.


"Surya hentikan" Teriak Maya. Maya menghampiri Surya lalu menarik tangan Surya.


"Hentikan Surya" Ucap Maya menangis.


Nala membantu Ivan bangkit. Surya mersa bersalah ketika melihat Maya yang menangis di hadapannya. Surya meraih tubuh Maya lalu memeluknya.


"Maafkan aku, maafkan aku" Ucap Surya menyesal.


"Bawa aku pergi" Pinta Maya menangis.


"Iya" Jawab Surya. Surya memeluk bahu Maya lalu membawa Maya ke arah lift untuk kenuju ke rumahnya.

__ADS_1


Ivan merasa sakit hatinya melihat Maya yang lebih memilih Surya dari pada dirinya.


"Kamu tidak apa apa kan Van?" Tanya Nala.


"Aku tidak apa apa, maaf aku harus pergi sekarang" Ucap Ivan yang berjalan keluar dari kafe.


Nala merasa kasihan dengan Ivan. Namun dia tidak bisa membela Ivan karena yang harus ia bela adalah Surya.


"Maaf Van, tapi aku lebih setuju Maya dengan adikku, Surya dari pada dengan kamu. Kamu sudah terlalu banyak menyakiti Maya" Guman Nala.


Di kamar Maya.


Maya masih saja menangis. Surya masih memeluk Maya untuk menenangkan diri.


"Terima kasih karena kamu sudah membantu ku" Ucap Maya melepaskan pelukannya. Dia menghapus air matanya.


"Maaf kan aku yang tidak bisa kenahan emosiku" Ucap Surya.


"Kamu tidak salah, kamu sudah membelaku dan itu hal yang wajar" Ucap Maya.


Surya kembali memeluk Maya, dia mencium kening Maya.


"Aku janji akan lebih menahan emosiku agat kamu tidak takut" Ucap Surya dan di angguki Maya.


"Kamu istirahat saja dulu, biar kafe aku yang urus dengan kak Nala" Ucap Surya menidurkan Maya.


"Surya, maaf aku belum bisa membalas perasaan kamu saat ini" Ucap Maya.


"Tidak apa apa, aku akan terus menunggu kamu" Jawab Surya tersenyum.


"Jika kamu ingin aku di sinj, aku akan tetap di sini" Jawab Surya.


"Tetap lah di sini" Ucap Maya.


"Iya, aku akan tetap di sini" Jawab Surya. Surya tidur di sebelah Maya. Dia memeluk Maya yang sudah masuk ke dalam pelukannya.


"Tidur lah" Ucap Surya lembut.


Surya memang masih anak kecil bagi Maya. Namun dia mampu mengimbangi Maya yang sudah dewasa. Surya juga mampu memposisikan dirinya di waktu dan saat yang tepat. Kadang dia bisa menjadi lria manja yang haus akan kasih sayang. Namun kadang ia juga bisa menjadi pria dewasa yang menakutkan jika orang tang ia cintai di sakiti.


Ke esokan harinya.


Surya terbangun ketika dering ponselnya tak kunjung berhenti. Dia mengambil ponselnya yang ada di meja samping ranjang.


"Halo, siapa ini?" Tanya Surya yang masih belum bangun sepenuhnya.


"Surya, anak kurang ajar kamu ya. Di mana kamu sekarang? Kenapa tadi malam kamu tidak pulang?" Teriak Nala marah marah.


Surya seketika tersadar, dia menoleh ke arah sampingnya dan melihat Maya yang masih tertidur pulas.


"Kak nanti kita bicara lagi" Ucap Surya mematikan ponselnya.


"Siapa yang menelfon?" Tanya Maya yang terbangun.

__ADS_1


"Maaf pasti mengganggu tidur kamu ya" Ucap Surya.


"Tidak apa ko, lagian ini juga sudah waktunya bangun" Jawab Maya.


"Maya tunggu" Ucap Surya yang mencekal tangan Maya.


"Hem, ada apa?" Tanya Maya berbalik menatap Surya.


"Emmmm, tidak jadi" Ucap Surya melepaskan tangan Maya. Maya tersenyum lalu menghampiri Surya dan mencium bibir Surya.


"Kamu mau bicara apa tadi?" Tanya Maya melingkarkan tanganya ke leher Surya.


"Tidak ada apa apa, aku harus pulang sekarang. Kak Nala marah besar karena aku semalam tidak pulang" Ucap Surya.


"Ya sudah, hati hati di jalan" Ucap Maya melepaskan tangannya.


Surya bangkit dari duduknya, dia mengambil ponsel kemeja dan juga kunci mobilnya.


"Aku pupang dulu ya" Pamit Surya mencium kening Maya.


"Iya" Jawab Maya tersenyum.


Surya keluar dari rumah Maya. Dia melewati kafe yang masih tutup untuk menuju ke mobilnya.


"Kak Nala kenapa sih telfon segala. Gangguin orang berduaan saja" Gerutu Surya yang sedang memakai sabuk pengamannya.


Surya melajukan mobilnya meninggalkan rumah Maya. Dia sesegera mungkin untuk sampai di rumahnya sebelum Nala kembali mengamuk.


Cukup 25 menit Surya sudah sampai di rumah. Saat baru keluar dari mobil, dia sudab melihat Nala yang berdiri di depan pintu rumahnya.


"Haduh mampus nih" Guman Surya.


Surya memberanikan diri untuk mendekati Nala yang terlihat sangat marah.


"Dari mana kamu?" Tanya Nala tegas.


"Dari rumah Maya" Jawab Surya takut.


"Semalam tidur di mana?" Tanya Nala lagi.


"Di rumah Maya" Jawab Surya.


"Di kamar Maya?" Tanya Nala semakin marah.


"I.....iya" Jawab Surya mengangguk.


"Kalian tidur bersama?" Tanya Nala matah basar. Nala mengambil sapu lalu memukuli Surya karena berani meniduri Maya.


"Dasar kamu, kamu mau merusak anak orang. Jangan gila kamu Surya dia itu teman kakak kamu sendiri. Walaupun kakak merestui hubungan kamu dengan Maya bukan berarti kamu boleh menidurinya" Ucap Nala marah dengan terus memukuli Surya.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2