One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 25


__ADS_3

Di saat bersamaan, sebuah kerumunan terlihat di tengah tengah lapangan. Aca yang menasaran mencari tempat untuk bisa melihat apa yang terjadi di lapangan sekolah.


"Aca jangan memanjat pohon." Ucap Naila khawatir.


"Jangan khawatir, aku cuma ingin tau apa yang terjadi di sana" Jawab Aca sudah berada di atas pohon.


Aca melihat wanita cantik dan sexy yang berada di tengah lapangan. Dia juga melihat Jefri yang berada di depan wanita itu.


Aca segera turun dari atas pohon. Dia mengambil tas nya lalu menarik tangan Naila berlari ke arah lapangan.


"Aca ada apa? Jangan lari Ca" Ucap Naila bingung.


Saat sampai di pinggir lapangan, Naila melepaskan tangan Aca. Dia terdiam melihat Jefri yang sedang menarik tangan wanita itu.


"Nai, siapa wanita itu? Apa kamu kenal sama dia?" Tanya Aca.


"Aku nggak kenal sama dia. Aku mau ke kamar mandi dulu" Ucap Naila berbalik dan sedikit berlari ke arah kamar mandi.


Di kamar mandi, Naila mengunci diri nya di dalam kamar mandi. Dia duduk di kloset lalu mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas.


"Angkat By" Ucap Naila sedih. Naila terus mencoba menghubungi Jefri, namun Jefri sama sekali tidak mengangkat telfon nya.


"Kamu di mana sih By? Kenapa kamu tidak menjawab telfon ku?" Ucap Naila menangis. Dia sudah tidak bisa menahan air mata nya lagi. Sejak melihat Jefri yang menggandeng tangan wanita itu. Dada Naila terasa sesak. Dia merasa susah bernafas melihat kedekatan wanita lain pada Jefri.


Naila menghapus air mata nya. Dia membuka pintu kamar mandi lalu membasuh muka nya di wastafel kamar mandi.


"Kamu harus tenang Nai. Tunggu dia pulang lalu bicarakan baik baik sama dia" Guman Naila dalam hati pada pantulan diri nya di kaca.


Naila merapikan tampilan nya. Dia berjalan keluar dari kamar mandi untuk mencari Aca. Aca menunggu Naila di depanpintu gerbang sekolah.


"Kamu mau pergi cari angin dengan ku?" Tanya Aca.


"Tidak usah Ca. Aku mau ke rumah orang tua Kak Jefri saja" Jawab Naila memaksakan senyum nya.


"Ya sudah kalau begitu. Tapi jika terjadi apa apa segera hubungi aku" Ucap Aca


"Baik lah" Jawab Naila tersenyum. Naila berjalan ke arah halte bis. Dia duduk di halte bis karena bis yang akan ia naiki belum datang.


"Hai Nai. Sedang menunggu bis" Ucap Reza yang duduk di sebelah Naila.

__ADS_1


"Iya" Jawab Naila singkat.


"Boleh aku temani?" Tanya Reza.


"Terserah" Jawab Naila lagi.


Reza tersenyum puas dengan jawaban Naila. Dengan jawaban Naila, Reza menganggap Naila membolehkan nya untuk menemani Naila.


Tak lama bis yang Naila naiki datang. Dia segera bangkit dari duduk nya lalu berjalan masuk ke dalam bis. Dia melihat Reza yang melambaikan tangan nya ketika diri nya sudah duduk di bangku bis.


Naila hanya tersenyum lalu kembali melihat ke arah depan. Dia tidak ingin bersinggungan dengan pria lain seperti janji nya pada Jefri. Di tambah dengan perasaan nya yang saat ini sedang campur aduk.


"Aku akan tetap percaya dengan kamu By. Aku yakin kamu tidak akan mengecewakan aku" Guman Naila dalam hati.


Naila menyandarkan kepala nya di kaca bis. Wajah nya yang terlihat sedih dengan mata sayu akibat menangis tadi.


Tak lama Naila sudah sampai di halte bis tujuan nya. Dia segera turun dari bis lalu mulai berjalan ke arah rumah orang tua Jefri. Entah kenapa kaki nya membawa dirinya ke rumah orang tua Jefri.


Saat sampai di depan gerbang rumah orang tua Jefri, Naila kebingungan dengan apa yang dia lakukan di sini.


"Kenapa aku malah ke sini sih" Ucap Naila. Naila berbalik dan ingin pergi dari rumah orang tua Jefri. Namun dia berpikir untuk menemui mamah Sinta lebih dulu.


Nail berbalik lagi lalu masuk ke dalam gerbang rumah orang tua Jefri.


"Eh nona Naila. Silahkan masuk non, di dalam juga ada tuan Jefri" Ucap satpam rumah orang tua Jefri.


"Ada kak Jefri?" Tanya Naila untuk memastikan.


"Iya non. Baru saja datang" Jawab satpam lagi.


"Oh ya sudah terima kasih pak. Saya masuk dulu" Pamit Naila.


"Silahkan non" Jawab Satpam.


Naila mulai berjalan ke arah pintu utama. Dia menyiapkan diri nya untuk menemui Jefri. Dia mengatur nafas nya dan ekspresi wajah nya karena dia tidak ingin orang tua Jefri melihat wajah nya yang sedih.


Nail tersenyum lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Namun saat dia akan masuk, dia mendengar suara Jefri yang sedang berbincang dengan wanita.


"Seharus nya kamu yang menjadi istri ku saat ini Ra" Ucap Jefri.

__ADS_1


Mendengar ucapan Jefri barusan membuat hati Naila seketika hancur berkeping keping. Dia sudah tidak bisa lagi menahan air mata nya.


Naila menangis lalu berlari keluar dari rumah orang tua Jefri.


"Lho non kok langsung pulang?" Tanya satpam. Namun Naila tidak menjawab satpam itu. Dia tetap berlari pergi dari rumah mewah itu.


"Kenapa non Naila?" Guman satpam.


Sedangkan di ruang tamu Jefri dan kedua orang tua nya masih di ruang tamu menemui Rara mantan kekasih Jefri.


"Tapi karena keegoisan kamu. Aku sudah tidak memiliki perasaan apa apa pada kamu Ra. Aku tidak ingin istri ku marah dengan kedatangan kamu" Ucap Jefri.


"Iya Rara, tante minta tolong jangan menemui Jefri ataupun kami lagi. Sudah cukup kamu membuat kami kecewa" Ucap Sinta.


"Saya ke sini memang sengaja untuk menemui om dan tante juga Jefri. Saya tidak ada niatan untu merusak rumah tangga Jefri dan istri nya. Saya ke sini hanya ingin minta maaf pada anda semua. Saya benar benar menyesal karena dulu tidak pernah memikirkan perasaan semua nya" Ucap Rara.


"Mulai sekarang saya akan tinggal di luar negri. Saya tidak akan kembali ke sini lagi" Ucap Rara.


"Kami juga minta maaf Rara. Kami harap kamu akan bahagia di sana." Ucap Sinta tersenyum tulus.


"Terima kasih tante" Jawab Rara.


"Semoga kamu bisa mendapatkan pria idaman kamu Ra. Aku yakin kamu akan bahagia karena sifat kamu yang ceria ini" Ucap Jefri.


"Terima kasih Jef. Kalau begitu saya permisi" Pamit Rara.


"Iya hati hati" Ucap Sinta.


"Semoga rumah tangga kamu selalu bahagia Jef. Aku akan ikut senang dengan kebahagian kamu" Ucap Rara.


"Terima kasih" Ucap Jefri.


Rara memakai tas nya lalu bangkit dari duduk nya. Dia keluardari rumah orang tua Jefri dengan hati yang lega. Dia sudah bisa hidup tanpa penyesalan karena masalah nya dengan keluarga Jefri sudah teratasi.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2