One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 34


__ADS_3

"Aku setuju jika disain ini di berikan pada klein kita. Kamu ajak Naila saja, sekalian memperlihatkan pada Naila pengelaman yang lebih banyak lagi. Biarkan Naila mencoba untuk melakukan nya" Ucap Yuri.


"Baik. Saya juga punya jadwal lusa untuk bertemu dengan klein. Saya akan mengajak Naila untuk hadir saat itu" Ucap Teo.


"Ok, itu ide yang bagus" Jawab Yuri.


"Baik lah kalau begitu saya permisi dulu" Pamit Teo.


Yuri mengangguk pelan. Teo bangkit dari duduk nya. Dia keluar dari ruangan Yuri.


Di sisi lain Jefri sedang berada di ruangan nya. Dia sedang mengerjakan pekerjaan nya yang sangat banyak.


Dila masuk ke dalam ruangan Jefri lalu berjalan menghampiri Jefri.


"Saya sudah bilang berapa kali ke kamu. Ketuk pintu dulu sebelum kamu masuk ke ruangan saya" Ucap Jefri tanpa melihat ke arah Dila.


Dila tidak peduli dengan ucapan Jefri. Dia menarik kursi Jefri dan menaruh berkas yang ia bawa ke meja kerja Jefri. Dila duduk di atas meja Jefri tepat di depan Jefri.


"Saya sudah lama menunggu anda untuk melihat saya. Tapi kenapa anda selalu bersikap dingin pada saya. Apa saya kurng menarik untuk anda?" Ucap Dila dengan sebelah tangan nya yang menggoda Jefri.


Jefri meraih tangan Dila lalu mencium nya lembut.


"Saya memang membutuhkan kehangatan saat ini. Saya tidak mengira kalau kamu akan dengan sendirinya" Ucap Jefri yang mulai tergoda dengan sikap Dila.


Jefri meraih tengkuk Dila lalu menciumnya lembut. Dila melingkarkan tangan nya pada leher Jefri. Jefri melepaskan ciuman nya, dia beralih menciumi leher Dila dan membuka kancing baju Dila.


Jefri menidurkan Dila di atas meja kerja nya. Jefri kembali mencium bibir Dila dengan menutup mata nya. Namun saat dia membuka mata nya terlintas wajah Naila di depan mata nya.


"****" Jefri mengumpat setelah melepaskan ciuman nya pada Dila.


"Keluar" Ucap Jefri dingin.


"Tapi...." Ucap Dila teputus.


"Keluar" Teriak Jefri marah.


Dila turun dari meja Jefri. Dia merapikan pakaian nya lalu keluardari ruangan Jefri. Jefri duduk di kursi nya dengan memijat pelipis matanya.


"Gila kamu Jefri" Ucap Jefri.


"Baji****n kamu Jefri" Ucap Jefri lagi.


Jefri mengambil ponsel nya lalu menghubungi Niko yang sedang ia tugasi mencari Naila.


"Kembali ke kantor sekarang juga " Ucap Jefri tegas.


"Ada apa? Aku sedang bersama pak Jaya sekarang" Ucap Niko.


"Apa Aku harus mengulang ucapan ku" Ucap Jefri marah.


"Ok ok. Aku akan ke kantor sekarang" Ucap Niko.


Jefri mematikan ponsel nya. Dia masing marah pada diri nya sendiri yang sudah hilang akal akibat hilang nya Naila dalam hidup nya.


"Di mana kamu baby. Sudah 4 tahun lamanya kamu meninggalkan aku? Sampai kapan kamu akan bersembunyi dari aku Naila?" Ucap Jefri.


"Apa belum cukup kamu menyiksa ku seperti ini Naila?" Ucap Jefri.

__ADS_1


Di saat bersamaan, sahabat Naila saat masih sekolah dulu baru datang di perusahaan Jefri. Dia baru saja pulang dari luar negri. Dia di sekolahkan Jefri seperti janji nya dulu.


Tok tok tok.


"Masuk" Ucap Jefri yang mendengar ketukan pintu ruangan nya.


"Maaf pak, ada tamu" Ucap Dila.


"Siapa?" Tanya Jefri yang tidak ingin melihat Dila.


"Aku" Ucap Aca. Sahabat Naila saat sekolah dulu.


Jefri mendongak dan melihat Aca yang datang menghampiri nya.


"Kapan kamu pulang?" Tanya Jefri tersenyum.


"Baru saja sampai. Aku capek" Ucap Aca.


"Dila buatkan minuman untuk Aca" Ucap Jefri.


"Baik pak" Jawab Dila singkat. Dila masih marah dengan sikap Jefri tadi. Namun karena pekerjaan Dia harus bisa menahan nya.


"Aku mau anggur paling mahal" Ucap Aca.


Pletak


Jefri menyentil kening Aca keras.


"Jangan macam macam kamu. Kita sedang di kantor sekarang" Ucap Jefri.


Dila menatap sinis pada Aca. Walaupun penampilan Aca yang tomboi dengan potongan rambut khas pria. Namun Aca tetap terlihat cantik dan imut.


"Ngapain masih berdiri di situ?" Ucap Jefri.


"I... iya pak. Maaf" Ucap Dila. Dila keluar dari ruangan Jefri. Dia keluar dari kantor untuk membeli minumanyang di inginkan Aca tadi.


"Siapa sih gadis itu? Kenapa dia terlihat dekat dengan Jefri?" Guman Dila dalamhati.


Di dalam ruangan Jefri.


Aca melihat sekeliling ruangan Jefri.


"Di mana ruangan ku?" Tanya Aca.


"Istirahat saja dulu. Nanti aku akan perlihatkan ruangan khusus untuk kamu" Ucap Jefri.


"Dan satu lagi. Jaga sikap kamu saat di kantor" Ucap Jefri.


"Enggak. Ini lah diriku, kalau nggak suka jangan cari aku" Ucap Aca.


"Kenapa kamu selalu membuat ku pusing sih" Ucap Jefri kembali memijat kening nya.


Aca kembali duduk di sofa. Dia mengambil leptop nya yang ada ditas nya.


"Mau ngapain kamu?" Tanya Jefri.


"Mau menguji keamanan kantor mu" Ucap Aca.

__ADS_1


"Jangan gila kamu Aca. Di saat ini masih jam kerja" Ucap Jefri.


"Hahaha ini memang yang aku inginkan. Aku ingin tau sampai tahap mana kemampuan keamanan kantor mu" Ucap Aca.


"Kantor ku akan heboh sebentar lagi gara gara kamu" Ucap Jefri menyerah.


Dan benar saja. Suara sirine keamanan berbunyi dan kegaduhan di luar ruangan Jefri mulai terdengar. Aca tersenyum karena dia berhasil membobol pengaman keamanan perusahaan Jefri.


"Puas kan kamu sekarang?" Ucap Jefri.


"Hahaha. Payah" Ucap Aca.


"Mereka memang bukan tandingan kamu" Ucap Jefri.


Di saat bersamaan Niko masuk dengan wjah pucat akibat pengaman perusahaan telah di retas.


"Jef, keamanan perusahaan telah di bobol" Ucap Niko khawatir.


"Kamuharus segera melakukan sesuatu" Ucap Niko.


"Cepat Jef " Ucap Niko lagi.


Namun Jefri tidak berkutik sedikit pun. Sedangkan Aca tertawa lepas karena melihat kekhawatiran Niko.


"Hahahaha, dia siapa?" Tanya Aca tertawa.


"Heh anak kecil, siapa kamu. Kenapa kamu tidak sopan dengan Jefri" Ucap Niko marah.


"Dia Niko asisten ku" Ucap Jefri.


"Niko, dia Aca. Dia anak yang aku sekolahkan di luar negri" Ucap Jefri.


"Dia anak nya? Jadi dia yang melakukan leretasan di perusahaan?" Tanya Niko belum yakin.


"Yah seperti yang kamu lihat" Ucap Jefri.


"Dia baru datang dan mulai membuat kegaduhan. Kamu yakin akan memperkerjakan dia?" Tanya Niko.


"Kamu saja sudah melihat bukti nya. Apa perlu aku menjelaskan lagi" Ucap Jefri.


Niko yang mulai tenang duduk di sofa samping Aca duduk. Dia menyandarkan kepala nya pada sandaran sofa.


"Hei, berapa umur mu?" Tanya Niko.


"Tahun ini 22 tahun" Jawab Aca.


"Hebat " Ucap Niko mengacungkan jari jempol nya.


"Hentikan kekacauan ini Aca" Ucap Jefri.


"Ok" Jawab Aca. Aca mulai mengotak atik leptopnya


#Selamamembaca ya kak


#Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2