One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 7


__ADS_3

"Kita sudah sampai nyonya" Ucap supir Sinta.


Sinta keluar dari mobil, dia mihat gadis muda yang sedang menyapu halaman rumah. Sinta memperhatikan gadis tersebut dengan seksama.


"Dia gadis yang cantik, dia juga gadis yang rajin." Guman Sinta dalam hati.


"Apa? Dia menyapu halaman rumah sendirian? Apa Jefri gila membiarkan calon istri nya membersihkan rumah sendiri" Ucap Sinta tiba tiba berubah.


"Mohon jaga sikap anda nyonya. Anda harus memperlihatkan kewibawaan anda pada calon menantu anda" Ucap asisten Sinta dan juga merangkap sebagai supir nya.


"Iya saya tau" Ucap Sinta yang kembali wibawa dan elegan.


Sinta berjalan ke arah Naila yang masib menyapu halaman rumah. Sinta melihat tangan Naila yang sudah kotor dengan tanah dan baju yang penuh debu.


"Maaf, apa Jefri ada di rumah?" Tanya Sinta sopan.


Naila berbalik dan melihat wanita dewasa yang cantik dan terlihat jelas kalau wanita di hadapan nya itu adalah orang kaya.


"Maaf nyonya kak Jefri baru saja pergi mengajar. Apa ada pesan yang ingin di sampaikan?" Tanya Naila


"Tidak usah. Saya ke sini hanya ingin bertemu dengan kamu. Kamu Naila bukan?" Ucap Sinta.


"Iya saya Naila. Anda siapa ya?" Tanya Naila sopan.


"Saya mamah nya Jefri. Apa bisa kita bicara sebentar" Ucap Sinta.


"Maaf nyonya saya tidak tau jika anda mamah nya kak Jefri. Silahkan masuk dulu nyonya" Ucap Naila sopan.


"Maaf nyonya saya ijin untuk membersihkan diri sebentar." Ucap Naila.


"Iya silahkan, santai saja saya masih banyak waktu kok" Ucap Sinta.


"Terima kasih nyonya" Ucap Naila tersenyum. Naila berjalan ke arah kamar nya. Dia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Sedangkan Sinta yang berada di ruang tamu terus senyum senyum tidak jelas.


"Kamu lihat kan Jaya, dia gadis yang sopan manis dan mandiri. Saya akan sangat senang jika dia benar benar gadis yang seprti itu segerus nya" Ucap Sinta pada asisten nya Jaya.


"Iya nyonya saya juga melihat nya" Jawab Jaya singkat.


Tak lama Naila keluar dari kamar nya. Dia memakai baju milik Jefri karena dia tidak memiliki baju sama sekali di rumah ini.


"Kenapa kamu pakai baju Jefri?" Tanya Sinta.


"Maaf nyonya, saya tidak membawa baju sama sekali kemarin saat di ajar kak Jefri ke sini" Ucap Naila tertunduk.


"Bilang dong. Jaya ayo kita pergi" Ucap Sinta.

__ADS_1


"Baik nyonya" Jawab Jaya.


"Kamu juga ikut" Tunjuk Sinta ke Naila.


"Tapi nyonya...." ucapan Naila terhenti.


"Cukup diam dan ikut saja" Ucap Sinta tegas.


Tangan Naila di tarik oleh Sinta keluar dari rumah Jefri.


"Nyonya tunggu, saya mau menurup pintu rumah dulu" Ucap Naila.


"Halah sudah ayo nanti juga ada yang datang ke sini jadi tidak perlu di tutup " Ucap Sinta.


Naila pasrah ikut masuk ke dalam mobil Sinta. Naila duduk tenang di sebelah Sinta yang terlihat jelas sangat antusias dengan acara belanja nya.


Di pusat perbelanjaan.


Naila terus di tarik oleh Sinta memasuki sebuah butik yang mewah. Naila bingung kenapa dia di bawa ke butik.


"Nyonya kenapa kita ke butik?" Tanya Naila bingung


"Jangan panggil aku nyonya. Panggil aku mamah. Besuk kamu akan jadi menantu saya jadi kamu harus panggil saya mamah" Ucap Sinta.


"Cepat coba panggil aku mamah" Pinta Sinta.


"Mamah" Panggil Naila.


Sinta tersenyum luas mendengar ucapan Naila. Dia merasaka senang karena sejak dulu ingin sekali memiliki anak perempuan.


"Bagus. Ayo kita belanja" Ucap Sinta menarik tangan Naila.


Sinta menempelkan semua baju yang dia lihat bagus lada badan Naila. Namun Sinta tertuju pada sebuah baju kebaya berwana pink.


"Bawa baju itu ke sini" Pinta Sinta.


"Baik nyonya" Jawab pelayan toko. Pelayan toko itu segera mengambikan baju kebaya yang di inginkan Sinta.


"Silahkan baju nya nyonya" Ucap pelayan toko.


"Baju nya bagus kan Naila?" Tanya Sinta.


"Bagus mah" Jawab Naila jujur.


"Baju ini besuk kamu pakai ya saat akad pernikahan kamu" Ucap Sinta.


"Nikah? Besuk?" Tanya Naila terkejut.

__ADS_1


"Iya besuk. Besuk kamu akan menikah dengan Jefri. Rumah kalian saat ini sedang di hias untuk acara besuk" Ucap Sinta.


"Tapi maaf Naila, mamah besuk datang ke rumah kalian malam nya karena Jefri tidak ingin keluarga kamu tau tantang kami" Ucap Sinta.


"Kenapa kak Jefri minta seperti itu pada mamah?" Tanya Naila bingung.


"Mamah tidak bisa jelaskan itu ke kamu sekarang. Nanti kamu tanya saja sama Jefru" Ucap Sinta sedih.


"Apapun Alasana nya nanti, terima kasih mamah sudah mau menerima aku. Jujur saja aku masih malu jika bersama kak Jefri. Karena aku sudah terbiasa melihat kak Jefri sebagai guru ku jadi aku agak canggung dengan kak Jefri." Ucap Naila.


"Tapi berkat mamah, aku akan berusaha sebaik mungkin jadi istri yang baik untuk kak Jefri. Walaupu usia ku belum genap 20 tahun. Tapi aku yakin jika aku bisa jadi istri yang baik untuk kak Jefri" Ucap Naila tulus.


"Mamah sangat senang bisa memiliki menantu sebaik kamu Naila" Ucap Sinta memeluk Naila.


"Aku yang beruntung bisa bertemu keluarga yang begitu hangat dan baik pada ku mah" Ucap Naila menangis.


Sinta melepaskan pelukannya, dia mengusap air mata Naila lembut.


"Sudah cukup nangis nangis nya. Sana kamu coba baju ini dulu" Pinta Sinta.


"Iya mah" Jawab Naila tersenyum.


Naila masuk ke dalam kamar pas untuk mencoba baju yang di pilihkan Sinta tadi.


"Cari tau apa saja yang sudah Naila alami selama ini. Saya mau tau semua hal tentang Naila" Ucap Sinta tegas pada Jaya.


"Saya akan laksanakan nyonya" Jawab Jaya.


Naila keluar dari kamar pas dengan kebaya pinkmelekat di tubuh nya. Naila begitu cantik memakai baju kebaya itu.


Wajah Sinta seketika kembali ceria ketika melihat Naila keluar dari kamar pas. Sinta terpana dengan Naila yang begitu anggun memakai kebaya yang ia pilihkan.


"Kamu cantik sekalia Naila" Ucap Sinta.


"Terima kasih mah" Ucap Naila terharu.


"Besuk kamu harus pakai baju kebaya ini. Mamah ingi melihat foto pernikahan kalian terpampang jelas di rumah mamah nanti" Ucap Sinta.


"Yah walaupun pernikahan kalian di adakan secara sederhana. Tapi mamah tetap ingin kalian bahagia" Ucap Sinta.


"Kami akan bahagia mah. Mamah jangan khawatir ya. Aku tidak masalah dengan pesta pernikahan karena itu hanya simbolik. Yang terpenting untuk aku, aku secara resmi menikah dengan kak Jefri" Ucap Naila lembut.


"Iya Naila" Jawab Sinta tersenyum.


# selamat membaca ya kak


# tarima kasih banyak

__ADS_1


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2