One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 36


__ADS_3

"Aku pinjam dulu mobil mu. Nanti biar pak Niko yang mengantar kamu pulang" Ucap Aca.


"Iya" Jawab Dila. Dila menatap Aca yang sedang membantu Jefri masuk ke dalam mobil nya. Dila merasa kasihan dengan keadaan Jefri saat ini.


Aca membawa Jefri ke apartemen nya. Dia tidak tau harus membawa Jefri ke mana karena dia tidak tau tempat tinggal Jefri di kota tersebut.


Sedangkan Yuri memilih membawa Naila pergi ke pantai. Dia ingin membuat Naila lebih tenang dengan membawa nya ke pantai.


"Ayo keluar" Ucap Yuri ketika mereka sudah sampai di pinggir pantai.


Naila dan Yuri keluar dari mobil. Naila duduk di kap mobil Yuri dan memandang jauh ke pantai.


"Menangis lah" Ucap Yuri yang berada di samping Naila.


Naila menggelengkan kepala nya. Dia menundukkan kepala nya menatap pasir yang saat ini ia injak.


"Aku tidak tau apa yang saat ini kamu pikirkan. Tapi aku tau jika saat ini kamu sedang bimbang dan sedih." Ucap Yuri.


"Maaf karena aku telah ingkar janji. Aku tidak tau jika Teo akan membawa kamu ke tempat Jefri" Ucap Yuri.


"Ini bukan salah kamu. Kamu sudah sangat banyak membantu ku. Mungkin ini sudah menjadi takdir ku untuk bertemu dengan dia lagi" Ucap Naila.


"Lalu apa rencana kamu selanjut nya?" Tanya Yuri.


"Aku akan menghadapinya. Sudah cukup aku menghindari nya. Jika memang ini jalan terbaik untuk ku, aku akan menghadapi apa yang harus aku hadapi " Ucap Naila.


"Hah.... aku kira tidak akan secepat ini kamu bertemu dengan dia lagi" Ucap Yuri.


"Sudah lah. Ayo kita minum" Ucap Naila.


"Kalau kita minum sekarang, siapa yang akan menyetir nanti" Ucap Yuri.


"Panggil pak Teo saja" Ucap Naila berjalan ke arah mobil Yuri. Naila tau jika Yuri selalu membawa minuman dimobil nya.


"Sejak kapan kamu tau?" Tanya Yuri yang tersenyum ketika melihat Naila membawa dua botol anggur.


"Cukup lama. Aku juga tau jika mamu sering meminum nya sendiri di dalam mobil" Ucap Naila.


"Aku memang tidak akan bisa menyembunyikan sesuatu dari kamu Nai" Ucap Yuri tersenyum.


Yuri mengirim pesan ke Teo, agar Teo datang ke pinggir pantai tempat mereka saat ini. Naila sudah mulai meminum anggur ayang ada di tangan nya.


"Hah.... aku merasa beban ku semakin menumpuk" Ucap Naila.

__ADS_1


"Nikmati saja, semua nya akan berjalan dengan baik nanti nya." Ucap Yuri.


Di siang yang terik, mereka minum anggur dengan memandang hamparan pasir putih dan air laut yang biru. Dengan terpaan angin yang menerpa wajah mereka membuat mereka terlihat sangat cantik.


"Aku suka dengan kamu Nai" Ucap Yuri.


Naila tersenyum mendengar ucapan Yuri. Dia menyandarkan kepalanya ke bahu Yuri.


"Aku tau jika kamu menyukai ku. Setiap perhatian kamu terlihat jelas perasaan mu ke aku" Ucap Naila tersenyum.


"Hahahaha konyol sekali, bahkan perasaan ku saja kamu sudah mampu menebaknya" Ucap Yuri.


"Kamu tau kan perasaan ku Yur? Aku tidak akan bisa membalas perasaan kamu dan juga kebaikan kamu" Ucap Naila.


"Aku tidak butuh balasan Naila. Aku hanya ingin kamu tau saja perasaan ku" Ucap Yuri.


"Terima kasih" Ucap Naila tersenyum.


Ke esokan hari nya.


Jefri meminta Niko untuk mencari tau informasi tentang Yuri. Saat ini Niko sudah mendapat apa yang di minta Jefri.


Niko mrnunggu kedatangan Jefri yang kini baru saja masuk ke dalam perusahaan. Jefri tampil dengan sempurna hari ini.


Tadi malam dia berada di apartemen Aca. Dia mengeluarkan perasaan yang selama ini ia pendam sendiri. Dia melepaskan semua nya pada Aca.


"Apa yang kamu dapatkan?" Tanya Jefri ketika dia masuk ke dalam ruangan nya.


Niko mengikuti Jefri yang sudah duduk di kursi kerja nya. Niko menyerahkan berkas yang di minta Jefri.


"Dia Transjender?" Tanya Jefri terkejut.


"Iya. Dia termasuk orang yang berpengaruh di kota ini" Ucap Niko.


"Sebab dia juga kita tidak menemukan Naila di sini" Imbuh Niko.


"Jadi selama ini Naila hidup di kota ini? Dia tidak keluar negri?" Tanya Jefri lagi.


"Kalau dia keluar negri aku pasti sudah menemukan dia" Sahut Aca yang saat ini merebahkan diri nya di sofa.


"Aca cari tau tentang perusahaan nya sekarang" Ucap Jefri.


"Nggak bisa" Tolak Aca.

__ADS_1


"Kanapa? Apa kamu sudah tidak ingin bekerja dengan ku?" Ucap Jefri marah.


"Yuri itu orang nomer satu dalam hal peretas komputer. Dia bahkan sudah terkenal sampai keluar negri" Ucap Aca.


"Kenapa kamu baru bilang sekarang?" Ucap Jefri marah.


"Karena aku tidak tau jika kamu akan memiliki masalah dengan dia. Dia tidak meretas komputer perusahaan kamu saja itu jauh lebih baik" Ucap Aca.


"Dia terkenal kejam jika ada yang menyentuh orang orang nya" Ucap Aca.


"Kamu ingat pria yang berkelahi dengan Niko kemarin?" Tanya Aca.


"Iya kenapa dia?" Tanya Niko.


"Dia dulu seorang pemimpin gangster besar di Amerika. Dia bisa takluk dengan Yuri yang seorang trasjender. Apa kalian tidak melihat sekejam apa Yuri itu bisa sampai meneklukkan dia" Ucap Aca.


"Dia bahkan sampai di sekolahkan Yuri hingga memiliki gelar master" Ucap Aca.


"Inti nya, Naila akan sukses jika bisa bekerja dengan mereka. Kamu tenang saja, Naila akan sangat baik di tangan mereka." Ucap Aca lagi.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Jefri memegangi kepala nya karena frustasi.


"perlahan dekati Naila. Jangan langsung menarik nya. Mulailah dari awal lagi" Ucap Aca.


Jefri terdiam mendengar ucapan Aca. Dia tersenyum dengan mendengar saran dari Aca.


"Ok aku setuju" Jawab Jefri tersenyum.


"Ya sudah kamu boleh istirahat di kamar samping " Ucap Jefri lagi.


"Siap bos" Ucap Aca langsung bangkit.


Acaberlari ke arah kamar istirahat milik Jefri yang ada di dalam ruangan tersebut. Hanya terhalang tak buku sebagai pemisah. Namunrak buku nyamampu menutupi seluruh ruangan yang di pakai kamar istirahat Jefri.


"Siap kan berkas yang kita perlukan untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan Yuri. Kita berangkat dalam 30 menit lagi" Ucap Jefri.


"Baik" Jawab Niko. Niko langsung keluar dari ruangan Jefri. Dia kembali ke ruangan nya untuk mulai menyiapkan berkas yang akan mereka gunakan untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan Yuri.


Sedangkan Jefri hanya duduk di kursi kerja nya dengan menatap foto pernikahan nya dengan Naila.


"Tunggu aku sayang. Aku akan merebut kembali cinta dan keprcayaan kamu" Ucap Jefri tersenyum memandang wajah cantik Naila.


# selamat membaca ya kak

__ADS_1


# terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2