One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
19


__ADS_3

Maya memilih untuk menunggu Ivan di pos satpam. Namun sudah hampir sore Ivan tidak kunjung keluar. Maya mencoba menelfon ponsel Ivan.


"Loh ponselnya di tas ternyata" Ucap Maya yang mendengar dering ponsel Ivan berada di dalam tas Iva yang Maya bawa.


"Dia ke mana sih?" Guman Maya marah.


Mendung semakin pekat. Tetes tetes hujan sudah mulai jatuh. Maya yang masih menunggu Ivan tetap berada di pos satpam sekolah dengan terus memeluk tas milik Ivan.


"Elo enggak kasihan dengan Maya, Van? Dia kedinginan di sana" Ucap Bimo yang berada di atap bersama Ivan.


"Biarkan saja. Nanti juga dia pulang sendiri" Ucap Ivan cuek.


"Elo kenapa sih Van? Kenapa elo setega itu sama Maya? Apa salah Maya?" Tanya Bimo marah.


"Bukan urusan elo Bim. Mending elo turun dan antar dia pulang" Ucap Ivan tegas.


"Elo aneh Van. Bukan kah tadi pagi elo masih baik baik saja sama Maya? Terus kanapa sekarang elo jadi begini?" Tanya Bimo.


"Elo enggak akan tau apa yang gue rasakan Bim. Pergi Bim, sebelum gue semakin emosi dan mukul elo" Ucap Ivan tanpa menatap Bimo.


Bimo yang sudah menyerah bertanya pada Ivan memilih pergi dari ruang atap. Setelah Bimo pergi, Ivan berjalan ke arah jendela. Dia melihat hujan yang semakin deras dan Maya masih bediri di pos satpam.


"Maaf Maya, aku harus melakukan ini karena aku ingin membuat kamu benci dengan ku. Dengan begitu, kamu akan menjauh dariku. Maafkan aku Maya" Ucap Ivan lirih.


Di pos satpam.


Bimo menghentikan mobilnya teoat di depan Maya.


"Ayo May masuk. Ivan sudah pulang tadi" Ucap Bimo dari dalam mobil.


"Ivan sudah pulang? Kapan? Aku kok tidak tau?" Tanya Maya.


"Masuk saja dulu nanti aku ceritakan" Ucap Bimo.


Naya masih terdiam di pos satpam. Dia berfikir kalau Bimo mengantarnya pulang, kedua orang tuannya akan bertanya soal Ivan.


"Tidak usah Bim, aku mau naik taxi saja" Tolak Maya.


"Hujan sederas ini pasti susah cari taxi. Sudah ayo masuk" Ucap Bimo.


Maya mulai berfikir lagi, dan akhirnya Maya menagngguk. Dia masuk ke dalam mobil Bimo dan mau di antar Bimo untuk pulang ke rumah.


Ke esokan harinya

__ADS_1


Maya berangkat ke sekolah dengan di antar papinya karena Ivan tidak bisa di hubungi. Di tambah lagi ponsek Ivan masih barada di dalam tas yang Maya bawa kemarin.


"Loh Bim, Ivan mana?" Tanya Maya yang melihat bangku Ivan yang masih kosong.


"Nggak tau, paling juga dia tidak berangkat" Jawab Bimo.


"Dia kenapa sih?" Guman Maya bingung.


"Maya" Panggil teman sekelasnya yang bernama Ayu


"Iya Yuk, ada apa?" Tanya Maya.


"Ini aku punya kue sedikit. Ya walaupun bentuknya kurang meyakinkan, tapi ini enak kok" Ucap Ayu.


"Ini kamu yang buat sendiri?" Tanya Maya.


"Iya, aku buat sendiri karena aku lihat kemarin di kantin kamu suka beli kue yang seperti ini" Jawab Ayu.


Maya mengambil satu potong kue yang di buat Ayu lalu mulai memakannya.


"Hem enak Yuk, kamu hebat ya bisa membuat kue sendiri. Makasih ya Ayu" Ucap Maya tersenyum.


"Iya sama sama. Ya sudah habiskan ya May" Ucap Ayu.


"Pastinya Yuk" Jawab Maya


"Cobaik dong May" Pinta Bimo.


"Kenapa enggak dari tadi sih mintanya pas ada Ayu biar kamu punya teman juga selain Ivan" Ucap Maya.


"Mereka tidak akan mau berteman denga kami May. Di mata mereka, kami itu kuman yang harus di basmi" Ucap Bimo.


"Jangan bicara seperti itu" Ucap Maya.


"Kenyataannya memang begitu kok. Ivan saja mereka tegur karena dekat dengan kamu. Apa lagi gosip Ivan yang sedang memaksa kamu semakin menyebar" Ucap Bimo.


"Apa tadi kamu bilang?" Tanya Maya terkejut dengan ucapan Bimo.


"Mampus gue" Guman Bimo dalam hati karena dia tidak sengaja bicara soal Ivan yang di tegur anak anak lain di kelasnya.


"Jawab aku Bimo, apa yang kamu maksud tadi?" Tanya Maya marah.


"Ah pusing gue. Elo tanya saja sana sama anak anak yang lain" Ucap Bimo bangkit dari duduknya lalu berjalan pergi dari kelas.

__ADS_1


Maya pun bangkit dari duduknya, dia menghampiri Ayu dan teman teman lainnya yang sedang bergurau di depan kelas.


"Em maaf aku mau tanya, apa kalian kemarin menegur Ivan?" Tanya Maya.


"Ivan ya yang bilang ke kamu May? Cowok kok nggak bisa jaga mulutnya sih" Ucap teman Ayu.


"Iya lah namanya juga anak berandalan ya pasti cari muka lah" Ucap Ayu.


"Apa sih maksud kalian?" Tanya Maya tersinggung.


"Maya, kami memang menegur Ivan kemarin karena kami khawatir dengan kamu. Kamu anak yang baik May, tidak seharusnya dia memaksa kamu hanya untuk kesenangan dia. Lagian dia tidak cocok sama kamu yang baik hati" Jelas Ayu.


"Maaf ya bukan maksud ku untuk menyinggung kalian. Aku sangat berterima kasih pada kalian karena kalian sudah khawatir dengan ku. Tapi ini hidup ku, aku yang menjalaninya. Kalian tidak berhak mengatir kehidupan ku. Lagian bukan kalian yang menilai Ivan cocok atau tidak denganku. Aku yang bersedia dekat dengan dia" Ucap Maya marah.


"Tapi kami mendengar sendiri kemarin dia mengancam kamu May" Ucap teman Ayu.


"Itu hanya bercanda, Ivan hanya bercanda dengan ku. Kalian salah paham" Jelas Maya.


"Maafkan kami Maya, kami tidak tau" Ucap Ayu dan teman teman lain.


"Sudah lah tidak apa apa. Tapi ini untuk pelajaran kalian kedepannya. Jangan suka melihat orang hanya dari penampilannya saja" Ucap Maya.


"Iya May" Jawab teman teman sekelasnya.


"Aku permisi dulu" Pamit Maya kembali masuk ke kelasnya.


Maya mengambil tas miliknya dan juga milik Ivan. Dia keluar dari kelas lalu berjalab menuruni tangga.


"Kamu mau ke mana May?" Tanya Nala.


"Maaf Nala aku harus pergi sekarang" Jawab Maya langsung melanjutkan jalannya.


Ternyata hujan deras sedang turun saat ini karena bulan bulan ini musim penghujan. Namun hujan itu tidak membuat Maya patah semangat. Dia tetap berjalan kekuar dari sekolah dan menebus hujan deras hanya untuk menemui Ivan di rumahnya.


Di rumah Ivan.


Maya turun dari Taxi dan masih dalam keadaan hujan. Dia berjalan ke arah pos satpam agar membukakan pintu gerbangnya.


"Pak saya mau ketemu sama Ivan. Tolong buka gerbangnya" Pinta Maya sedikit berteriak karena hujan yang cukup deras.


"Tunggu sebentar non, saya lapor dulu" Jawab satpam. Maya mengangguk pelan. Dia mengusap wajahnya karena air hujan yang membasahi wajahnya membuat pandangannya sedikit kabur.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2