One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 29


__ADS_3

"Hahaha maaf maaf bukan maksud ku untuk menghina kamu. Tapi aku kagum dengan kamu. Walaupun dengan pakaian yang seperti itu, kamu seorang kutu buku" Ucap Yuri.


"Nggak lucu" Ucap Naila tegas.


"Baik lah. Naila aku ingin jadi teman kamu. Aku sudah lama mempeehatikan kamu. Aku ingin kenal kamu lebih jauh lagi" Ucap Yuri.


"Aku nggak tertarik" Ucap Naila.


Yuri tidak peduli dengan ucapan Naila. Dia tetap mendekati Naila.


"Aku tidak peduli itu Naila. Oh iya, asal kamu tau aku seorang transjender." Ucap Yuri.


"Selamat belajar Naila. Aku akan hubungi kamu nanti malam" Ucap Yuri meninggalkan Naila.


Naila terkejut dengan ucapan Yuri tadi. Dia tidak menyangka kalau wanita cantik yang ada didepan nya tadi asalah seorang tranjender.


"Hai kenapa?" Tanya Reza yang membuyarkan lamunan Naila.


"Kamu tau Yuri?" Tanya Naila.


"Oh gadis cantik itu. Tau lah secara dia bunga kampus kita" Jawab Reza santai membuka buku yang baru ia ambil tadi.


"Dia teransjender" Bisik Naila.


"Haaaaa? Nggak mungkin. Jangan bicara sembarangan kamu Nai" Teriak Reza terkejut. Seluruh orang yang ada di perpustakaan menatap Reza dengan jengkel karena teriakan Reza tadi.


"Heheheh maaf maaf" Ucap Reza pada semua yang menatap nya. Reza lebih mendekat ke arah Naila.


"Kamu serius Nai?" Tanya Reza penasaran.


"Iya. Dia sendiri yang bilang tadi. Diajuga bilang kalau malam ini mau menghubungi ku" Jawab Naila.


"Terus kamu jawab apa?" Tanya Reza.


"Aku nggak jawab apa apa. Aku hanya diam karena terkejut dengan ucapan nya tadi" Ucap Naila.


"Aku juga bingung dia dapat nomer ponsel ku dari siapa?" Ucap Naila


"Kalau itu sih aku nggak tau Nai" Ucap Reza.


"Sudah lah nggak penting juga buat di pikirin" Ucap Naila.


Naila dan Reza kembali fokus dengan buku mereka masing masing. Sejak dekat dengan Naila, Reza juga ketularan Naila untuk membaca buku dan belajar. Nilai mata kuliah nya juga lumayan bagus berkat Naila yang membantu nya belajar.

__ADS_1


Malam hari nya.


Naila duduk di papan yang ada di depan kamarnya. Dia membawa buku dan minuman kaleng untuk menemani nya belajar malam ini.


Reza sudah bilang kalau malam ini dia tidak bisa datang ke kamar Naila karena akan ikut futsal dengan teman nya.


Saat sedang asik membaca buku nya. Ponsel Naila berdering, dia melihat nomer yang tidak ia kenap sedang menghubungi nya.


"Halo. Siapa ini?" Tanya Naila yang sudah mengangkat telfon.


"Hai Nai, aku Yuri. Aku ada di depan rumah kamu nih. Tolong buka kan pintu dong" Ucap Yuri.


Naila yang terkejut melihat ke arah gerbang. Dia melihat sebuah mobil merah terparkir di depan gerbang.


"Iya tunggu sebentar" Ucap Naila.


Naila mematikan ponsel nya lalu turun untuk membukakan gerbang.


"Hai Nai" Sapa Yuri ceria.


"Ada apa?" Tanya Naila cuek.


"Aku bawa minuman nih. Ayo kita minum malam ini" Ucap Yuri nyelonong masuk. Yuri masuk begitu saja ke halaman rumah nenek Reza.


"Wah rumah kamu bagus juga" Ucap Yuri melihat lihat halaman rumah nenek Reza.


Yuri ikut naik tangga mengikuti Naila. Saat sampai di kamar sewa Naila, Yuri terlihat kagum.


"Wah ini kamar sewa kamu? Cantik sekali. Bisa melihat pemandangan malam yang sangat indah dari sini" Ucap Yuri kagum.


"Langsung saja ke inti nya. Ada apa?" Tanya Naila melipat tangan nya.


"Wah kamu hebat juga bisa langsung menebak nya Naila" Ucap Yuri.


"Oh bukan. Aku harus nya panggil nyonya Jefri bukan" Ucap Yuri tersenyum.


Naila terbelalak mendengar ucapan Yuri. Dia tidak menyangka kalau Yuri mengetahui identitas nya yang telah ia sembunyikan selama ini.


"Jangan terkejut begitu Naila. Aku tidak akan menyebar luaskan tentang identitas kamu. Aku ke sini tulus ingin berteman dengan kamu" Ucap Yuri.


"Duduk dulu dong. Kita ngobrol sambil minum" Ucap Yuri lagi.


Naila dudukdi depan Yuri. Yuri mulai membuka kaleng minuman yang ia bawa dan memberikan nya pada Naila.

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan permasalahan kamu dan suami kamu itu Nai. Tapi kamu harus tau kalau suami kamu saat ini sedang mencari keberadaan kamu. Sampai keluar negri pun dia terus mencari kamu" Ucap Yuri.


"Aku menutup identitas kamu yang berada di kota ini. Aku tidak butuh imbalan apapun dari kamu Naila. Aku hanya ingin berteman dengan kamu" Ucap Yuri.


"Jangan anggap aku bodoh Yuri. Tidak ada yang gratis di dunia ini" Ucap Naila.


"Ok ok aku akan jujur sama kamu. Aku ingin setelah lulus. Kamu masuk ke dalam perusahaanku. Aku ingin kamu menjadi desainer interior di perusahaan ku" Ucap Yuri.


"Apa yang akan aku dapat kan?" Tanya Naila.


"Itu tergantung kemampuan kamu Naila. Jujur saja aku sudah lamalulus dari universitas itu. Aku tetapdi sana hanya karena ingin merekrut bibit unggul seperti kamu" Ucap Yuri.


"Aku baru kuliah 1 tahun. Untuk lulus paling cepat butuh waktu 1 tahun lagi. Itu pun aku harus belajar mati matian untuk lulus lebih awal" Ucap Yuri.


"Aku akan melihat perkembangan kamu Naila. Dan kamu tidak usah khawatir. Seluruh biaya kuliah kamu, aku yang akan menanggung nya." Ucap Yuri.


"Jadi aku harap kamu tidak membuatku kecewa" Imbuh Yuri.


Naila diam sejenak memikirkan tawaran Yuri. Jika dia bisa bekerja dengan Yuri, dia Pasti bisa sukses. Masa depan nya akan cemerlang.


"Oh satu lagi. Jika kamu ingin meneruskan belajar kamu ke tingkat yang lebih tinggi. Kamu bisa bekerja sambil kuliah. Dan tentu saja biayanya perusahaan yang akan tanggung" Ucap Yuri lagi.


"Ok aku akan pikirkan lagi nanti tawaran kamu" Ucap Naila.


"Bagus. Saya suka gadis seperti kamu Naila" Ucap Yuri.


"Sekarang ceritakan kehidupan kamu" Ucap Yuri.


Naila diam kembali mendengar ucapan Yuri. Dia kembali teringat dengan Jefri yang sudah melukai hati nya.


"Aku akan cerita nanti saat aku sudah bisa percaya dengan kamu sepenuh nya" Ucap Naila.


"Ok. Aku akan menunggu" Jawab Yuri.


Akhir nya mereka hanya diam menikmati minuman yang di bawa Yuri tadi. Yuri yang sudah mabuk berat membuat Naila tidak tega bila menyuruh nya pulang.


Naila memapah Yuri masuk ke dalam kamar nya. Dia menidurkan Yuri ke kasur nya. Sedangkan diri nya lebih memilih tidur di sofa.


Ke esokan hari nya.


Naila bangun lebih siang dari biasa nya. Dia mengusap mata nya dan mencari keberadaan Yuri. Namun dia tidak menemukan Yuri di manapun. Dia keluar dari kamar nya dan melihat Yuri yang duduk dengan menatap jauh ke depan.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2