
Maya menangis lalu memeluk Naila erat.
"Maaf kan Maya mam, Maya bodoh karena terus terpuruk seperti ini. Maya janji akan semangat lagi dan menikmati setiap tumbuh kembang anak dalam kandungan Maya. Maya janji mam, Maya akan bahagia mulai sekarang" Ucap Maya.
"Iya sayang" Jawab Naila mengusap kepala Maya lembut.
Jefri melihat dan mendengar semua bembicaraan Naila dan Maya. Dia marah pada Ivan yang terlalu egois tanpa mementingkan Maya sama sekali.
"Kamu pasti akan sangat menyesal sudah meninggalkan mereka berdua Ivan. Aku tidak akan tinggal diam jika melihat Maya sedih lagi nantinya. Aku tidak akan membiarkan kamu bertemu ataupun melihat Maya dan anaknya kelak" Guman Jefri dalam hati.
Di sisi lain.
Nala yang masih berada di sekolah merasa kesepian. Dia kembali kehilangan teman terbaiknya yaitu Maya. Dia duduk di bangkunya sendiri dan melamun ketika guru sedang menjelaskan di depan.
Bimo tau jika Nala sangat sedih dan kehilangan. Dia ingin sekali membuat Nala bersemangat lagi. Namun dia tidak tau caranya.
"La , Nala" Panggil Bimo mendorong kursi yang di duduki Nala.
"Ada apa sih Bim? Gue lagi males" Ucap Nala.
"Nanti jam isrirahat ikut gue ya" Ucap Bimo.
"Ke mana?" Tanya Nala.
"Sudah ikut saja. Nanti elo juga tau" Ucap Bimo.
"Terserah deh" Ucap Nala malas. Bimo tersenyum senang karena Nala mau menerima ajakannya.
Tak lama jam pelajaran selesai dan berganti jam istirahat. Bimo segera bangkit dari duduknya untuk menghampiri Nala.
"Ayo" Ucap Bimo.
"Iya sebentar" Jawab Nala membereskan buku pelajarannya.
Namun saat Nala mau berdiri, dia di senggol oleh Ayu dan kedua temannya yang menghampiri Bimo.
"Bimo, mau ke kantin bareng tidak?" Tanya Ayu centil.
Nala yang sudah malas lebih memilih keluar dari kelas. Dia sudah tidak memperdulikan Bimo yang sibuk di kerubuti anak anak cewek.
"Maaf ya Ayu. Gue harus pergi" Ucap Bimo lalu berlari keluar mengikuti Nala.
"Nala tunggu" Teriak Bimo.
"Ih Bimo. Kenapa sih Nala lagi Nala lagi. Memang apa sih bagusnya tuh cewek" Ucap Ayu marah.
__ADS_1
Ayu marah karena Bimo lebih memilih mengejar Nala dari pada dirinya.
"Terus kita harus gimana Yu, apa kamu akan diam saja melihat Nala mendapatkan Bimo" Ucap teman Ayu.
"Enggak akan aku biarkan. Lihat saja kamu Nala, aku tidak akan tinggal diam" Guman Ayu marah.
Bimo mencari cari keberadaan Nala ke mana mana namun tidak kunjung menemukamnya. Dia kini mencoba mencari Nala di kantin.
Bimo tersenyum ketika melihat Nala yang sedang makan di kantin.
"Akhirnya aku menemukan kamu Nala" Ucap Bimo.
Bimo segera menghampiri Nala. Dia duduk di depan Nala lalu merampas minuman yang ada di tangan Nala lalu meminumnya.
"Bimo itu minuman gue" Ucap Nala marah.
"Minta lah La, aku capek tau mencari kamu ke mana mana" Ucap Bimo.
"Siapa yang suruh elo mencari gue" Ucap Nala melanjutkan makannya.
"Tidak ada yang menyuruh karena aku hanya ingin selalu dekat dengan kamu" Ucap Bimo menatap Nala.
"Tidak usah memberi kata kata manis elo ke gue, gue tidak akan terpengaruh" Ucap Nala.
"Jangan elo gue terus dong La. Mulai sekarang pakai aku kamu" Ucap Bimo.
Bimo kembali mengekor di belakang Nala. Nala keluar dari kantin dan bermaksud untuk ke kamar mandi. Namun tangannya di cekal oleh Bimo dan Bimo menariknya hingga Nala masuk ke dalam pelukan Bimo.
"Jangan bicara elo gue saat sama aku" Ucap Bimo.
"Elo apaan sih Bim. Lepasin gue" Ucap Nala memberontak.
"Aku tidak akan melepaskan kamu jika kamu tidak menuruti ucapan ku. Atau kamu ingin aku mencium mu di sini biar semua anak anak tau" Ucap Bimo yang mengancam Nala.
"Ok ok gue akan lakukan" Ucap Nala.
"Tapi lepasin gue" Ucap Nala lagi.
"Kamu bicara apa sih?" Tanya Bimo mendekatkan wajahnya ke wajah Nala.
"Bimo" Teriak Nala.
"Lepasin aku" Ucap Nala ketakutan.
Bimo tersenyum karena Nala mau mengikuti keinginannya. Dia segera melepaskan Nala dengan senyuman cerah yang menghiasi wajahnya.
__ADS_1
"Aku tunggu kamu di atap, aku akan tunggu kamu sampai kamu darang" Ucap Bimo tersenyum.
"Terserah kamu" Ucap Nala lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Ayu dan kedua temannya melihat sikap Bimo yang terlihat sangat tergila gila dengan Nala. Ayu sangat marah karena meras cemburu. Ayu selalu bersikap lembut pada Bimo tapi Bimo tidak pernah memperdulikan Ayu.
"Aku tidak akan tinggal diam Bimo. Aku sudah menyukai kamu sejak kamu datang ke sekolah ini. Tapi kamu sama sekali tidak memandang ku" Guman Ayu dalam hati marah.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang Yu?" Tanya teman Ayu.
"Masuk ke dalam kamar mandi. Kita kasih peringatan pada cewek jadi jadian itu" Ucap Ayu.
"Iya aki setuju" Ucap teman Ayu.
Setelah Bimo pergi dari depan kamar mandi wanita, Ayu dan kedua temannya masuk ke dalam kamar mandi.
Bruck.
Nala yang sedang mencuci tangannya pun terkejut.
"Bisa tidak sih kalau buka pintu itu pelan pelan" Ucap Nala kembali mencuci tangannya.
"Heh cewek jadi jadian. Gue peringati elo, mulai sekarang jangan dekat dekat dengan Bimo atau elo akan dapat akibatnya" Ancam Ayu menunjuk nunjuk wajah Nala.
Nala yang membawa emosi mencekal telunjuk Ayu dan meremasnya sangat kuat.
"A a a.......aaaah" Teriak Ayu kesakitan.
Kedua teman Ayu ingin membantu tapi Nala semakin kencang meremasnya dan semakin kencang juga teriakan Ayu.
"Memangnya elo siapa? Berani sekali elo mengancam gue. Lagian Bimo tidak akan pernah suka dengan cewek seperti elo. Kalau mau mengancam orang, lihat dulu orang yang elo ancam. Memangnya elo sehebat apa sampai berani mengancam gue" Ucap Nala tegas.
"Lepasin tangan gue" Teriak Ayu kesakitan.
Nala menghempaskan tangan Ayu. Dia berjalan keluar dari kamar mandi dan tidak memperdulikan Ayu dan kedua temannya itu. Nala sudah biasa mendapatkan perlakuan yang sama sejak dulu. Hanya karena ada Maya kemarin saja perlakuan itu sedikit demi sedikit mulai tidak pernah ia terima lagi.
Walaupun tomboy, Nala tetap lah gadis SMA yang cantik dengan rambut sebahu yang lurus.
Nala berjalan kembali ke kelas. Dia melihat Bimo yang sudah duduk di bekas bangku Maya dengan senyuman khasnya.
"Ngapain lo di sini, minggir" Ucap Nala malas.
Mendengar Nala masih berbicara dengan elo gue, Bimo menarik tangan Nala lalu mencium bibir Nala sekilas. Nala yang mendapati bibirnya di cium oleh Bimo hanya terbelalak karena terkejut.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Tarima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊