
"Jangan ikut campur" Ucap Naila menepis tangan Aca.
"Naila cukup. Jangan membuat masalah lagi di perusahaan ku" Ucap Jefri tegas.
"Membuat masalah kamu bilang? Apa kamu ingin melihat kegilaan ku ketika membuat masalah di sini?" Ucap Naila marah.
Naila menghampiri Dila lalu menjambak rambut Dila hingga Dila kesakitan.
"Naila cukup" Teriak Jefri marah.
"Kenapa? Bukan kah kamu ingin melihat kegilaan ku yang suka membuat masalah?" Ucap Naila marah.
"Jangan kekanak kanakan Naila. Saat ini kamu sedang berada di kantor ku" Ucap Jefri.
"Arghhhhh" Teriak Naila menjambaki rambut nya.
"Naila" Ucap Aca menghampiri Naila.
"Naila jangan seperti ini Nai" Ucap Aca.
Naila terus memjambaki rambut nya sendiri. Entah kenapa dia benar benar menggila saat ini. Jefri yang tidak tega menghampiri Naila dan memeluk nya.
Naila menangis dalam pelukan Jefri. Naila memberontak ingin melepaskan pelukan Jefri namun tubuh mungil nya kalah dengan tubuh kekar Jefri.
"Naila tenang lah sayang. Maafkan aku Naila" Ucap Jefri lirih.
Dila yang mendengar panggilan sayang dari mulut Jefri merasa sakit hati sekaligus terkejut. Dia hanya diam mematung melihat Jefri yang begitu lembut pada Naila yang terus memberontak.
"Kamu jahat By. Kamu jahat sama aku" Ucap Naila menangis.
Aca mengajak Dila pergi dari tempat itu. Dia ingin memberikan waktu untuk Jefri dan Naila agar menyelesaikan masalah mereka yang sudah 4 tahun lebih membuat jarak mereka semakin jauh.
"Maaf kan aku sayang. Maafkan aku" Ucap Jefri.
"Kenapa kamu harus menyakiti aku terus By. Aku sudah cukup menderita atas penghianatan kamu. Apa kamu belum puas menyiksa ku selama ini By. Kenapa? Kenapa kamu tidak juga jujur dengan ku?" Ucap Naila menangis.
"Aku akan jujur sayang, aku akan menjelaskan semua nya. Aku akan menjawab semua yang kamu tanyakan pada ku. Tapi hentikan untuk menyakiti diri kamu sendiri sayang. Aku tidak sanggup melihat nya" Ucap Jefri lembut.
Jefri terus memeluk erat tubuh Naila. Dia sangat takut kehilangan Naila lagi.
Apartemen Naila.
Setelah kejadian tadi di kantor Jefri. Jefri membawa Naila pulang ke apartemen Naila. Naila yang tertidur sejak di mobil tadi, membuat Jefriharus menggendong Naila. Dia tidak tega untuk membangunkan Naila yang terlihat kelelahan.
__ADS_1
Seperti saat ini, Jefri memandangi wajah Naila yang sedang tidur terlelap di ranjang nya. Dia mengusap anak rambut yang menutupi wajah cantik Naila.
"Aku cukup senang melihat kamu tumbuh dengan sehat Naila. Walaupun kita berjauhan namun tidak membuat kamu terpuruk. Naila gadis kecil ku kini telah tumbuh manjadi wanita yang cantik" Guman Jefri tersenyum.
Naila mulai menggerakkan kedua mata nya. Dia membuka mata nya perlahan dan melihat Jefri yang tersenyum di hadapan nya.
"Maaf aku ketiduran" Ucap Naila bangun dari tidur nya.
"Naila tenang lah. Ini minum dulu" Ucap Jefri memberikan gelas yang berisi air putih pada Naila.
"Terima kasih" Ucap Naila dengan tangan nya yang menerima gelas dari Jefri. Dia meminum air putih sampai separuh gelas.
"Aku akan belikan kamu makanan dulu" Pamit Jefri.
"Tetap tinggal di sini By. Aku ingin mendengar semua penjelasan kamu" Pinta Naila lirih.
Jefri sempat terdiam mendengar ucapan Naila. Dia berbalik dengan menatap sendu ke arah Naila.
"Aku akan jawab semua yang ingin kamu ketahui sayang. Tapi aku harap kamu mau kembali dengan ku" Ucap Jefri.
"Aku tidak tau harus mejawab apa jika kamu menginginkan itu By. Aku masih takut untuk kembali menjalin ikatan ini. Aku takut jika rasa sakit yang aku alami dulu terulang lagi" Jawab Naila tertunduk sedih.
"Aku akan jelaskan semua nya nanti Nai. Aku akan menjelaskan semua nya jika kamu sudah kembali mencintai ku seperti dulu. Aku pun takut jika aku harus kembali kehilangan kamu" Ucap Jefri.
"Untuk saat ini aku memilih diam sayang. Aku akan menunggu dan membuat kamu kembali mencintai ku" Jawab Jefri.
"Jadi ini keputusan kamu? Kamu egois" Ucap Naila berkaca kaca.
"Aku memang egois Nai, aku pun seorang pengecut. Maafkan aku" Ucap Jefri lembut.
"Pergi dari rumah ku" Ucap Naila tegas.
"Aku akan pergi tapi aku akan kembali lagi. Semakin keras kamu menolak, semakin keras juga aku kembali" Ucap Jefri.
Jefri keluar dari apartemen Naila. Naila yang merasa di bohongi Jefri membuat hati nya terluka lagi. Dia menangis meratapi rumah tangga nya yang semakin di ujung tanduk.
Jefri keluar dari gedung apartemen Naila. Sebelum masuk ke dalam mobilnya, Jefri melihat ke arah gedung apartemen Naila.
"Aku akan menjelaskan semua nya Naila. Tapi aku akan membuat hati mu kembali pada ku lebih dulu" Ucap Jefri lirih.
Di apartemen Jefri.
Jefri baru sampai di apartemen nya. Dia melihat kedua orang tua nya yang sedang berdiri di depan pintu apartemen nya.
__ADS_1
"Mamah papah" Panggil Jefri.
Angga dan Sinta menoleh ke arah Jefri yang telah memanggil mereka. Sinta menghampiri Jefri lalu memeluk nya.
"Bagaimana keadaan kamu sayang? Maaf papah dan mamah baru bisa menjenguk kamu sekarang" Ucap Sinta.
Sinta melepaskan pelukan nya dari Jefri.
"Tidak apa apa mah, ayo masuk dulu" Ucap Jefri.
Jefri berjalan ke arah pintu apartemen nya. Dia membuka pintu dan mempersilahkan Sinta dan Angga masuk ke dalam nya.
"Mamah papah mau minum apa?" Tanya Jefri ketika mereka sudah masuk ke dalam apartemen Jefri.
"Kami tidak haus Jef. Kami ke sini inginmelihat keadaan kamu saja?" Ucap Angga.
Jefri duduk di sofa depan kedua orang tua nya itu.
"Jefri sudah membaik pah, yah walaupun masih sering insomnia tapi sekarang perasaan Jefri sudah lebih baik lagi" Jawab Jefri tersenyum.
"Maaf ya Jef, kami masih belum mampu menemukan Naila. Andai saja kami lebih cepat mencari nya, mungkin saat ini Naila masih berkumpul bersama kita" Ucap Sinta tertunduk sedih.
"Mah aku sudah bertemu Naila" Ucap Jefri.
"Apa?"
"Kamu sudah ketemu Naila?"
"Kamu serius?" Tanya Sinta terkejut sekaligus senang.
"Iya mah, tapi Naila masih belum mau kembali dengan ku." Ucap Jefri tertunduk.
"Tapi mamah tenang saja, aku tidak akan tinggal diam saja. Aku akan terus berusaha membawa Naila kembali ke sisi ku dan berkumpul kembali pada kita" Ucap Jefri tersenyum.
"Baik lah. Kami akan menantikan nya" Ucap Sinta.
"Tapi jangan terlalu keras Jef. Perlahan saja, buat Naila percaya dengan kamu lebih dulu agar kalian tidak saling salah paham lagi" Ucap Angga.
"Iya pah" Jawab Jefri tersenyum.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
__ADS_1
😊😊😊🙏🙏🙏