
Rara memakai tas nya lalu bangkit dari duduk nya. Dia keluardari rumah orang tua Jefri dengan hati yang lega. Dia sudah bisa hidup tanpa penyesalan karena masalah nya dengan keluarga Jefri sudah teratasi.
Rara melihat ke arah rumah orang tua Jefri.
"Semoga kalian bahagia." Ucap Rara tulus.
Di sisi lain, Naila yang hati nya hancur sudah tidak mampu kembali ke rumah nya lagi. Dia berjalan tanpa tujuan dengan air mata yang terus keluar dari mata indah nya.
"Naila, dia menangis?" Ucap Reza yang berada di dalam taxi.
Dia segera meminta supir taxi menghentikam mobil nya di samping Naila.
"Nai, ayo masuk" Pinta Reza. Naila yang putus asa akhir nya ikut masuk ke dalam taxi yang di tumpangi Reza.
Taxi kembali melanjutkan perjalanan. Reza yang melihat Naila menangis hanya diam di samping Naila.
"Maaf Naila. Karena aku tidak tau kamu mau ke mana. Aku akan bawa kamu ke taman dekat rumah ku. Agar kamu menenangkan diri di sana" Ucap Reza.
Naila hanya mengangguk dan masih tetap menangis. Reza meminta supir taxi untuk ke arah taman.
Tak lama mereka sudah sampai di tempat tujuan. Reza mengajak Naila turun dari taxi lalu berjalan ke arah taman.
"Di sini selalu sepi di jam segini. Kamu bisa puas menangis di sini. Anggap saja aku nggak ada jika kamu tidak nyaman" Ucap Reza.
Naila benar benar menangis di taman itu. Dia meluapkan semua sakit hati nya tanpa memperdulikan Reza yang ada di samping nya.
Reza pun hanya diam menemani Naila menangis. Dia tidak ingin bertanya pada Naila tentang apa yang terjadi. Walaupun dia sangat penasaran. Tapi demi kenyamanan Naila dia memilih diam.
Cukup lama mereka di taman tersebut. Saat ini sudah mulai tengah malam. Naila yang kelelahan menangis tanpa sadar tertidur di pangkuan Reza.
Naila mulai membuka mata nya. Dia teringat jika diri nya masih di taman bersama Reza.
"Reza maaf, aku tertidur" Ucap Naila merapikan rambut nya.
"Nggak papa kok" Jawab Reza. Reza mengambil daun yang menempel di rambut Naila.
"Sudah tengah malam, apa kamu mau aku antar pulang?" Tanya Reza.
"Tidak. Aku ingin mencari kontrakan saja di daerah sini" Jawab Naila.
"Ya sudah terserah kamu. Nenek ku punya kamar yang di sewakan. Jika kamu tidak keberatan aku bisa mengatar kamu ke sana" Ucap Reza.
"Tenang saja. Aku tidak ssrumah kok dengan nenek. Aku tinggal di sebelah rumah nenek" Imbuh Reza.
"Ya sudah, aku mau" Jawab Naila tertunduk.
__ADS_1
"Ayo, rumah nya tidak terlalu jauh kok" Ucap Reza. Naila pun mengangguk, dia berjalan bersama Reza beriringan.
Hanya butuh waktu 10 menit mereka berjalan menuju rumah nenek Reza. Saat ini mereka sudah sampai di rumah nenek Reza.
"Ayo masuk Nai" Pinta Reza. Naila masuk ke dalam rumah sederhana yang hangat dan penuh bunga yang sehat.
"Nenek" Panggil Reza.
"Kamu datang malam malam begini. Ada apa?" Tanya nenenk Reza.
"Ada teman ki yang ingin menyewa kamar atas. Dia sudah di sini sekarang." Ucap Reza.
"Tolong terima dia ya nek. Seperti nya dia sedang punya masalah besar" Imbuh Reza.
"Nenek mau lihat dulu seperti apa anak nya" Jawab nenek Reza.
"Nenek pasti akan suka dengan dia. Dia gadis yang baik kok" Ucap Reza.
"Ayo nek. Dia menunggu nenek di depan" Pinta Reza.
Reza dan nenek nya datang menemui Naila. Naila tersenyum ramah pada nenek Reza. Dia terlihat sangat cantik dengan senyuman nya.
"Kamu yang ingin menyewa?" Tanya nenek Reza.
"Iya nek. Nama saya Naila. Saya teman sekolah Reza " Ucap Naila memperkenalkan diri nya.
"Iya nek." Jawab Naila.
"Ya sudah Reza, bawa Naila melihat lihat kamar nya. Kalau dia cocok langsung suruh dia istriahat di sana. Nenek selalu membersihkan kamar itu." Ucap nenek.
"Iya nek" Jawab Reza.
"Terima kasih banyak nek" Ucap Naila.
"Jangan sungkan" Ucap nenek tersenyum.
"Ayo Nai" Ajak Reza. Naila mengangguk lalu berjalan menaiki tangga mengikuti Reza.
Saat sampai di atap Naila menghentikan langkah nya.
"Reza tunggu" Ucap Naila. Reza menghentikan langkah nya lalu berbalik melihat Naila.
"Ada apa Nai?" Tanya Reza.
"Aku ingin bicara dengan kamu" Jawab Naila.
__ADS_1
"Bail lah. Kita duduk di sana" Tunjuk Reza ke arah tempat santai yang ada di depan kamar yang akan di pakai Naila.
Naila dan Reza duduk di tempat itu. Naila masih terdiam cukup lama dengan wajah nya yang tertunduk.
"Nai, lebih baik kamu istirahat saja dulu. Besuk kita baru bicara lagi" Ucap Reza
"Tidak Za, aku tidak ingin jika kamu mendengar nya dari orang lain. Kamu akan kecewa dengan aku. Aku ingin bicara sekarang pada kamu" Ucap Naila.
"Namun jika itu berat kamu bicarakan. Aku lebih memilih tidak mengetahui nya Nai" Ucap Reza.
"Aku sudah menikah Za" Ucap Naila.
Deg.
Jantung Reza terasa berhenti berdetak seketika. Dia tidak mengira jika yang akan Naila bicarakan tentang Naila yang sudah menikah.
"Jangan bercanda Nai" Ucap Reza.
"Aku tidak bercanda Za. Aku sudah menikah beberapa bulan yang lalu dan...." Ucapan Naila terhenti.
Naila terdiam tidak melanjutkan ucapan nya lagi. Dia bimbang untuk memberi tau siapa suami nya.
"Dan apa Nai?" Tanya Reza.
"Suami ku itu.....pak Jefri" Jawab Naila.
Mendengar ucapan Naila seketika hancur hati Reza. Hancur semua hati nya yang selama ini menyukai Naila.
Reza tersenyum dengan paksa. Nafas nya yang sesak membuat nya merasa tidak nyaman. Hancur semua harapan nya untuk mengejar Naila.
Reza yang menyukai Naila terus belajar dengan keras untuk bisa masuk universitas yang sama dengan Naila. Dia bertekad untuk selalu bersama Naila agar perlahan Naila bisa dekat dengan diri nya.
Namun dengan mendengar ucapan Naila barusan menghancurkan seluruh usaha yang selama ini ia bangun.
Naila menceritakan semua yang ia alami hari ini. Naila kembali menangis mengingat kejadian yang ia lihat dan ucapan Jefri yang menyakit kan bagi nya.
Reza hanya diam menatap Naila yang menangis. Ingin sekali dia meraih tubuh Naila dan memeluk nya. Namun dia sadar akan setatus Naila yang sudah menjadi milik orang lain membuat nya diam.
"Aku sangat sakit Za. Hati ku hancur mendengar semua itu" Ucap Naila menangis.
"Jangan sedih Nai. Aku akan menemani kamu mulai sekarang. Aku akan selalu ada untuk kamu" Ucap Reza tulus.
# selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
__ADS_1
🙏🙏🙏😊😊😊