One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 15


__ADS_3

"Jefri mamah tau jika kalian belum ada perasaan satu sama lain. Tapi Jefri, kamu audah dewasa. Kamu harus menjaga Naila dengan baik. Jangan sampai kamu melukai dia Jef, dia gadis yang baik. Mamah sudah suka dengan Naila" Ucap Sinta.


"Kalian sudah mulai berumah tangga. Turunkan ego mu Jef, jika kamu ingin perjalanan rumah tangga mu berjalan dengam baik. Kamu harus lebih mengertikan Naila. Dia masih belum cukup dewasa" Ucap Sinta.


"Apa yang harus aku lakukan mah? Aku belum pernah menghadapi gadis sekecil Naila" Ucap Jefri.


"Lebih bersabar lah Jef. Kamu perlahan akan mengerti apa yang di butuhkan Naila. Kamu harus yakin jika kamu bisa segera meluluhkan hati Naila" Ucap Sinta.


"Iya mah. Aku akan dengarkan apa yang mamah ucapkan tadi." Jawab Jefri.


"Ya sudah, mamah harus pergi sekarang. Untuk 2 bulan ke depan, mamah dan papah harus ke luar negri. Kamu harus mejaga baik baik menantu kesayangan mamah" Ucap Sinta.


"Pasti mah" Jawab Jefri.


"Jangan kecewakan mamah lagi Jef. Mamah tidak ingin kalian saling menyakiti" Ucap Sinta tulus.


"Aku aka selalu berusaha menjaga pernikahan ini dengan baik mah. Aku janji" Ucap Jefri.


"Ya sudah, mamah pergi dulu. Kamu baik baik di rumah" Ucap Sinta tesenyum. Jefri mengangguk pelan. Sinta berjalan ke arah mobil nya yang sudah di bukakan pintu oleh Jaya.


Setelah Sinta pergi meninggalkan rumah Jefri. Jefri masuk ke dalam rumah nya. Dia segera menghampiri Naila yang ada di dalam kamar mereka.


Saat Jefri membuka pintu kamar nya, dia melihat Naila yang sedang membaca buku pelajaran nya.


"Kamu sudah bangun? Kata mamah tadi kamu tidur?" Ucap Jefri menaruh tas nya di meja. Lalu dia dudukdi sebelah Naila.


"Aku tidak bisa tidur. Kepikiran soal ujian yang akan datang" Jawab Naila lembut. Jefri tersenyum karena Naila bsrsikap lembut padanya.


"Butuh bantuan?" Tanya Jefri.


"Iya jika tidak keberatan" Jawab Naila tersenyum.


"Apa sih yang tidak ku berikan pada istri kecil ku ini" Ucap Jefri mencubit hidung Naila pelan.


"Mana yang kamu tidak mengerti?" Tanya Jefri.


"Yang ini" Tunjuk Nial ke buku yang ia pegang.


"Oh ini. Ini sih gampang" Ucap Jefri. Jefri mulai menjelaskan pertanyaan yang Naila tanyakan.


Namun bukan nya mendengarkan penjelasan Jefri, Naila malah menatap wajah Jefri yang berada tepat di depan wajah nya.

__ADS_1


"Maaf karena sikap ku tadi pagi sama kakak" Ucap Naila lirih.


Jefri menghentikan penjelasan nya. Dia menatap Naila yang kini juga menatap nya.


"Tidak apa apa. Aku yang salah karena tidak mendengarkan penjelasan kamu" Ucap Jefri memegang wajah Naila.


Naila sekilas mencium sudut bibir Jefri. Jefri terbelalak dengan tingkah Naila. Dia terkejut karena Naila berani mencium nya.


"Nai, apa kamu tau apa yang telah kamu lakukan?" Ucap Jefri.


"Aku tau" Jawab Naila tertunduk malu.


"Ada yang tidak kamu tau Nai. Aku tidak bisa menahan hasrat ku ke kamu" Ucap Jefri mencium bibir Naila lembut.


"Aku selalu teriksa jika berada di samping kamu Nai. Aku ingin selalu menyentuh kamu, tapi aku takut jika kamu tidak menginginkan nya" Ucap Jefri lembut.


"Jika itu keinginan kakak, lakukan saja. Tapi aku belum ingin hamil sekarang." Ucap Naila malu


"Aku akan berhati hati" Jawab Jefri tersenyum.


Jefri meraih tengkuk Naila lalu mencium nya lembut. Semakin ciuman Jefri membuat Naila semakin mabuk. Jefri sangat bersemangat karena dia mendapatkan persetujuan dari Naila. Dia segera melakukan hal yang ia inginkan bersama Naila.


Hanya sebentar Jefri melakukan nya pada Naila, dia masih ingin mencumbu Naila. Namun karena Naila yang baru keluar dari rumah sakit. Dia tidak ingin Naila kelelahan dan akan menganggu kesehatan nya lagi.


"Kamu istriahat saja dulu. Nanti setelah bangun baru mandi" Ucap Jefri lembut.


"Iya kak" Jawab Naila lembut dan tersenyum.


Jefri mengusap kepala Naila lalu mencium nya penuh kasih sayang. Jefri merasakan perasaan sayang pada Naila. Dia merasa tidak ingin berbagi sedikit pun Naila lada orang lain.


"Aku tidak akan melepaskan kamu Naila. Aku akan selalu menjaga kamu di samping ku" Guman Jefri dalam hati.


Malam hari nya.


Jefri baru pulang dari membeli makan malam untuk diri nya dan Naila. Ketika dia masuk ke dalam rumah, dia melihat Naila yang sedang asik belajar dengan setumpuk buku buku nya.


"elajar nya sudah dulu, kita makan dulu" Ucap Jefri lembut.


"Iya" Jawab Naila. Naila segera merapikan buku buku nya lalu berjalan mengikuti Jefri masuk ke dalam ruang makan.


Naila menghampiri Jefri yang mengambil piring untuk mereka berdua.

__ADS_1


"Kamu duduk saja, biar aku yang siap kan" Ucap Jefri.


"Aku bisa kok bantu kakak" Jawab Naila.


Jefri tersenyum lalu mengusap kepala Naila lembut.


"Kamu duduk saja, kamu baru sembuh jangan terlalu capek" Ucap Jefri.


"Maaf ya kak. Karena aku sakit, aku tidak bisa melayani kakak dengan baik" Ucap Naila sedih.


"Kamu sudah sangat baik melayani ku Nai, sekarang giliran ku. Karena kamu baru sembuh" Ucap Jefri.


"Sudah ayo kita makan. Setelah itu nanti aki bantu kamu belajar" Ucap Jefri. Naila mengangguk lalu mereka duduk di kursi meja makan dan mulai makan dengan tenang.


Jefri sesekali menatap ke Naila yang terlihat kurus bagi nya. Dia memegang tangan Naila yang terlihat tulang dan urat nadi nya.


"Kamu terlalu kurus Nai, kamu harus makan banyak lagi" Ucap Jefri.


"Nanti kalau aku gemuk jadi jelek kak" Ucap Naila.


"Tapi jika terlalu kurus aku bisa kena hajar mamah" Ucap Jefri


"Hahaha iya nanti mamah Sinta bakal marah besar ke kakak" Ucap Naila tertawa lepas.


Jefri tersenyum melihat tawa Naila. Dia baru pertama kali nya melihat Naila yang tertawa tanpa beban seperti ini. Dia sangat bahagia karena Naila bisa sedikit lebih terbuka dengan diri nya.


"Selalu tersenyum Nai, jangan pikirkan hal yang membuat mu sedih. Aku akan selalu ada untuk kamu. Jadi jangan biarkan kesedihan menghampiri kamu" Ucap Jefri.


"Iya kak" Jawab Naila tersenyum.


"Dan satu lagi. Ubah panggilan kakak ke aku. Aku bukan kakak kamu Nai, aku suami kamu" Ucap Jefri.


"Terus aku panggil apa? Kan nggak sopan kalau aku langsung panggil nama" Ucap Naila polos


"Jelas lah nggak sopan. Ya terserah kamh mau panggil apa. Sayang atau mas juga tidak apa apa" Ucap Jefri.


# selamat membaca ya kak


# terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2