One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
44


__ADS_3

"Apa dia papinya Raka?" Tanya Surya.


"Iya, tapi dia tidak tau jika Raka anak kandungnya. Kami berpisah saat aku baru mengetahui bahwa diriku hamil" Jawab Maya tertunduk.


"Sudah cukup kak, jangan di pikirkan lagi. Ini hari bahagia untuk kakak, kakah harus tersenyum cantik demi kafe ini juga demi Raka, putra kakak" Ucap Surya.


"Terima kasih ya Surya, sepertinya kita cocok" Ucap Maya.


"Jangan memberi harapan pada ku kak, aku baru sana putus" Ucap Surya tersenyum.


"Hahahaha baik lah maafkan aku" Ucap Maya kembali tertawa.


Ivan melihat jelas tawa Maya bersama pria lain yang belum pernah ia temui sebelumnya. Hatinya sangat marah apa lagi tadi saat dia akan berangkat, Citra memaksa untuk ikut. Sebelum berangkat saja Ivan dan Citra bertengkar dulu.


"Mantan kekasih kamu cantik juga. Wajar saja jika kamu tidak menginginkan ku, ternyata dia lebih segalanya dari pada aku" Sindir Citra.


"Hentikan Citra" Ucap Ivan.


"Tapi sayang sekali, dia kini sudah bahagia dengan pria lain. Sedangkan kamu? Masih saja terjerumus jurang yang sama" Ucap Citra.


"Cukup Citra, aku tidak ingin bertengkar dengan kamu sekarang" Ucap Ivan penuh penekanan. Citra sangat takut jika Ivan sudah bucara sangat serius seperti itu. Karena dia pernah melawan Ivan dan akhirnya dia juga yang sengasara akibat ulah Ivan.


Ivan sejak dulu tidak peduli dengan jenis pria atau wanita. Jika dia ingin memukul, maka langsung memukul tanpa pilih pria ataupun wanita. Dan Citra sudah pernah merasakan kemarahan Ivan tentunya.


Ivan berjalan meninggalkan Citra sendiri. Dia berjalan ke arah bar untuk menhambil minuman di sana.


"Papi" Ucap seorang anak laki lali kecil yang pernah ia lihat dulu bersama Maya.


"Hai Boy, aku bukan papi kamu. Siapa nama kamu?" Tanya Ivan yang berlutut di depan Raka.


"Raka, Papi mau momi" Ucap Raka memeluk leher Ivan. Entah apa yang kini Ivan rasakan. Dia merasa begitu dekat dengan anak Maya yabg bernama Raka itu. Ada udara sejuk yang masuk ke dalam hatinya. Dan dia sangat susah untuk menjelaskannya. Awalnya ia memang terkejut. Tapi entah kenapa Ivan bisa debgan cepat sayang dengan anak Maya.


"Baik lah, om akan antar kamu ke momi mu. Tapi om ini bukan papi kamu, ingat ya" Ucap Ivan.


"Iya papi" Jawab Raka.


"Om Ivan, bukan papi" Ucap Ivan.


"Iya om Ivan" Jawab Raka polos dengan terus melihat ke arah Maya.


Ivan menggendong Raka menuju ke Maya. Saat ini Maya sedah bersama Nala dan juga Bimo.

__ADS_1


"Om Bim" Sapa Raka.


Mendengar suara Raka semua otang menoleh ke arah Raka.


Sedangkan Maya yang melihat Raka di dalam gendongan Ivan hanya mampu terbelalak terkejut. Dia segera menghampiri Raka lalu mengambil Raka dari gendongan Ivan.


"Maaf anak ku sudah tidak sopan pada mu" Ucap Maya memeluk erat Raka.


"Momi sakit" Ucap Raka. Maya mengendorkan pelukannya. Karena rasa takutnya tanpa sadar ia memeluk Raka sekuat tenaganya.


"Sini biar aku gendong" Pinta Nala yang mengambil Raka dari pelukan Maya.


Surya yang tau bahwa Ivan adalah ayah kandung Raka, dia tau jika Maya saat ini sedang ketakutan.


"Tenang kak" Ucap Surya meraih tangan Maya lalu menggenggamnya.


"Dia anak yang pintar dan juga pemberani" Ucap Ivan tersenyum ke arah Raka.


"Terima kasih om Ivan" Ucap Raka.


"Terima kasih, sekali lagi maaf karena Raka tidak sopan dengan kamu" Ucap Maya.


"Tidak usah sungkan" Ucap Ivan tersenyum.


"Kalau begitu kami permisi dulu" Pamit Ivan.


"Iya, sekali lahi terima kasih sudah mau datang" Ucap Maya memaksakan senyumnya.


"Iya sama sama. Semoga setelah ini kita bisa bekerja sama" Ucap Ivan tersenyum


"Iya" Jawab Maya.


"Kami duluan ya" Pamit Citra dan di angguki oleh Maya dan juga Surya.


Nala Bimo dan Raka berjalan ke dalam kafe lagi. Kini tinggal Maya dan Surya yang masih di balkon.


"Kakak mau istirahat?" Tanya Surya.


"Iya Surya, tolong antar aku ke lantai 3" Pinta Maya.


"Iya kak" Jawab Surya. Surya membantu Maya berjalan menuju ke lift. Dia memencet tombol nomer 3 untuk menujun ke rumah Maya.

__ADS_1


"Jadi lantai 1 dan 2 untuk kafe. Lantai 3 untuk tempat tinggal kakak?" Tanya Surya.


"Iya, ayo masuk" Ucap Maya.


"Iya kak" Jawab Surya. Surya dan Maya duduk di sofa ruang tamu.


"Surya, tolong rahasiakan apa yang sudah kamu ketahui dari Nala dan yang lain ya. Aku tidak ingin banyak orang yang tau setatus Raka. Aku tidak ingin merusak rumah tangga Ivan dan istrinya." Ucap Maya.


"Kakak tenang saja, aku tidak akan cerita ke siapapun" Jawab Surya.


"Sejujurnya aku sangat ketakuran tadi. Aku takut jika Ivan sampai tau jika Raka adalah anaknya. Aku takut jika Ivan mengambil hak asuh Ivan. Aku takut jika aku tidak bisa lagi melihat atau pun bertemu dengan Raka lagi. Aku sangat takut Surya" Ucap Maya menangis dengan menutupi wajahnya menggunakan kedua tangnya.


Surya beralih duduk di samping Maya. Dia meraih tubuh Maya lalu membawanya ke dalam pelukannya.


"Tidak akan ada yang bisa memisahkan kalian kak. Raka anak kakak dan dia akan selamanya menjadi anak kakak. Papinya Raka tidak bisa memisahkan kalian" Ucap Surya.


"Tapi aku sangat takut Surya" Ucap Maya menangis.


"Jangan takut kak, aku akan membantu kakak untuk menjaga Raka. Kakah tidak usah khawatir" Ucap Surya tulus.


"Sekarang hapus air mata kakak, Raka akan sedih jika melihat mominya menangis. Apa lagi mominya memangis saat denganku. Raka pasti akan sangat marah denganku nanti kak" Ucap Surya.


"Iya, terima kasih Surya. Kamu pria yang baik. Kakak yakin kamu akan mendapatkan wanita yang sangat baik pula dalam hidup kamu" Ucap Maya tersenyum.


"Iya kak" Jawab Surya pun tersenyum juga.


Beberapa hari berlalu.


Sejak pesta pembukaan kafe, Surya semakin dekat dengan Maya. Dia sering datang ke kafe untuk membantu Maya dan Nala.


Keuntungan besar bagi Maya dan Nala ketika Surya datang ke kafe. Banyak anak anak remaja yang datang hanya untuk melihat Surya yang memakai seragam pegawai kafe.


"Adik ku yang tampan, kakak sangat senang jika kamu mau membantu di kafe sesering mungkin" Ucap Nala.


"Jika kak Maya mengijinkannya maka aku akan sering datang" Ucap Surya menggoda Maya.


"Jangan menggoda ku Surya, nih cepat antar minumannya ke meja nomer 34" Ucap Maya


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2