One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
37


__ADS_3

Setelah membayar belanjaanya, Maya Raka dan Nala keluar dari minimarket. Maya menaruh barang belanjaanya ke dalam mobil lebih dulu. Sedangkan Raka berada di gendongan Nala.


"Kita makan siang di kafe depan saja yuk" Ucap Maya.


"Boleh. Ayo Raka kita makan banyak hari ini" Ucap Nala.


"Raka mau makan apa?" Tanya Nala.


"Mau makan mie" Jawab Raka antusias.


"No Raka. Raka harus makan nasi siang ini. Sejak pagi kamu belum makan nasi" Ucap Maya.


Raka seketika terlihat sedih, Nala yang tidak tega muli memberikan semangat lagi pada Raka.


"Jangan sedih Raka. Nanti setelah makan nasi , tante akan belikan Raka es krim. Mau tidak?" Tanya Nala.


"Momi, boleh makan es krim?" Tanya Raka.


"Boleh, tapi harus makan nasi dulu" Jawab Maya.


"Thank you momi" Ucap Raka tersenyum bahagia.


"Iya sayang" Jawab Maya mengusap kepala Raka.


"Kamu capek tidak La? Sini biar aku saja yang gendong Raka" Ucap Maya.


"Tidak kok. Aku senang gendong Raka, dia manis sekali" Ucap Nala.


Tak lama mereka sudah sampai di restoran. Maya memesan makanan untuk Raka dan dirinya juga Nala. Nala dan Raka sedang asik bergurau. Maya tersenyum karena Raka cepat akrab dengan Nala.


"Berapa umur Raka?" Tanya Nala.


"5 tahun" Jawab Maya.


"Sudah sekolah dong" Ucap Nala.


"Harusnya sudah, tapi karena aku baru kembali jadi aku belum mencari sekolah yang cocok untuk Raka" Jawab Maya.


Di saat bersamaan makanan yang Maya pesan sudah sampai. Maya mulai menyuapi Raka makan lebih dulu sebelum dirinya makan.


"Kamu sangat jauh berbeda dari yang dulu May" Ucap Nala.


"Maksudnya?" Tanya Maya bingung.


"Kamu lebih lembut dan juga lebih keibuan. Kamu juga lebih dewasa" Ucap Nala.

__ADS_1


"Mungkin karena hadirnya Raka dalam hidup ku yang mampu merubah ku Nala. Saat pertama kali aku melihat Raka yang lahir di dunia ini, aku sangat bahagia. Aku saja belum percaya ketika aku mampu melewati rasa sakit yang negitu luar biasa untuk melahirkan Raka. Tapi setelah mendengar tangisan Raka pertama kali, rasa sakit itu sirna semua" Jelas Maya.


"Maaf Maya, tapi apa boleh aku tau siapa papinya Raka? Apa papinya Raka pria yang bernama Joy itu?" Tanya Nala.


"Bukan La, kamu akan tau nanti. Tapi maaf untuk saat ini aku masih belum bisa memberitahukan siapa papinya Raka." Jawab Maya.


Nala menggenggam tangan Maya untuk menguatkan Maya.


"Tidak apa apa Maya. Aku tidak akan memaksa kamu untuk cerita sekarang. Yang penting aku bisa melihat kamu bahagia dengan Raka saja sudah cukup" Ucap Nala tersenyum.


"Terima kasih Nala, terima kasih kamu sudah mau menjadi sahabatku" Ucap Maya.


"Iya May" Jawab Nala tersenyum.


Beberapa hari setelah pertemuan Maya dan Nala. Maya pagi ini akan mendaftarkan Raka ke sekolah TK. Nala yajg tau pun ingin ikut Maya ke tempat yang akan menjadi sekolah Raka.


"Memangnya ini tidak terlalu jauh dari rumah kamu May? Kasihan Raka jika sejauh ini" Ucap Nala yang sudah sampai di sekolah Raka bersama Maya dan Raka tentunya.


"Tapi ini sekolah terbaik menurutku" Ucap Maya.


"Ya sudah kita daftarkan saja dulu, nanti kita pikirkan lagi solusi terbaiknya" Ucap Nala.


"Iya" Jawab Maya.


Maya dan Nala yang menggendong Raka turun dari mobil. Mereka masuo ke dalam TK.


"Selamat siang, saya Maya. Saya ingin mendaftarkan sekolah anak saya di sini" Jawab Maya.


"Silahkan ikut saya, saya akan mengatar anda ke ruang pendaftaran" Ucap guru TK.


"Baik terima kasih" Ucap Maya tersenyum.


Sebelum ke ruang pendaftaran, guru TK mengajak Maya dan Nala berkeliling TK. Maya semakin tertarik dengan fasilitas yang ada di TK.


"Tadi semua itu adalah fasilitas yang ada di TK kami. Jadi para orang tua tidak perlu khawatir karena kami memberikan semua yang terbaik untuk putra atau putri mereka di sini" Jelas guru TK.


"Saya juga puas dengan fasilitasnya. Saya akan mendaftarkan anak saya sekarang di sini" Ucap Maya.


"Boy, kamu mau kan sekolah di sini?" Tanya Nala pada Raka.


"Mau tante" Jawab Raka antusias.


"Bagus boy" Ucap Nala tos dengan Raka.


Maya mengikuti guru TK untuk melakukan pendaftaran sekolah Raka. Sedangkan Nala dan Raka sedang main di taman bermain yang ada di area sekolah.

__ADS_1


"Baik bu Maya, semua berkas sudah terpenuhi semuanya. Tapi jika saya boleh tau, kenapa nama ayah Raka tidak di tulis?" Tanya guru TK.


"Kami berpisah, jadi lebih baik tidak usah di tulis karena saya saja sudah cukup untuk menjadi wali Raka" Jawab Maya.


"Baik lah kalau begitu. Mulai besuk pagi Raka sudah bisa masuk sekolah. Pulangnya jam 4 sore ya bu dan saat pulang Raka sudah selesai di mandikan dan juga makan camilan. Jadi sampai rumah tinggal makan malam saja" Jelas guru TK.


"Baik bu terima kasih. Kalau begitu saya permisi dulu" Pamit Maya.


"Silahkan bu Maya" Jawab guru TK.


Ke esokan harinya.


Maya sudah selesai mengantar Raka ke TKnya. Sekarang dia sedang di kafe untuk bertemu dengan Nala.


Maya cukup lama menunggu kedatangan Nala. Dia memainkan ponselnya dan melihat rumah yang sedang di jual dan bangunan itu dekat dengan sekolah Raka.


"Apa aku beli rumah ini saja ya? Aku juga bisa buka usaha sendiri di halaman rumah itu" Guman Maya.


"Usaha apa?" Tanya Nala yang sudah sampai dan duduk di depan Maya.


"Ini aku melihat iklan jual beli rumah, dari fot fotonya rumahnya masih bagus dan juga halamannya cukup luas. Di tamah dekat dengan sekolah Raka" Jawab Maya.


"Apa kamu mau coba lihat lihat dulu ke sana?" Tanya Nala.


"Boleh juga sih, gimana kalau nanti kita lihat ke sana?" Tanya Maya balik.


"Terserah kamu saja, aku sih tinggal ikut" Ucap Nala.


"Ya sudah, aku telfon papi dulu untuk menemani kita ke sana" Ucap Maya. Nala mengangguk dengan menikmati minuman yang sudah di pesankan Maya sebelum dia datang.


Maya mulai menghubungi Jefri. Jefri pun setuju dan segera menyusul Maya ke kafe tempat Maya saat ini.


"Bagaimana?" Tanya Nala.


"Papi mau ke sini" Jawab Maya.


"Oh, ya sudah kita tunggu saja" Ucap Nala.


Tak lama Jefri dan sekertarisnya sampai di kafe. Dia segera menghampiri Maya dan Nala yang masih di salam kafe.


"Ayo sayang, nanti kemaleman pulangnya. Kamu juga harus menjemput Raka bukan" Ucap Jefri.


"Iya Pi" Jawab Maya. Maya dan Nala bangkit dari duduknya. Mereka keluar dari kafe lalu menuju ke arah mobil Jefri.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2