One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
Eps 21


__ADS_3

"Nih barang yang kamu butuhkan. Aku mau menyiapkan makan dulu" Ucap Jefri.


"Makasih By" Ucap Naila manja.


"Iya sudah sana" Ucap Jefri. Naila kembali masuk ke dalam kamar nya. Sedangkan Jefri menyiapkan makan malam untuk mereka.


Tak lama Naila kembali ke meja makan. Dia membantu Jefri menyiapkan makanan untuk mereka makan.


"Perut kamu nggak papa?" Tanya Jefri.


"Sedikit sakit sih By, tapi nggak papa kok. Nanti juga baikan sendiri" Jawab Naila.


"Kamu makan sup nya saja kalua begitu jangan makan yang pedas pedas dulu" Ucap Jefri.


"Iya aku makan sup nanti" Jawan Naila.


"Ya sudah ayo makan" Ucap Jefri. Naila mengangguk lalu duduk di sebelah Jefri. Mereka menikmati makan malam mereka dengan tenang.


Setelah makan malam, Naila mencuci semua piring yang mereka pakai tadi. Sedangkan Jefri kembali ke ruang tengah menunggu Naila.


"Sudah selesai mencuci piring nya?" Tanya Jefri


"Sudah kok" Jawab Naila kembali duduk di depan meja yang di penuhi buku buku nya.


"Kembali belajar lagi gih. Nanti kalau ada yang tidak mengerti bilang saja. Biar aku bantu" Ucap Jefri.


"Iya By" Jawab Naila.


Naila kembali fokus ke bukun pelajaran nya. Sedangkan Jefri sibuk dengan ponsel nya.


Saat sedang asik dengan buku buku nya, Naila merasa perut nya yang sakit lagi. Perut nya seperti di remas remas sampai di mengcengkram perut nya kuat.


"Kamu kenapa By?" Tanya Jefri yang melihat Naila memegangi perut nya.


"Perut ku sakit By. Sakit sekali" Jawab Naila kesakitan.


"Biasa nya kamu minum atau makan apa biar meringankan sakit nya?" Tanya Jefri khawatir.


"Aku nggak minum apa apa By. Aku tidak pernah minum obat untuk nyeri haid" Jawab Naila.


"Ya sudah aku gendong kamu ke kamar saja ya. Pakai untuk istirahat saja" Ucap Jefri. Naila mengangguk pelan karena dia sangat kesakitan saat ini.


Jefri menggendong Naila masuk ke dalam kamar nya. Dia menidurkan Naila perlahan lalu menyelimuti nya. Jefri mengusap usap punggung Naila pelan.


Di saat bersamaan Sinta dan Angga berkunjung ke rumah Jefri. Mereka membunyikan bel rumah Jefri.


"Ada tamu, aku buka pintu nya dulu ya" Ucap Jefri.

__ADS_1


"Iya By" Jawab Naila.


Jefri keluar dari kamar nya. Dia berjalan ke arah pintu utama lalu membukakan pintu.


"Mah pah kapan pulang?" Tanya Jefri.


"Baru saja sampai" Jawab Angga.


"Mamah kamu ingin ketemu sama Naila." Ucap Angga.


"Naila ada di kamar mah, dia sedang sakit " Jelas Jefri.


"Sakit? Sakit apa?" Tanya Sinta berjalan ke arah kamar Naila.


Sinta membuka pintu kamar Naila lalu melihat Naila yang berbaring di atas ranjang nya.


"Naila kamu kenapa sayang? Kamu sakit apa?" Tanya Sinta khawatir.


"Mamah kapan pulang?" Tanya Naila ingin bangun dari tidur nya.


"Tetap berbaring By. Perut kamu aka semakin sakin nanti kalau kamu duduk" Ucap Jefri.


"Perut kamu sakit kenapa?" Tanya Sinta yang membantu Naila kembali tidur.


"Hanya sakit haid kok mah. Aku nggak papa kok" Jawab Naila.


"Jefri kamu tolong rebus air buat mengompres perut Naila. Biar sakit nya sedikit membaik" Ucap Sinta.


"Iya mah" Jawab Jefri.


Jefri berjalan ke arah dapur. Angga seyelah melihat keadaan Naila kembali ke ruang tengah. Dia melihat buku buku Naila yang masih berserakan di atas meja.


Tak lama setelah memberikan air hangat ke Naila, Jefri ikut duduk di ruang tengah bersama Angga, papah nya.


"Naila mau ujian?" Tanya Angga.


"Iya pah, makan nya aku jarang ke kantor akhir akhir ini. Maaf ya pah kerjaan kantor jadi di pegang pak Jaya semua" Ucap Jefri.


"Tidak apa apa. Memang kamu harus memprioritaskan Naila dulu" Ucap Angga.


"Iya pah" Jawab Jefri.


"Lalu mau sampai kapan kamu mau mengajar di sekolah itu? Gaji kamu tidak akan cukup untuk membiayai kebutuhan Naila. Apa lagi Naila akan segera masuk kuliah" Ucap Angga.


"Aku berencana mengundurkan diri saat perpisahan angakatan Naila lulus nanti pah. Yah semoga saja Naila tidak terkejut dengan jati diri ku hang sebenar nya" UcapJefri.


"Kamu belum bicara dengan Naila?" Tanya Angga

__ADS_1


"Belum pah, aku tidak ingin dia kepikiran hal lain selain ujian akhir nya" Ucap Jefri.


"Ya sudah itu urusan kamu" Ucap Angga. Jefri mengangguk pelan.


Ke esokan hari nya.


Naila dan Jefri keluar dari rumah bersamaan. Mereka keluar dari rumah dengan Jefri yang terus menggandeng tangan Naila.


"Naila" Panggil Aca yang berada di luar gerbang rumah Jefri.


Jefri dan Naila seketika menoleh dan melihat Aca yang terkejut melihat kebersamaan mereka.


"Aca, sedang apa kamu di sini?" Tanya Naila gelagapan. Naila seketika melepaskan tangan Jefri dari genggaman tangan nya.


"Aku dari rumah saudara ku. Ada apa ini Nai? Ada hubungan apa kamu dengan pak Jefri?" Tanya Aca penasaran.


"Kami nggak ada apa apa kok Ca" Ucap Naila.


"Tidak Ca, kami memang ada hubungan spesial" Ucap Jefri merangkul bahu Naila.


"Masuk lah dulu. Biar kami jelaskan semua nya ke kamu karena kamu sahabat baik Naila. Kamu berhak tau tentang Naila" Ucap Jefri.


Jefri membukakan lintu gerbang nya agar Aca bisa masuk ke dalam rumah nya. Aca yang masih bingung hanya mampu mengikuti ucapan Jefri.


Karena hari ini akhir pekan jadi sekolah mereka pun libur. Jefri dan Naila berencana pergi ke rumah krang tua Jefri. Namun karena ada Aca mereka mengurungkan niatnya.


"Silahkan masuk Ca" Ucap Naila membukakan pintu utama rumah nya untuk Aca.


Aca masuk ke dalam rumah mereka dan melihat foto pernikahan mereka yang menghiasi dinding ruang tamu.


Aca terduduk di sofa dengan menatap foto pernikahan yang berukuran jumbo tersebut di dinding rumah Jefri. Ada beberapa foto juga yang berada di atas meja, foto Naila dan Jefri yang terlihat bahagia.


"Sejak kapan? Sejak kapan kalian menikah?" Tanya Aca yang masih terkejut.


"Beberapa hari setelah saya bertanya ke kamu tentang Naila" Jawab Jefri.


Aca teringat kembali tentang Jefri yang memanggil nya ke ruangan Jefri. Dia saat itu memang meminta Jefri untuk membantu Naila keluar dari rumah orang tua nya. Sampai nangis nangis di depan Jefri.


"Pak, saya memang meminta tolong pada anda untuk membawa Naila keluar dari rumah itu. Tapi tidak dengan cara menikahi nya" Ucap Aca.


"Saya bukan hanya ingin membawa Naila keluar dari rumah itu Aca. Tapi karena sebuah kecelakaan yang mengharuskan saya menikahi Naila" Jelas Jefri.


"Lalu kenapa baru sekarang? Mau sampai kapan kalian akan menyembunyikan ini dari ku?" Tanya Aca menatap ke arah Naila.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2