One Night With My Teacher

One Night With My Teacher
46


__ADS_3

"Sudah datang, sebentar ya aku mau buat satu menu lagi" Ucap Maya yang masih bekerja di bar.


"Iya kak" Jawab Surya. Nala yang tau Surya sudah datang menghampirinya. Dia duduk di kursi sebelah Surya.


"Wah keren sekali adik ku" Ucap Nala menggoda Surya. Maya yang mendengar hanya tersenyum.


"Apa sih kak, sana kerja lagi" Ucap Surya.


"Galak amat sih" Ucap Nala. Nala kembali mengambil pesanan dan ia antarkan ke meja pelanggan.


"Ayo, aku sudah selesai" Ucap Maya merapikan rambutnya.


Surya bangkit dari duduknya. Dia berjalan keluar bersama Maya di sampingnya.


"Mau berangkat sekarang?" Tanya Nala yang mengantar pesanan di taman.


"Iya" Jawab Surya.


"Have fun ya dek" Ucap Nala mengusap rambut Surya hingga berantakan.


"Kakak" Ucap Surya marah. Maya tersenyum melihat kedekatan Nala dan Surya yang membuat orang melihatnya menjadi iri.


"Sini" Pinta Maya menarik lengan Surya. Dia menata rambut Surya kembali.


"Sudah, yuk berangkat" Ucap Maya setelah merapikan rambut Surya.


Mereka berjalan menuju ke mobil Surya. Surya mulai melajukan mobilnya ketika Maya sudah masuk mobil dan memakai sabuk pengamannya.


"Kita mau ke mana" Tanya Maya.


"Ke pantai, kakak mau tidak?" Tanya Surya.


"Boleh, pasti asik di sana kalau malam malam begini" Ucap Maya tersenyum.


"Iya kak" Jawab Surya. Di perjalanan Surya terus gelisah. Dia merasakan jantungnya yang terus berdebar. Apa lagi melihat Maya yang kini terlihat sangat cantik dan anggun.


Tak lama mereka sudah sampai di pantai. Maya dan Surya keluar dari mobil. Surya mengajak Maya untuk jalan menyisiri pantai yang hanya di sinari cahaya dari bulan.


"Nyamannya" Ucap Maya tersenyum merasakan terpaan angin laut malam ini.


"Apa kakak senang?" Tanya Surya.


"Iya" Jawab Maya mengangguk.


"Kak, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan dengan kakak" Ucap Surya menghentikan langkahnya.


"Ada apa?" Tanya Maya berbalik menatap ke arah Surya.

__ADS_1


"Aku suka sama kakak" Ucap Surya. Mendengar ucapan Surya, senyuman Maya menghilang. Dia tidak percaya Surya mengutarakan perasaanya saat ini.


"Jangan bercanda Surya" Ucap Maya menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak bercanda kak, aku serius suka sama kakak" Jawab Surya serius.


Walaupun hanya di sinari rembulan malam, tapi Maya melihat jelas keseriusan yang Surya ucapkan.


"Tapi aku sudah memiliki putra Surya. Aku bukan seorang gadis lagi" Ucap Maya.


"Aku tidak peduli kak. Aku mau menerima kakak apa adanya. Aku tidak peduli Raka anak siapa, aku akan menerima dia seperti anak kandung ku sendiri" Ucap Surya tulus.


"Tidak Surya, kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku. Jangan bicarakan ini lagi" Ucap Maya berbalik ingin mejinggalkan Surya.


Surya berlari ke arah Maya lalu memeluk Maya dari belakang.


"Aku mencintai kamu kak, tolong jangan menolak ku" Ucap Surya lirih.


Surya melepaskan pelukannya. Dia membalikkan tubuh Maya agar menghadap ke dirinya.


"Jangan menolak ku kak, aku tulus mencintai kamu kak. Coba lah untuk menjalin hubungan baru denganku. Coba lah buka hati kakak untuk ku kak. Aku yakin aku mampu masuk ke dalam hati kakak. Beri aku kesempatan untuk membuktikan keseriusanku kak" Ucap Surya serius.


"Tapi aku tidak ingin membuat kamu malu Surya. Aku hanya wanita yang sudah memiliki putra. Aku merasa tidak cocok dengan kamu" Ucap Maya tertunduk.


"Jangan perdulikan orang lain kak. Pikirkan diri kakak sendiri. Bahagia lah dengan diri kakak sendiri. Jangan pernah memikirkan orang lain karena itu tidak akan membuat kakak bahagia" Ucap Surya.


Maya mendongak menatap mata Surya. Terlihat jelas keseriusan Surya yang terpancar dari kedua matanya. Surya memegang wajah Maya menggunakan kedua tanganya.


"Jadilah kekasihku kak, coba lah untuk membuka hati kakak untukku" Pinta Surya.


Maya mengangguk pelan.


"Iya, aku akan mencoba membuka hati untuk kamu Surya" Jawab Maya


Mendengar jawaban Maya, Surya merasa sangat bahagia. Dia menarik tubuh Maya dan memeluk erat Maya.


"Terima kasih kak, aku janji tidak akan pernah melukai kakak. Aku janji akan selalu mencintai kakak" Ucap Surya.


"Iya" Jawab Maya membalas pelukan Surya.


Kini mereka sudah mulai berhubungan. Surya tampak begitu bahagia dengan setatus barunya. Maya pun tersenyum bahagia walaupun masih ada perasaan bersalah namun sebisa mungkin dia mencoba untuk membuka hatinya pada Surya.


Surya dan Maya kembali berjalan jalan di tepi pantai. Surya terus menggenggam erat tangan Maya. Dia ingin semua orang tau bahwa kini Maya sudah menjadi kekasihnya.


"Sudah terlalu malam, apa tidak sebaiknya kita pulang?" Tanya Maya.


"Kakak mau pulang sekarang?" Ucap Surya.

__ADS_1


"Kita di kafe saja. Lagian aku tidak enak jika meninggalkan Nala lama lama sendirian di kafe" Ucap Maya.


"Ya sudah, kita ke kafe saja kalau begitu" Ucap Surya.


"Besuk kamu datang ke kafe atau tidak?" Tanya Maya.


"Datang, tapi sore kayaknya. Soalnya ada kuliah pagi dan siang" Jawab Surya.


"Kuliah yang benar, biar bisa jadi sukses" Ucap Maya.


"Jelas lah, kan ingin membahagiakan kakak" Jawab Surya.


"Jangan gombal deh" Ucap Maya malu.


Surya memeluk bahu Maya sambil mereka berjalan menuju ke mobil.


"Aku senang sekali kakak mau mencoba hubungan ini. Awalnya aku khawatir jika kakak menolak ku. Aku pasti akan sangat sedih bahkan aku tidak mampu bertemu dengan kakak lagi" Ucap Surya.


"Kenapa begitu?" Tanya Maya.


"Jika aku melihat kakak setelah kakak menolak ku, aku pasti merasa kurang nyaman. Karena perasaan ku pasti akan terus mendorongku untuk mendekati bahkan memiliki kakak" Jawab Surya.


"Kalau sekarang? Apa kamu tidak ada rasa ingin memiliki ku lagi karena kamu sudah mendapatkannya?" Tanya Maya.


"Tidak, perasaan ku malah lebih besar lagi ingin memiliki kakak seutuhnya" Ucap Surya.


Maya melepaskan pelukan Surya. Dia berbalik lalu memeluk pinggang Surya dan mendongak ke atas untuk melihat wajah Surya.


"Jujur saja, aku memang belum memiliki perasaan ke kamu. Tapi aku ingin kamu sedikit lebih bersabar lagi. Karena aku sedang berusaha untuk kembali membuka hati buat kamu" Ucap Maya.


"Iya, aku akan menunggunya kak" Jawab Surya juga memeluk pinggang Maya.


Surya menundukkan kepalanya. Dia mencium bibir Maya sekilas.


"I Love You Maya" Ucap Surya.


"Terima kasih" Ucap Maya tersenyum.


Di kafe.


Surya dan Maya kembali ke kafe. Mereka berjalan masuk ke dalam kafe dengan bergandengan tangan.


"Ada kabar bahagia nih" Goda Nala. Bimo yang berada di kafe menoleh ke arah Maya dan Surya yang tersenyum berseri seri.


"Ada apa dengan kalian?" Tanya Bimo.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2