
"Ya sudah ayo" Ucap Yuri.
"Ke mana?" Tanya Naila bingung.
"Pesta lah. Ini kan kelulusan kamu, hatus di rayakan dong. Reza sudah di tempat kita pesta nanti" Ucap Yuri.
"Oh ya? Kok tadi dia tidak bilang" Ucap Naila.
"Sudah jangan di pikirkan lagi. Kita senang senang saja malam ini" Ucap Yuri merangkul bahu Naila.
Naila dan Yuri keluar dari aparteman Naila. Mereka berjalan ke arah lift untuk keluar dari gedung apartemen.
Cukup lama perjalanan mereka berdua untuk sampai di sebuah klub malam terbesar di kota tersebut.
Saat ini Yuri dan Naila sudah sampai di klub tersebut. Mereka turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam klub.
Naila tersenyum ketika melihat Reza yang sedang menari di lantai dansa bersama wanita.
"Seperti nya ini bukan pesta untuk ku" Ucap Naila.
"Hahaha iya. Dia malah asik sendiri di sana" Jawab Yuri.
Yuri dan Naila duduk di bangku bar. Yuri memesan minuman untuk diri nya dan Naila.
"Nih minum dulu" Ucap Yuri ketika pesanan nya telah siap.
"Makasih" Ucap Naila menerima minuman dari Yuri.
"Mau turun?" Tanya Yuri.
"Boleh" Jawab Naila. Naila dan Yuri turun ke lantai dansa menghampiri Reza.
"Hai, baru datang?" Tanya Reza ketika melihat Yuri dan Naila.
Naila mengangguk dengan memperlihatkan senyuman nya yang paling cantik.
"Lupakan semua nya untuk malam ini Naila. Lepaskan semua nya dan bersenang senang lah" Ucap Yuri.
"Terima kasih" Ucap Naila mengangguk.
Naila, Yuri dan Reza bersenang senang malam ini untuk merayakan kelulusan Naila. Yah walaupun Reza belum juga lulus, tapi dia ikut dalam pesta tersebut.
Satu minggu berikut nya.
Naila pertama kali masuk kerja di perusahaan Yuri. Walaupun Naila di rekomendasikan langsung oleh Yuri. Tapi Naila tetap bekerja mulai dari tingkat terendah dalam tim yang di pimpin Teo.
"Teo masuk ke ruangan saya" Pinta Yuri.
"Baik bu" Jawab Teo.
__ADS_1
Yuri berjalan menghampiri Naila yang kini sedang duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Yuri.
"Aku akan memperkenalkan kamu dengan Teo. Dia orang kepercayaan ku, bisa di bilang kalau dia sama seperti kamu Nai" Ucap Yuri.
"Iya" Jawab Naila tersenyum.
Tak lama, Teo sudah masuk ke dalam ruangan Yuri. Yuri memperkenalkan Naila pada Teo dan meminta Teo untuk membantu Naila.
"Halo Naila. Saya Teo" Ucap Teo meperkenalkan diri.
"Saya Naila pak. Senang bisa berkenalan dengan anda dan mohon bantuan nya" Ucap Naila.
"Apa dia anak yang anda ceritakan kemarin?" Tanya Teo pada Yuri.
"Iya, buat dia seperti kamu Teo. Saya yakin kalau dia akan cepat melampaui kamu" Ucap Yuri.
"Saya suka dengan tantangan anda bu" Jawab Teo tersenyum.
"1 tahun" Ucap Yuri.
"3 tahun" Ucap Teo.
"Hahahaha siap siap kamu Teo. Siapkan mobil mewah mu" Ucap Yuri tertawa.
"Apa maksud kalian?" Tanya Naila bingung.
Naila merampas gelas yang akan di pegang Yuri.
"Jangan minum minuman berakohol terus. Minum air putih" Ucap Naila tegas.
"Hahaha baik lah. Aku akan minum jika bersama kamu saja kalau begitu" Ucap Yuri menyerah.
"Setuju" Ucap Naila tersenyum.
Teo tersenyum karena ini pertama kali nya dia melihat seseorang yang mampu mengontrol Yuri.
"Ayo Naila, aku akan mengantar kamu ke ruangan kamu " Ucap Teo.
"Iya pak" Jawab Naila.
Naila bangkit dari duduk nya. Dia berjalan mengikuti Teo yang berjalan keluar dari ruangan Yuri.
"Selamat bekerja honey" Ucap Yuri.
"Kamu juga" Ucap Naila tersenyum. Naila menutuppintu ruangan Yuri.
Yuri bangkit dari duduk nya dengan membawa gelas yang di rampas Naila tadi. Dia berdiri di depan kaca tembus pandang yang memperlihatkan gedung gedung tinggi yang berjajar di sebelah gadung perusahaan nya.
"Sorry Naila, tapi aku tidak bisa mengikuti kemauan kamu. Sama seperti diriku sekarang ini. Hidup ku sudah hancur Naila" Ucap Yuri menatap keluar kaca.
__ADS_1
Yuri menempelkan tangan nya ke kaca tersebut. Dia teringat dengan kehidupan nya yang sudah hancur sejak dulu. Kehidupan yang hancur akibat ulah pria pria yang membuatnya frustasi.
Yuri seorang anak laki laki yang tampan dengan kulit putih dan mata biru nya. Saat kecilnya dia hanya di asuh oleh sang papah saja. Mamah nya sudah lama meninggal sesaat setelah dia di lahirkan.
Yuri kecil tidak tau kalau sang papah pecinta sesama jenis. Yuri kecil sudah biasa melihat teman teman pria palah nya yang keluar masuk ke dalam rumah nya.
Namun suatu hari saat sang papah kerja keluar kota. Teman papah nya datang ke rumah dan memaksa Yuri kecil untuk berhubungan.
Sang papah pun akhir nya mengetahui kejadian itu. Tapi bukan nya melindungi anak nya. Sang papah pun melakukan pemaksaan pada Yuri untuk mengikuti keinginan nya.
Sejak kajadian itu, Yuri berubah drastis. Dia sangat benci dengan laki laki yang suka sesama jenis. Dia yang memiliki dendam dengam sikap sang papah mengubah diri nya.
Yuri yang akan masuk universitas mengubah diri nya total. Dia melakukan oprasi besar besaran. Dia merubah diri nya yang sebagai pria menjadi tubuh wanita.
Namun Yuri tidak nyaman dengan tubuh nya yang sekarang ini setelah bertemu dengan Naila.
Ada getaran dalam hati nya ketika melihat senyuman Naila. Diri nya sadar walaupun tubuh nya telah berubah namun ia tidak bisa membohongi diri nya sandiri yang kini menyukai Naila.
"Aku akan menjaga kamu Naila. Aku akan membuat kamu selalu bahagia di sisi ku" Ucap Yuri.
Beberapa hari telah berlalu.
Naila bekerja dengan di dampingi langsung oleh Teo. Teo sangat kagum dengan Naila yang mampu mengikuti diri nya yang sudah berpengalaman lebih lama dengan pekerjaan tersebut.
"Naila, saya suka dengan disain yang kamu kirim kemarin. Saya akan bicarakan dengan bu Yuri lebuh dulu mengenai disain kamu itu" Ucap Teo.
"Baik pak" Jawab Naila.
"Kamu boleh kembali ke ruangan kamu dulu" Ucap Teo.
"Baik pak, saya permisi" Pamit Naila.
Naila keluar dari ruangan Teo. Dia kembali ke ruangan nya untuk mengerjakan disainnya lagi.
Teo keluar dari ruangan nya. Dia membawa berkas yang akan ia bicarakan dengan Yuri.
Dia dan Yuri mulai membicarakan soal rancangan yang di buat oleh Naila.
"Bagaimana menurut anda?" Tanya Teo.
"Dengan disain seperti ini, hotel ataupun apartemen akan terlihat lebih nyaman dan berkelas." Ucap Yuri puas.
"Aku setuju jika disain ini di berikan pada klein kita. Kamu ajak Naila saja, sekalian memperlihatkan pada Naila pengelaman yang lebih banyak lagi. Biarkan Naila mencoba untuk melakukan nya" Ucap Yuri.
#Selamat membaca ya kak
#Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1