
Naila masuk ke dalam kamarnya, dia menangis karena malu pada Jefri yang melihat luka di tubuh nya. Luka luka itu di berikan Yuli pada nya ketika papahnya berangkat kerja. Yuli sengaja melukai punggung Naila agar papah Naila tidak tau perlakuan nya pada Naila.
Jefri tau jika saat ini Naila sedang menangis di dalam kamar nya. Jefri merasa sangat kasihan dengan Naila. Gadis yang harus nya tumbuh dengan ceria dan penuh kasih sayang, malah menjadi dingin dan cuek.
"Aku akan membuat kamu bahagia Naila. Aku akan pastika itu" Guman Jefri memegang pintu kamar Naila.
Ke esokan hari nya. Jefri bangun jam 8 pagi lagi. Kebiasaan Jefri memang suka tidur larut malam dan bangun kesiangan.
Jefri teringat akan Naila lagi. Dia melompat turun dari ranjang lalu berlari keluar dari kamar nya. Dia berlari ke arah kamar Naila lalu langsung membuka pintu kamar Naila begitu saja.
Dia merasa kecewa karena tidak menemukan Naila di kamar nya.
"Dia pergi lagi? Apa dia begitu tidak ingin nya tinggal di sini?" Guman Jefri.
"Apa yang anda lakukan di kamar saya?" Tanya Naila yang berdiri di belakang Jefri.
Jefri berbalik dan Sangat bahagia melihat Naila masih berada di rumah nya. Hingga tanpa sadar dia meraih tubuh Naila dan memeluk nya.
"Aku tidak pernah sebahagia ini melihat kamu Naila" Ucap Jefri.
Naila mendorong tubuh Jefri karena Jefri memeluk nya.
"Tolong lepaskan saya pak" Ucap Naila dengan susah payah mendorong tubuh Jefri.
"Oh maaf Naila, aku terbawa suasana" Ucap Jefri melepaskan pelukan nya dari Naila.
"Kamu dari mana?" Tanya Jefri mengalihkan pembicaraan.
"Baru selesai membuat sarapan. Anda tidak ke sekolah?" Tanya Naila balik.
"Oh iya aku lupa, aku mandi dulu" Ucap Jefri berlari masuk ke dalam kamar nya.
"Em Naila, aku sudah meminta cuti sekolah untuk kamu. Minggu depan kamu baru kembali masuk sekolah" Ucap Jefri.
"Iya terima kasih" Ucap Naila datar. Naila masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan diri juga.
Naila tidak bisa tidur nyenyak, dia bangun pagi pagi sekali karena masih asing dengan tempat tinggal nya yang baru. Dia memilih memasak untuk sarapan pagi dari pada berdiam diri di kamar saja.
Tak lama Naila keluar dari kamar nya. Di saat bersamaan Jefri juga keluar dari kamar nya dengan menggunakan pakaian yang rapi.
__ADS_1
"Aku berangkat mengajar dulu, jika kamu kesepian kamu boleh minta teman kamu Aca untuk datang ke sini sepulang sekolah" Ucap Jefri membenarkan kancing lengan baju nya. Terlihat jelas kalau Jefri sangat kesusahan saat ini.
Naila metaih tangan Jefri lalu membantu mengancingkan kancing lengan Jefri. Jefri tersenyum melihat Naila yang begitu perhatian dengan diri nya.
"Sudah. Sarapan dulu sebelum berangkat, saya sudah masak tadi" Ucap Naila datar meninggalkan Jefri yang masih senyum senyum tidak jelas.
Naila mengambil kotak bekal makanan yang ada di rak piring. Dia menata makanan ke kotak makan tersebut.
"Kamu mau ke mana, Kok bawa bekal?" Tanya Jefri.
"Saya di rumah, ini bekal untul bapak. Hitung hitung rasa terima kasih saya" Ucap Naila.
"Naila" Panggil Jefri.
Naila menatap ke arah Jefri, Jefri meraih tangan Naila lalu menggenggam nya.
"Saya tau jika ini mendadak, tapi apa boleh jika kamu tidak usah terlalu sopan dengan ku? Aku sebentar lagi akan menjadi suami kamu. Akan aneh jika kamu biacara dengan suami kamu menggunakan saya kamu. Aku harap kamu mau mengerti" Ucap Jefri lembut.
"Iya, saya....eh aku akan belajar" Jawab Naila menarik tangan nya dari Jefri.
"Kenapa kamu menarik tangan mu? Apa kamu tidak ingin bersentuhan dengan ku?" Ucap Jefri.
"Baik lah" Sahut Jefri.
Jefri kembali menikmati makanan yang di masak oleh Naila. Naila menaruh bekal makan Jefri di sebelah tas Jefri.
"Bekal nya aku taruh di sebelah tas bapak" Ucap Naila.
"Jangan panggil aku bapak Naila. Aku akan segera jadi suami kamu" Ucap Jefri.
"Iya " Jawab Naila datar.
Jefri memijat jening nya dengan sikap Naila yang selalu datar dan dingin pada nya. Dia tau jika Naila masih asing di rumah nya, namun dia juga lelah dengan dikap Naila yang dingin.
"Apa yang harus saya lakukan untuk membuat kamu lebih ceria Naila?" Guman Jefri dalam hati.
Tak lama setelah sarapan pagi, Jefri mengambil bekal nya lalu memasukkan nya ke dalam tas. Dia mencari keberadaan Naila namun dia tidak menemukan Naila di manapun.
"Di mana sih nih anak" Ucap Jefri.
__ADS_1
Brack.
Jefri mendengar suara benda jatuh dari area belakang rumah nya. Dia berlari ke arah belakang dan melihat Naila yang sedang membersihkan rumput di belakang rumah.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Jefri pada Naila.
"Bersih bersih, aku bosan di dalam rumah terus" Jawab Naila.
"Kita bisa panggil pekerja paruh waktu Nai" Ucap Jefri.
"Tidak usah, saya bisa kerjakan semua nya sendiri" Jawab Naila lagi.
"Terserah kamu lah, yang penting kamu hati hati" Ucap Jefri menyerah.
"Aku berangkat mengajar dulu" Ucap Jefri lagi. Naila hanya mengangguk lalu kembali dengam pekerjaan nya.
Jefri sedikit kecewa karena Naila cuek dengan nya. Padahal dia akan berangkat kerja tapi Naila malah lebih memilih mencabuti rumput dari pada mengantar nya keluar.
Jefri masuk ke dalam mobil nya. Dia memundurkan mobil nya dan mulai menjalankan mobil nya. Saat melihat sekilas ke arah pintu utama rumah nya. Dia melihat Naila yang melambaikan tangan nya ke arah Jefri.
Jefri tersenyum bahagia karena Naila ternyata peduli dengan diri nya.
"Ternyata dia tidak secuek yang aku kira" Guman Jefri tersenyum bahagia.
Di umurnya yang hampir 30 tahun ini, dia baru 2 kali merasakan jatuh cinta. Namun kedua cinta nya itu putus di tengah jalan karena ambisi kekasih Jefri yang menginginkan karir yang lebih tinggi lagi.
Namun kali ini Jefri merasa perasaan nyaman dan damai saat bersama Naila. Entah apa yang membuat nya nyaman padahal Naila selalu bersikap dingin pada diri nya.
"Aku yakin aku bisa menaklukan hati kamu Naila. Gunung es yang ada dalam diri kamu akan segera mencair dengan ada nya diri ku yang masuk ke dalam hati kamu" Guman Jefri yakin.
Tak berselang lama Sinta datang ke rumah Jefri. Dia ingin melihat sendiri seperti apa gadis yang akan menjadi menantu nya itu.
"Besuk hari pernikahan mereka. Aku ingin lihat dulu seperti apa gadis itu? Jika dia gadis manja yang menyusahkan aku akan buat dia menyesal telah berhubungan dengan Jefri" Ucap Sinta.
"Kita sudah sampai nyonya" Ucap supir Sinta.
# selamat membaca ya kak
# tarima kasih banyak
__ADS_1
🙏🙏🙏😊😊