
"Ngapain dia di sini? Kamu nggak di apa apain kan sama dia?" Tanya Nala khawatir.
"Aku nggak papa kok La. Dia anak yang hangat jauh berbeda dengan temannya itu yang seperti monster" Ucap Maya.
"Hahahaha aku suka sebutan kamu untuk Ivan" Ucap Nala tertawa. Maya ikut tersenyum mendengar Nala yang kegirangan.
Di atap.
Bimo menghampiri Ivan ke atap. Dia melihat Ivan yang sedang merokok dengan menatap ke arah langit yang cerah.
"Bagi dong" Ucap Bimo yang merampas rokok Ivan.
"Ada apa sih Van? Kenapa elo jadi gini?" Tanya Bimo.
"Entah lah, gue merasakan hal aneh sejak pertama kali bertemu dengan dia" Jawab Ivan.
"Aneh gimana maksud elo?" Tanya Bimo bingung.
"Gue juga nggak tau Bim. Jantung gue berdetak lebih cepat terus." Ucap Ivan.
"Apa gue sakit jantung ya Bim?" Tanya Ivan lugu.
"Hahahaha Ivan Ivan. Elo bego atau gimana sih." Ucap Bimo.
"Elo ngeledek gue?" Ucap Ivan marah.
"Santai bro. Ya lebih baik elo periksa saja sana ke rumah sakit. Siapa tau umur lo pendek gara gara penyakit elo itu" Ucap Bimo tertawa cekikikan.
"Elo mau gue hajar?" Ucap Ivan marah.
Bimo hanya menggelengkan kepalanya dan terus mentertawakan Ivan yang begitu lugu. Sikap dan tingkahnya saja yang seperti preman. Tapi soal hati Ivan sangat sangat lah lugu dan polos.
"Ya makanya elo periksa saja sana ke Dokter" Ucap Bimo tertawa lagi.
"Iya deh, gue nanti ke Dokter" Ucap Ivan polos.
Bimo semakin tertawa mendengar ucapan polos ivan.
"Iya sana ke Dokter. Biar elo di tertawakan sama Dokternya" Guman Bimo dalam hati.
Di kelas.
Setelah jam istirahat, Bimo dan Ivan kembali ke kelas mereka.
"Halo Maya cantik" Sapa Bimo. Maya mengangguk dan tersenyum.
Bimo melihat ke arah Nala. Dia penasaran dengan teman yang duduk sebangku dengan Maya itu.
"Maya temannya namanya siapa?" Tanya Bimo.
"Tanya saja sendiri" Jawab Maya tersenyum. Namun Bimo enggan untuk bertanya. Dia menoleh ke arah Ivan.
"Tanya sendiri" Ucap Ivan yang tau maksud Bimo.
"Hah" Bimo menghela nafas. Bimo bangkit dari duduknya lagi. Dia berjalan ke arah bangku teman Maya.
__ADS_1
"Habis lo Bim" Guman Ivan yang masih bisa di dengar oleh Maya. Maya pun ikut tersenyum karena ucapan Ivan. Namun saat dia sadar seketika senyumannya menghilang dan mulai menatap kekuar jendela.
Maya menyangga kepalanya dengan sebelah tangannya, dia tersenyum ketika melihat Damar yang sedang berlatih paskibra. Ivan mencuri pandang ke arah Maya yang terlihat sangat cantik saat terkena cahaya matahari di tambah senyuman Maya yang sangat manis.
"Gila gila gila. Sadar Van" Guman Ivan dalam hati untul menyadarkan dirinya sendiri. Ivan lebih memilih melihat ke arah Bimo yang sedang menghampiri Nala.
"Halo manis, kenalin gue Bimo" Ucap Bimo mencoba berkenalan dengan Nala.
"Manis manis mata lo buta" Ucap Nala judes.
"Kan gue nggak tau nama lo" Ucap Bimo yang masih tidak menyerah.
"Elo pergi atau gue hajar lo" Ancam Nala dengan tangannya yang sudah mencengkram kerah baju Bimo.
Bimo terbelalak ketika Nala mencengkram kerah bajunya dan menegepalkan tanganya bersiap untuk memukul dirinya. Ivan yang melihat kejadian itu tertawa terbahak bahak.
"Ok ok gue pergi sekarang" Ucap Bimo menyerah dan segera kembali ke bangku samping Ivan.
"Hahahaha mampus lo, makanya jangan genit" Ucap Ivan tertawa lepas.
"Kenapa lo nggak bilang kalau tuh cewek bar bar" Ucap Bimo.
"Nih, ulah dia" Ucap Ivan memperlihatkan sudut bibirnya yang masih terluka akibat pukulan Nala kemarin.
"Gila. Dia berani mukul elo?" Ucap Bimo terkejut. Ivan tersenyum mendengar keterkejutan Bimo.
"Gue semakin penasaran sama dia" Ucap Bimo lirih dengan menatap punggung Nala.
Bel istirahat ke 2.
Maya masih duduk di bangkunya menunggu Damar yang akan menghampirinya di kelas. Sedangkan Ivan masih tertidur pulas di bangkunya.
"Enggak kok. Sini duduk dulu" Ucap Maya menepuk bangku Nala. Nala sudah keluar lebih dulu karena dia sudah kelaparan sejak tadi.
"Nih buat kamu" Ucap Damar memberikan roti dan susu untuk Maya.
"Makasih" Ucap Maya tersenyum.
Ivan sudah bangun dari tidurnya. Dia melihat Damar dan Maya yang sedang berbincang ria.
"Sia***n" Ucap Ivan bangkit dari duduknya.
Maya dan Damar dengar umpatan Ivan. Damar mengepalkan tangannya karena merasa marah dengan umpatan Ivan.
"Sudah tidak usah di perdulikan" Ucap Maya memegang tangan Damar.
"Iya" Jawab Damar menagngguk.
Di sisi lain Ivan mencari keberadaan Bimo. Dia mengirim pesan pada Bimo namun tidak kunjung di balas bahkan belum di baca oleh Bimo.
"Nih anak mau gue hajar ya" Ucap Ivan marah.
Ivan memilih menelfon Bimo agar segera mengetahui keberadaan Bimo.
"Halo di mana lo?" Tanya Ivan ketika telfonnya sudah di angkat Bimo.
__ADS_1
"Di kantin" Jawab Bimo singkat. Ivan mematikan ponselnya lalu berjalan ke arah kantin.
Saat sampai di kantin, Ivan melihat Bimo yang sedang duduk menatap Nala yang sedang asik dengan makanannya.
Plack.
Ivan memukul kepala Bimo.
"Aduh" Ucap Bimo kesakitan.
"Ngapain lo di sini?" Tanya Ivan.
"Mengejar masa depan" Jawab Bimo kembali menatap Nala.
"Uhuk uhuk uhuk" Nala tersedak akibat mendengar ucapan Bimo.
"Van bawa deh peliharaan lo pergi. Risih gue lihat dia terus" Ucap Nala.
"Tuh dengar, elo sudah di campakan. Ayo ikut gue" Ucap Ivan menarik kerah baju belakang Bimo.
"Bay manis, nanti kita ketemu lagi ya" Ucap Bimo yang pasrah di seret oleh Ivan keluar dari kantin.
"Ih ogah" Ucap Nala
Di atap.
Ivan dan Bimo duduk di kursi dan sama sama merokok.
"Elo suka sama Nala?" Tanya Ivan.
"Enggak, gue cuma penasaran saja" Jawab Bimo.
"Jangan mempermainkan perasaan anak orang" Ucap Ivan.
"Sudah lah, elo seperti tidak tau gue saja." Ucap Bimo.
"Oh iya, gimana elo sudah periksa ke Dokter?" Tanya Bimo yang mulai tertawa cekikikan.
"Sudah kemarin. Tapi gue hajar karena mentertawakan gue" Jawab Ivan.
"Apa? Elo hajar Dokter? Elo gila?" Ucap Bimo terkejut.
"Iya lah, bukannya periksa gue malah tertawakan gue" Ucap Ivan jengkel.
"Terus terus Dokter bilang apa ke elo?" Tanya Bimo semakin penasaran.
"Dia bilang kalau gue sedang di mabuk asmara, kan gila tuh Dokter" Ucap Ivan.
"Hahahaha Ivan Ivan" Ucap Bimo tertawa lepas.
Baru saja Ivan mau memukul Bimo karena mentertawakan dirinya, namun ia urungkan saat Maya datang ke atap dan melihat mereka sedang merokok.
"Ngapain lo ke sini?" Tanya Ivan cuek.
# Selamatmembaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊