
"Iya pah" Jawab Jefri tersenyum.
Jefri tersenyum bahagia saat ini. Walaupun diri nya masih berselisih paham dengan Naila, namun semangat dari kedua orang tua nya membuat diri Jefri kembali bergejolak. Dia lebih bersemangat untuk kembali mengambil hati Naila.
Ke esokan hari nya.
Jefri sudah berdiri di depan gedung apartemen Naila, dia membawa buket bunga dengan pakaian rapinya.
Naila yang baru keluar dari gedung sempat terdiam melihat Jefri. Dia kembali sadar ketika Jefri mulai berjalan menghampiri nya.
"Happy Annyversary Naila" Ucap Jefri tersenyum menyerahkan buket bunga tersebut ke Naila.
Naila terkejut dengan ucapan Jefri. Dia yang setiap tahun ingat hari pernikahan nya, namun tahun ini dia lupa karena banyak sekali masalah yang ia hadapi.
Naila menerima buket tersebut, dia menciumbau harum yang menyeruak dari buket bunga tersebut.
"Terima kasih" Ucap Naila.
Jefri tersenyum ketika Naila menerima buket bunga yang ia bawa.
"Aku ingin mengajak kamu makan malam, malam ini" Ucap Jefri.
"Aku belum tau kalau soal itu" Jawab Naila.
"Tidak apa apa, tapi tolong luangkan waktu untuk ku malam ini" Ucap Jefri lembut.
"Aku akan lihat jadwal ku dulu nanti" Jawab Naila.
"Baik lah, ayo aku akan mengantar kamu ke kantor" Ucap Jefri tersenyum.
Naila mengangguk lalu berjalan ke arah mobil Jefri. Dia melihat mobil Jefri sudah ganti lebih mewah lagi.
"Kamu ganti mobil?" Tanya Naila
"Iya. Ayo masuk" Ucap Jefri membukakan pintu mobil untuk Naila. Naila masuk ke dalam mobil, begitu pun Jefri ketika dia sudah menutup pintu untuk Naila. Jefri melajukan mobil nya meninggalkan gedung apartemen Naila.
Di perusahaan Naila.
Naila masuk ke dalam perusahaan ketika dia sudah berbincang bincang sebentar dengan Jefri. Naila melupakan sejenak pertengkaran nya dengan Jefri kemarin. Dia tidak ingin terus memaksa Jefri dan dia berusaha untuk mengertikan Jefri.
"Hai Nai" Sapa Riko yang sudah berada di dalam gedung perusahaan Naila.
"Riko. Sedang apa kamu di sini?" Tanya Naila sambil berjalan ke arah pintu lift.
"Mau main saja" Jawab Riko.
__ADS_1
Pintu luft sudah terbuka, mereka berdua masuk ke dalam lift lalu menuju ke lantai ruangan Naila.
"Ini bukan tempat main Riko. Lebih baik kamu selesaikan kuliah kamu agar lebih cepat cari kerja" Ucap Naila keluar dari lift.
Riko diam saja tidak menjawab ucapan Naila. Dia hanya berjalan mengekor Naila yang masuk ke dalam ruangan CEO.
Ketika Naila membuka pintu ruangan nya. Dia dikejutkan dengan kedatangan Yuri yang bersorak menyambut kedatangan Naila.
"Surprise" Ucap Yuri menaburkan potongan potongan kertas ke Naila.
Namun bukan nya terkejut, Naila malah terdiam dengan menatap tajam ke arah Yuri yang bersorak kegirangan.
Naila melemparkan tas tangan nya ke arah Yuri.
Duack.
Tas tangan Naila tepat mengenai kening Yuri. Yuri yang kening nya kesakitan memegangi kening nya dan meringis kesakitan.
"Naila, kamu gila ya. Kamu mau bikin kening ku luka" Ucap Yuri kesakitan.
Riko yang melihat kejadian itu pun hanya menganga. Karena dia baru pertama kali melihat Yuri yang biasa nya di idam idamkan oleh semua mahasiwa di kampus kini kalah telak oleh Naila yang cuek.
"Kamu yang gila. Ngapain kamu pulang sekarang? Kata nya kamu akan pergi 1 tahun. Belum genap 2 bulan tapi kenapa kamu balik lagi" Ucap Naila marah.
"Ya maaf Nai. Aku kan cuma mau jalan jalan saja" Ucap Yuri cemberut.
Yuri seketika menutup mulut nya. Dia keceplosan pada Naila.
"Bu...bukan begitu Nai, kamu dengar dulu penjelasan ku" Ucap Yuri berjalan mundur karena Naila terus berjalan ke arah nya.
"Kamu gila Yuri. Kamu hampir bikin aku mati gara gara surat wasiat kamu itu. Kamu tiba tiba pergi dan menyerahkan semua urusan perusahaan ke aku."
"Memang nya kamu pikir aku apa? Aku bisa gila karena harus belajar mengenai perusahaan dengan cepat dan dadakan" Ucap Naila marah dengan terus berjalan menghampiri Yuri.
Yuri tersenyum kecut ke arah Naila karena dia merasa bersalah dengan sikap nya itu. Tapi untuk saat ini apapun penjelasan nya pada Naila. Naila tidak akan mendengarkan karena Naila masih emosi.
"Ada apa Ini?" Tanya Teo dengan seorang pria di samping nya.
"Naila hentikan" Ucap Teo tegas.
"Yuri duduk. Kamu juga Naila" Pinta Teo tegas.
Naila yang masih ingin melampiskan amarah nya pada Yuri hanya mampu menuruti ucapan Teo. Dia duduktepat di depan Yuri dengan mata nya yang menatap tajam Yuri.
Namun berbeda dengan Yuri yang kini sedang bermanja manja dengan pria yang tadi datang bersama Teo.
__ADS_1
"Naila kenalkan ini Alex. Dia kekasih Yuri dari luar negri" Ucap Teo.
Naila melihat sekilas ke arah pria yang bernama Alex tersebut. Namun dia kembali menatap tajam ke arah Yuri.
"Jangan menatap ku terus seperti itu Nai. Nanti kamu naksir lagi" Ucap Yuri bergurau.
Namun bukan nya terhibur. Naila melempar bantal sopa tepatdi wajah Yuri.
"Nggak lucu" Ucap Naila marah.
"Naila" Teriak Yuri yang akan membalas Naila dengan melempar kembali bantal yang di lempar Naila tadi.
"Cukup" Teriak Teo.
Seketika seluruh orang yang ada di ruangan tersebut hening.
"Naila hentikan" Ucap Teo.
"Kamu juga Yuri" Ucap Teo pada Yuri yang mengejek Naila.
"Ok karena kalian sudah tenang, aku akan mulai bicara sekarang" Ucap Teo.
"Yuri jujur pada kita sekarang. Kenapa kamu pergi tiba tiba seperti itu?" Tanya Teo.
"Aku kan sudah bilang kalau aku mau jalan jalan" Jawab Yuri.
"Jangan bohong Yuri" Ucap Teo tegas.
Seketika wajah Yuri jadi serius. Dia menarap tajamke arah Teo yang terus mendesak nya.
"Nggak usah ikut campur urusan pribadi ku" Ucap Yuri tegas.
Naila dan Riko menatap Yuri dan Teo dengan heran. Naila tau jika ada yang sedang di sembunyikan oleh mereka berdua.
"Terserah kamu, tapi karena kamu sudah kembali maka tanggung jawab yang dipikul Naila akan kembali ke kamu. Naila akan kembali ke pekerjaan nya karena proyek yang di garap Naila akan segera di jalan kan" Ucap Teo.
"Ok. Aku akan kembali kerja mulai besuk" Jawab Yuri.
"Riko, Naila kalian keluar dulu. Aku ingin bicara dengan mereka dulu" Ucap Teo.
"Baik pak" Jawab Riko dan Naila bersamaan. Naila dan Riko bangkit dari duduk nya. Mereka berdua memilih keluar dan masuk ke dalam ruangan Naila yang dulu.
"Sekarang jelaskan pada ku Yuri. Anak buah ku melihat kamu membuat janji dengan dokter yang sudah mengoperasi kamu di luar negri" Ucap Teo.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊