
"Maya, aku memang salah karena meninggalkan kamu. Tapi tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya" Ucap Ivan yang berlutut di depan Maya.
"Aku tidak ingin jatuh ke lubang yang sama Ivan. Minggir aku ingin pergi" Ucap Maya mendorong tubuh Ivan sampai terjatuh ke lantai. Maya berjalan ke arah pintu dan ia sudah di cegah oleh anak buah Ivan.
"Suruh mereka menyingkir atau aku akan menggila di sini" Ancam Maya.
"Jumlah kami terlalu bayak untuk kamu kalahkan Maya. Jadi jangan buang tenaga kamu dan tetap lah di dalam kamar." Ucap Ivan.
"Aku ada urusan untuk beberapa hari ke depan. Jangan membuat masalah dan segera cari aku jika kamu sudah siap untuk bicara" Ucap Ivan lalu meninggalkan Maya di dalam kamar.
"Ivan, lepaskan aku. Aku bukan tahanan kamu. Biarkan aku pergi" Teriak Maya memberontak. Namun Ivan tetap pergi meninggalkan Maya di tempat itu.
Di tempat lain, kedua orang tua Maya sudah sampai di Indonesia lagi. Mereka langsung menuju ke rumah Nala dan Surya untuk menjemput Raka di sana.
Di perjalanan Jefri masih sangat emosi dengan Ivan yang berani menculik Maya di mana Maya berada di area kekuasaan Jefri sendiri.
"By, apa kamu sudah mengutus anak buah kamu untuk berjaga di sini?" Tanya Naila.
"Tidak" Jawab Jefri.
"Maya. Dia sudah tau jika akan ada masalah dan dia meminta anak buah kamu untuk menjagan ketat rumah Nala" Ucap Naila.
"Maya gadis yang cerdas sayang. Dia lebih cerdas dari pada aku. Dia sudah dewasa sekarang" Ucap Jefri bangga.
"Iya By, ayo kita turun dan jemput cucu kita" Ucap Naila.
"Iya sayang" Jawab Jefri.
Jefri dan Naila turun dari mobilnya. Mereka di sambut oleh anak buah Maya yang berjaga di luar rumah Nala.
Tok tok tok
Jefri mengetuk rumah Nala. Suster membuka pintu rumah Nala ketika ia melihat lebih dulu dari jendela.
"Selamat datang tuan" Sapa suster.
"Siapkan barang barang keperluan Raka, kita pergi sekarang" Ucap Jefri.
"Baik tuan" Jawab Suster.
Nala yang sedang menggendong Raka berdiri di samping Surya yang menyambut kedatangan Jefri dan Naila.
"Maaf sudah mengganggu kenyamanan kalian" Ucap Naila.
"Tidak tuan, nyonya. Silahkan duduk" Jawab Nala.
__ADS_1
Raka turun dari gendongan Nala lalu berlari ke arah Jefri.
"Jagoan opa sudah besar" Ucap Jefri menggendong Raka.
"Raka mau momi, opa" Pinta Raka lesu.
"Sejak kemarin Raka terus merengek ingin ketemu dengan mominya. Kami sudah mencoba menghubungi Maya namun tidak bisa terhubung sama sekali" Jelas Surya.
"Pertama kami ingin minta maaf pada kalian karena dengan apa yang telah terjadi ini membuat kalian tidak nyaman. Kami melakukan ini karena kami tidak ingin kehilangan Raka" Jelas Naila.
"Dan untuk Maya. Kami sendiri pun tidak tau dia ke mana karena Ivan telah menculik Maya dan menyembunyikannya. Kami juga sedang mencari keberadaan Maya saat ini" Imbuh Naila.
Deg
Jantung Surya kembali terasa sakit. Nafasnya sesak dan dadanya sangat sakit.
"Surya kamu kenapa?" Tanya Nala khawatir.
"Kalian ke mari" Teriak Jefri memanggil anak buahnya.
Tak lama anak buahnya datang menghampiri Jefri.
"Bawa Surya ke rumah sakit" Ucap Jefri.
Naila menghampiri Nala dan memeluk bahu Nala. Dia mengusap punggung Nala untuk memberikan sedikit rasa tenang.
"Tenang saja Nala, adik kamu pasti akan baik baik saja. Kamu jangan khawatir ya" Ucap Naila.
"Tapi dia terlihat sangat kesakitan nyonya" Ucap Nala menangis.
"Ayo kita ikut ke rumah sakit" Ucap Naila dan di angguki Nala.
Jefri dan Raka memilih untuk ke tempat lain, sedangkan Naila mengantar Nala ke rumah sakit.
Di rumah sakit.
Nala semakin menangis melihat keadaan Surya. Seluruh tubuh Surya kini terpasang alat alat rumah sakit. Surya yang awalnya baik baik saja kini terbaring sakit di ranjang rumah sakit dengan banyak alat di tubuhnya.
"Surya, sebenarnya kenapa kamu sampai seperti ini? Kenapa kamu bisa sakit separah ini Surya?" Ucap Nala menangis.
Nala hanya bisa melihat Surya dari balik pintu kaca karena Surya berada di ruang steril. Tak lama susuter keluar dari ruang inap Surya.
"Ada yang bernama Maya? Pasien terus memanggil nama Maya sejak tadi" Ucap suster.
Nala melihat ke arah Naila. Naila tersenyum karena dia sudah tau tentang hubungan Surya dan juga Maya.
__ADS_1
"Saya sudah tau hubungan mereka Nala, kamu tidak perlu takut. Saya akan coba menghubungi suami saya. Semoga saja sudah kabar tentang Maya. Kamu tenang saja ya" Ucap Naila.
"Terima kasih nyonya" Ucap Nala menangis harus.
"Tante saja Nala. Kamu teman Maya jangan sungkan dengan tante" Ucap Naila.
"Iya tante." Jawab Nala.
Naila sedikit menjauh dari Nala. Dia segera menghubungi Jefri untuk menanyakan tentang kejelasan keberadaan Maya.
Di rumah Dika, Ivan baru saja sampai di rumahnya. Saat dia masuk ke dalam rumah, dia melihat Jefri dan Raka yang berada di ruang tamunya.
"Raka" Ucap Ivan ingin menghampiri Raka namun di cegah oleh anak buah Jefri yang sudah berdiri menghadang Ivan.
"Di mana Maya, Ivan" Tanya Jefri.
"Maya baik baik saja di tangan saya, tolong biarkan saya menemui anak saya om" Pinta Ivan.
"Kembalikan Maya, dia bukan barang yang bisa kamu ambil sesuka hati kamu" Ucap Jefri.
"Dia kekasih saya om, saya mencintai dia. Saya tidak pernah menganggap dia sebagai barang" Ucap Ivan marah.
"Tapi Maya sudah tidak mencintai kamu Ivan. Lepaskan dia" Ucap Dika.
"Tidak pah, Maya masih mencintai ku. Hanya dia yang akan menjadi milik ku begitu pun sebaliknya" Ucap Ivan.
"Jangan keras kepala kamu Ivan" Ucap Jefri marah.
"Saya tidak akan melepaskan Maya, om. Saya akan membuat Maya kembali pada saya." Ucap Ivan tegas. Dia berjalan naik ke lantai 2 rumahnya.
Saat akan membuka pintu kamarnya, dia terhenti katika mendengar suara Raka yang menangis.
"Maafkan papi sayang, papi melakukan ini agar kita bisa berkumpul menjadi satu keluarga yang lengkap. Maafkan papi sayang" Guman Ivan dalam hati.
Ivan tidak tega mendengar tangisan Raka. Namun jika dia luluh sekarang, maka dia akan kehilangan Maya dan juga Raka sekaligus.
Jefri yang sudah tidak tau harus membujuk dengan apa lagi agar Ivan melepaskan Maya, akhirnya dia pun menyerah. Dia keluar dari rumah Dika dengan keadaan perasaan yang marah.
"Tunggu pak Jefri, saya minta maaf atas nama anak saya. Saya janji akan segera menemukan Maya dan mengembalikan Maya kepada anda. Tolong beri saya kesempatan untuk menebus kesalahan saya" Ucap Dika.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊
__ADS_1