
Setelah lama menunggu akhirnya Helena datang bersama Yuri yang hampir setengah sadar lalu dengan segera Bisma memapahnya untuk segera masuk ke dalam kemudian menidurkannya di kamar.
"Kak apa yang telah kau lakukan pada Yuri sampai dia bisa seperti itu?!" Tanya Bisma kesal pada Helena.
"Dia tadi minum terlalu banyak Bisma" Jelas Helena dengan wajah gugupnya.
Bisma semakin murka lalu menyeret Helena sedikit menjauh dari kamarnya "Apa kau sudah gila? Kenapa kau membuatnya sampai mabuk seperti itu hah?!".
"Aku tidak sengaja Bis, tadinya dia juga sempat tidak suka dengan minumannya tetapi tak lama setelah itu dia malah ingin meminumnya lagi!" Balas Helena sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Astaga...Sejak kapan kau jadi sebodoh ini sih Kak?! Kau kan tahu dia tidak sepertimu suka minuman beralkohol" Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapi dia cuman minum sedikit saja Bis, lagian kadar alkoholnya rendah kok" Sahut Helena.
"Tapi tetap saja dia belum pernah meminum minuman seperti itu Kak, bagaimana aku bisa mengantarkannya pulang kalau kondisinya seperti itu?!" Gerutu Bisma.
Helena tersenyum sambil merangkul tangan Bisma "Ah kalau itu mah gampang, hari ini dia nginap saja di rumahmu".
"Apa? Gampang sekali kau bicara seperti itu?!" Bisma terus ngedumel pada Helena.
"Ssstt...Jangan berisik udah sanah kasih tahu saja Orangtuanya Yuri kalau dia hari ini nginap di rumahku" Ujar Helena sambil berjalan meninggalkan Bisma yang masih terpaku menatap kesal Helena.
"Eh tunggu dulu kau...." Bisma langsung terdiam sambil berdecak kesal dan mengacak rambutnya.
Keesokan harinya Yuri terbangun dari tidurnya dengan keadaan kepala yang sangat terasa pusing dan juga badan yang terasa kurang segar. Perlahan Yuri menatap ke arah sekitar lalu beranjak dari tidurnya untuk pergi ke kamar mandi, namun pada saat Yuri sampai di kamar mandi untuk mencuci mukanya sambil menatap ke arah cermin, mata Yuri langsung membulat kaget karena melihat dirinya sudah memakai pakaian tidur yang sangat tipis sekali.
"Aaaahhhhh..." Seketika Yuri berteriak histeris.
Mendengar Yuri berteriak dari dalam kamar, dengan segera Bisma langsung menghampiri Yuri ke kamar dan langsung membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci karena mendapati Yuri yang sudah tidak ada tempat tidur dengan begitu tergesa-gesa.
Tetapi pada saat pintu kamar mandi terbuka, betapa terkejutnya Bisma ketika melihat wajah kaget Yuri yang sedikit kemerahan tengah menutupi tubuh bagian atasnya dengan kedua tangannya melihat ke arah Bisma dan langsung menyiramnya dengan air dari gayung yang Yuri pegang sedari tadi karena menyangka kalau Bisma telah melakukan hal yang tidak-tidak padanya.
"Kau...Apa yang kau lakukan padaku!!" Teriak Yuri sambil menutupi bagian tubuhnya yang setengah terbuka.
__ADS_1
Bisma yang masih kaget dengan badan yang sudah basah kuyup langsung menjawab pertanyaan Yuri "Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apapun padamu".
"Bohong!! Kalau kau tidak melakukan apa-apa padaku kenapa aku bisa memakai baju yang seperti ini?" Tegas Yuri.
"Tolong tenanglah sedikit, aku juga tidak tahu apa-apa karena yang menggantikan bajumu adalah Kakak ku!" Balas Bisma sedikit menenangkan Yuri yang sudah terlanjur salah paham padanya.
Wajah Yuri mendadak berubah menjadi bingung lalu mengingat kembali apa yang sudah terjadi kemarin padanya.
"Hah...Bolehkan aku minta kembali minuman itu?" Tanya Yuri sambil menunjuk gelas kecil yang berada di pinggir makanan Helena.
Helena menatap ke arah gelas kecil yang berada di pinggirnya lalu tak lama beralih melihat Yuri "Kau yakin akan meminumnya lagi?".
"Iya...Walaupun aku tidak suka dan tidak tahu itu minuman apa, tapi itu tidak buruk juga" Balas Yuri sambil mengusap kedua matanya.
"Astaga...Apa yang sudah aku lakukan?!" Bisik Yuri sambil menutup matanya karena merasa malu telah berfikiran buruk pada Bisma.
"Hah...Kau sudah tenang dan sudah mengingat semuanya sekarang?" Lanjut Bisma sambil sedikit mengibaskan rambutnya yang basah.
Yuri menundukkan kepalanya karena merasa bersalah pada Bisma "Iya aku sudah ingat sekarang, maaf karena sudah berfikir buruk padamu".
Beberapa saat kemudian setelah kejadian memalukan tadi pagi yang di alami oleh Yuri, dia akhirnya keluar dari kamar sambil sedikit celingukan melihat ke semua arah ruangan kemudian setelah di kiranya aman dia langsung berjalan ke arah meja makan dengan sosok Bisma yang sudah duduk standby sambil membaca sebuah dengan secangkir teh hangat di tangannya.
Menyadari dengan kehadiran Yuri, Bisma langsung menatap ke arah Yuri kemudian melambaikan tangannya untuk mengisyaratkan agar Yuri segera duduk di sebelahnya. Tanpa ada sepatah katapun Yuri langsung mengangguk tanda mengerti kemudian dengan segera dia berjalan lalu duduk di sebelah Bisma dengan perasaan malu yang amat luar biasa.
Melihat Yuri yang sudah duduk di sebelahnya, dengan segera Bisma langsung menyajikan nasi goreng di atas piring kemudian memberikannya pada Yuri tanpa ada sapaan atau perkataan apapun dari Bisma.
Ada apa dengannya? Apa dia masih marah padaku karena kejadian tadi?! Gumam Yuri dalam hati.
"Terimakasih" Ucap Yuri pelan sambil menerima piring bersisi nasi goreng dari Bisma.
Bisma hanya menatap Yuri sekilas kemudian tak lama dia pergi meninggalkan Yuri tanpa membalas perkataan Yuri barusan, yang membuat Yuri merasa semakin bersalah pada Bisma
Tak lama setelah Bisma pergi, dia kembali datang dengan membawakan sebuah sweater di tangan kanannya lalu memakaikannya pada Yuri agar bisa sedikit menutupi bagian punggungnya yang sedikit terbuka.
__ADS_1
Saat Bisma memakaikan sweater untuknya, Yuri langsung terperanjat dan menatap Bisma karena merasa kaget namun tidak menutupi ada perasaan bahagia melihat Bisma masih begitu perhatian padanya.
"Cepat habiskan makananmu, dan minumlah teh hangat itu agar pengar mu bisa hilang" Sahut Bisma yang kemudian mulai memakan nasi goreng yang sudah tersaji di hadapannya.
Yuri mengangguk sambil tersenyum kemudian kembali menyantap makanannya dengan perasaan bahagia.
"Dimana Kak Helena? Apa dia tidak ikut sarapan?!" Tanya Yuri di sela-sela makannya.
"Jangan pedulikan dia, dia sudah besar" Jawab Bisma ketus.
Melihat dan mendengar Bisma bicara ketus seperti itu, Yuri hanya terdiam dan tidak berani menanyakan apapun lagi padanya.
"Setelah selesai sarapan, temui aku di ruang kelurga... Kau mengerti?!!" Ucap Bisma sambil beranjak dari duduknya.
"Memangnya ada apa?" Tanya Yuri.
"Sudahlah jangan banyak tanya, cepat selesaikan sarapan mu!" Sambung Bisma yang kemudian pergi begitu saja meninggalkan Yuri.
Sesaat setelah selesai dengan sarapannya, Yuri kemudian datang menghampiri Bisma yang tengah duduk di atas sofa sambil membaca sebuah buku, kemudian menatap ke arah Yuri dan menepuk tempat kosong yang ada di sebelahnya.
Seperti mengerti dengan maksud Bisma, Yuri pun langsung menghampiri Bisma lalu duduk di sebelahnya "Ada apa kau memanggilku ke sini?!".
"Hah...Apa kepalamu masih pusing?" Bisma melihat Yuri sambil mengusap kepala Yuri dengan lembut.
"Masih pusing tapi tidak separah tadi pagi saat aku baru bangun tidur" Jawab Yuri.
"Dasar gadis bodoh...Kenapa kau polos sekali sih? Sampai mau di ajak minum oleh Kakak ku!" Ungkap Bisma.
"Aku tadinya hanya berniat makan siang saja kok Pak, bukan minum" Jelas Yuri
"Iya...Tapi apa kau tahu apa yang kau minum kemarin bersama Kakak ku?" Bisma kembali bertanya pada Yuri dengan wajah seriusnya.
Yuri menggelengkan kepalanya dan masih menatap Bisma dengan wajah penasarannya.
__ADS_1
"Hah...Sudahlah jangan di bahas lagi, tapi awas saja jangan sampai kau kembali meminumnya atau bahkan melakukannya di belakangku mengerti?!" Ucap Bisma dengan wajah seriusnya.
"Iya aku mengerti" Jawab Yuri sambil bertatapan dengan Bisma, tanpa mengetahui kalau sedari tadi ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka berdua.