
Tak terasa waktu berjalan tibalah waktunya untuk makan malam , namun tampak ada sesuatu yang hilang yang Bisma rasakan karena ternyata Yuri tak ikut makan malam bersama.
Bisma tampak melihat ke sekitaran rumah namun Yuri tak nampak menunjukan batang hidungnya . Tomi yang menyadari dengan kebingungan Bisma yang sedang mencari Yuri akhirnya membuka obrolan ringan.
"Nyari adik gw ya ?" Tomi menggoda Bisma yang sedang memasukan makanan ke mulutnya.
"Uhuk... uhuk..." Bisma langsung batuk dan melihat Tomi sekilas.
"Ha ha ha , santai aja dong bro sampai batuk gitu" Ucap Tomi yang langsung memberikan minum ke Bisma.
"Duh nak Bisma gapapa ?" Tanya mamah Yuri ramah.
"Iya tante saya tidak apa-apa" Jawab Bisma sedikit malu.
Tomi hanya tersenyum melihat wajah Bisma yang sedikit memerah seperti tau dengan apa yang Bisma rasakan pada adik semata wayang nya itu.
Mereka semua melanjutkan makan malam dengan obrolan kecil yang membuat orang melihatnya terasa hangat , begitupun yang di rasakan oleh Bisma seakan merasakan sedang berada di lingkungan keluarga sendiri hingga membuat Bisma terasa nyaman.
Sedang asik nya mereka ngobrol ringan akhirnya datanglah Yuri yang tampak terlihat segar dengan menggunakan piyama tangan pendek dan rambut yang sedikit di sanggul ke atas .
Bisma yang melihatnya sontak tertegun dengan kecantikan Yuri yang sangat alami tanpa make up dan muka polosnya yang putih bersih, hingga membuat Bisma hanya bisa menelan Saliva nya.
Yuri pun duduk di sebrang posisi duduk Bisma , Tomi yang melihat Bisma terus fokus menatap Yuri berencana ingin mengerjai Bisma.
"Melongo aja lo , adik gw cantik ya ?!" Kembali Tomi menggoda Bisma.
Reflek Bisma dan Yuri pun melihat Tomi dengan bersamaan dengan wajah yang sudah terlihat memerah , Yuri langsung menundukkan kepalanya , sementara Bisma hanya bisa melotot pada Tomi.
"Ngomong apaan sih lo , gw cuman tertegun aja sama makanan buatan mamah kamu yang sangat enak" Ujar Bisma mengalihkan pandangannya.
"Wah makasih loh nak Bisma udah puji masakannya tante" Ucap mamah Yuri.
"Iya tante sama-sama , udah lama juga Bisma ga makan masakan rumah , jadi ini sungguh sangat luar biasa enaknya tante" Puji Bisma .
"Oh gitu ya ? Kirain tadi lo terkesima sama kecantikan adik gw" Celetuk Tomi yang kembali menggoda Bisma.
"Kaka ini apaan sih , bikin orang malu aja" Jawab Yuri yang kemudian mengalihkan pandangannya pada Bisma.
Bisma pun kembali menatap Yuri , kemudian mereka pun kembali fokus pada makanannya masing-masing.
Saat makan malam berakhir Bisma mencoba membantu mamah dan Yuri untuk membereskan meja makan , lalu tanpa sengaja saat Bisma akan mengambil sendok yang tergeletak di dekat piring , tangannya tiba-tiba memegang tangan Yuri yang akan mengambil sendok yang sama dengan Bisma.
Mata mereka saling menatap hingga tanpa di sadari Bisma tidak langsung melepas tangan Yuri , begitupun Yuri yang tak langsung melepaskan pegangan Bisma dari tangannya.
Tomi yang melihat pemandangan di depannya hanya bisa melipat tangannya kemudian tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ekhem.. " Tomi berdehem dengan muka jahilnya.
Sontak Bisma dan Yuri melepaskan tangan mereka masing-masing, kemudian dengan segera Yuri mengambil piring yang kotor dan langsung pergi ke tempat cuci piring, sementara Bisma hanya menatap Tomi dengan malu.
Selesai membereskan membereskan sisa makan malam , Yuri pun bergegas ke luar rumah dan duduk di halaman rumah di temani coklat hangat kesukaannya.
Bisma yang menyadari keberadaan Yuri langsung berjalan ke arahnya kemudian duduk di kursi kosong dekat Yuri tanpa sepengetahuan Yuri yang membuat Yuri terkejut.
"Eh pak Bisma" Ucap Yuri.
"Sedang apa kami disini ?" Tanya Bisma yang mengarahkan pandangannya ke arah langit malam yang di penuhi bintang.
"Lagi menikmati udara segar aja pak" Jawab Yuri dengan menundukkan sedikit kepalanya.
"Apa ada yang sedang kamu pikirkan ?" Sambung bisma yang kemudian menatap ke arah Yuri.
"Tidak juga pak , hanya saja...." Yuri mendadak terdiam dan melihat ke arah langit malam.
"Hanya saja apa ?" Lanjut Bisma.
"Hanya saja saya bingung pak" Jawab Yuri singkat dengan helaan nafas panjang.
"Bingung ? Bingung kenapa ?!" Kembali Bisma bertanya penasaran.
"Bingung dengan hubungan saya dan Bisma pak , saya selalu berpikir apa yang telah saya lakukan hingga Mahendra tega seperti ini kepada saya" Jelas Yuri dengan mulut sedikit bergetar.
"Saya tidak tahu pak , hanya saja saya merasa hati saya ini sudah mati untuknya" Ungkap Yuri sambil meminum coklat hangat.
"Kalo begitu lepaskan saja dia" Ucap Bisma dengan lantang.
Yuri langsung menatap Bisma dengan wajah dingin.
"Tidak segampang itu pak Bisma , segala sesuatu perlu proses" Sambung Yuri.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan ?" Tanya Bisma.
"Saya perlu menemuinya untuk memastikan segalanya" Ucap Yuri dengan menghela nafas.
"Baiklah , silakan lakukan sesuka kamu" Celetuk Bisma.
Yuri yang sedari tadi melihat Bisma hanya menggelengkan kepalanya dan merasa heran dengan sikap dinginnya itu.
Saat Yuri berdiri akan meninggalkan Bisma , tiba-tiba Bisma memegang tangannya hingga Yuri terduduk kembali di tempatnya.
"Saya akan bantu kamu !" Ucap Bisma dengan lantang.
__ADS_1
"Membantu apa pak ?" Tanya Yuri.
"Membantu mencari kekasihmu" Jawab Bisma singkat dengan masih menatap Yuri.
"Ah itu...Bapak tidak usah repot-repot , saya bisa mencarinya sendiri" Ucap Yuri.
"Kamu menolak bantuan saya ?" Bisma mulai melihat sinis Yuri.
"Bukan begitu pak , saya hanya tidak ingin membuat bapak kerepotan saja" Lanjut Yuri sambil melambaikan kedua tangannya.
"Kalo begitu terimalah pertolongan yang saya berikan untuk kamu" Bisma masih menatap Yuri dengan tajam.
"Apa tidak apa-apa pak ?" Lanjut Yuri.
"Ya" Jawab Bisma singkat.
"Baiklah kalau begitu" Sambung Yuri.
"Oke , deal ya ?" Bisma terlihat sedikit tersenyum.
"Deal" Yuri memberikan jari kelingkingnya pada Bisma.
Bisma mengerutkan alisnya dan melihat Yuri tanda tidak mengerti maksud Yuri memberikan jari kelingkingnya.
"Ada apa dengan kelingking kamu ?" Dengan polos Bisma bertanya.
Yuri sedikit tertawa karena Bisma terlihat lucu dengan wajah bingungnya.
"Ini adalah tanda kesepakatan antara kita berdua pak" Yuri mencoba menjelaskan.
"Memangnya kita membuat kesepakatan apa ?" Bisma terlihat bingung dan tak mengerti maksud Yuri.
"Haduh bapak ini gimana sih , tadi kan kita udah bikin kesepakatan kalo saya akan menerima pertolongan dari bapak untuk mencari Mahendra , bapak lupa ya ?" Yuri melihat Bisma dengan heran.
"Oh iya maaf , saya kira kesepakatan apa" Ucap Bisma merasa malu.
"Emang bapak pikir kesepakatan apa ?" Yuri kembali bertanya.
"Sudahlah jangan di bahas lagi , terus saya harus gimana ?" Lanjut Bisma yang membuat Yuri tersenyum.
"Duh bapak ini kolot banget sih , tinggal gini aja pak sematkan saja jari kelingking bapak ke jari kelingking saya kaya gini" Yuri menjelaskan kemudian mengambil jari kelingking Bisma di jari kelingkingnya.
Jantung Bisma langsung berdegup kencang tak kala Yuri mengambil jari kelingkingnya untuk kemudian di sematkan di jari kelingking Yuri. Mata mereka saling bertatapan dan dari dekat Bisma melihat senyum Yuri terpancar sangat cantik di wajah imutnya hingga membuat Bisma terpesona dan tidak melepaskan sematan jari kelingking mereka.
__ADS_1
\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗