
"Pak Bisma?"
Yuri langsung berdiri ketika melihat Bisma ada di hadapannya.
"Sedang apa disini?" Ucap mereka berdua bersamaan.
Yuri langsung memalingkan pandangannya ke sembarang tempat lalu tertunduk dengan wajah yang sudah memerah.
Bisma sedikit menurunkan kepalanya untuk melihat wajah Yuri yang sedari tadi di sembunyikan.
"Kenapa tidak jawab pertanyaan ku?" Ujar Bisma.
Yuri mulai mengangkat kepalanya menatap Bisma "Aku sedang menunggu angkot untuk pulang".
Bisma kembali ke posisi semula kemudian melihat ke kiri dan ke kanan " Sepertinya angkot sudah tidak ada, lagian ini sudah sore juga biar aku antar kamu pulang".
"Tidak usah Pak, saya bisa pulang sendiri kok" Yuri langsung menjawab ucapan Bisma tanpa pikir panjang.
Tak lama setelah menjawab ucapan Bisma, Yuri langsung berdiri lalu berjalan meninggalkan Bisma yang sedari tadi terpaku menatap dirinya tanpa terlebih dahulu meminta izin dan menunggu perkataan dari Bisma.
Please jangan kejar aku, tetap di sana lalu pergi tinggalkan aku!!! Gumam Yuri dengan hati yang gundah gulana.
Bisma memperhatikan Yuri yang baru beberapa langkah menjauh darinya, pikirannya di penuhi dengan pertanyaan kenapa dan ada apa dengan gadis satu ini?.
Tanpa banyak berpikir lagi Bisma langsung melangkah menyusul Yuri, lalu ketika Yuri lengah dengan cepat Bisma meraih tangan Yuri yang seketika itu langsung menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat ke arah Bisma.
"Ayo aku antar kamu pulang" Ucap Bisma yang langsung berbalik sambil menarik tangan Yuri.
"Pak aku kan sudah bilang bisa pulang sendiri, lepaskan tanganku!!" Tegas Yuri sembari mengikuti langkah Bisma yang memunggunginya.
"Pak lepaskan tanganku!!" Sambung Yuri dengan sedikit berteriak yang membuat orang-orang di sekitar menatap ke arahnya.
Bisma yang sedari tadi berjalan sambil menggenggam tangan Yuri tidak menghiraukan kicauan gadis di belakangnya dan lebih memilih untuk menghiraukannya, karena tidak ingin membuat keributan yang lebih menjadikannya pusat perhatian orang.
"Hey kau bisa dengar aku tidak?!!" Teriak Yuri dengan keras.
Karena teriakan Yuri yang keras dan membuat telinga Bisma serasa penuh, akhirnya dengan terpaksa Bisma berbalik dan menarik tangan Yuri hingga dirinya masuk ke dekapan Bisma.
Yuri melotot dan seketika berusaha meronta mendorong tangannya agar bisa lepas dari dekapan Bisma, namun bukan Bisma namanya jika tidak Bisa menaklukan Yuri dengan hawa intimidasi nya yang kuat, ketika melihat Yuri terus meronta-ronta bukannya di lepaskan, Bisma justru semakin menekan tubuh Yuri ke dalam dekapannya.
"Dasar gila...Lepaskan aku sekarang juga" Tekan Yuri pada Bisma.
"Kalau aku tidak mau gimana?" Ucap Bisma dengan senyum liciknya.
__ADS_1
"Dasar tak tau malu, kau tak lihat ini dimana?" Ujar Yuri kesal.
Bisma melihat sekilas ke arah sekitar dan mengabaikannya seolah tidak ada apa-apa sambil mengangkat bahunya "Aku tidak peduli!!".
"Ah dasar orang ini membuatku gila saja, apa sebenarnya yang kau inginkan?" Gerutu Yuri pada Bisma.
"Kamu akan terus menolak seperti ini atau mau menurut saja padaku?" Bisik Bisma pada telinga Yuri.
Mendengar perkataan Bisma, Yuri langsung terperanjat dan menatap wajah Bisma dengan wajah kesalnya.
"Kalau aku terus menolak kau mau apa?" Balas Yuri kesal.
Bisma tersenyum licik dan kembali membisikan sesuatu ke telinga Yuri "Kau yakin mau tau apa mau ku? tidak akan menyesal?!".
Yuri menatap Bisma tanpa menjawab ucapannya dengan wajah yang mulai sedikit ketakutan sambil menelan saliva nya dan bibir yang sudah mulai bergetar.
Apa yang sebenarnya orang ini pikirkan? Aura ini...Aura apa ini?! aku merasa sedikit merinding. Gumam Yuri.
"Diam...Berati kau memilih untuk menurut padaku" Ujar Bisma yang kemudian melepaskan Yuri dari dekapannya lalu kembali menarik tangan Yuri untuk mengikutinya.
Ketika melihat Yuri yang keras kepala langsung menurut padanya, membuat Bisma menyunggingkan senyum liciknya dan menggelengkan kepalanya sekaligus merasa sedikit ada perasaan bersalah karena telah berbuat seperti itu padanya. Namun dengan terpaksa Bisma harus melakukannya mengingat sikap Yuri yang sedari tadi dingin dan menolak apa yang akan dilakukannya untuk kebaikan Yuri sendiri.
Kenapa gadis keras kepala ini gampang sekali di gertak sih? pikir Bisma sambil tersenyum.
Saat Bisma dan Yuri sudah tiba di depan mobilnya Bisma, dengan segera Bisma langsung membukakan pintu mobil untuk Yuri. Lalu dengan perlahan Yuri berjalan masuk ke dalam mobil Bisma setelah sebelumnya dia menatap ke arah Bisma terlebih dahulu dengan wajah kesalnya yang terlihat seakan ingin mencakar wajah Bisma.
Dalam perjalanan pulang Yuri hanya melihat pemandangan ke luar jendela tanpa sedikitpun mengeluarkan suaranya atau bahkan melihat ke arah Bisma yang membuat suasana di dalamnya terasa sunyi dan hanya terdengar suara mobil yang berlalu lalang.
.
.
Tak terasa setelah setengah jam perjalanan Bisma dan Yuri akhirnya sampai di depan rumah Yuri, namun kebetulan sekali saat Yuri turun dari mobil Bisma tampak Papa Yuri yang hendak membuka gerbang rumahnya yang tanpa sengaja melihat Yuri pulang di antar oleh Bisma.
"Eh Papa mau kemana?" Tanya Yuri.
Papa Yuri tersenyum dan menatap ke arah Yuri "Kamu sudah pulang rupanya, ini Papa mau ke depan dulu mau beli sesuatu".
Bisma berjalan ke arah Papa Yuri lalu menyapa dan mencium tangannya "Selamat sore om, apa kabar?!".
"Sore...Alhamdulillah kabar om baik, nak Bisma gimana kabarnya?" Sapa Papa Yuri sambil menepuk punggung Bisma.
"Alhamdulillah...Saya juga baik om" Balas Bisma ramah.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu, kemana aja nak Bisma baru kesini lagi?" Tanya Papa Yuri sambil tersenyum.
"Ah itu...Maaf saya akhir-akhir ini sedikit sibuk om, jadi belum sempat kemana-mana" Jelas Bisma.
Yuri menatap Bisma dengan perasan sedikit kesal dan sedih yang selalu di rasakan secara bersamaan sambil bergumam dalam hati.
Iya sibuk...Sibuk mempersiapkan pertunangan mu!!
"Em...Oh iya Pa karena Pak Bisma sedang sibuk, kita biarkan aja Pak Bisma pulang ya? Lagian ini juga sudah sore!" Tegas Yuri.
Melihat Yuri yang berkata seakan mengusir dirinya Bisma hanya tertunduk dan menyunggingkan senyum dingin nya sambil sesekali melihat ke arah Yuri yang sedari tadi tengah melihatnya dengan wajah kesal.
"Benarkah itu?? Nak Bisma tidak mau mampir dulu?" Lanjut Papa Yuri.
"Ah iya om saya mau...." Ucapan Bisma terpotong oleh Yuri.
"Ah itu Pak Bisma mau langsung pulang aja Pa, karena Pak Bisma masih ada urusan katanya" Yuri langsung menyela pembicaraan Bisma dengan senyum liciknya sambil menggerakkan tangannya untuk memberikan kode pada Bisma agar segera pergi dari rumahnya.
"Begitu ya , sayang sekali padahal om masih pengen ngobrol sama nak Bisma" Seru Papa Yuri.
Melihat dan mengerti dengan maksud tujuan Yuri, Bisma hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya lalu setelah itu berpikir kembali untuk balik mengerjai Yuri dan memberi sedikit pelajaran padanya.
"Ah iya om, kalau begitu bolehkah saya mampir dulu ke rumah om?" Sambung Bisma sambil menatap sinis ke arah Yuri.
Papa Yuri mengerutkan alisnya "Loh tadi kata Yuri Nak Bisma lagi ada urusan?".
Bisma menggelengkan kepalanya lalu menggandeng Papa Yuri untuk mengajaknya masuk ke dalam rumah dan mengabaikan Yuri yang sudah terlihat sangat kesal padanya begitu saja.
"Urusannya bisa di kerjakan nanti saja om, lagi pula urusan itu tidak terlalu penting juga om" Jelas Bisma sambil melihat Yuri dengan senyum liciknya.
"Oh baguslah kalau begitu, Nak Bisma sekalian saja makan malam di sini ya, pas banget Mama Yuri lagi bikin rendang Nak Bisma harus coba, nanti pasti suka" Ujar Papa Yuri.
Bisma mengangguk dan tersenyum dengan penuh kemenangan "Tentu saja om, apapun masakan yang di buat sama tante saya pasti suka!".
Melihat Bisma yang baru saja bertingkah seenaknya membuat Yuri kesal setengah mati padanya sampai menendang batu kerikil yang ada di hadapannya. Apalagi ketika melihat Bisma saat sebelum masuk ke rumah dengan sengaja menunjukan tangannya dengan jempol ke bawah yang menandakan kalau dirinya payah, menambah parah amarah Yuri yang sedari tadi sudah menggebu sampai ke ubun-ubun.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
__ADS_1
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.