Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 21


__ADS_3

Ah sakit !!


Saat Yuri hendak memeriksa tangannya , Yuri baru sadar tangannya terluka dan memar yang mulai terlihat membiru dengan membentuk bekas tangan Bisma.


Yuri terlihat resah melihat memar yang ada di tangannya karena takut tomi dan kedua orang tua nya tahu . Selesai cuci muka , yuri bergegas untuk masuk ke kamar nya.


Di kamar Yuri buru mencari pakaian tangan panjang untuk menutupi luka di tangannya.


Saat Yuri tengah sibuk mencari baju ganti , tiba-tiba Tomi mengetuk pintu.


"Dek...Kamu udah pulang ?" Teriak Yomi dari luar.


"Iya...Ada apa emang kak ?" Jawab Yuri gugup sambil menahan sakit di tangannya.


"Buka dong pintunya , kamu gak apa apa kan dek ?".


"Engga kak...Cuman sedikit ga enak badan aja" Sahut Yuri.


"Kamu sakit ?,boleh kaka masuk dek ?" Kembali Tomi bertanya dengan khawatir.


"Bisa nanti aja gak ka ? Yuri pengen istirahat dulu" Sahut Yuri sedikit berbohong.


"Oh yasudah kalau begitu kamu istirahat aja, nanti kalo perlu apa-apa tinggal bilang ke kaka ya ?!" Ucap Tomi.


Yuri hanya diam tidak menjawab perkataan Yomi , dia hanya duduk terdiam dengan rasa takut akan apa yang telah di lakukan Bisma padanya di kampus , Yuri tak pernah membayangkan dirinya di perlakukan seperti itu oleh seorang pria bahkan Mahendra pun tak pernah melakukan itu padanya.


Ada rasa penasaran di benak Yuri , kenapa seorang seperti bisma bisa melakukan hal seperti itu


*A*pa yang membuat pak bisma seperti itu ya ? apakah dia sedang mempunyai masalah. Saat Yuri sedang sibuk dengan pikirannya tiba tiba ponsel nya berbunyi dan saat Yuri melihat nama yang tercantum di panggilan masuknya Bisma.


Seketika Yuri menyimpan hp nya di bawah bantal , dia seperti merasakan trauma sehingga tidak ingin menjawab telepon dari Bisma. Panggilan masuk terus berbunyi hingga akhirnya berhenti dan segera Yuri menonaktifkan ponselnya.


Tak terasa hari sudah mulai masuk waktu magrib , Yuri baru saja bangun dari tidurnya , saat Yuri keluar dari kamar di rumah tampak terasa sepi hanya ada tomi yang sedang memasak mie instan.


"Kak , Mamah sama Papah kemana ?" Tanya Yuri.


"Kamu udah bangun ?!, Mamah sama Papah lagi pergi dulu ke acara temen Mamah katanya" Jawab Tomi.


"Acara apa emang ?" Ucap Yuri.


"Acara lamaran katanya" Sambung Tomi sambil menuangkan mie yang sudah matang ke dalam mangkok.


"Oh...Kaka ga sholat ? ini udah magrib loh" Kembali Yuri bertanya.


"Ya sholat lah , nanti bentar lagi tanggung kaka udah masak mie" Sahut Tomi.

__ADS_1


"Oh...Yasudah deh aku duluan ya" Ucap Yuri .


Setelah sholat magrib selesai , Yuri keluar dari kamar untuk menonton tv dengan di temani cemilan dan teh manis hangat . Tak lama Tomi pun keluar dari kamar dan menemani Yuri menonton tv.


"Udah sholat nya kak ?" tanya Yuri dengan sedikit melirik Tomi.


"Udah...Btw kamu udah mendingan dek ?!" Tomi balik bertanya sambil memegang kepala Yuri.


"Eh...Mendingan ?" Yuri sedikit bengong.


"Lah...Lah kok loading ?? bukannya tadi kamu bilang lagi ga enak badan?" Tomi mengerutkan kening dan melihat Yuri.


"Oh..Itu...Iya kak aku udah mendingan kok ?" Jawab Yuri sambil mengalihkan pandangan nya ke tv.


"Hem...Kayanya ada aura kebohongan dari adik ku ini" selidik Tomi.


Yuri melirik "Ih bohong apaan ?, beneran kok kak tadi aku ga enak badan".


"Oh" Jawab Tomi singkat.


Saat melihat Tomi Yuri pun kembali teringat dengan Bisma dan kejadian di kampus tadi , walaupun ada sedikit trauma namun pikiran Yuri tidak bisa lepas dari kenapa Bisma bisa melakukan hal seperti itu ?.


Yuri pun sedikit mendekat dan mulai memberanikan diri bertanya pada Tomi.


"Mau tanya apa ?" Jawab Tomi yang masih fokus nonton tv.


"Kakak kenal sama pak Bisma udah lama ?" Ucap Yuri penasaran.


Tomi melirik Yuri "Ngapain nanyain itu ? suka ya sama Bisma hehehe ?".


"Eh...Seriusan dong kak" Yuri mencubit tangan Tomi.


"Aw...Sakit dek , lagian ngapain juga nanyain tentang Bisma tumben ?" Tomi penasaran.


"Cuma pengen tau aja kak" Jawab Yuri singkat.


"Kakak sama Bisma itu sahabatan dari SMA , cuman pas naik kelas 3 SMA dia pindah gitu ke Surabaya karena ada masalah keluarga katanya" Jelas Tomi.


"Masalah keluarga ?" Yuri mengerutkan alisnya.


"Iya...Tapi jelasnya kaka juga tidak tau masalah apa" Ucap Tomi.


"Dia emang ga pernah cerita sama kaka ?, kaka kan deket sama Pak Bisma ?!" Kembali Yuri bertanya.


"Ya emang deket sih , tapi kalau masalah yang bersangkutan dengan keluarganya kakak ga bisa kepo dek , soalnya kan itu privasi dia" Jawab Tomi.

__ADS_1


Yuri berpikir sejenak , apa masalah keluarganya itu yang membuat pak bisma berubah jadi menyeramkan seperti tadi siang ?.


"Heh kenapa melamun ?" Tomi menepuk pundak Yuri yang sedang bengong.


"Ih...Aku ga melamun kak".


"Terus kenapa dong ?" Ucap Tomi sambil melihat wajah Yuri.


"Gak kenapa-kenapa" Jawab Yuri singkat.


Saat Yuri dan Tomi asik menonton tv tanpa sengaja yuri menarik lengan baju nya sedikit ke atas karena merasa risih dan memang dia tidak terbiasa menggunakan baju lengan panjang ketika berada di rumah , Tomi sedikit melihat ada warna biru gelap di tangan putih Yuri seperti memar , Tomi yang melihatnya langsung menarik tangan dan melotot melihat Yuri.


"Dek...Tangan kamu kenapa ?" nada bicara Tomi sedikit meninggi.


"I... Itu...Ta...Tadi aku terjatuh ka" Yuri gelagapan menjawab pertanyaan Tomi dan segera menarik tangannya.


"Jatuh ?? masa jatuh cuman pergelangannya aja yang memar ?" Tanya Tomi heran.


"Itu...Karena tadi aku ga enak badan dan sedikit pusing , pas jalan aku hampir terjatuh ka cuman ada temen yang keburu narik tangan aku , mungkin karena terlalu keras jadi sedikit memar kaya gini" Jawab Yuri sedikit berbelit mencari alasan karena takut ketahuan oleh Tomi.


"Kamu ga lagi bohongin kakak kan ?" Tomi mulai aneh dengan tingkah laku Yuri.


Yuri sedikit terpojok dengan pertanyaan Tomi dan mulai bingung harus mencari alasan seperti apa lagi. Namun Yuri beruntung saat akan menjawab pertanyaan tomi tiba tiba orang tua Yuri datang dan langsung menghambur duduk di sofa yang ada di ruang tv .


"Alhamdulillah...Mamah sama Papah udah pulang ?!" Ucap Yuri bersyukur karena kedatangan orang tuanya bisa mengalihkan pembicaraan antara Yuri dan Tomi.


"Iya nih...Mamah sama Papah lelah banget" Jawab Mamah Yuri.


"Mau yuri ambilkan minum ?" Tanya Yuri.


"Boleh nak" Jawab Papah Yuri.


"Nak , tadi kata Tomi kamu lagi gak enak badan ? , gimana sekarang udah mendingan ?!" Sambung Mamah Yuri.


"Oh...Itu...Yuri udah agak baikan kok Mah" Yuri mulai gelisah karena Tomi langsung menatap Yuri.


"Syukurlah kalau kamu udah mendingan , maaf ya tadi mamah sama papah ga sempet izin ke kamu soalnya pas mau izin , kamu nya lagi tidur nyenyak banget jadi sungkan buat bangunin kamu" Ucap Mamah.


"Iya gapapa kok Mah santai aja" Jawab Yuri singkat.


Setelah selesai memberikan minuman untuk orang tua Yuri, Yuri pun segera bergegas pergi ke kamar untuk istirahat. Tomi pun hanya terdiam dan memperhatikan yuri yang pergi menuju kamarnya , entah kenapa Tomi merasa ada yang janggal dengan semua perkataan Yuri.


\=\=\=> hay teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku... jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗

__ADS_1


__ADS_2