
Yuri berjalan bergegas masuk ke arah toilet, saat berada di dalam toilet Yuri mencuci tangan sembari melihat bayangannya di pantulan cermin. Tangannya perlahan terangkat dan memegang dadanya yang sedari tadi sudah berdebar saat tengah melihat Bisma begitu tampan dengan setelan formalnya.
"Apa? Aku tunangan dengan Kak Helena?" Sahut Bisma.
"Iya kamu tunangan sama dia kan hari ini? Sambung Yuri.
"Kau ini bicara apa sih? Masa iya aku tunangan dengan Kakak ku sendiri?" Karena gemas Bisma menyentil kening Yuri.
Senyumnya perlahan terlihat tak kala mengingat acara yang sedang dia hadiri hari ini bukanlah pertunangan Bisma melainkan Helena yang tak lain adalah Kakak kandungnya.
Eh kenapa aku tersenyum gembira ya? Padahal mau itu acaranya pertunangan Pak Bisma atau Kak Helena bukanlah urusanku kan?! Gumam Yuri.
Sementara itu di taman terlihat Bisma tengah duduk sambil melihat kolam ikan yang membuat dirinya nyaman dan tenang saat menikmatinya. Namun tiba-tiba saat dirinya tengah fokus menatap aliran air di kolam dengan cuaca malam yang sejuk dia teringat akan amarah yang Yuri luapkan saat pertemuannya tadi di dalam gedung.
"Apa aku perlu memberikan alasan untuk datang ke acara pertunangan mu?".
Bisma terkejut dan mengangkat satu alisnya karena heran "Acara pertunangan ku?".
"Iya...Acara pertunangan mu!" Tegas Yuri.
"Apa maksudmu? Aku tunangan? Dengan siapa coba?" Kata Bisma tak habis pikir dengan ucapan Yuri.
"Kamu tunangannya kak helena kan?" Sambung Yuri dengan yakin.
"Apa? Aku tunangan dengan Kak Helena?" Sahut Bisma.
"Iya kamu tunangan sama dia kan hari ini? Sambung Yuri.
Bisma kembali tersenyum senang tak kala mengingat ekspresi wajah Yuri yang sangat emosi ketika mengatakan bahwa acara hari ini adalah acara pertunangan dirinya dengan Helena.
"Apa selama ini sifatnya berubah gara-gara dia mendengar dan menyangka kalau aku akan bertunangan dengan orang lain? Mungkinkah dia selama ini cemburu?!" Ucap Bisma dengan percaya diri.
Saat Bisma tengah senyam senyum sambil terduduk di kursi dekat kolam, Helena berjalan mendekati Bisma dengan wajah senang sekaligus penasaran dengan apa yang terjadi pada adik semata wayangnya.
"Hey adikku sayang, sedang apa kamu disini?" Tanya Helena yang langsung terduduk di samping Bisma.
Bisma sedikit terperanjat lalu membenarkan duduknya untuk melihat Helena dengan wajah heran "Kak, kau kenal sama Yuri?".
Helena menganggukkan kepalanya " Iya aku kenal sama dia kenal banget malah, kenapa emang?".
__ADS_1
"Dari mana Kakak bisa kenal sama dia?" Bisma masih penasaran.
"Hehe...Kepo banget sih kamu, emang ada masalah ya kalau aku dekat dengan dia?" Ujar Helena sambil menggoda Bisma.
"Bukan begitu maksudku, hanya saja untuk apa dan kenapa Kakak mau berteman sama dia?" Sambung Bisma.
Mendengar Bisma begitu ingin tau alasan kedekatannya dengan Yuri, Helena hanya menatap Bisma yang kemudian tak lama mengalihkan pandangannya ke arah kolam sambil menghela nafas panjang.
"Dia itu orang nya baik Bis, awalnya aku hanya penasaran saja sama dia, karena pada saat kita dulu berpapasan dengannya di kampus aku melihat tatapan mu sedikit berbeda saat melihatnya" Jelas Helena.
Bisma hanya menatap Helena dengan fokus lalu menundukkan kepalanya.
"Sejujurnya aku pernah mengujinya beberapa kali untuk memastikan apakah dia wanita baik atau hanya pura-pura baik agar bisa menarik perhatianmu. Namun nyatanya aku salah, selain dia memanglah cantik ternyata dia juga wanita yang baik, polos, dan juga terlahir dari keluarga yang baik-baik!" Sambung Helena.
Bisma sedikit mengerutkan alisnya tak kala mendengar penjelasan Helena "Jadi Kakak selama ini memata matai nya?".
Helena tersenyum kecut karena baru menyadari kalau dirinya terlalu bicara panjang lebar pada Bisma " Hehe...Maaf ya Bis?!".
"Hah...Sejak kapan Kakak ini melakukan tindakan kekanakan seperti itu? Lagian kenapa juga melakukannya toh dia bukan siapa-siapa untuk ku?" Sahut Bisma sedikit ketus.
Mendengar ucapan Bisma seperti itu, Helena kembali menatap Bisma dengan lekat sambil mengangkat satu alisnya "Kamu yakin dia bukan siapa-siapa untukmu?".
Bisma kembali melihat Helena lalu menjawab dengan sedikit ragu " I...Iya dia bu...Bukan siapa-siapa untuk ku, jadi untuk apa Kaka harus repot melakukan itu semua?".
Helena kembali tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya "Oh begitu ya...Baiklah kalau memang dia bukan orang penting untukmu jangan salahkan aku ya kalau ada salah satu teman cowok ku ingin dekat dengannya, toh kalau aku lihat-lihat saat dia keluar tadi banyak sekali cowok yang melihat ke arahnya dan mereka mulai menanyakannya padaku".
"I...Itu apa yang Kakak lakukan? Jangan macem-macem deh!" Ucap Bisma dengan sinis.
"Hah...Apa yang aku lakukan? Yang aku lakukan sudah jelas ingin mengenalkan dan mempercayakannya pada seseorang yang benar-benar serius, bertanggung jawab, serta tidak plin plan dengan perasaannya pada Yuri" Tegas Helena sambil mulai beranjak dari duduknya untuk meninggalkan Bisma.
"Tu...Tunggu, kakak mau kemana?" Tanya Bisma yang langsung ikut berdiri melihat Helena.
Senyum Helena kembali terlihat tak kala dirinya berhasil memancing Bisma untuk mengeluarkan isi hatinya pada Yuri.
"Aku mau mengajak Yuri untuk berkenalan dengan teman-temanku, kenapa emang?" Tegas Helena sambil membalikan badannya ke arah Bisma.
"Kak jangan norak deh, untuk apa juga Kakak melakukan hal itu pada Yuri? Dia udah punya pacar loh Kak!!" Terang Bisma seraya menghentikan niatan Kakak nya untuk mengenalkan Yuri pada teman-teman nya.
"Eh...Apa peduli kamu? Mau aku kenalkan dia pada siapa pun kek, mau dia punya pacar kek itu kan bukan urusan kamu, toh pada dasarnya dia bukan siapa-siapa kamu kan?!" Ujar Helena menyindir Bisma.
__ADS_1
Saat Bisma mendengar ucapan Helena yang sedang berada di hadapannya ini, dia kembali di buat bingung oleh perasaanya. Mendadak hatinya seakan tidak ikhlas saat mengetahui niatan Helena untuk mengenalkan Yuri pada teman-temannya, tetapi setelah berfikir kembali dengan apa yang baru saja Helena ucapkan padanya Bisma hanya terdiam dan membenarkan apa yang dibicarakannya kalau dia memang tidak punya hak atas apapun yang akan Yuri lakukan.
"Baiklah...Lakukan saja apapun yang Kakak mau pada anak itu, dia tidaklah penting untukku jadi aku tidak peduli dengan apapun yang akan dia lakukan!!" Tegas Bisma yang kemudian melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Helena.
Helena kembali tersenyum sinis dengan menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh adiknya itu "Ok fine kalau memang itu sudah jadi keputusanmu".
Helena membalikan badannya kemudian berjalan menyusul Bisma yang sedari tadi mendadak menghentikan langkahnya saat mendengar suara Helena yang begitu lantang mendekat ke arahnya.
"Aku berharap kau tidak akan menyesal dengan apa yang sudah kau katakan barusan" Sambung Helena sembari menepuk pundak Bisma sambil berjalan meninggalkannya.
Sementara itu di salah satu sudut taman tak jauh dari tempat Bisma tengah berdiri saat ini, sudah tampak terlihat sosok perempuan yang tak lain dan tak bukan adalah Yuri dengan pipi yang sudah mulai basah karena tetesan air yang keluar dari mata indahnya.
Bibir Yuri terlihat bergetar seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar langsung dari ucapan Bisma, bahkan tubuhnya pun mulai terasa kaku dan terasa susah untuk di gerakan.
Apa yang sedang aku lakukan disini? Dan kenapa juga aku harus menangis karena orang di hadapanku ini? Dia bukan siapa-siapa untukku begitupun sebaliknya!! Gumam Yuri yang masih menatap Bisma dari kejauhan.
.
.
Tak lama kemudian acara ulangtahun sekaligus pertunangan Helena pada malam itu di mulai dengan sambutan dan teriakan yang sangat meriah, Yuri yang sudah berada di dalam dan tak jauh dari Helena ikut memberikan tepukan meriah sekaligus langsung memberikan ucapan selamat karena sudah resmi menjadi tunangan seorang pengusaha kaya raya di barengi dengan umur yang sudah semakin dewasa saat ini.
Karena merasa haus Yuri langsung beranjak dari duduknya lalu pergi berjalan ke arah meja minuman dengan perasaan yang masih sedikit sedih namun tidak dia tunjukan selama acara ini berlangsung karena takut akan merusak suasana hati Helena yang terlihat sangat gembira pada malam hari ini.
Namun pada saat Yuri mengambil sebuah gelas dari meja minuman, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan mendekati Yuri untuk mengajaknya berkenalan.
"Halo, kamu Yuri ya?!" Seru seorang pria yang terlihat gagah dengan mata coklat dan rambutnya yang sedikit pirang.
Yuri melihat ke arah pria yang tengah berada di hadapannya dengan wajah kaget "Iya...Saya Yuri, maaf anda siapa ya?".
"Oh maaf sebelumnya aku menyapa mu sebelum memperkenalkan diriku, namaku Aldo Wicaksono aku teman dekat Helena" Ujar Aldo sambil mengangkat tangan kanannya untuk memperkenalkan diri.
Yuri langsung melihat ke arah tangan Aldo, lalu sesaat kemudian menyambut tangan Aldo sambil menganggukkan kepalanya "Namaku Yuri".
.
.
.
__ADS_1
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.