
Saat Bisma masih menatap Yuri dengan wajah Cool nya, Yuri mulai membuka matanya sambil sedikit menggeliat dan menatap Bisma dengan wajah masih sedikit mengantuk.
"Enak tidurnya?" Tanya Bisma pelan.
Yuri mengangguk dan merubah posisinya untuk berhadapan dengan Bisma "Kenapa Pak Bisma selalu ada di dalam mimpiku?".
Bisma mengerutkan alisnya karena tidak mengerti dengan ucapan Yuri.
Yuri mulai mendekat ke arah Bisma sambil sedikit mencubit pipinya " Kenapa mimpi ini terasa nyata ya? Aku bahkan bisa mencubit wajah Pak Bisma yang mulus ini dari jarak yang sangat dekat sekali".
Bisma menutup matanya sambil sedikit mengerang karena cubitan Yuri di pipinya mulai terasa sakit.
"Apa kamu pikir sedang bermimpi?" Seru Bisma kesal.
Yuri terlihat kebingungan "Sejak kapan kamu bicara di dalam mimpiku? biasanya walaupun dalam mimpi kau masih selalu saja acuh padaku".
Bisma mulai terlihat kesal karena melihat Yuri yang masih setengah sadar dan menganggap dirinya masih ada di dalam mimpi. Bisma perlahan mengangkat tangan kanannya dan menjentikkan jarinya untuk menyentil kening Yuri.
Peletak....
"Ah sakit!!" Yuri langsung terperanjat dan memegang keningnya.
Bisma tersenyum kesal sambil memegang pipinya "Sakit ya?".
"Dih kau ini apa-apaan sih, kenapa sembarangan menyentil kening orang?!" Yuri terus ngedumel karena kesakitan.
"Gak di mimpi gak di dunia nyata masih saja nyebelin" Sambung Yuri.
Bisma menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya "Kau masih berpikir ini mimpi?".
Yuri melirik Bisma dengan tatapan heran sekaligus bingung "Eh tunggu dulu ini masih mimpi kan?!".
Wajah Yuri kembali mendekat ke arah Bisma lalu mulai meraba tubuh dan juga memegang pipi sambil sesekali mencubit hidung dan pipinya.
Ah benar-benar gadis ceroboh ini, apa dia berpikir masih berada di alam mimpi??. Gumam Bisma kesal.
Yuri berpikir sejenak lalu menepuk nepuk pipinya, kemudian kembali melihat ke arah Bisma.
"Pak bisakah kau mencubit tanganku?" Ucap Yuri
Karena kesal tanpa banyak bicara Bisma langsung melihat ke arah Yuri dan langsung mencubit tangan Yuri sampai merah.
__ADS_1
"Aduh sakit" Yuri meringis kesakitan.
"Udah sadar sekarang? atau kamu butuh satu sentilan lagi agar bisa sadar sepenuhnya?!" Ucap Bisma sambil melipatkan tangannya di dada.
Seketika Yuri terperanjat dan membelalakkan matanya karena baru sadar kalau apa yang di lakukan dan dibicarakannya pada Bisma adalah real di dunia nyata bukan dalam mimpi.
Wajah Yuri langsung memerah karena malu lalu memalingkan pandangannya ke luar jendela sambil memukul kepalanya dengan pelan.
Ah sial bikin malu saja, kenapa aku tidak bisa menyadari kalau ini bukan mimpi sih? dasar bodoh!! Gumam Yuri dalam hati.
Yuri berbalik ke arah Bisma yang masih menatap dirinya dengan wajah dinginnya, sambil tangan kiri dan tangannya di tempelkan untuk memohon agar Bisma bisa memaafkannya.
"Pak a a aku minta maaf atas tindakan tidak sopan ku barusan padamu, aku benar-benar tidak sengaja melakukannya, aku pikir masih sedang bermimpi" Jelas Yuri.
Bisma memicingkan matanya "Benarkah apa yang kau katakan itu?".
"Iya Pak aku bersungguh-sungguh, aku tidak sedang berbohong" Ucap Yuri sambil mengangguk.
Bisma mendekatkan wajahnya pada Yuri dengan senyum sinis nya "Kalau begitu...Setiap tidur kau benar-benar selalu memimpikan ku?".
Wajah Yuri berubah semakin memerah dan langsung membalikan badannya untuk segera keluar dari mobil Bisma. Namun belum sempat Yuri membuka kunci pintu, dengan cepat Bisma langsung menarik tangan Yuri.
"Kau mau kemana?" Sahut Bisma.
"Ki...Kita udah sampai rumah kan? Makasih loh Bapak udah mau anterin aku pulang" Ujar Yuri sembari masih menatap keluar jendela.
"Aku akan membiarkanmu keluar, kalau kau sudah menjawab pertanyaan ku" Tegas Bisma menggoda Yuri.
Yuri memberanikan diri melihat ke arah Bisma "Itu..Aku..".
"Aku apa?" Tanya Bisma penasaran.
Yuri berpikir keras bagaimana caranya agar Bisma mau melepaskan tangannya sehingga dengan gampang Yuri bisa langsung keluar dari mobil Bisma tanpa harus menjawab pertanyaan nya.
"Itu...Pak awas ada cicak di kepalamu!!!" Teriak Yuri dengan heboh.
Bisma yang mendengar teriakan Yuri langsung terkejut dan terperanjat lalu dengan reflek tangannya mengusap kepalanya dengan kasar, sampai Bisma tidak menyadari telah melepaskan begitu saja tangan Yuri dari pegangannya.
"Mana...Mana cicaknya?!" Tanya Bisma yang masih sibuk mengusap kepala dan juga tubuhnya.
Melihat Bisma yang masih sibuk dengan kegiatannya, Yuri dengan cepat membuka kunci pintu mobil Bisma dan langsung keluar dari mobilnya dengan perasaan sedikit lega karena bisa menghindari pertanyaan Bisma.
__ADS_1
Saat Bisma melihat Yuri sudah keluar dari mobilnya, dengan cepat Bisma langsung menghentikan gerakan tangannya yang heboh dan melihat Yuri dengan wajah kesal karena sudah berani menjahilinya.
Dasar gadis ceroboh, awas saja ya kau...Suatu saat nanti aku akan memberikan pelajaran padamu!! Gumam Bisma.
Setelah merapihkan rambut dan bajunya, Bisma langsung keluar dari mobil dengan memasang tampang seolah tidak terjadi sesuatu yang memalukan padanya.
Yuri yang melihat Bisma menyembunyikan wajah malunya hanya tertawa kecil sambil sesekali menutup mulutnya karena takut ketahuan sedang menertawakan Bisma yang sedari tadi ketakutan karena cicak karangan Yuri.
"Sudah puas kau menertawakan ku?!" Ucap Bisma yang masih terlihat kesal.
"Hehe...Maafkan saya Pak, habisnya tadi Bapak lucu sih" Jelas Yuri sambil tersenyum.
"Menurutmu itu lucu?" Tanya Bisma dengan wajah sedikit memerah.
Yuri mengangguk dan kembali menatap Bisma "Iya...Sangat lucu sekali, aku baru tau ternyata orang seperti Pak Bisma ini bisa takut juga sama yang namanya cicak".
"Heh...Asal kamu takut ya, aku bukannya takut sama cicak tapi hanya geli saja setiap melihatnya" Bisma membuat alasan agar dirinya berhenti ditertawakan oleh Yuri.
"Benarkah?" Ujar Yuri tidak yakin.
"Ah sudahlah jangan bahas itu lagi, kau cepatlah masuk ke rumah, sampaikan salam ku pada kedua Orangtuamu" Ucap Bisma sambil berbalik dan melangkahkan kaki menuju mobilnya.
Yuri yang belum sempat menjawab perkataan Bisma hanya diam dan menggelengkan kepalanya sambil sesekali masih tersenyum, kemudian melambaikan tangannya pada Bisma.
Bisma yang baru kali ini melihat Yuri melambaikan tangan padanya mulai merasakan kembali debaran di jantungnya hingga membuatnya salah tingkah, namun dengan dengan keahliannya Bisma selalu saja bisa menyembunyikan perasaanya agar tidak di ketahui oleh orang lain.
Beberapa saat kemudian Bisma mulai menghidupkan mesin mobilnya, dan tak lupa sebelum dia pergi, dia membalas kembali lambaian tangan Yuri dengan singkat kemudian lalu mulai tancap gas meninggalkan Yuri yang masih setia melihatnya.
Melihat mobil Bisma yang perlahan semakin menjauh, dengan segera Yuri langsung masuk ke rumahnya dan langsung berlari menuju kamar untuk membenamkan mukanya ke dalam bantal.
Ah gila, kenapa aku bisa melakukan hal memalukan seperti itu pada Pak Bisma? Apa yang akan dia pikirkan nanti coba?! Gerutu Yuri dalam hati.
Sementara itu di dalam mobil menuju perjalanan arah Bisma pulang, mendadak senyum terlihat dari bibir tipisnya sambil sesekali mengusap pipinya yang tadi di cubit oleh Yuri.
Gadis ini selalu saja melakukan tindakan yang membuat jantungku berdebar, setelah ini apalagi selanjutnya?, Pikir Bisma.
.
.
.
__ADS_1
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.