Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 82


__ADS_3

Saat mata Bisma perlahan terbuka lebar, dia tiba-tiba mengerutkan alisnya dengan raut wajah yang penuh keterkejutan sambil perlahan berjalan mendekati sosok tersebut lalu tak lama kemudian Bisma mulai mengeluarkan suaranya.


"Kau...?!!" Ucap Bisma sambil menunjuk seseorang yang sudah berada di hadapannya.


"Hai Bisma...Apa kabar?" Sahut seseorang di hadapannya.


Wajah Bisma terlihat mulai lega kemudian perlahan mendekati orang di hadapannya "Aku baik-baik saja, kapan kau pulang ke indonesia Shiren?".


"Aku pulang baru tadi sore, btw sorry banget yah saat acara pertunangan Kak Helena aku gak datang soalnya masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan" Jelas Shiren sambil merangkul tangan Bisma.


"It's oke Kak Helena juga pasti ngerti kok" Balas Bisma singkat sambil tersenyum ke arah Shiren.


"Bis aku lapar kita makan di luar yuk? Aku lagi kangen makanan Indonesia nih" Ucap Shiren dengan manja.


Bisma melihat ke arah Shiren sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Baiklah, kau tunggu disini sebentar ya aku ambil dulu jaket di kamar".


"Oke, jangan lama-lama ya?!" Sahut Shiren.


Keesokan harinya seperti biasa Yuri bangun subuh untuk mengerjakan shalat terlebih dahulu, setelah itu barulah dia pergi ke dapur untuk membantu Nilam menyiapkan sarapan pagi.


Di sela-sela pembuatan sarapan pagi yang hampir saja selesai, Nilam melihat sekilas ke arah Yuri lalu mulai membuka obrolan ringan.


"Yuri...Bisma orang nya baik ya?!" Tanya Nilam tiba-tiba


Yuri sedikit terperanjat "Kenapa Kakak ngobrolin dia?".


"Ya...Pengen aja, soalnya Kakak lihat dia kaya tertarik sama kamu deh Ri" Ceplos Nilam dengan polosnya.


"Kakak ini ngomong apa sih? Gak mungkin dia tertarik sama aku Kak" Tegas Yuri.


"Kamu yakin? Mau taruhan gak sama Kakak?" Tantang Nilam pada Yuri.


Yuri menatap ke arah Nilam "Ih ngapain pake taruhan segala sih Kak? Gak mau ah!" Sahut Yuri yang di sambut tertawaan oleh Nilam.


Saat Yuri dan Nilam masih asik dengan obrolannya, dari kejauhan terlihat Fredi yang berjalan mendekat ke arah meja makan.


"Masih pagi woy...Udah ngegosip aja nih ibu-ibu!" Ledek Fredi sambil duduk di kursi.


"Dih siapa juga yang lagi ngegosip? Kita ini sedang ngobrol serius kali" Sahut Nilam sambil menyajikan nasi goreng untuk suaminya.


"Emang kalian lagi ngobrolin apa?" Balas Bisma singkat.


"Bisma" Jawab Nilam singkat.

__ADS_1


Fredi mengerutkan alisnya kemudian menatap Nilam dan Yuri "Memangnya ada apa dengan dia?".


"Tidak ada Mas, hanya saja kalau di lihat-lihat dia itu tertarik sama Yuri" Sambung Nilam.


"Benarkah?" Seru Bisma sedikit kaget.


"Benar Mas, tanyain saja sama Yuri" Lanjut Nilam.


Yuri membelalakkan kedua matanya ke arah Nilam "Ih aku gak ikut-ikutan ya, itu kan cuman pikiran Kak Nilam aja".


"Ih kamu ini gak peka banget sih jadi cewe, masa udah jelas di depan mata dia sebaik itu sama kamu, kamu gak ngerti juga sih?" Nilam mulai merasa kesal.


"Kak dia itu baik kan gak cuman sama aku, sama kalian juga dia baik kan?!" Ujar Yuri tak kalah kesal.


Melihat kedua wanita yang ada di hadapannya itu mulai beradu argumen Fredi langsung berdehem sambil menggelengkan kepalanya pelan "Udah jangan berantem, masih pagi juga gak malu tuh di liatin Kinan yang sedari tadi melongo liatin kalian berdua?!".


Yuri dan Nilam saling pandang dengan perasaan sedikit malu karena tanpa disadarinya Kinan tengah memperhatikan mereka yang tengah sibuk beradu dengan argumennya masing-masing.


Setelah makan pagi selesai Fredi dan Nilam langsung berangkat untuk memulai aktifitasnya masing-masing, sementara Yuri kembali balik kanan pergi ke kamarnya berniat untuk melanjutkan kembali tidurnya karena merasa tidak ada kegiatan apapun yang akan dilakukannya hari ini.


Namun belum juga matanya tertutup, tiba-tiba dari sebelah bantalnya terdengar bunyi HP yang ternyata ada panggilan masuk dari nomor tak di kenalnya.


Panggilan dari siapa ya? Nomor nya baru dan aku sama sekali tidak mengenalnya Gumam Yuri sedikit bingung.


Karena merasa nomor yang masuk ke panggilannya adalah nomor asing, Yuri hanya menatapnya untuk beberapa saat lalu mengabaikan dan membiarkan HP nya terus berbunyi begitu saja.


"Kau niat sekali datang kesini cuman untuk bisa sarapan denganku!" Ujar Bisma ketus.


Shiren tersenyum lebar tak menganggap ucapan Bisma "Hey wajar saja ya aku melakukan ini denganmu, kita kan sudah lama sekali tidak merasakan sarapan pagi bersama. Memangnya kamu gak kangen sama masa-masa kita sekolah dulu?!".


"Ah...Terserahlah aku tidak peduli, yang jelas kalau mau datang kesini bilang dulu sebelumnya jangan serba dadakan begini" Jelas Bisma.


"Sudahlah jangan terus mengoceh, makan saja sarapan mu sekarang" Seru Shiren sambil menyantap makanan yang ada di depannya.


Saat Bisma dan Shiren selesai menyantap makanannya, mereka berdua memilih bersantai sembari menonton TV dengan segelas teh manis hangat.


"Bis...Aku boleh nanya sesuatu gak?" Tanya Shiren sambil menatap ke arah Bisma.


Bisma menoleh ke arah Shiren dengan tatapan khasnya "Mau nanya apa?".


"Kamu sudah punya pacar belum?" Ucap Shiren yang membuat Bisma sedikit kaget dengan pertanyaan yang dia lontarkan.


"Untuk apa kau menanyakan itu?" Bisma balik bertanya pada Shiren.

__ADS_1


"Hanya ingin tahu saja!" Jawab Shiren singkat.


Bisma yang sedari tadi masih menatap Shiren hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya pada gelas cangkir yang tengah di pegang nya.


"Kenapa kamu tersenyum seperti itu?" Tanya Shiren penasaran.


"Tidak apa-apa, hanya saja aku merasa sedikit bingung menjawab pertanyaan darimu" Ungkap Bisma sambil menyeruput teh manis.


"Kenapa bingung? Apa ada yang salah dengan pertanyaan ku?" Kata Shiren sambil menatap wajah Bisma dengan lekat.


"Tidak ada yang salah, hanya saja...." Mendadak Bisma menghentikan perkataannya.


Shiren mengerutkan kedua alisnya "Hanya saja apa?".


Sebelum menjawab pertanyaan Shiren terlihat dari wajah Bisma yang sedikit gundah seakan tengah memikirkan sesuatu dengan cukup serius.


"Hanya saja...Aku sangat malas untuk menjawab pertanyaan mu itu" Ceplos Bisma sambil tertawa kecil dan menjitak kepala Shiren.


"Aw... Sakit" Ujar Shiren sambil memegang kepalanya.


"Sukurin" Ledek Bisma pada Shiren lalu beranjak dari duduknya.


"Hey kamu kemana Bis?" Sahut Shiren ingin tahu.


Bisma berbalik ke arah Shiren "Aku ada urusan!".


"Urusan apa? Apa aku boleh ikut?" Tanya Shiren yang ikut beranjak dari duduknya.


"Ngapain juga ikut? Udah kau disini saja!" Tegas Bisma.


"Aku malas kalau harus menunggu disini sendirian, aku mau ikut pokonya!" Ujar Shiren yang terus meyakinkan Bisma.


Saat melihat Shiren terus saja memaksa untuk ikut dengannya, Bisma hanya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal karena melihat tingkah Shiren yang terlihat seperti anak kecil.


"Sudahlah...Terserah kau saja!" Sahut Bisma sambil meninggalkan Shiren yang begitu girang tak kala Bisma mengijinkan dirinya untuk bisa ikut dengannya.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.

__ADS_1


Aku berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you👋


__ADS_2