
Saat pembelajaran tengah berlangsung Bisma terus fokus menatap Yuri yang menurutnya tampak terlihat aneh hari ini, pikirannya terus saja di penuhi dengan bayangan apakah ada yang salah dengannya sehingga Yuri seolah mengabaikannya hari ini.
Di tengah-tengah pembelajaran sedang berlangsung tiba-tiba ada seorang Siswa perempuan di kelasnya berjalan ke arah depan meja Bisma sambil membawakan sesuatu padanya berbentuk bingkisan yang tak di ketahui apa isi di dalamnya hingga membuat Bisma langsung tersadar dari lamunannya.
"Maaf Pak kalau saya mengganggu waktu Bapak, ini saya ada sesuatu buat Pak Bisma!" Sahut sang Siswi.
Bisma langsung melihat ke arah Siswi tersebut sambil menerima bingkisannya "Ah iya terimakasih!".
"Iya Pak sama-sama, jangan lupa di makan ya Pak?!" Sahut Siswi tersebut sambil tersenyum ke arah Bisma.
Melihat Ada salah satu Siswi di kelasnya seolah sedang mencari perhatian dari Bisma, sontak membuat Yuri kesal dan menatap tajam ke arah dua orang di depannya yang sedang menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di kelasnya.
Apa apaan dia?! Berani sekali dia mendekati pacarku! Gumam Yuri dengan kesal.
Menyadari Yuri tengah memperhatikannya, Bisma langsung menatap Yuri lalu kembali melihat ke arah murid yang tengah berada di depannya kemudian mempersilahkan dia untuk duduk kembali di tempatnya dan langsung mendapatkan sorakan yang begitu meriah dari semua teman-teman kelasnya.
"Wah...Gila berani sekali ya anak itu?" Bisik Intan pada Yuri dan Hani.
"Iya aku juga tidak percaya dia melakukan itu pada Pak Bisma, padahal dia kelihatannya pendiam loh?!" Balas Hani sambil menganggukkan kepalanya.
"Anak ini pasti bakalan jadi trending di kampus kita karena perlakuannya pada Pak Bisma" Sahut Intan sambil tersenyum sinis
Tak terasa waktu pembelajaran pun selesai dan dengan segera Bisma langsung meninggalkan kelas terlebih dahulu meninggalkan Yuri yang sedari tadi masih menatap Bisma. Melihat Bisma yang sudah mulai menjauh dari kelasnya dengan segera Yuri langsung keluar mengikuti Bisma sambil mengeluarkan HP nya dengan tergesa-gesa.
"Ri lo mau kemana?" Tanya Intan begitu melihat Yuri yang akan pergi keluar kelas.
Yuri menoleh lalu mencari alasan agar tidak di curigai oleh Intan dan juga Hani "Gw mau ke toilet dulu udah kebelet dari tadi!".
"Oh..Yasudah kalau begitu kita berdua juga mau ke kantin, lo nanti nyusul aja ke kantin ya?!" Balas Intan.
"Iya nanti gw nyusul, sekarang gw duluan ya?!" Sahut Yuri sambil berlari keluar dan mulai menelpon Bisma.
Setelah hampir lima belas menit menunggu Bisma akhirnya datang di tempat yang telah Yuri sebutkan tadi di telepon, sambil mengerutkan kedua alisnya Bisma berjalan mendekat ke arah Yuri lalu berdiri di depan Yuri.
Yuri menatap Bisma dengan tatapan merasa bersalah lalu dengan perlahan memegang tangan Bisma "Pak maafkan aku karena sikapku tadi pagi yang sudah keterlaluan padamu!".
"Kalau boleh tau apa sebenarnya yang membuatmu bisa melakukan hal seperti tadi pagi padaku?! Tanya Bisma.
"Aku takut hanya takut Pak" Jawab Yuri.
"Takut? Takut kenapa?" Lanjut Bisma.
"Aku takut kalau hubungan kita akan menyebabkan keributan pada siswa-siswa yang lainnya dan bisa menyebabkan ketidak nyamanan pada hubungan kita berdua" Jelas Yuri pada Bisma.
Bisma terdiam sejenak lalu memegang tangan Yuri dengan erat "Benarkah hanya itu saja alasannya?!".
"Iya Pak...Memangnya menurutmu apalagi kalau bukan itu?" Yuri balik bertanya pada Yuri.
"Aku hanya bertanya saja sayang tidak usah di pikirkan!" Sahut Bisma sambil menggelengkan kepalanya.
"Sa...Sayang?!!" Seru Yuri dengan wajah yang mulai memerah.
"Iya sayang, boleh kan kalau aku panggil kau begitu?!" Ujar Bisma sambil tersenyum pada Yuri.
Yuri terdiam sejenak karena tak menyangka dengan panggilan yang baru saja terucap dari mulut Bisma.
"Kau kenapa lagi?" Sambung Bisma pada Yuri.
"Ah aku tidak apa-apa, kalau begitu aku pergi dulu ya..Nanti selesai perkuliahan aku akan menelepon mu!" Kata Yuri sambil tersenyum lalu berjalan meninggalkan Bisma.
__ADS_1
Mendengar perkataan Yuri Bisma hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu melambaikan tangannya pada Yuri.
***
Jam perkuliahan telah selesai, saatnya Yuri dan kedua sahabat lainnya bersiap untuk segera pulang, begitupun dengan Bisma yang mulai membereskan berkas-berkas di meja kerjanya lalu mulai berjalan pergi meninggalkan ruangannya. Namun tanpa di sangka oleh nya, saat dia hendak membuka pintu untuk keluar ternyata sudah ada sosok seseorang yang sedang menunggunya.
"Kamu? Sedang apa di sini?!" Tanya Bisma dengan raut wajah sedikit terkejut.
"Halo Pak selamat sore..Maaf kalau saya menganggu Bapak" Sapa seorang perempuan yang tak lain adalah murid di kelasnya yang tadi pagi memberikan sebuah bingkisan pada Bisma.
"Kamu tidak mengganggu, hanya saja ada perlu apa ke ruangan saya?" Sambung Bisma.
"Saya ingin membicarakan sesuatu sama Bapak, apa Pak Bisma punya waktu sebentar saja?!" Sahutnya.
Bisma melihat ke arah jam tangannya lalu mempersilahkan untuk siswi nya memulai pembicaraan "Saya tidak punya waktu lama, tapi kalau ada yang ingin kamu bicarakan saya akan coba dengarkan!".
"Ah iya terimakasih Pak sebelumnya!" Balasnya.
"Iya sama-sama, sekarang coba katakan ada apa?!" Bisma mulai merasa tidak nyaman karena takut Yuri salah sangka jika melihat mereka berduaan di depan ruangannya.
"Begini Pak, sebenarnya dari pertama Bapak masuk ke kelas untuk mengajar di kelas saya, saya sudah mempunyai perasaan sama Bapak!" Tegasnya.
Bisma menatap ke arahnya lalu memicingkan matanya berharap dia bisa segera pergi dari sana.
"Saya menyukai Bapak, apa Bapak mau menerima saya sebagai kekasih Pak Bisma?!" Sambungnya.
"Maaf sebelumnya, apa kamu tidak ingin menanyakan sesuatu dulu padaku sebelum kamu ingin mengetahui jawabannya?!" Jawab Bisma sedikit ketus.
"Menanyakan sesuatu? Sesuatu seperti apa maksudnya Pak?" Sang siswi merasa bingung.
Bisma menghela nafas panjang "Sesuatu seperti...Apakah saya sudah memiliki seorang pacar!".
Mendengar penjelasannya barusan yang terkesan bahwa dirinya ternyata sedang di mata matai oleh muridnya sendiri selama ini, sontak membuat Bisma hanya bisa tertunduk sambil tertawa pelan.
Astaga..Niat sekali anak ini sampai mencari informasi tentangku segala! Gumam Bisma dalam hati.
"Pak ada apa? Kenapa Bapak tertawa?" Tanya sang Siswi.
"Tidak apa-apa, hanya saja untuk kali ini pengetahuan mu itu salah besar!" Tegas Bisma yang langsung memasang wajah dingin padanya.
"Salah? Apanya yang salah pak?!" Balas sang Siswi dengan nada sedikit meninggi.
"Hah...Baiklah saya akan to the poin saja sekarang. Saya sudah punya pacar!" Jelas Bisma dengan penuh penekanan.
Sang Siswi terperanjat kaget dan memundurkan langkahnya "Apa yang benar Pak? Bapak tidak sedang berbohong kan?".
"Untuk apa saya berbohong padamu?!" Ujar Bisma sambil menahan kekesalannya.
"Tapi...Kenapa aku tidak mengetahuinya?!".
"Itulah yang saya sebutkan tadi kalau pengetahuan mu itu kali ini salah!" Sambung Bisma.
Mereka terdiam untuk beberapa saat, lalu tak lama sang Siswi pun menguatkan hatinya untuk menatap Bisma.
"Kalau begitu...Kenapa Bapak tidak mengatakannya terlebih dahulu pada kami sebelumnya?!".
"Pada kami siapa maksudmu?! Apakah penting juga kalau aku mengatakan masalah pribadiku pada orang lain?!!" Ungkap Bisma dengan nada suara mulai meninggi.
"Tapi...".
__ADS_1
"Sudahlah...Hentikan semua pertanyaan-pertanyaan kekanakan mu itu, sekarang lebih baik kamu pulang dan pikirkan kembali tentang apa yang saya ucapkan barusan!" Sahut Bisma sambil meninggalkan Siswinya yang terdiam membisu.
Dari kejauhan tanpa sepengetahuan Bisma, Yuri ternyata sudah memperhatikan mereka berdua sambil mendengarkan apa yang tengah mereka bicarakan sedari tadi. Yuri pun tidak memungkiri ada perasaan tenang di hatinya karena ternyata Bisma bisa menahan dirinya dan tidak tergoda sedikitpun pada perempuan lain yang menyukainya. Namun tidak dapat di pungkiri Yuri juga merasa sedikit bersalah pada teman kelasnya saat ini yang baru saja mengungkapkan perasaannya pada Bisma karena telah di tolak oleh Bisma secara mentah-mentah.
Sesaat setelah Yuri baru saja melihat pemandangan yang kurang nyaman untuk di lihatnya, dia pergi menuju parkiran untuk membawa motornya dan segera pulang ke rumah karena ingin cepat-cepat istirahat dan merebahkan dirinya di atas kasur empuk kesukaannya. Tetapi belum juga Yuri menyalakan motornya, suara HP mendadak terdengar dari dalam tasnya yang tak lain adalah telepon dari sang pacar yaitu Bisma.
"Halo?!" Jawab Yuri.
"Kau masih di kampus?" Sahut Bisma dari sebrang.
"Iya...Kenapa emang?" Lanjut Yuri.
"Ayo kita nonton, sekarang di bioskop lagi di puter film yang sedang hangat di perbincangkan sama orang-orang, Kau bisa ke sini sekarang? Aku sudah pesan tiketnya".
"Benarkah? Baiklah kalau begitu aku ke sana sekarang ya!" Ucap Yuri yang kemudian mematikan HP nya lalu segera berangkat meninggalkan kampusnya.
Setelah lumayan lama menunggu sambil terus mendapatkan perhatian dari para gadis yang berlalu lalang di hadapannya, akhirnya Yuri datang dengan setengah berlari dan langsung mendapatkan sambutan hangat dari Bisma.
"Hah..Maafkan aku karena sedikit telat, tadi di jalan aku terjebak macet" Ungkap Yuri sambil memegang tangan Bisma.
"Tidak apa sayang, ayo kita pesan dulu cemilan sebelum memasuki studio" Sahut Bisma yang langsung di jawab anggukan oleh Yuri.
Ketika mereka berdua telah selesai membeli cemilan, mereka langsung masuk ke studio yang sudah terbuka dan mulai mencari tempat duduk yang tentunya sudah di siapkan bersebelahan dengan Bisma, hingga tanpa menunggu lebih lama lagi saat semua para penonton sudah terduduk di tempat duduknya masing-masing akhirnya film pun mulai di putar.
Selama film di putar Yuri dan Bisma terus fokus menatap layar bioskop tanpa ada obrolan-obrolan yang keluar dari mulut mereka masing-masing. Adegan demi adegan dalam film pun amat di nikmati oleh mereka berdua dengan selingan tawa ringan sambil sesekali menikmati minuman dan juga cemilan yang mereka beli tadi hingga tanpa terasa film pun berakhir.
"Film tadi seru sekali ya?! Aku sampai terkesima melihat pemain utamanya" Seru Yuri sambil berjalan ke luar bioskop.
"Iya aku juga menyukainya, apalagi saat tadi ada adegan actionnya sungguh sangat menantang" Sahut Bisma sambil menggandeng tangan Yuri.
"Oh iya sebelum kita pulang, kamu mau makan malam dulu gak?" Sambung Bisma.
Yuri menghentikan langkahnya sejenak kemudian menatap ke arah Bisma "Sejujurnya aku sudah lapar sekali, tapi kalau sekarang kita makan nanti aku pulang bisa kemalaman apalagi aku pulang kan pakai motor".
"Kalau masalah itu gampang, aku bisa menelepon untuk meminta izinnya sekarang" Balas Bisma sambil tersenyum.
"Terus motorku gimana?!" Tanya Yuri sedikit kebingungan.
"Nanti aku suruh asistenku untuk mengambil motormu lalu me nyimpannya di rumahku" Jelas Bisma.
"Oh gitu ya...Kalau begitu ayo kita pergi makan sekarang" Ujar Yuri dengan riang yang membuat Bisma tersenyum dengan menganggukkan kepalanya sembari mengikuti langkah Yuri.
Setibanya di sebuah cafe, Yuri dan juga Bisma mulai memesan makanan pada pelayan kemudian mereka berdua memilih meja yang berada di dekat jendela sambil menikmati udara malam yang terasa segar karena kondisi pada malam itu kebetulan cerah.
Setelah lumayan lama mereka berdua menunggu, makanan pesanan mereka pun akhirnya datang dan tanpa basa basi lagi mereka langsung memakannya dengan lahap. Namun saat Bisma yang kebetulan sekali selesai telah menghabiskan makanannya terlebih dahulu, tanpa sengaja dia memperhatikan Yuri makan dan matanya seketika tertuju pada sisa makanan yang berada di sudut bibir Yuri.
"Maaf sebelumnya, apa kau bisa mendekat ke arahku sebentar!" Ucap Bisma sedikit berbisik pada Yuri.
Wajah Yuri terlihat kaget dan menatap ke arah Bisma "Hah ada apa memangnya?!".
"Sudah jangan kesini saja" Tegas Bisma.
Karena merasa penasaran Wajah Yuri pun perlahan mendekat ke arah Bisma mengikuti keinginannya tanpa sedikitpun membantahnya. Dan saat wajah Yuri mendekat ke arahnya Bisma pun perlahan mendekat ke arahnya sambil mengeluarkan sapu tangannya lalu membersihkan sisa makanan yang ada di sudut bibir Yuri dengan jantung yang mendadak berdebar kencang karena wajah dan mata mereka berjarak lumayan dekat.
"Sudah selesai, lain kali kalau makan itu pelan-pelan jangan sampai kau meninggalkan sisa makanan di sudut bibirmu" Jelas Bisma yang langsung menjauhkan dirinya dari Yuri.
Wajah Yuri yang seketika langsung memerah mulai salah tingkah dan hanya menjawab singkat perkataan Bisma "Iya..Maaf".
"Yasudah...Kalau begitu ayo kita pulang sekarang takutnya keburu larut" Sambung Bisma.
__ADS_1
"Iya ayo Pak!" Jawab Yuri.