Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 76


__ADS_3

Setibanya di rumah Yuri langsung di sambut oleh Kaka iparnya sembari celingukan melihat ke arah luar rumahnya berharap bisa bertemu teman yang mengajak adik iparnya ini jalan-jalan.


"Yuri...Mana teman kamu? Kok gak di suruh kesini?" Tanya Nilam sedikit kepo.


Yuri terbelalak dan berbalik ke arah Nilam "Ah itu...Dia lagi sibuk Kak jadi gak bisa mampir dulu".


"Oh begitu ya... Sayang sekali, nanti kalau ada waktu suruh dia main ke sini ya?!" Ujar Nilam sembari mengusap punggung Yuri lalu pergi meninggalkan Yuri yang sedikit kebingungan.


"I...Iya Kak" Jawab Yuri singkat.


Malam harinya saat makan malam, Fredi berbicara ringan perihal acara Family Gathering yang akan di laksanakan besok oleh perusahaannya.


"Mas gimana acara besok kita jadi berangkat?" Tanya Nilam sembari memberikan air untuk suaminya.


Ferdi mengangguk pelan "Iya jadi sayang, kamu udah kasih tau Yuri?" Balas Fredi


"Iya aku sudah tau kok Kak!!" Tegas Yuri yang langsung melihat ke arah Fredi.


"Syukurlah, gimana kamu mau ikut?" Ujar Fredi.


Yuri diam sejenak sambil memikirkan ajakan Kakaknya itu "Baiklah Kak aku besok ikut".


Senyum Nilam dan Fredi terbit berbarengan begitupun dengan Kinan yang langsung terlihat bersemangat taka kala mendengar Tante kesayangannya itu akan ikut pergi bersama keluarganya.


"Yeay...Besok Tante Yuri ikut, Kinan besok jadi bisa main sepuasnya sama Tante" Seru Kinan sambil memeluk Yuri.


Yuri tersenyum dan membalas pelukan hangat keponakannya itu dengan penuh kasih sayang "Iya sayang, besok kita main sepuasnya ya di sana!!".


"Oh iya kita masih ada jatah lagi satu orang, siapa yang akan kita ajak ya?" Kata Fredi sambil minum segelas air putih.


"Kenapa gak ajak Bi Asih aja Kak?" Sahut Yuri.


"Bi Asih gak bisa ikut, dia katanya mau mengunjungi saudara nya yang lagi sakit" Jawab Fredi.


"Terus gimana dong? Sayang banget kan kalau gak di isi?" Sambung Yuri.


Lama mereka terdiam sambil menikmati makanannya masing, tiba-tiba senyum Nilam terlihat dari bibirnya "Yuri...Kenapa kamu gak aja teman kamu saja?!".


Uhuk...Uhuk....


Mendengar Nilam berkata seperti itu padanya, Yuri langsung terbatuk dan langsung melihat ke arah Nilam "Hah apa Kak?!".


"Teman? Sejak kapan kamu punya teman di sini?" Fredi sedikit kaget mendengar perkataan Nilam.


"Ah itu dia..." Yuri mendadak kikuk menjawab perkataan Fredi.


"Sejak dia jalan-jalan Mas, Bi Asih malah sempat bilang katanya teman Yuri itu cowok tampan loh Mas" Ujar Nilam.


Wajah Yuri mendadak merah dan langsung menundukkan kepalanya tak kala mendengat perkataan Nilam pada Kaka kandungnya itu.

__ADS_1


Haduh...Bi Asih ini apa-apaan sih pake cerita ke Kak Nilam segala?! Jadi malu kan aku?. Gumam Yuri sambil menggaruk tengkuknya.


Fredi melihat ke arah Yuri "Kamu kenal sama cowok dimana Yuri?".


"Ah itu...Begini Kak dia itu sebenarnya..." Pembicaraan Yuri. langsung terpotong.


"Sudahlah Mas, jangan banyak introgasi Yuri kasian dia. Lagian dia udah besar kali Mas" Tegas Nilam.


"Bukannya begitu, dia kan baru kenal sama cowok itu masa udah kita ajak-ajak saja ikut ke acara keluarga kita?" Fredi sedikit menegur istrinya.


"Tapi kan Mas..." Nilam langsung menghentikan perkataanya saat Yuri mulai mengeluarkan suaranya.


"Dia sebenarnya teman dekatnya Kak Tomi Kak, sekaligus Dosen ku" Jelas Yuri untuk melerai perdebatan antara dua Kakaknya itu.


"Apa?? Dosen?!" Jawab Fredi dan Nilam bersamaan.


Mendengar kekompakan jawaban dari kedua Kakaknya itu, mata Yuri sedikit terbelalak lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Selesai makan malam, pembicaraan mereka beralih ke tempat keluarga dengan Kinan yang sudah tertidur pulas setelah menyiapkan semua perlengkapan yang akan di bawanya besok.


Sementara di sisi lain Yuri menjelaskan semuanya dengan sangat panjang lebar perihal awal pertemuannya dengan Bisma hingga bisa sedikit lebih dekat sampai saat ini agar tidak ada kekeliruan di antara mereka semua.


Namun Yuri tidak menceritakan sedikitpun perihal Mahendra karena takut akan menimbulkan masalah lain yang bisa merusak mood mereka saat pergi liburan besok, sebab memang dari awal pun Fredi belum mengetahui hubungannya dengan Mahendra yang sudah terjalin cukup lama bahkan mungkin sampai saat ini.


"Oh jadi begitu ceritanya...Ya sudah kalau memang kalian berdua sudah dekat, kamu ajak saja Bisma buat ikut ke acara kita" Ajak Fredi pada Yuri.


"Ya iya...Kamu ajak saja dia, sekalian kita berdua mau kenal sama yang namanya Bisma itu" Ucap Fredi sambil melihat istrinya.


Nilam ikut menganggukkan kepalanya lalu menepuk pundak Yuri "Iya benar, sekarang sana kamu telepon dia mumpung belum larut malam".


Mendengar perkataan kedua Kakaknya itu, Yuri hanya bisa menghela nafas panjang kemudian berdiri sambil memegang HP nya.


Sementara di luar sana atau lebih tepatnya di kediaman Bisma, dia terlihat baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama dan juga rambut yang masih basah.


Tak lama saat dia sedang menggosok-gosok rambutnya dengan handuk, terdengar dari kejauhan HP nya berbunyi Hingga Bisma langsung berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah lemari tempat dia menyimpan HP nya.


Namun betapa terkejutnya Bisma tak kala dirinya melihat layar HP dan tertera nama Yuri di panggilan masuknya saat ini.


Tangan Bisma sedikit bergetar saat akan mengangkat panggilan masuk dari Yuri, entah karena bingung atau apa yang jelas untuk saat ini dia hanya bisa merasakan debaran yang cukup hebat di dadanya.


Dengan satu tarikan nafas Bisma mencoba menenangkan dirinya lalu mulai menekan tombol jawab di layar ponselnya .


"Ha...Halo".


"Halo..." Ucap Yuri dari sebrang telepon.


"Maaf apa aku mengganggu waktu Bapak?".


"Tidak...Ada apa malam-malam begini menghubungi ku?" Jawab Bisma gugup.

__ADS_1


Cukup lama mereka berbicara lewat telepon, akhirnya Bisma menutup teleponnya dan langsung menyimpan ponselnya di atas tempat tidur tak jauh dari posisi duduknya saat ini. Beberapa saat kemudian Bisma langsung berdiri dari duduk nya dengan senyum riang yang mulai terlihat dari wajahnya.


Sementara di tempat lain, Yuri langsung merebahkan dirinya sambil membenamkan wajahnya yang sudah sangat memerah sambil menggerutu pelan karena merasakan malu yang sangat luar biasa setelah selesai menghubungi Bisma.


"Ah kenapa aku ini....Kenapa pula harus sampai bawa-bawa Dosen Killer itu segala sih? Bikin aku malu saja!" Gerutu Yuri.


.


.


Keesokan paginya kegiatan di rumah Fredi disibukan oleh persiapan mereka masing-masing di bantu oleh Bi Asih tentunya, dengan Yuri yang masih bersiap di kamarnya dengan memberikan sentuhan terakhir di bibir tipisnya.


"Yuri...Cepat ke bawah, jangan kelamaan di kamar nanti kita telat loh!" Teriak Nilam dari luar kamar Yuri.


"Iya Kak... Ini aku udah beres kok, sebentar lagi aku keluar!" Jawab Yuri.


Saat sudah selesai memoleskan liptin di bibir nya, dengan segera Yuri keluar dari kamarnya sambil setengah berlari menuju ke bawah dengan tas punggung kecilnya.


"Kak aku udah beres, ayo kita berang...kat" Teriak Yuri yang langsung terhenti tak kala melihat seseorang yang sudah berada di dalam rumah sambil bercengkrama dengan Kaka laki-lakinya.


"Loh...Pak Bisma kapan datang?" Tanya Yuri gugup.


"Sekitar dua puluh menit yang lalu" Jawab Bisma singkat.


Nilam datang bersama Kinan menghampiri Yuri yang masih bengong karena mendengar perkataan Bisma.


"Yuri...Kok kamu bengong? Ayo kita gabung duduk di sana!" Tegas Nilam.


"Wah...Mah siapa Om tampan itu?" Wajah kinan mendadak sangat excited saat melihat Bisma tengah duduk bersama Ayahnya.


Nilam tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya ke arah Kinan "Dia itu pacarnya Tante Yuri, ayo kita ke sana buat nyapa Om Bisma".


"Eh Kakak ini bicara apa sih?!" Yuri sedikit menyenggol lengan Nilam yang sedari tadi sudah menggoda dirinya.


"Oh Om tampan itu namanya Om Bisma ya?" Sambung Kinan sambil melihat ke arah Nilam dan Yuri yang sudah tersenyum kecut berharap akan menjalani hari yang baik-baik saja.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Mohon maaf kemarin tidak bisa update di karenakan kondisi kesehatan yang sedikit menurun😣😣, minta doanya ya buat teman-teman pembaca semua agar aku selalu di berikan kesehatan sehingga bisa terus melanjutkan novelku ini dengan lebih baik☺.


Aku juga berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.

__ADS_1


__ADS_2