
Malam ini setelah rangkaian acara selesai, keluarga Yuri berpamitan untuk kembali pulang ke rumahnya masing-masing.
Pada saat Yuri hendak berpisah dengan Mama dan juga Papa nya terselip rasa sedih yang melanda perasaan Yuri mengingat betapa dekatnya Yuri dan Mamanya.
"Yuri Mama pulang dulu ya , jaga diri baik-baik dan jadilah istri yang berbakti terhadap suami" Ucap Mama Yuri dengan mata berkaca-kaca
Yuri menganggukkan kepalanya " Iya Ma Yuri akan selalu ingat semua pesan Mama".
Mama Yuri beralih menatap Bisma "Nak Bisma Mama percayakan Yuri sama kamu , tolong jaga dia ".
" Iya Ma , Mama jangan khawatir Bisma pasti akan jagain Yuri selamanya". Ucap Bisma sembari memegang tangan sang Mama mertua dengan yakin.
Mama Yuri tersenyum lalu melangkahkan Kakinya meninggalkan Yuri dan Juga Bisma yang terus menatap kepulangan kedua Orangtuanya Yuri sampai masuk ke dalam mobil.
Tak lama setelah itu Tomi datang menghampiri Bisma dan Yuri "Selamat ya kalian berdua sekarang udah jadi suami istri".
" Thanks ya Tom lo udah percayain Yuri ke gue" Ungkap Bisma
"Iya... Tolong jagain dia ya? Jangan sampai lo sakiti ade gue" Tegas Tomi.
Bisma tersenyum " Tanpa lo ngomong pun gue pasti jagain dia sepenuh hati , selamanya".
Tomi mengangguk kemudian memeluk adiknya dan tak lama dia pun pergi meninggalnya sang pengantin baru.
Sejenak Bisma melirik ke arah Yuri lalu mengusap kepalanya dengan lembut "Kau tidak apa-apa? ".
" Iya aku tidak apa-apa kok Pak" Ucap Yuri dengan raut wajah yang masih sedih.
"Kita pulang sekarang ? " Bisma kembali bertanya dengan sedikit ragu.
"Iya ayo Pak " Jawab Yuri.
__ADS_1
Tak lama setelah Bisma dan Yuri akan pergi dari kejauhan terdengar seseorang memanggil nama Yuri dengan suara yang khas dan pastinya sudah tak asing di telinganya
"Yuri.... ".
" Intan , Hani aku pikir kalian sudah pulang" Ujar Yuri kaget.
Intan menyesuaikan posisi berdirinya sembari mengatur nafasnya sambil memberikan sebuah kado "Kita belum pulang Ri , kita lupa memberikan ini buat lo".
" Loh apa ini Tan? " Yuri nampak penasaran dan hampir membuka bungkusan kadonya.
"Jangan... Jangan di buka disini , bukanya nanti aja pas lo nyampe rumah" Terang Intan.
Yuri sedikit mengernyitkan keningnya "Ini bukan bom kan? ".
Intan menggoyangkan tangannya " Enak aja , ya bukanlah".
"Terus apa dong? ".
Hani menganggukkan kepalanya "Iya Ri kamu bukanya mending di rumah aja sekalian langsung istirahat kan?!".
" Eum yasudah deh , kalau begitu aku pulang duluan ya. See you " Ucap Yuri.
"Iya... Kamu juga hati-hati di jalan ya ?! " Lanjut Hani
...****************...
Setibanya Yuri dan Bisma di rumah, dengan sigap Bisma langsung membawa koper dan seluruh perlengkapan Yuri untuk di simpan ke dalam kamar. Sementara Yuri, dia pergi terlebih dahulu untuk mandi dan membersihkan diri sebelum beristirahat.
Setelah Yuri selesai mandi , tanpa sengaja Yuri melewati halaman belakang rumah yang amat indah karena disinari oleh cahaya bulan yang begitu terang di langit malam hingga membuat Yuri merebahkan dirinya di kursi taman.
"Wah... Sinar bulannya bagus sekali" Gumam Yuri.
__ADS_1
Namun beberapa saat kemudian saat Yuri masih menikmati duduk santainya dari arah belakang Bisma berjalan mendekat menuju ke arah Yuri yang sepertinya belum menyadari akan kehadirannya.
"Sedang apa kau disini? " Tanya Bisma sembari menggosok rambutnya yang masih setengah basah.
Yuri terperanjat kaget dan langsung berdiri dari duduknya "Loh Bapak sejak kapan ada disini? "
"Baru saja , kenapa emangnya? "
"Ah tidak Pak aku hanya bertanya saja" Jawab Yuri singkat.
"Oh begitu... Rambutmu kelihatannya masih basah sebaiknya kau masuk ke dalam nanti masuk angin kalau kelamaan duduk di luar" Jelas Bisma sambil memegang rambut Yuri.
Yuri menghela nafas sejenak "Yasudah Pak kalau begitu aku masuk duluan ya?! ".
" Tunggu dulu!! " Bisma langsung menarik tangan Yuri yang pada saat ini hendak pergi melewatinya.
Yuri menoleh sejenak "Ada apa Pak? ".
Bisma melipatkan kedua tangannya di dada " Aku kan sekarang adalah suamimu dan kau adalah istriku".
"Iya... Terus? " Lanjut Yuri.
"Eum kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan Bapak? " Bisma masih penasaran.
Ah iya benar juga ya?! Dia kan sekarang adalah suamiku. Kenapa aku belum kepikiran dengan panggilannya ?".
"Iya maaf Pak.... Eh itu maksudku...sayang" Ceplos Yuri.
Bisma tersenyum melihat sosok istri di depannya ini " Nah gitu dong , itu baru namanya suami istri".
"Hehe yasudah ... Kalau begitu ayo kita istirahat dulu" Ajak Yuri sambil memegangi tangannya.
__ADS_1
Bisma mengangguk kemudian berjalan berbarengan dengan Yuri ke dalam kamar.