
Mobil Bisma berhenti tepat di depan Yuri, pintu mobil mulai terbuka dan tak lama kemudian terlihatlah sosok Helena dengan setelan glamournya.
"Yuri...Kamu baru pulang?!" Tanya Helena sembari berjalan ke arah Yuri.
Yuri melihatnya dengan tatapan melongo dan segudang pertanyaan yang berkeliling di kepalanya.
Aku gak salah lihat kan? Ini benar mobil pak Bisma, tetapi kenapa yang keluar dari mobilnya kak Helena?!.Gumam Yuri.
"Halo...Kok malah bengong?" Helena menatap ke arah Yuri sambil menggerakkan telapak tangannya.
"Oh...Iya kenapa kak?" Yuri langsung beralih menatap Helena.
"Aku dari tadi nanya, kamu baru pulang?" Ujar Helena.
Yuri tersenyum canggung "Iya kak aku baru pulang, kakak habis dari mana?".
"Aku habis dari rumah teman, kamu pulang sekarang? aku antar ya?!" Tawar Helena ramah.
Kak Helena baru pulang dari rumah temannya? Apa dia berangkat sama Pak Bisma ya?!. Pikir Yuri.
Yuri menggelengkan kepalanya "Tidak usah kak, aku bisa pulang sendiri kok".
"Udah ayo aku antar saja, ini sudah sore gak baik anak gadis kalo pulang sendiri!!" Tegas Helena.
"Tapi kak..." Ucapan Yuri terpotong karena Helena langsung menarik tangan Yuri untuk segera naik ke dalam mobil.
"Udah jangan banyak mikir cepet naik aja" Gerutu Helena.
Dengan terpaksa Yuri naik ke mobilnya Bisma, lalu tak lama kemudian dia Helena langsung tancap gas untuk mengantar Yuri pulang ke rumahnya.
Sepanjang perjalanan Yuri hanya memperhatikan Helena yang tengah mengoceh heboh membicarakan semua hal bahkan tentang masalah pribadinya layaknya kepada teman yang sudah kenal lama. Yuri hanya mengangguk pelan dan tersenyum tak kala melihat sifat orang yang ada di hadapannya ini berbeda jauh dari penampilannya.
Yuri sempat berpikir kalau orang yang ada di hadapannya ini adalah orang yang angkuh, tetapi berbeda jauh dari pikirannya ternyata tanpa dia sadari, dirinya cukup nyaman bisa kenal dengan Helena.
"Oh iya Ri, lusa nanti kamu datang yah ke hari ulangtahun ku, jangan lupa ajak juga teman-teman mu!!" Ajak Helena tiba-tiba.
Yuri berpikir lama kemudian melihat kembali ke arah Helena "Aku gak janji ya kak, soalnya takut yang lainnya gak bisa".
"Kalau teman-teman kamu gak bisa datang, gapapa kamu aja sendiri yang datang ya?! Aku berharap banget loh kamu bisa hadir di acara ulangtahun aku" Jelas Helena.
Yuri sedikit menundukkan kepalanya dan kembali menatap Helena dengan tersenyum "Kalau boleh tahu kenapa kakak berharap banget aku datang sih? Padahal aku kan bukan siapa-siapanya kakak".
Helena tersenyum dan sesekali melihat ke arah Yuri "Karena kamu udah aku anggap sebagai adik perempuanku Yuri, dari dulu aku pengen banget punya adik cewe".
__ADS_1
"Kak Helena emang gak punya adik?" Tanya Yuri penasaran.
"Punya...Tapi adik aku cowok" Jawab Helena singkat sambil fokus menyetir mobil.
"Oh gitu ya kak" Balas Yuri tak kalah singkat.
.
.
Tak lama kemudian sampailah mereka di depan rumah Yuri, sesampainya di depan rumah Yuri langsung turun dan keluar dari mobil.
"Kak, terimakasih yah udah anterin aku pulang, ayo mampir dulu ke rumah" Ajak Yuri kepada Helena.
Helena menggelengkan kepalanya "Iya sama-sama, makasih loh sebelumnya udah nawarin aku mampir ke rumah kamu, tapi aku mampir lain kali aja ya?! soalnya aku masih ada urusan lain".
"Oh...Emang habis ini kakak mau kemana lagi?!" Tanya Yuri penasaran.
"Aku mau fitting baju dulu sama calon aku buat acara lusa" Balas Helena.
"Apa fitting baju?? Sama calon maksudnya kak?" Seketika Yuri terperanjat mendengar ucapan Helena.
"Hehe...Sebenarnya selain lusa adalah acara ulangtahun ku, aku juga mengadakan acara pertunangan dengan pacarku!!" Sahut Helena.
"Tunangan?!!" Ceplos Yuri.
Helena mengangguk sembari tersenyum ramah, lalu mengeluarkan sebuah kartu undangan "Oh iya aku lupa, ini kartu undangan buatmu, jangan lupa datang ya?!".
Dengan segan tangan Yuri perlahan terangkat untuk mengambil kartu undangan yang di berikan Helena untuknya.
"Iya kak, terimakasih sebelumnya" Sahut Yuri.
"Iya sama-sama, dari tadi perasaan bilang makasih melulu hehe...Ya sudah aku pulang dulu ya?!" Ujar Helena.
"Iya kak, hati-hati di jalan" Seru Yuri.
Helena mengangguk sambil menghidupkan mobilnya lalu pergi meninggalkan Yuri yang masih terpaku melihat kartu undangan di tangannya.
Sesaat kemudian Yuri masuk ke rumah dengan wajah lesunya, tak lama saat Yuri hendak masuk ke kamarnya, Yuri langsung mendapat sambutan dari Mamanya.
"Nak kamu baru pulang?!" Kata Mama Yuri sambil menepuk pundaknya.
"Iya Ma , maaf ya Yuri pulang kesorean tadi sempat susah nyari angkot" Ujar Yuri.
__ADS_1
"Iya gapapa, terus tadi kamu pulang pake apa?" Kembali Mama Yuri bertanya.
Yuri menghela nafas "Yuri di anterin pulang mah sama temen".
"Temen siapa? Nak Bisma bukan?" Mama Yuri memicingkan alisnya.
Yuri menggelengkan kepalanya pelan dengan wajah masih lesu "Bukan Ma...Yuri di antar sama calon tunangannya".
"Apa? Calon tunangan?!" Mama Yuri sedikit terperanjat mendengar kabar dari Yuri.
"Iya Ma...Yuri ke kamar dulu ya Ma cape nih mau istirahat dulu!!" Jelas Yuri.
Mama Yuri mengangguk dengan perasaan tak percaya kalau Bisma akan segera bertunangan dan membiarkan Yuri memasuki kamarnya.
Sementara itu di kediaman Bisma, dia baru saja keluar dari kamarnya dan melihat Helena baru saja memarkirkan mobil miliknya di garasi rumah.
"Ck...Kebiasaan deh pinjem mobil gak bilang-bilang" Tegas Bisma sambil berdecak kesal.
Helena tersenyum sambil cengengesan dan mengacak rambut Bisma yang masih basah "Maaf adik ku sayang, tadi kaka buru-buru udah di tungguin temen soalnya".
"Ih kusut dong rambutku, lagian juga kan mobil kaka ada, kenapa juga harus pake mobil aku?!" Sambung Bisma.
"Hehe...Tadi kaka lupa naro kunci mobilnya, karena yang tadi yang kaka lihat cuman kunci mobil kamu, yasudah kaka pake yang ada aja" Jelas Helena panjang lebar, lalu berjalan ke arah kamar mandi meninggalkan Bisma
Mendengar alasan yang di buat oleh kakaknya Bisma hanya menghela nafas panjang lalu duduk sambil membuka laptopnya.
"Mobilnya di isi bensin gak?!" Teriak Bisma kesal.
"Udah dong" Kata Helena tak kalah teriak.
***
Sementara di kamar, Yuri masih saja terlihat rebahan di atas kasur. Posisinya tidak berubah dan masih menatap ke arah. langit-langit kamarnya.
Melihat kartu undangan yang masih di pegang oleh tangannya, Yuri hanya melihatnya sekilas tanpa membukanya terlebih dahulu karena merasa malas. Setelah berlama-lama hanya menatap undangan sambil tiduran di atas kasur, Yuri langsung terbangun lalu menyimpan undangannya ke dalam laci, setelah itu Yuri pergi meninggalkan kamar sambil membawa handuk di tangannya.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
__ADS_1
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.