
Keesokan paginya Yuri datang ke kampus bersamaan dengan Hani karena kebetulan jadwal pada hari itu adalah jadwal siang sehingga Yuri bermain dulu sejenak di kosan Hani sembari sedikit curhat tentang hubungannya dengan Bisma hingga berujung ke ranah pernikahan.
Ketika pertama kali mendengar Yuri akan segera di lamar oleh Bisma yang notabennya adalah Dosennya sendiri saat ini, ada sedikit kecemasan yang di rasakan oleh Hani karena pasalnya sahabatnya yang lain belum sama sekali mengetahui perihal hubungan Yuri dengan Bisma. Namun demi kebaikan Yuri Hani mencoba sedikit menenangkan Yuri yang sedari beberapa hari ini tampak gugup dan juga gelisah mengingat dalam beberapa hari dia akan segera di lamar oleh sang kekasih yang tidak lain adalah Bisma, lelaki yang tak lain adalah Dosen sekaligus lelaki yang begitu amat di gemari oleh para siswi di kampusnya.
Saat Yuri dan juga Hani tengah berbincang sembari berjalan santai menuju kelas, dari kejauhan tampak dia melihat Bisma yang tengah ngobrol santuy dengan beberapa teman dosennya sembari di kerubuti oleh beberapa siswi kaka tingkat mereka. Pertama kali yang Yuri lihat Bisma nampak sedikit tak nyaman berada di sana, terlihat sekali Bisma nampak banyak diam dan terus melihat ke arah Hp yang tengah dia pegang sembari mengetik sesuatu entah untuk siapa. Tetapi saat semakin lama Yuri tengah perhatikan gerak gerik Bisma yang tengah asik dengan Hp nya, tiba-tiba Hp yang ada di sakunya berbunyi dan tampak terlihat jelas Bisma mengirimkan pesan untuknya.
Siang sayang...Kau sudah datang ke kampus?
Aku merindukan mu
Melihat pesan yang baru saja Bisma kirimkan padanya mendadak membuat senyum tipis terukir di bibir tipis Yuri, bahkan sampai sesekali dia kembali menatap Bisma yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempatnya saat ini berdiri bersama Hani.
"Duh kalau yang lagi bucin gini nih, aku di cueken kaya obat nyamuk" Ledek Hani sambil tertawa kecil.
Menyadari Hani tengah memperhatikan dirinya dan juga Bisma, Yuri pun hanya tertawa kecil dan merangkul tangan Hani untuk bergegas berjalan kembali masuk ke kelas "Ehehe maaf ya Han aku lupa kalau sedari tadi kita lagi jalan berdua, ayo kita ke kelas sekarang".
" Dasar kamu ini, tapi tunggu dulu apa kamu tidak akan menyapa calon suamimu dulu? Dia sekarang lagi lihat ke arah sini loh" Seru Hani.
"Hah apa? Dia lihat ke arah kita? Yang bener kamu Han!" Balas Yuri gugup.
Hani mengangguk sambil tertawa kecil "Beneran Yuri, coba aja kamu lihat ke arah sana".
Melihat Hani menunjuk ke arah Bisma, reflek Yuri melihat ke arah Bisma yang memang benar saja saat ini dia tengah melihat ke arahnya.
Dengan wajah yang perlahan memerah dan jantung yang mulai berdegup kencang, Yuri pun mendadak menjadi kikuk dan hanya menundukkan kepalanya dengan senyuman yang sangat canggung sambil memberikan isyarat kalau dia akan pergi ke kelas. Sedangkan Bisma yang seolah mengerti dengan maksud Yuri hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya secara perlahan.
Setibanya di kelas Yuri wajah Yuri masih tampak memerah dan terus memandangi Hp nya untuk melihat pesan dari Bisma dengan sesekali tersenyum riang. Intan yang sedari tadi menatap Yuri dengan heran hanya bisa menggoyangkan tangan Hani dan mencoba bertanya apa yang sebenarnya terjadi dengan sahabatnya itu.
"Han si Yuri kenapa? Gw perhatiin dari tadi dia senyam senyum sendiri kaya orang g*la" Tanya Intan pada Hani.
Hani melihat ke arah Yuri kemudian tersenyum "Biasa lah orang yang lagi kasmaran kan emang begitu".
__ADS_1
" Hah? dia udah cowok Han? Kok gw gak tahu?!" Tegas Intan kaget.
Hani melihat ke arah Intan sejenak "Kalau waktunya udah tepat nanti juga kamu bakalan tahu Tan tenang saja".
" Tapi gw penasaran Han, siapa sih cowoknya saat ini?" Intan nampak terlihat gemas melihat Yuri yang masih tersenyum sembari menatap Hp nya.
"Udah tenang aja Tan, cowoknya nya gak asing kok kamu pasti bakalan gak nyangka setelah tahu nanti" Seru Hani sembari membuka buku pelajaran.
"Ah gw makin penasaran nih Han, kasih tahu sekarang napa sih?!" Gerutu Intan.
Hani menggelengkan kepalanya "Aku gak ada hak buat menceritakan semuanya Tan, biar nanti Yuri aja sendiri yang ngasih tahu ke kamu oke?!".
" Hah yasudah deh, btw cowoknya ganteng gak?" Intan nampak kepo.
"Sangat" Jawab Hani singkat.
"Dia kaya?" Lanjut Intan.
"Jir beruntung banget ya si Yuri bisa dapetin cowok kaya gitu, gak nyangka banget gw" Balas Intan.
"Kamu pasti bakalan lebih gak nyangka lagi setelah tahu siapa cowoknya Yuri nanti" Sambung Hani dengan sedikit muka jail nya pada Intan.
Wajah penasaran Intan nampak semakin terlihat jelas setelah mendengar penjelasan dari Hani dan semakin gemas hingga ingin merebut Hp Yuri agar dia bisa tahu siapa sebenarnya cowok yang menjadi pacar Yuri saat ini.
Pembelajaran pun selesai semua murid di kelas Yuri berhamburan untuk segera keluar dari kelas karena waktu sudah menunjukan pukul empat sore. Pada saat Yuri dan kedua sahabatnya ini akan berjalan pulang ke arah gerbang kampus, Yuri nampak melihat mobil Bisma yang masih terparkir rapih tak begitu jauh dari ruangannya.
Dia masih ada di sini? Kenapa jam segini dia belum pulang?! Pikir Yuri dalam hati.
Sekilas Yuri melihat ke arah Hani seolah mengisyaratkan sesuatu dan langsung di respon cepat oleh Hani yang langsung mengajak Intan untuk pergi terlebih dahulu meninggalkan Yuri dengan wajah bingungnya sembari mengeluarkan Hp dari tasnya.
Namun belum sempat Yuri mengetik sebuah pesan yang di tujukan untuk Bisma, tiba-tiba dari arah belakang Bisma langsung menggandeng tangan Yuri dengan erat hingga mengagetkan Yuri dan membuat Hp miliknya jatuh dari genggaman tangannya dalam sekejap.
__ADS_1
"Ah Hp ku!!!" Teriak Yuri sembari memukul lengan Bisma pelan.
"Kenapa kaget begitu? Kaya batu lihat hantu saja" Bisik Bisma.
Yuri melepaskan genggaman tangan Bisma dan memberikan sedikit jarak dari posisi awal dia berdiri "Ih ini di kampus tahu, bagaimana kalau ada yang lihat kita?!".
Bisma kembali mendekat ke arah Yuri " Iya bagus dong itu berarti kita tidak usah sembunyi-sembunyi lagi kaya gini kan?".
"Ck kalau ngomong kebiasaan suka ngegampangin kaya gitu" Gerutu Yuri sembari berusaha mengambil Hp nya yang tadi terjatuh.
Namun belum sempat Yuri mengambil Hp miliknya, Bisma dengan cepat langsung mengambilkan Hp nya Yuri, kemudian melihat Hp nya sejenak sebelum dia mengembalikan pada sang pemilik Hp yang tak lain kekasihnya.
"Sayang kayanya layar Hp mu pecah, coba lihat dulu deh" Seru Bisma sembari menunjukan bagian layar Hp yang pecah.
Yuri terperanjat dan langsung menatap Hp kesayangannya itu "Yah...Benar layarnya pecah".
Melihat ekspresi sedih yang di tunjukan oleh Yuri saat ini, ada sedikit penyesalan di hati Bisma karena tadi dia sempat mengagetkan Yuri sehingga layar Hp nya pecah. Akan tetapi setelah hampir dua puluh menit Yuri terus memandangi Hp nya, Bisma langsung berpikir cepat dengan berinisiatif menarik Yuri ke dalam mobilnya lalu membawa Yuri ke suatu tempat yang pastinya sama sekali tidak di beritahukan terlebih dahulu oleh Bisma.
"Pak kita mau kemana?" Tanya Yuri penasaran.
Bisma tersenyum sembari mengusap kepala Yuri "Jangan banyak tanya dulu ya sayang, pokonya sekarang kamu ikut aku dulu oke?!".
" Tapi Pak ini udah sore aku belum izin dulu sama orang di rumah" Imbuh Yuri.
"Jangan khawatir, aku udah izin kok sama mereka" Sahut Bisma.
"Hah kapan?" Yuri nampak mengerutkan kedua alisnya.
Bisma berdecak kesal "Ck udah jangan banyak tanya lebih baik kamu sekarang duduk santai aja kalau perlu tiduran aja deh, nanti kalau udah sampai aku bangunin kau!".
" Tapi Pak...." Ucapan Yuri mendadak terhenti tak kala Bisma langsung mengecup bibir Yuri dengan sangat lembut hingga Yuri tak bisa berkata apapun lagi.
__ADS_1
"Bisa kita berangkat sekarang sayang?!" Tanya Bisma yang langsung di balas anggukan oleh Yuri tanpa ada bantahan lagi seperti tadi.