Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 83


__ADS_3

Dalam perjalanan Shiren terus saja bertanya-tanya kemana Bisma akan pergi, hingga suatu ketika Bisma menghentikan terlebih dahulu mobilnya di suatu toko mainan besar.


Ketika Bisma dan Shiren turun dari mobil, dengan segera Shiren memegang tangan Bisma untuk menanyakan sesuatu terlebih dahulu.


"Bis, ngapain kita kesini?" Taya Shiren bingung.


"Aku mau beli sesuatu terlebih dahulu" Jawab Bisma singkat.


Shiren mengerutkan alisnya "Sesuatu untuk siapa?".


"Untuk tuan putri kecil ku!" Tegas Bisma sambil berjalan meninggalkan Shiren yang langsung melongo begitu mendengar jawaban dari Bisma.


"Tuan putri kecil ku katanya? Sejak kapan dia punya tuan putri selain aku hah?" Gerutu Shiren sambil mengikuti Bisma berjalan masuk ke dalam toko.


Sementara itu di rumah Yuri baru saja selesai mandi lalu berjalan ke arah ruang keluarga untuk menonton TV, namun sebelum itu dia pergi ke dapur terlebih dahulu untuk mencari cemilan. Dan saat Yuri membuka kulkas matanya langsung terkunci pada sebuah kotak yang seperti berisi makanan lalu tak lama kemudian dia membuka kotak itu dan terlihatlah gundukan ceker pedas yang sangat menggugah seleranya.


Siapa yang beli makanan ini ya? Perasaan Kak Nilam dan Kak Fredi tidak suka makanan pedas apalagi ceker! Gumam Yuri sedikit bingung sambil mengingat kembali dari mana asal ceker pedas itu.


Tak lama saat Yuri masih bengong sambil melihat bungkusan ceker pedas di hadapannya, Bi Asih datang dari arah belakang rumah lalu menghampiri Yuri.


"Kenapa Non kok lihatin makanan sambil ngelamun kaya gitu?" Tanya Bi Asih penasaran.


Yuri terperanjat dan berbalik melihat ke arah Bi Asih "Oh tidak kenapa-napa Bi, cuman pengen tahu ini ceker pedas punya siapa ya?".


"Itu kan punya nya Non Yuri" Seru Bi Asih.


"Punyaku?" Sahut Yuri.


"Iya, waktu sepulang acara tuan Fredi beberapa hari yang lalu Non Yuri kasih ini ke Bibi buat di simpan di kulkas" Jelas Bi Asih.


Yuri termenung sejenak mengingat kembali siapa yang telah memberikan ceker pedas padanya, karena kalau di ingat kembali sepulang dari acara family gathering beberapa hari yang lalu dia tidak sempat membeli apapun karena merasa sangat kelelahan. Hingga akhirnya setelah dia sibuk dengan pikirannya mengenai siapa si pemberi ceker pedas?, mata Yuri langsung melebar lalu melihat kembali sekotak ceker di hadapannya sambil mengingat seseorang yang sudah memberikan itu padanya.


Bisma tersenyum kecil lalu duduk di dekat Yuri kemudian tanpa berkata apapun dia memberikan sebuah kotak makanan yang sudah di balut oleh kantong plastik putih.


Yuri melihat ke arah Bisma sekilas kemudian tangannya terangkat untuk menerima pemberian dari Bisma "Apa ini Pak?".


"Itu penghilang stres" Ucap Bisma.


"Penghilang stres?" Yuri nampak kebingungan.


Bisma mengalihkan pandangannya pada Yuri "Bukalah itu ketika sampai di rumah".


"Iya...Pak Bisma yang memberikan ini padaku, ah kenapa aku bisa lupa dengan kebaikannya padaku?!" Gerutu Yuri sambil memukul kepalanya lalu kembali menatap ceker pedas dengan senyuman lebar di bibirnya.


Beberapa saat kemudian ketika Yuri sedang asik menonton TV sambil menikmati ceker pedas yang sudah dia hangatkan sebelumnya, tiba-tiba bel pintu rumah berbunyi beberapa kali dan dengan segera Yuri membukakan pintunya dengan keadaan rambut yang masih terbalut oleh handuk.


Saat Yuri hendak membuka pintu rumah, tatapannya langsung beradu dengan tatapan Bisma yang tengah membawakan sebuah boneka teddy bear besar berwarna pink.


"Pak Bisma?" Seru Yuri.


Bisma melihat ke arah Yuri dengan tatapan dinginnya seperti biasa "Apa kau akan terus menatapku seperti itu tanpa menyuruh masuk terlebih dahulu?".


Yuri tersadar dari lamunannya dan kemudian menyuruh Bisma masuk ke dalam rumah, namun pada saat Bisma hendak akan masuk dari arah belakang terlihat sosok perempuan cantik dan juga glamor memanggil Bisma lalu merangkul tangannya.

__ADS_1


"Bisma...Kenapa kau berjalan duluan tanpa aku sih?!" Ucap Shiren sambil merapihkan rambut panjangnya.


"Habisnya kau lama sekali pake benerin rambut segala padahal kan rambutmu tidak apa-apa!" Tegas Bisma sambil melihat ke arah Shiren.


Mata Yuri masih terpaku dengan pegangan tangan Shiren yang begitu erat pada Bisma yang sama sekali tidak di tepis olehnya.


Si..Siapa perempuan ini? Kenapa dia berani sekali memegang tangan Pak Bisma? Gumam Yuri sambil menatap Shiren dengan tatapan sinis begitupun sebaliknya dengan Shiren.


Saat semuanya tengah berada di ruang tamu dengan suasana tak karuan yang di rasakan oleh Yuri dan Shiren, akhirnya Bi Asih pun datang untuk menyajikan minuman segar yang setidaknya bisa sedikit mencairkan suasana saat ini.


Setelah Bi Asih selesai menyajikan minuman dan juga beberapa cemilan, Bisma mulai membuka sedikit obrolan.


"Dimana putri kecil?" Tanya Bisma pada Yuri.


"Putri kecil? Kinan maksudmu?" Jawab Yuri singkat.


Bisma hanya menganggukkan kepalanya dengan mata masih melihat ke arah Yuri.


"Dia masih sekolah, mungkin sebentar lagi dia pulang" Sambung Yuri.


Melihat pembicaraan Bisma dan Yuri yang terlihat sudah sangat akrab hingga seperti tidak menganggap dirinya ada, akhirnya Shiren pun berinisiatif untuk mendekat ke arah Bisma sambil menyenggol tangannya seraya memberikan kode agar Bisma bisa mengenalkan dirinya pada Yuri.


Melihat Shiren yang sudah memberikan kode seperti itu Bisma akhirnya tersadar lalu menghela nafas panjang kemudian mulai melihat ke arah Yuri.


"Maaf aku melupakan sesuatu, kenalkan dia Shiren" Sahut Bisma.


Shiren pun tersenyum lalu mengulurkan tangannya yang langsung di balas oleh Yuri.


Yuri melihat ke arah Shiren sekilas "Iya salam kenal juga, aku Yuri".


"Kalau boleh tau kamu dan Bisma bisa saling kenal gimana ceritanya?" Tanya Shiren to the point.


Yuri dan Bisma saling melihat lalu beberapa detik kemudian mereka berdua saling membuang muka.


"Aku...Aku kenal dia di...." Mendadak perkataan Yuri terhenti.


"Dia adalah siswi ku!!" Tegas Bisma memotong perkataan Yuri.


Shiren sedikit terperanjat dan memicingkan matanya pada Bisma "Kau jadi dosen? Sejak kapan?".


"Hampir satu tahun ini" Balas Bisma singkat.


"Kenapa kau tidak bilang padaku sebelumnya? Biasanya apapun hal itu kau selalu bilang dan bertanya padaku terlebih dahulu" Ucap Shiren kesal.


Bisma melihat ke arah Shiren sambil tersenyum "Iya maaf, aku tak sempat bilang padamu terlebih dahulu karena aku sangat sibuk".


"Hah...Baiklah kali ini aku maafkan, tapi lain kali jangan seperti itu lagi ya?!" Tegas Shiren.


"Iya aku mengerti" Bisma menganggukkan kepalanya pelan.


Melihat dan mendengar pembicaraan di antara mereka, Yuri bisa menyimpulkan mereka sangatlah dekat apalagi ketika melihat seorang Bisma seperti langsung menuruti perkataan perempuan yang sedang berdiri di hadapannya saat ini, membuat Yuri sedikit merasakan perasaan tidak enak lalu berinisiatif untuk pergi sejenak meninggalkan mereka berdua yang masih asik ngobrol dengan santai.


"Kau mau kemana?" Tanya Bisma yang melihat Yuri berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Aku permisi mau ke kamar dulu, kalian gapapa kan aku tinggal?!" Ujar Yuri.


"Iya kami tidak apa-apa kok kamu gak usah khawatir" Tegas Shiren yang langsung memotong perkataan Bisma saat hendak membalas Yuri.


Mulut Bisma langsung tertutup rapat kembali sambil menggelengkan kepalanya saat melihat Shiren langsung menyerobot membalas perkataan Yuri dengan begitu cepat.


Mendengar Shiren berkata seperti itu, tanpa basa basi lagi dia pun langsung pergi sambil membereskan terlebih dahulu sisa makanan yang tadi sempat dia makan saat sedang menonton TV, hingga dia tidak menyadari kalau Bisma tengah memperhatikan dari kejauhan.


Tak lama setelah Yuri pergi meninggalkan Bisma dan Shiren di ruang tamu, Nilam dan Kinan akhirnya pulang ke rumah dan langsung menghampiri Bisma di ruang tamu saat mengetahui mobil Bisma telah terparkir di halaman rumahnya.


"Om tampan!" Teriak Kinan sambil berlari lalu memeluk Bisma.


"Halo putri kecilnya Om" Sahut Bisma yang langsung membalas pelukan Kinan dengan hangat.


Oh jadi ini yang di maksud Bisma putri kecilnya itu?! Gumam Shiren sambil tersenyum anggun.


"Bisma kamu kapan datang kesini?" Sahut Nilam menyapa Bisma.


"Belum lama kok Kak" Jawab Bisma ramah.


Melihat Shiren yang juga tersenyum ramah pada dirinya dan Kinan, Nilam pun membalas dengan senyuman ramah lalu menyapa Shiren.


"Oh maaf Bisma ini siapa ya?" Tanya Nilam hati-hati.


"Oh iya Kak kenalkan ini Shiren" Ucap Bisma.


Shiren mengulurkan tangannya dan mulai memperkenalkan diri "Salam kenal Kak aku Shiren".


"Iya salam kenal aku Nilam" Sahut Nilam.


"Om tampan itu boneka teddy bear punya siapa?" Kinan langsung memotong percakapan Nilam dan Shiren yang langsung fokus pada boneka besar yang berada di belakang Bisma.


"Oh iya Om hampir lupa, ini boneka buat kamu putri kecil" Ungkap Bisma sambil memberikan boneka pada Kinan.


"Wah besar sekali bonekanya, makasih ya Om" Seru Kinan yang kemudian memeluk bonekanya dengan erat.


"Iya sama-sama, gimana kamu suka?!" Tanya Bisma pada Kinan.


Kinan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya "Iya Om Kinan suka sekali sama bonekanya".


"Syukurlah" Sahut Bisma sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala Kinan.


.


.


.


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Aku berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you👋

__ADS_1


__ADS_2