
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari sebuah rumah, si pemilik rumah berdiri dari duduknya kemudian melangkahkan kaki dengan malas menuju pintu rumah. Setelah pintu di buka terlihat sosok Helena yang sedang berdiri sembari membawakan buah-buahan untuk seseorang yang tengah membuka pintu rumahnya.
"Halo adikku sayang" Ucap Helena sambil nyelonong masuk ke rumah tanpa meminta izin pemiliknya.
"Hey kak, untuk apa kamu datang ke sini?!!" Teriak Bisma kesal.
Helena berbalik dan berdecak kesal "Hey bocah, apa begini perlakuan mu kepada kakakmu sendiri yang sengaja meluangkan waktunya untuk datang ke sini?!".
Suruh siapa kau datang kesini?!!. Gumam Bisma dalam hati.
"Hah...Sudahlah kakak mau minum apa?" Tanya Bisma sambil melangkahkan kakinya ke arah dapur.
"Gak usah repot-repot, aku sudah bawa minuman kesukaanku" Helena mengeluarkan sebuah botol minuman.
Bisma mengerutkan alisnya "Hey...Hey...Jangan kau kotori rumahku dengan minuman mu itu!!".
" Kenapa?, Bukannya ini adalah minuman kesukaanmu?!" Seru Helena.
Bisma menggelengkan kepalanya "Aku sudah berhenti meminumnya".
"Benarkah?, Kenapa aku tidak mengetahuinya?" Ujar Helena heran.
"Sudahlah, tidak penting juga untuk di bahas lagian apa untungnya juga kau mengetahuinya?" Balas Bisma sambil membawa sebotol air mineral dari dalam kulkas.
Helena menghela nafas panjang dan kembali berdecak kesal karena kelakuan adik semata wayangnya itu, karena merasa tidak enak Helena berjalan ke arah dapur dan menyimpan minumannya ke dalam kulkas lalu mengambil sekotak susu yang ada di dalam kulkas milik Bisma.
Ketika Helena berjalan ke arah lemari untuk mengambil gelas lalu menuangkan susunya, matanya mendadak memicing tajam ke arah tangan Bisma yang terlihat masih mengeluarkan darah segar.
Karena kaget Helena langsung setengah berlari ke arah Bisma yang tengah duduk sambil memegang pelipisnya dan langsung meraih tangan adiknya yang sudah terdapat luka lumayan dalam.
"Bisma tangan kamu kenapa?!" Ucap Helena setengah teriak.
Bisma terperanjat kaget lalu melihat wajah khawatir kakaknya "Ini...Aku tadi terjatuh kak".
"Dasar bocah, kamu jatuh dimana emang?!" Sambung Helena yang masih melihat Luka Bisma.
"Di kampus kak" Jawab Bisma singkat.
__ADS_1
"Duh kenapa kamu bisa ceroboh begini sih?!, Kita ke Dokter aja ya?" Helena masih penasaran dengan luka yang Bisma dapatkan.
"Ah sudahlah kak, ini cuman luka kecil saja jangan berlebihan begitu deh" Tegas Bisma sambil melepaskan tangannya dari pegangan tangan Helena.
Helena menatap Bisma dalam-dalam dan mengeluarkan nafasnya yang berat lalu berjalan ke arah ruang TV untuk mengambil kotak P3K.
"Sini tangan mu" Suara Helena terdengar berat seperti sedang menahan kesal.
"Untuk apa kak?!" Ujar Bisma yang enggan memberikan tangannya.
Helena menatap Bisma dengan sinis lalu mengambil paksa tangan adiknya untuk segera mengobatinya.
"Duh pelan-pelan kak, perih" Gerutu Bisma kesal karena tindakan kakaknya yang mengobati tangan Bisma dengan kasar.
"Aku kira kau tidak akan merasakan sakit karena luka seperti ini!!" Ledek Helena sambil tersenyum mengejek Bisma.
"Aku juga manusia kak, tidak mungkin kalau aku tidak bisa merasakan sakit!" Tegas Bisma kesal.
Helena kembali menatap Bisma dengan kesal "Kalau begitu bisakah kau diam dan berhenti untuk sok kuat?!".
Bisma hanya terdiam tidak membalas perkataan Helena, dirinya mulai pasrah saat tangannya sedang di obati oleh Helena.
Setelah tangan Bisma di balut perban oleh Helena, dia kembali memperhatikan Bisma dan mulai menanyakan sesuatu.
Bisma hanya menatap Helena sekilas lalu memalingkan wajahnya ke arah halaman belakang rumahnya seperti tengah memikirkan sesuatu.
"Kenapa Bapak melakukan ini padaku? Apa Bapak pikir aku ini adalah wanita murahan?!".
Mengingat kata-kata itu Bisma hanya bisa memejamkan matanya karena merasa bersalah sudah berani bertindak kurang ajar pada Yuri, dia merebahkan dirinya di kursi dan memijit keningnya karena bingung harus bagaimana menghadapi Yuri.
"Dasar bodoh, kenapa setiap bertemu dengannya aku selalu tidak bisa mengontrol perasaanku?, Apakah dia bisa memaafkan aku?" Gumam Bisma.
Melihat ada sesuatu yang sedang di pikirkan adiknya, Helena mencoba mendekati Bisma dan berbicara layaknya kakak kepada adik laki-lakinya.
"Bisma jika ada yang sedang kamu pikirkan, kamu bisa katakan sama kakak, kakak akan mendengarkan kamu" Ucap Helena karena merasa khawatir melihat adiknya yang belum pernah seperti ini.
Bisma hanya menatap Helena lalu beranjak dari duduknya "Kak, bisakah untuk hari ini tinggalkan aku sendiri?, Aku ingin menenangkan pikiranku" Sahut Bisma sembari meninggalkan Helena sendiri yang masih terpaku menatapnya di ruang TV.
***
__ADS_1
Malam harinya di kediaman Yuri tak terlihat ada kegiatan istimewa selain hanya makan malam dan menonton TV bersama.
Namun saat ini Yuri merasa tidak semangat melakukan apapun dan hanya rebahan saja di sofa tempat menonton Tv, melihat tingkah lakunya yang tidak biasa kedua Orang Tua Yuri hanya menghela nafas sembari berbisik pelan
"Pa apa yang terjadi sama anak kita ya?, Tumben dari tadi dia gak banyak bicara" Bisik Mama Yuri pada suaminya.
Papa Yuri hanya menggelengkan kepalanya "Papa juga gak tahu mah, dari pulang kuliah dia memang udah seperti itu".
Tak lama setelah kedua orangtuanya berbicara, Yuri langsung beranjak dari tidurnya dan izin ke Orang Tuanya untuk terlebih dulu masuk ke kamar.
" Ma, Pa Yuri masuk duluan ke kamar ya?! " Ucap Yuri pelan dengan wajah lesu.
"Nak, kamu tidak apa-apa?" Tanya Mama Yuri.
Yuri menggelengkan kepalanya "Tidak Ma, aku hanya sudah mengantuk".
"Yasudah kalau begitu, selamat istirahat ya" Balas Papa Yuri singkat.
Yuri hanya membalas dengan anggukan dan langsung pergi menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar Yuri merebahkan dirinya di atas tempat tidur sembari melihat langit-langit kamarnya dengan tatapan penuh kegelisahan.
Aku tidak mengerti dengan diriku, di satu sisi lain tanpa sadar aku tidak bisa menolaknya tetapi di sisi lain aku merasa tidak seharunya dia berbuat seperti itu padaku!!. Gumam Yuri sembari menggelengkan kepalanya.
Sementara di rumah Bisma terlihat dia tengah terduduk sendiri di halaman rumah dengan ponsel di tangannya, matanya terus mengarah pada layar ponsel dengan tatapan penuh rasa bersalah.
Hah...Apa yang harus aku lakukan sekarang?, Apakah dia akan mengangkat teleponku jika aku menghubunginya sekarang?!. Gumamnya dalam hati.
***
Keesokan paginya Yuri tiba di kampus sedikit lebih awal karena ingin mencari buku terlebih dahulu di perpustakaan untuk menyelesaikan tugasnya sebelum ujian semester tiba.
Yuri berjalan sambil mendengarkan musik melalui headset nya sembari melihat ponsel yang tengah di pegang nya, sesampainya di perpustakaan Yuri langsung fokus melihat-lihat buku di lemari dengan sangat teliti, bahkan saking fokusnya dia tidak menyadari kalau sedari tadi ada seseorang yang tengah memperhatikannya dari kejauhan dan sedang berjalan untuk menghampirinya.
.
.
.
__ADS_1
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.