
Keesokan paginya rumah Yuri di sibuk untuk persiapan kepulangan Tomi , Bisma pun ikut membantu membereskan barang milik Tomi sementara Yuri membantu Mamah nya untuk menyiapkan sarapan pagi.
"Nak Bisma baik ya ?!" Ucap Mamah Yuri di sela-sela masaknya.
Yuri melihat Mamah nya kemudian sedikit tertunduk dan melihat ke arah Bisma " Iya mah" .
Yuri memperhatikan Bisma yang tersenyum lepas di kala kesibukannya membantu Tomi , sungguh pemandangan yang sangat langka sekali. Pasalnya Bisma tidak pernah terlihat tersenyum , bercanda atau bahkan hanya sekedar ngobrol senyaman itu dengan orang lain selama di lingkungan kampus , entah itu hanya penglihatannya saja , tetapi Yuri sangat nyaman ketika melihat Bisma yang seperti ini.
"Ayo kesini... sarapannya sudah siap" Panggil Mamah Yuri untuk segera kumpul di meja makan.
"Wah hari ini Mamah masak enak nih" Ucap Papah Yuri sambil duduk di dekat Mamah Yuri.
"Iya dong Pah , ini semua Mamah persiapkan untuk Tomi dan nak Bisma" Jawab Mamah Yuri dengan ceria.
"Tiap hari kek Mah masak kaya gini , Yuri pasti semangat makannya" Lanjut Yuri dengan senyuman khas nya.
Bisma melihat ke arah Yuri dan tak terasa senyumannya terbit dari bibit tipisnya.
Tomi melihatnya dengan sedikit berbisik ke arah Bisma.
"Jangan lama-lama liat adik gw , entar jatuh cinta loh" Ucap Tomi menggoda Bisma.
"Apaan sih lo , siapa juga yang liatin adik lo" Pipi Bisma sedikit memerah dan mulai memasukan makanan ke mulutnya.
"Iya nanti kapan-kapan Mamah masak kaya gini lagi buat anak Perempuan Mamah satu-satunya ya" Sambung Mamah Yuri.
"Kenapa ga tiap hari aja mah ?" Kata Yuri sambil memakan makanannya.
"Kalo tiap hari Uang bulanan Mamah bisa-bisa tekor sayang" Celetuk Mamah Yuri yang sontak membuat mereka semua yang ada di meja makan tertawa.
"Kan ada Papah mah" Lanjut Bisma sedikit terkekeh.
"Jangan bawa-bawa Papah ah" Celetuk Papah Bisma yang langsung di senggol oleh Mamah Yuri.
Acara sarapan pagi masih berlanjut dengan obrolan-obrolan ringan dengan sedikit candaan dan tawa.
Bisma yang melihatnya merasakan ada sesuatu yang berbeda saat melihatnya , hatinya yang dingin terasa sedikit menghangat dan mulai bisa membuka perasaan baru yang seperti ini , senyuman nya selalu saja hadir ketika berkumpul dengan keluarga Yuri.
Pikirannya terus mencari arti dari semua perasaannya ini, perasaan yang sudah sangat lama belum pernah dia rasakan kembali, begitupun ketika melihat mereka semua yang tidak pernah menganggap Bisma sebagai orang asing seolah Bisma adalah bagian dari Keluarga ini.
Saat mereka selesai sarapan Bisma pergi keluar untuk menghangatkan mobilnya , tak lama Yuri pun pergi keluar dengan secangkir teh hangat untuk Bisma.
__ADS_1
Tomi yang tak sengaja melihat Bisma dan Yuri tengah asik ngobrol di halaman rumah hanya tersenyum dan memasukan tangannya di saku celana.
Dasar orang jaim , bilangnya ga suka tapi bisa ngobrol senyaman itu dengan Yuri , pikir Tomi dalam hati.
***
Tak terasa waktu pun berjalan cepat dam sudah menunjukan pukul 9 pagi.
Tomi pun bersiap untuk berangkat dan mulai berpamitan dengan Kedua Orangtuanya , Yuri pun bersiap untuk mengantar Bisma dengan setelan santainya dan bergegas mengikuti Tomi yang sudah berjalan duluan ke luar.
Yuri pun berpamitan dengan Kedua Orangtuanya di susul langkah kecil meraka berdua yang melihat mobil Bisma akan segera berangkat dan memberi lambaian kecil kepada anak tercintanya.
Tomi membalas lambaian tangan mereka dan tak lama Bisma pun mulai menginjakan gas mobilnya.
Di sepanjang jalan mereka hanya ngobrol kecil masalah kehidupan sehari hari , perkuliahan dan pekerjaan, tak sedikit canda dan tawa terus timbul di antara mereka selama perjalanan , hingga akhirnya tak terasa mereka sudah sampai di Stasiun Kereta Api.
"Kak hati-hati di jalan ya , kalo udah sampai rumah salam sama kak Sari dan Nathan ya kak !" Ucap Yuri dengan sudut mata yang sudah berair.
"Iya dek nanti kakak pasti sampaikan ke mereka , kamu juga kuliah yang bener , jagain Mamah sama Papah , jangan bikin mereka khawatir terus !" Tegas Tomi sambil mengusap kepala Yuri.
"Iya , kaka tenang aja" Lanjut Yuri mengusap air matanya yang sudah akan jatuh.
"Dasar cengeng" Bisik Bisma.
"Kamu ? Berani ya bilang Kamu ke wali dosen mu hah ?" Tak kalah Bisma menatap tajam Yuri.
"Haduh...Mulai deh perang dunia" Ucap Tomi sambil memegang kepalanya.
"Dia yang duluan kak" Rengek Yuri.
"Eh kamu yang duluan , dasar Perempuan gak tau sopan santun !!" Jawab Bisma dengan Wajah dinginnya.
"Sudah... Sudah...Malu di lihat orang tuh" Kata Tomi sambil mengusap punggung Yuri dan Bisma.
"Tau ah...Yuri mau toilet dulu !" Yuri langsung pergi dengan wajah kesalnya.
Bisma hanya melihat sekilas kemudian dia duduk di kursi tunggu bersama Bisma.
"Adik lo kenapa keras kepala banget sih ? Udah salah gak minta maaf pula" Ucap Bisma kesal.
"Mirip" Lanjut Tomi.
__ADS_1
"Mirip ?" Bisma terlihat bingung.
"Iya... Mirip sama lo" Sambung Tomi.
"Maksudnya ?" Tanya Bisma.
"Hah...Iya sifat kalian berdua itu mirip , sama-sama keras kepala, lebih mementingkan harga diri dan ego sendiri" Jawab Tomi panjang lebar.
"Dih gw gak separah itu ya" Sambung Bisma dengan wajah. sedikit memerah.
"Yang punya sifatnya pasti gak ngerasa lah" Kata Tomi sambil mengeluarkan ponselnya.
"Lagi ngapain lo ?" Bisma mulai penasaran saat melihat Tomi melihat galeri foto di ponselnya.
"Lagi liatin adik kecil gw" Jawab Tomi singkat.
Bisma sedikit mendekat dan melihat Foto Yuri kecil di ponselnya Tomi , rasa kesalnya tiba-tiba menghilang dengan sendirinya ketika melihat Yuri Kecil dengan pose yang sangat lucu dengan rambut pendek nya.
Bisma merasa terkesan ketika melihat sosok Yuri Kecil yang sangat imut dengan senyuman yang ternyata sudah menawan dari dia kecil hingga saat ini dan membuat Bisma terasa hangat saat melihatnya.
"Adik gw cantik ya Bis ?" Ungkap Tomi.
"Iya... Dia sangat cantik" Sambung Bisma.
Tomi langsung melihat ke arah Bisma yang tengah menatap foto Yuri dengan mendalam.
"Bis.. Gw boleh minta tolong gak ?" Tanya Tomi dengan serius.
"Minta tolong apa Tom ?" Jawab Bisma singkat.
Tomi melihat Bisma "Tolong jagain adik gw ya ?!".
"Hah ?" Bisma terkejut dengan mengerutkan alisnya.
"Kok malah bilang Hah ?" Kata Tomi dengan wajah yang mulai kesal.
"Kenapa lo minta tolong ke gw buat jagain adik lo ? Dia udah besar kali Tom" Bisma berdiri dan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
"Karena lo Suka sama Yuri !" Ucap Tomi dengan lantang.
\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋
__ADS_1
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗