
"Halo ?" Yuri menjawab telpon Bisma.
"Halo" Sahut Bisma dari sebrang telpon
"Ada apa bapak telpon malam-malam begini ?" Yuri merasa ragu untuk bertanya.
"Apa aku menganggu mu ?" Tanya Bisma.
"Tidak pak" Jawab Yuri singkat.
"Apakah kamu baik-baik saja ?" Lanjut Bisma.
"Iya saya baik-baik saja pak , kenapa emang ?" Yuri mengerutkan alisnya.
"Kalo kamu baik-baik saja kenapa tadi tidak masuk kuliah ?".
" Loh bukannya tadi ada yang sudah izinkan saya ya pak ?" Yuri mulai bingung.
"Siapa yang sudah izinkan kamu ?" Bisma merasa aneh dengan perkataan Yuri.
"Itu... Pacar bapak" Jelas Yuri.
"Pacar ?" Jawab Bisma terkejut.
"Iya tadi saya di ajak sama pacar bapak , katanya dia sudah izin ke bapak untuk bawa pergi saya keluar" Ucap Yuri.
"Kamu ini ngomong apa sih ?" Tanya Bisma.
Apa yang sebenarnya terjadi ? Apa jangan-jangan pacar pak bisma udah bohongin aku ya ? pikir Yuri.
"Pak gini aja , besok saya akan jelaskan semuanya ke bapak ya kalo di telpon rasanya kurang pas aja saya jelasinnya !" Tegas Yuri.
"Baiklah , besok aku tunggu kamu di ruangan ku" Jawab Bisma singkat kemudian menutup telponnya secara sepihak.
Yuri mengerutkan alisnya sambil melihat layar hp yang sudah kembali seperti semula , Yuri merasa ada sesuatu yang janggal dengan pacar Bisma dan tak lama terlintas di pikirannya untuk menanyakan langsung kepada Bisma besok pagi.
Di kediaman Bisma , dia pun masih terheran-heran dengan penjelasan dari Yuri soal pacarnya , Bisma mengerutkan alisnya dan melihat layar ponselnya kemudian mencoba berpikir dengan maksud dari perkataan Yuri.
Apa maksudnya pacar ? Lagian sejak kapan aku punya pacar ? Pikir Bisma dengan senyum kecut yang timbul dari sudut bibirnya.
.
.
.
Keesokan paginya setibanya di kampus, Yuri langsung mendatangi Bisma yang sudah ada di ruangannya menunggu Yuri beserta penjelasan lengkapnya seputar Pacar yang di maksud oleh Yuri.
"Permisi pak" Sapa Yuri sambil membuka pintu ruangan Bisma.
"Silakan duduk" Bisma duduk sambil meminum teh hangat.
"Maaf pak sebelumnya, apa saya mengganggu bapak ?" Tanya Yuri.
"Tidak , saya sedang tidak sibuk kok" Jelas Bisma.
"Begini pak masalah kemarin , sebetulnya kemarin saya sudah datang ke kampus pak cuman..." Yuri mendadak menghentikan ucapannya karena melihat Bisma yang sedang menatapnya.
"Cuman apa ?" Tanya Bisma heran.
"Cuman tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampiri saya dan mengajak saya untuk keluar kampus pak" Ucap Yuri.
"Wanita ? Siapa namanya ?" Kembali Bisma bertanya.
"Namanya... " Yuri mendadak linglung dan mendadak lupa dengan nama wanita yang kemarin mengajaknya untuk bolos kuliah.
__ADS_1
"Kamu lupa lagi namanya ?" Bisma menyimpan minumannya dan mulai beranjak dari duduknya.
"Iya pak saya lupa lagi namanya" Sambung Yuri dengan perasaan malu.
"Kamu sama sekali tidak mengenalnya ?" Bisma mulai gemas pada Yuri.
"Iya pak saya tidak kenal dia" Jawab Yuri mulai gugup.
Bisma berjalan mendekat ke arah Yuri dan mulai memperhatikannya " Dasar gadis bodoh , kalo kamu belum mengenalnya kenapa kamu bisa langsung nurut sama wanita asing itu !".
Yuri menatap Bisma " Saya udah berusaha untuk menolaknya pak , tapi dia yang bersikeras mengajak saya untuk keluar kampus"
"Kalo dia bersikeras seperti itu , kenapa kamu tidak teriak saja" Sambung Bisma dengan nada bicara sedikit meninggi.
Yuri mendadak diam dan membenarkan apa yang Bisma ucapkan.
"Saya minta maaf pak" Ucap Yuri.
"Kenapa kamu minta maaf sama saya ?" Jawab Bisma.
Yuri menutup mulutnya karena masih bingung dengan pikirannya sendiri.
"Sudahlah , kamu boleh keluar sekarang" Ujar Bisma sambil berjalan dan membalikan badannya.
"Iya pak , kalau begitu saya permisi dulu" Yuri membalikan badan dan berjalan ke arah pintu dengan menundukkan kepalanya.
Bisma berbalik dan menggelengkan kepalanya "Dasar gadis bodoh".
***
Yuri berjalan ke arah kelas dengan pikiran yang masih di penuhi oleh sosok wanita kemarin yang membuat Bisma sedikit memarahinya.
Saat Hani dan Intan melihat Yuri berjalan ke kelas dengan wajah bingungnya , Intan dan Hani berencana untuk mengagetkan Yuri dari belakang.
Saat Hani dan Intan mulai mendekat , Intan langsung menutup mata Yuri yang langsung mendapat reaksi heboh dari Yuri dan mengundang tawa semua orang yang melihatnya.
Saking hebohnya Yuri berontak tak sengaja dia menginjak kaki Intan dengan sangat kencang dan membuatnya mundur ke belakang hingga terjatuh ke belakang.
"Aw.."Jerit Intan
Yuri langsung melihat ke belakang dan melihat Intan yang tersungkur sambil sedikit cengengesan.
" Aish... Lo ngapain sih bikin kaget orang aja" Ucap Yuri kaget sambil mengangkat tangan Intan yang juga di bantu Hani.
"Hehe abisnya lo ngelamun aja sih , jadi gw sama Hani inisiatif buat ngagetin lo" Sambung Intan yang masih cengengesan.
"Eh aku gak ikutan ya" Sela Hani sambil tertawa kecil.
"Seneng ya lo Han liat gw kesakitan kaya gini" Ucap Intan sambil mencubit Hani.
"Aha ha... Habisnya kamu lucu sih Tan" Jelas Hani.
"Tau tuh si Intan jail banget" Tambah Yuri sedikit kesal.
"Karma tuh dari si Yuri yang udah di bikin kaget sama Lo" Teriak salah teman kelasnya yang membuat semua orang di kelas tertawa.
"Rasain... sakit kan lo" Kata Yuri dengan puas.
"Hehe...Sorry deh" Ucap Intan yang masih cengengesan.
"Mana yang sakit ?" Goda Yuri.
"Nih p*n**t gw yang sakit" Jawab Intan.
"Sini mau gw tambahin" Ledek Yuri.
__ADS_1
"Tau ah , Asem lo" Balas Intan.
"Sebenernya bukan sakitnya sih yang di jadi permasalahan, tapi malu nya itu loh Yuri" Hani sedikit menggoda Intan.
"Pasti dong , malunya itu di liatin orang-orang ha ha" Tambah Yuri.
"Ck... Udah diem lo pada , bukannya obati gw malah ngeledek aja" Ucap Intan dengan wajah memerah.
"Yasudah sini sebelah mana p*n*** yang sakitnya" Kembali Yuri meledek Intan.
"Hehe anjir... Udah ah malu gw" Jawan Intan membenamkan wajahnya di lengan Yuri.
Waktu istirahat pun tiba , saatnya Yuri dan kawan-kawan pergi ke kantin.
"Yuri , kemarin kenapa lo ga hadir ? Pak Bisma nanyain loh" Tanya Intan penasaran.
"Gimana ceritanya ya ? Gw juga bingung" Jawab Yuri.
"Lah kok bingung ?" Sambung Intan.
"Nanti deh gw ceritain kalo udah tenang pikirannya" Ujar Yuri.
"Yasudah sih Tan , biarin aja nanti juga Yuri pasti cerita" Tambah Hani.
"Eh iya...Di bioskop lagi ada film baru loh , pulang dari kampus nanti kita nonton yuk ?" Ajak Intan.
"Boleh juga tuh , mumpung besok kita libur" Tambah Hani.
"Gw kayanya engga ikut deh" Jelas Yuri.
Intan dan Hani saling melihat dan bertanya dengan serempak "Kenapa ?!".
" Wah hebat bisa barengan kaya gitu" Kata Yuri dengan sedikit tertawa.
"Sehati kita" Jawab Hani dan di anggukan oleh Intan.
"Tapi kenapa lo ga ikut ?" Intan melihat Yuri.
"Gw gak bawa motor Tan" Yuri menundukkan kepalanya.
"Loh motor kamu emang kemana Yuri ?" Tanya Hani.
"Motor aku lagi di bengkel Han" Jelas Yuri
"Kok bisa ?" Sambung Intan sambil mulai meminum teh manis dingin.
"Ya bisalah , orang aja kalo sakit bisa masuk rumah sakit" Jawab Yuri sedikit nyeleneh.
"Sebentar , apa hubungannya sama rumah sakit coba ?" Intan mengerutkan alisnya merasa aneh dengan jawaban asal Yuri.
"Ya maksud gw motor juga kalo lagi sakit atau ada masalah sama mesinnya bisa masuk bengkel" Tambah Yuri.
"Gw jadi bingung , yang jatuh kan gw kok yang eror si Yuri sih ?!" Celetuk Intan.
"Haha aku juga gak ngerti Tan" Balas Hani sambil tertawa.
"Tuh Lo aja yang pinter kagak ngerti kan ? Apalagi gw coba ?"Intan tak kalah tertawa melihat kelakuan Yuri.
" Hahaha gw juga gak ngerti Tan" Ceplos Yuri.
"Ah udah jangan nanya lagi si Yuri , nanti kita kebawa eror" Ucap Intan di balas anggukan oleh Hani.
\=\=\=> Hai teman teman... jangan lupa untuk like , vote ,
komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
__ADS_1
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.