
Melihat dari kejauhan Bisma tengah berbicara dengan seorang wanita, Yuri tidak berani mendekati mereka karena takut menganggu dan hanya menatap sembari memperhatikan wanita yang sedang berada di hadapan Bisma.
Siapa wanita itu? kenapa dia terlihat dekat dengan Pak Bisma ya?! Gumam Yuri di hatinya.
Tak lama setelah sang wanita pergi meninggalkan Bisma, mendadak Yuri berjalan ke arah Bisma sambil sesekali masih melihat punggung wanita itu yang perlahan semakin menjauhinya.
"Bapak sedang ngobrol sama kenalan baru ya?" Yuri mulai kepo.
Bisma tersenyum mendengar pertanyaan Yuri "Iya...Dia kenalan ku, kenapa emang?" Jawab Bisma sedikit menggoda Yuri.
"Tidak kenapa-kenapa, ayo kembali sekarang Kak Fredi sama Kak Nilam nungguin Bapak!" Tegas Yuri sambil berjalan meninggalkan Bisma yang tengah tersenyum melihat wajah penasaran Yuri.
Saat jam makan siang akan di mulai, dengan telaten Yuri dan Nilam mempersiapkan semua bekal yang sudah di siapkan di rumah dengan Bisma yang sedari tadi memperhatikan Yuri. Tatapan Bisma saat melihat Yuri sedikit berbeda dari biasanya, karena mengingat kembali apa yang tadi wanita itu katakan padanya saat pertemuan tidak sengaja nya barusan.
\=\=>> Flashback
"Oh jadi kamu sudah punya calon istri ya?!" Ujar sang wanita.
"Iya, kau sendiri datang kesini dengan siapa?" Tanya Bisma sedikit menyelidik.
"Aku kesini juga dengan calon suamiku" Jelas wanita itu.
"Calon suami?!" Bisma sedikit terbelalak.
"Iya...Masih ingat lelaki yang bersamaku saat di restoran waktu insiden ketumpahan air itu? Dia adalah calon suamiku!" Sambung nya.
***
Melihat Bisma tengah melamun, dengan cepat Yuri menepuk lengan Bisma yang seketika itu juga langsung membuyarkan pikirannya.
"Pak kamu tidak apa-apa?" Tanya Yuri sambil menatap Bisma.
"Ah maaf...Iya aku gapapa kok!" Balas Bisma.
"Yasudah sekarang kita makan saja ya? Yuri coba ambilkan makanan untuk Bisma" Sahut Fredi pada adik kesayangannya.
"Iya Kak" Sahut Yuri sambil mengambil piring untuk menyimpan makanan yang akan di berikan pada Bisma.
"Ini untuk Bapak, jangan lupa makan yang banyak ya Pak?!" Sambung Yuri sembari memberikan piring berisi makanan pada Bisma.
Bisma melihat ke arah Yuri dengan tangan yang terangkat mengambil piring dari tangan Yuri "Iya terimakasih".
Saat acara makan siang tengah berlangsung dengan khidmat, tiba-tiba Kinan mendekat dan duduk di dekat Bisma yang tengah menikmati makanannya.
"Om udah selesai belum makannya?" Tanya Kinan dengan polosnya.
Bisma tersenyum dan mengusap kepala Kinan dengan lembut "Iya Om sudah selesai kok, ada apa?".
"Kita jalan-jalan ke sana yuk Om...Kinan pengen lihat Danau dari dekat" Ucap Kinan sambil membujuk Bisma.
__ADS_1
Yuri mendekat ke arah Kinan karena merasa tidak enak oleh tingkah manja Kinan pada Bisma "Duh Kinan jalan-jalan nya nanti aja ya sama Tante, kasian Om Bisma masih makan".
"Tapi Kinan kan mau jalan-jalannya sama Om tampan Tante" Tegas Kinan.
"Kinan sayang...Jangan gitu dong sama Om Bisma, nanti jalan-jalannya sama Ayah dan Bunda aja ya?!" Tambah Nilam dengan perlahan.
"Tidak apa-apa...Biar saya antar Kinan jalan-jalan sekarang" Sahut Bisma yang beranjak dari duduknya kemudian menggandeng tangan Kinan layaknya ayah pada anaknya.
Melihat Bisma dan Kinan pergi menjauh dari pandangannya, mendadak Yuri mempercepat menyantap makanannya karena ingin mengikuti mereka berdua jalan-jalan.
"Yuri...Kalau makan pelan-pelan loh, nanti bisa tersedak" Ujar Fredi keheranan melihat Yuri.
"Iya kamu makannya cepet gitu emang mau kemana sih?" Sambung Nilam.
"Engga kemana-mana kok Kak, Yuri kalau makan ya begini" Jawab Yuri ngasal.
Fredi dan Nilam saling memandang dan menggelengkan kepalanya lalu kembali melanjutkan menyantap makanan.
Selang beberapa menit kemudian Yuri pergi berniat ingin menyusul Bisma dan Kinan jalan-jalan, namun karena aktifitas orang-orang yang semakin banyak di tambah tempat yang juga sangat luas, alhasil Yuri tidak bisa langsung bertemu Bisma dan Kinan hingga akhirnya Yuri memutuskan untuk berkeliling sedikit agak jauh agar bisa menemukan mereka berdua.
Lama Yuri berkeliling mencari Bisma dan Kinan di tengah trik matahari yang mulai meninggi di atas kepalanya, akhirnya Yuri memutuskan sejenak untuk beristirahat di tempat duduk yang tak jauh dari sekitaran danau.
Namun saat Yuri sedang menikmati waktu istirahatnya, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara seorang lelaki yang sangat tidak asing lagi di telinganya tengah memanggil namanya.
"Yuri!!".
"Ternyata memang benar kamu ya?!" Tambahnya.
"Kamu..." Mulut Yuri mendadak terkunci saat melihat sosok. di depannya berjalan mendekat ke arah nya.
"Apa kabar?!".
"Sedang apa kamu di sini?" Ucap Yuri dengan tangan yang mulai bergetar.
"Kenapa aku disini? Ini adalah bagian acara keluargaku" Jawabnya.
Yuri mengerutkan alisnya "Apa maksudmu?".
"Yuri bisakah kita bicara baik-baik saja, aku merasa tidak nyaman melihat kau terus melangkah menjauhi ku" Tegasnya.
"Apa hak mu mengatakan itu padaku? Kau bukan siapa-siapa lagi di hidupku!" Jelas Yuri dengan nada bicara sedikit meninggi.
"Apa kamu bilang? Aku bukan siapa-siapa?! Jelas-jelas aku adalah kekasihmu!" Tegasnya dengan nada bicara tak kalah tinggi.
Yuri tersenyum kecut mendengar perkataan sosok lelaki yang sedang berdiri di hadapannya saat ini "Jangan mimpi kamu, mana ada kekasih yang tega menghilang bahkan tidak memberikan kabar sedikitpun selama berbulan-bulan?!".
"Aku akui aku salah, tapi tolong dengarkan dulu penjelasan ku!" Sambungnya.
Yuri menggelengkan kepalanya "Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi, aku mohon tinggalkan aku sendiri".
__ADS_1
"Tolong dengarkan dulu aku sebentar saja" Sambungnya.
"Sayang...Sedang apa kamu di sini?" Dari arah belakang mendadak terdengar suara seorang perempuan setengah berteriak dan mendekati mereka berdua.
Yuri melihat ke arah perempuan yang baru saja menghampiri lelaki yang tengah berdiri tak jauh dari hadapannya.
"Sayang...Siapa dia?!" Tanya nya penasaran.
"Ah itu...Dia...Dia...".
Tak lama dari kejauhan terdengar suara seseorang yang lumayan memecahkan ketegangan antara mereka bertiga.
"Dia adalah calon istriku!!" Teriaknya dengan penuh keyakinan.
Sontak mereka semua berbalik dan melihat Bisma tengah berjalan mendekat ke arah Yuri.
"Loh kamu ternyata" Ucap sang wanita sambil menggandeng kekasihnya yang sedari tadi menatap Bisma dengan tajam.
"Ternyata kita bertemu lagi ya"Mas"?!" Ujar Bisma.
"Hah dari kemarin kamu terus saja panggil Mas dan Mbak terus, aku serasa lebih tua darimu" Tegasnya.
"Sudah aku langsung perkenalkan saja namaku, kenalkan namaku Siska dan ini calon suamiku Mahendra!" Sambungnya.
Mendengat kata calon suami yang terlontar dari mulut Siska, terasa bak petir di siang bolong yang menyambar Yuri hingga akhirnya dia diam tak bergeming saat mendengar penjelasan dari Siska bahwa Mahendra adalah calon suaminya.
Bisma melihat sekilas ke arah Yuri dan tanpa pikir panjang langsung memegang tangan Yuri dengan erat "Salam kenal, namaku Bisma dan dia adalah calon istriku!".
Mendengar dan melihat Bisma memegang tangan Yuri, wajah Mahendra terlihat merah padam karena di bakar api cemburu.
Apa katanya calon istri?! Gumam Mahendra.
"Oh ternyata ini calon istrimu?! Tapi kenapa dia bisa berdua di sini bersama calon suamiku? Apa kalian saling kenal?" Ucap Siska sambil menggandeng tangan Mahendra.
Seketika Mahendra tersadar dari lamunannya dan membalas pegangan tangan Siska dengan mesra "Tidak sayang, aku tidak mengenalnya sama sekali!".
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote, dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Mohon maaf untuk semua teman-teman pembaca setia saat ini aku belum bisa update banyak di karenakan kondisi badan yang masih belum fit🥺🙏, minta doanya ya buat teman-teman pembaca semua agar aku selalu di berikan kesehatan sehingga bisa terus melanjutkan novelku ini dengan lebih baik☺.
Aku juga berdoa untuk kalian semua khususnya buat teman-teman pembaca setia "Pak Dosen I love You" agar terus di berikan kesehatan dan juga di berikan kemudahan dalam menggapai semua yang kalian inginkan aamiin🤲
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku sampai detik ini dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.
__ADS_1