
Setelah selesai makan Yuri dan Bisma langsung pulang , tak lupa terlebih dahulu bisma mengantar yuri untuk pulang.
Saat di dalam mobil sikap mereka menjadi kembali canggung karena kejadian di tempat makan tadi.
.
.
\=> FLASHBACK
Saat Bisma sedang menikmati makanannya , tanpa sengaja Yuri melihat ada beberapa bulir nasi yang menempel di sudut bibir Bisma , Yuri ingin memberi tahu nya namun dia takut akan membuat Bisma marah dan tersinggung, akan tetapi karena yuri sudah gemas dengan buliran nasi yang menempel pada sudut bibir Bisma, akhirnya tangan Yuri langsung mengambil buliran nasi itu tanpa sepengetahuan Bisma. Bisma kaget dan reflex tangan bisma menyentuh tangan yuri.
"Ah maaf Pak saya tidak sengaja" Yuri langsung melepaskan tangannya dari pegangan tangan Bisma.
"Iya tidak apa-apa" Bisma menunduk malu.
"Silakan lanjutkan kembali makannya Pak" Suruh Yuri mencoba sedikit mencairkan suasana.
"Kamu juga makan yang banyak jangan sampai ada yang tersisa , sayang makanan nya" Ucap Bisma canggung.
Saat perjalanan pulang di dalam mobil tidak terdengar suara apa pun , musik pun tidak di hidupkan oleh Bisma , entah itu sengaja atau karena lupa.
Sesekali Bisma melirik Yuri yang memalingkan wajah nya keluar jendela , entah apa yang di pikiran bisma namun sesekali bibir nya tersembul ke atas ketika melihat Yuri. Bisma pun mulai sedikit mencairkan suasana.
"Apa pacarmu sudah menghubungi mu ?" Tanya Bisma ngasal.
Yuri langsung melihat ke arah Bisma "Belum Pak" suaranya sedikit sendu.
"Sudah coba di tanyakan pada keluarga nya ?!" Sambung Bisma.
"Saya tidak berani bertanya pada keluarga nya Pak, saya takut" Wajah Yuri sudah mulai terlihat sendu.
"Takut apa ?" Bisma mulai heran.
"Takut orangtuanya mikir saya ini posesif Pak" Suara Yuri mulai terdengar lirih.
__ADS_1
"Posesif apanya ?, wajar dong kalau kamu nanyain pacar kamu ke keluarga nya sendiri, dia itu gak hubungin kamu hampir dua bulan loh" Bisma sedikit kesal.
"Sudahlah Pak , mau bagaimana lagi saya sudah terlanjur bilang akan menunggu nya" Ucap Yuri.
"Gapapa menunggu , asal ada kepastian aja" Jawab Bisma
"Tapi sebelum itu , saya udah ada rencana kok Pak" Yuri mulai menatap Bisma.
"Rencana apa ?".
"Saat tiba liburan semester nanti saya akan pergi menyusulnya ke surabaya Pak" Lanjut Yuri.
Bisma mulai mengerutkan alisnya " apa ?? ke Surabaya ?".
"Iya Pak , aku datang ke sana cuman pengen kejelasan aja tentang status kami , kami belum pernah seperti ini soalnya" Keluh Yuri.
"Kamu sudah gila ya ? Surabaya kan jauh , emang kamu berani sendirian ke sana ?" Celetuk Bisma.
"Insya Alloh berani Pak" Yuri menjawab dengan tersenyum.
"Terus kamu mau berangkat sama siapa ? punya saudara di sana ?" Bisma mulai kepo.
"Oh..Baiklah kalau begitu" Jawab Bisma singkat.
Akhirnya mereka pun tiba di rumah Yuri dengan selamat , namun pada saat Yuri turun dari mobil , Bisma tidak ikut turun karena sudah malam dan akan segera pulang.
"Pak tidak mau mampir dulu ke rumah ?" Tanya Yuri.
"Tidak usah ga enak sudah malam , salam aja ya ke Om dan Tante" Jawab Bisma ramah.
"Oh..Iya kalau begitu hati-hati ya Pak" Sambung Yuri.
Setelah melihat mobil Bisma tak terlihat , Yuri dengan cepat langsung masuk rumah karena ingin memaki Tomi.
"Assalamualaikum... Pah , Mah kak Tomi mana ?" Ucap yuri dengan terus melihat seisi rumah.
__ADS_1
"waalaikumsalam...Tomi gak bakalan pulang katanya , dia lagi ada urusan sama temannya nak" Ucap Mamah Yuri sambil minum teh.
*D*asar kaka menyebalkan , tau aja kalau adik nya lagi marah.Ucap Yuri dalam hati.
"Yasudah kalo gitu yuri ke kamar dulu ya Mah..Pah !" Ucap Yuri.
Di dalam mobil tersisa Bisma yang masih sedikit berdebar dengan muka yang memerah , dia merasa tidak menyangka akan memegang tangan Yuri yang begitu lembut , membuat Bisma terus mengeluarkan senyum tipisnya.
Kenapa jantungku berdebar sekali saat bertemu dengan yuri ya ?! apa ini...Bisma langsung menghentikan pikirannya dan kembali fokus menyetir.
Namun pada saat bisma fokus menyetir , tiba-tiba ponselnya berbunyi dan terpampang nama Ayah, Bisma sedikit melirik ponsel nya namun sejurus kemudian langsung mengabaikannya.
Saat bisma tiba di rumah nya , Bisma langsung di sambut oleh beberapa pengawal papahnya yang di utus untuk menjemput paksa Bisma kembali pulang ke rumah ayah nya.
"Hah...Ada apa kalian kesini ?" Ucap Bisma ketus
"Maaf Tuan Muda kami kesini karena di perintah oleh ayah anda untuk membawa anda kembali ke rumah" Jawab salah satu pengawal.
"Saya bukan anak kecil yang harus di paksa pulang , kalian sebaiknya pergi dari sini dan jangan pernah menginjakan kaki kalian lagi di rumahku !!" Suara Bisma mulai meninggi yang sedikit membuat kaget para pengawal ayahnya.
Para pengawal hanya saling memandang dan mulai pergi dari rumah Bisma , Bisma terlihat geram dengan sikap ayahnya yang memaksanya untuk kembali pulang ke rumah , sudut matanya mulai bergetar seperti tengah menahan emosi yang ada pada dirinya.
Keesokan paginya seperti biasa Bisma bangun subuh untuk segera melaksanakan sholat , kemudian berolahraga kecil di halaman rumah nya . Saat Bisma tengah melakukan olahraga tiba tiba dia teringat akan kejadian Yuri yang tak sengaja terjatuh di atas pangkuannya , senyum tipis selalu terpancar ketika dia teringat kejadian itu dan membuat Bisma sedikit terhibur di kala perasaannya mulai kacau seperti semalam.
Pukul delapan pagi Bisma mulai bersiap untuk segera pergi ke kampus , entah kenapa momen di saat akan pergi ke kampus membuatnya bersemangat dan sejenak lupa akan masalah masalah yang sedang dia hadapi.
Bisma pun akhirnya sampai di kampus dan bersiap untuk turun dari mobilnya , namun saat Bisma hendak melangkah menuju ruangannya tidak sengaja bisma melihat Yuri yang sedang asik ngobrol dengan teman-temannya di tempat duduk gak jauh dari halaman kampus. Bisma melihat Yuri dengan tatapan yang mendalam seakan tengah mengisyaratkan sesuatu.
Deg..Deg..Deg...Deg
Jantung Bisma tiba-tiba berdebar kencang tak kala melihat Yuri tersenyum dan merapikan rambutnya yang panjang , bisma sudah tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dan dengan langkah terburu buru Bisma segera masuk ke ruangannya untuk menenangkan hati dan pikirannya yang sedari tadi sudah di penuhi oleh Yuri.
Namun seketika pikirannya mendadak buyar ketika ponselnya kembali berbunyi dan terlihat panggilan masuk dari sang Ayah.
\=\=\=> hay teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋
__ADS_1
Mohon maaf jika ada keterlambatan dalam mengupdate episode baru , di karenakan saya sedang kurang sehat , tetapi saya akan usahakan untuk tetap update setiap hari nya😇
Mohon doa dari semuanya ya🙏