Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 122


__ADS_3

Sesampainya di depan rumah Yuri tidak langsung turun sembari terus terdiam dan menatap sebuah bungkusan rapih yang sedari tadi ada di pangkuannya. Bisma menatap Yuri sedikit keheranan lalu dengan segera menyadarkan Yuri dari lamunannya.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Bisma sambil mengusap lembut kepala Yuri.


Yuri terperanjat dari lamunannya "Eh itu...Aku tidak apa-apa kok!!".


" Terus kenapa dari tadi kamu diam saja sembari melototi bungkusan itu?".


"Aku hanya sedang berpikir sepertinya ini terlalu berlebihan untukku" Yuri mengerutkan kedua alisnya.


"Berlebihan? Apa yang menurutmu berlebihan? Itu kan cuman Hp biasa saja tak ada yang perlu kamu khawatirkan kan?" Ucap Bisma.


Yuri menatap ke arah Bisma "Tapi...Ini terlalu mewah untuk ku Pak, aku tidak terbiasa kalau harus memakai ini, lagian tadi Hp ku baik-baik saja kok cuman retak sedikit dan masih bisa di pakai dan lagi".


Yuri menghentikan perkataannya dan nampak tertegun melihat wajah Bisma yang mulai menunjukan wajah tidak senang dengan apa yang baru saja Yuri katakan padanya.


"Tidak bolehkah aku memberikan yang terbaik untuk calon istriku sendiri? Apa semua yang telah aku lakukan untukmu, menurutmu itu berlebihan hah?!" Tegas Bisma yang langsung memalingkan pandangannya lalu membuka pintu mobil dan berjalan ke luar membukakan pintu mobil untuk Yuri.


Melihat Bisma yang keluar dari mobil sambil berjalan terhuyung dengan wajah kesalnya, Yuri mulai merasa tidak enak dan tak tega melihatnya "Kamu marah padaku?".


Bisma menatap Yuri " Tidak !".


"Terus itu kenapa kau cemberut begitu?" Yuri berkata sambil memegang kedua pipi Bisma.


"Ini sudah malam gak enak di lihat orang, kamu sebaiknya cepat masuk ke dalam" Ucapnya singkat tanpa menjawab pertanyaan dari Yuri.


"Kamu marah ya?" Yuri mencoba membujuk Bisma.


"Tidak!".


" Yakin kamu tidak marah padaku?" Yuri kembali membujuk Bisma sambil memegang kedua tangannya.

__ADS_1


Bisma melihat ke arah Yuri lalu memegang tangan Yuri dengan perlahan " Yuri aku tidak marah padamu, hanya saja bisakah kali ini saja kamu tidak seperti ini padaku?".


"Ma... Maaf Pak aku tidak bermaksud untuk...".


Bisma menganggukkan kepalanya seolah mengerti dengan apa maksud dari perkataan Yuri selanjutnya " Aku mengerti apa maksudmu, tapi cobalah mengerti aku melakukan semua ini untukmu Yuri! ".


Yuri memberanikan diri sejenak menatap ke arah Bisma dengan senyum yang perlahan mulai terlihat " Iya aku juga mengerti Pak terimakasih untuk semua kebaikan Bapak selama ini".


" Jadi....apa sekarang masalah kita sudah selesai?" Tanya Bisma pelan.


Yuri mengangguk " Iya Pak... Sekali lagi terimakasih ya ?!".


"Iya sama-sama kalau begitu kamu cepat masuk ke rumah sudah malam" Jawab Bisma sembari mengusap lembut kepala Yuri.


"Bapak tidak mau masuk dulu ke rumah ?!" Tanya Yuri sebelum hendak melangkahkan kakinya.


Bisma menggelengkan kepalanya sembari tersenyum "Tidak usah ini sudah malam aku tidak mau mengganggu waktu istirahat orang tua mu, aku titip salam saja untuk mereka".


"Iya selamat malam" Jawab Bisma dengan tersenyum lepas.


Keesokan Harinya Yuri terlambat datang ke kampus dan dengan terburu-buru dia berlari ke arah kelas tanpa melihat ke kanan dan ke kiri hingga akhirnya tanpa sengaja dia menabrak seseorang.


" Ah maaf maafkan saya , saya tidak sengaja " Ucap Yuri sembari membantu mengambil beberapa buku yang terjatuh.


" Iya tidak apa-apa kok, kamu tidak apa-apa? " Ucapnya sambil menatap Yuri.


Wah....Cantik sekali wanita ini aku belum pernah melihatnya di kampus. Tapi, sepertinya dia terlihat seumuran dengan Pak Bisma apa dia dosen baru di kampus ini?.


Lamunan Yuri terhenti lalu perlahan berdiri " Iya saya tidak apa-apa, sekali lagi saya minta maaf karena kecerobohan saya jadi menabrak anda ".


" Iyah santai saja saya mengerti kok, yasudah kalau begitu saya duluan ya permisi" Ucapnya sambil meninggalkan Yuri.

__ADS_1


Yuri hanya membalasnya dengan anggukan sembari terus melihat langkah wanita itu yang semakin menjauhinya dengan perasaan kagum dan tak lama dia pun kembali teringat kalau dia sedang terburu-buru masuk kelas " Ah aku lupa, aku pasti akan sangat terlambat masuk ke kelas ".


Setibanya di kelas mental Yuri seketika itu menciut karena ternyata dia sudah melihat Bisma yang tengah menerangkan materi pembelajaran dengan serius dan sudah di pastikan dia akan terkena omelan Bisma karena hari ini dia terlambat masuk ke kelasnya.


Mengetahui Yuri terlambat masuk ke dalam kelas, raut wajah Bisma berubah menjadi dingin dan mulai berjalan mendekat ke arah Yuri yang berada di dekat pintu.


" Kenapa jam segini baru masuk dari mana saja kamu ?!" Tegas Bisma.


" Ma... Maaf Pak tadi saya terlambat bangun jadi saya terlambat masuk kelas" Jawab Yuri perlahan.


Bisma menghela nafas panjang sembari menatap Yuri dengan seksama lalu berbalik meninggalkan Yuri yang sedari tadi menunduk tak berani melihat raut wajah Bisma yang tengah marah


" Kamu hari ini tidak bisa masuk pelajaran saya, sebagai hukuman kamu bisa ikut pelajaran saya di kelas yang lain" .


Yuri terperanjat kaget " Tapi Pak... Saya kan hanya telah beberapa menit saja masa saya harus ikut ke kelas lain sih ?! ".


" Kamu mau membantah saya ?! " Tegas Bisma


Nyali Yuri kembali menciut dan kembali menundukkan kepalanya " Tidak Pak ".


" Yasudah sekarang kamu tunggu saja di luar " Lanjut Bisma.


" Baik Pak " Jawab Yuri lesu.


Hah....S*al mimpi apa sih aku semalem sampai kena marah sama calon suami sendiri ? Benar-benar hari yang akan melelahkan. Lagian kenapa juga sih dia marah-marah sampai ngusir aku segala padahal cuman telat beberapa menit saja!!


Gerutu Yuri kesal.


Jam pelajaran Bisma pun selesai dengan cepat Bisma keluar dari kelas lalu mengeluarkan Hp dari saku celana nya dan mulai mengetik sebuah pesan untuk di kirimkan kepada seseorang. Tak lama setelah Yuri keluar dari kantin Hp nya tiba-tiba berbunyi dan terlihat pesan dari Pak Bisma.


Datanglah ke ruangan ku sekarang!!

__ADS_1


" Duh ada apa lagi ini ?" Ungkap Yuri sembari terus berjalan ke arah ruangan Bisma.


__ADS_2