
Keluar dari bioskop yuri langsung pergi dengan tergesa gesa seperti takut melihat sesuatu , teman yuri yang lainnya hanya bengong melihat tingkah lakunya.
Bisma pun demikian , dengan raut wajah yang sedikit memerah dia langsung beringsut keluar tanpa menyapa murid nya terlebih dahulu.
"Hey.. dosen kamu itu sombong juga ya han ?" Ungkap seli sambil berjalan.
"Bukan sombong sih sel , tapi dia orang nya emang dingin dan susah banget buat di deketin" Jelas hani.
"Tapi kalo ke si yuri dia kaya baek baek aja, kadang gw heran juga sama tingkah laku dosen ganteung ku itu" Tambah intan.
"Jangan jangan ?!" Jawaban sena membuat yang lainnya penasaran.
Mereka saling memandang dan diam beberapa saat lalu dengan kompak menjawab "Dia suka sama yuri ?!".
Di dalam toilet yuri langsung mencuci muka nya yang sudah memerah dari tadi , entah apa yang dia rasakan namun setelah kejadian di dalam bioskop tadi bersama bisma ada perasaan berdebar dan mendadak pikiran nya yang semrawut karena mahendra sedikit teralihkan oleh nya.
*A*pa yang sedang aku pikirkan ? Batin yuri.
Beberapa saat kemudian yuri pun keluar dari toilet dengan muka yang setengah basah , namun tak lama setelah perasaan nya mulai membaik yuri kembali di kagetkan dengan ada nya bisma di hadapan nya yang secara bersamaan keluar dari toilet dengan muka yang sama basah.
Mereka saling menatap beberapa detik lalu mengalihkan pandangan nya masing masing , sesaat kemudian suara perempuan pun terdengar.
"Bisma kamu sudah selesai ?"
"Iya aku sudah selesai" Bisma menatap yuri sebentar lalu pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.
*A*da apa dengan dosen killer itu dan siapa sebenarnya perempuan yang bersama nya itu ?, batin yuri masih sedikit kepo.
"Hey... bengong aja lo" Ucap intan yang sedikit mengagetkan yuri.
"Buset...ngagetin aja lo tan" Ucap yuri.
"Ngelamunin apaan lo ? sampe ga sadar gw datang" Lanjut intan.
"Gw ga ngelamun ko" Jawab yuri sambil memalingkan tatapan nya.
"Udah ah laper gw, kita beli makan aja yuk ?" Sambung seli.
__ADS_1
"Iya ayo" Sambut hani.
Yuri pun mulai berjalan mengikuti mereka dari belakang dengan perasaan sedikit penasaran tentang siapa perempuan yang bersama bisma , yuri pun merasa ada yang janggal dengan perasaan nya saat ini .
Mereka akhirnya sudah tiba di tempat makan , saat mereka selesai memesan makanan intan mulai membuka obrolan
"Yuri gimana sekarang hubungan lo sama hendra ?".
"Gw juga ga tau tan , udah hampir sebulan dia ga hubungi gw, gw udh sering hubungi dia namun no nya selalu ga aktif" Yuri kembali murung.
"Sorry ya ri , gw ikut campur kalo boleh tau lo udah tanya sama orang tua nya hendra ?" Tanya seli.
"Gw ga punya no ortu nya hendra sel , gw juga ga berani ke rumah nya karena walaupun ortu hendra sudah tau dan mengijinkan kami pacaran, aku belum bisa akrab sama mereka" Yuri bicara sambil sedikit berkaca kaca.
"Dasar cowo bre****k, bisa-bisanya ga hubungi lo sampe satu bulan begini , apa itu yang di sebut sayang ?" Sambung sena.
"...... " Yuri hanya terdiam.
"Sudah... kalian jangan bikin yuri sedih kasian dia" Ucap hani sambil mengusap pundak yuri.
"Udah... aku gapapa ko han kamu tenang aja" Yuri mengangkat kepala nya dan tersenyum satir.
Pesanan mereka pun datang , mereka mulai menyantap makanannya sambil sedikit menghibur yuri yang sedari tadi terlihat sedih dan tak banyak bicara.
Malam hari pun tiba , saatnya mereka pulang ke rumah masing2. Yuri mulai berjalan ke parkiran dengan langkak sedikit gontai karena pikiran nya kembali di ingatkan pada sosok mahendra yang menghilang entah kemana. Pikirannya kalut dan tak tau harus seperti apa menghadapi nya terutama menghadapi orang tua nya yang terkadang bertanya tentang keadaan mahendra.
*M*ahendra...kenapa kamu seperti ini? apa salahku ?.
Tanpa terasa air mata keluar dari matanya dan kemudian dia mulai menangis sejadi jadi nya tanpa memikirkan orang orang yang ada di sekitarnya.
Pukul 8 malam yuri sampai di rumah , dia langsung masuk tanpa menyapa kedua orang tua nya dan kaka nya.
"Ada apa dengan yuri ya pah ?, ko pulang ga ngucapin salam ?!, padahal tadi pagi dia keliatan baik baik saja" Tanya mamah hawatir.
Tomi dan papah yuri hanya terdiam dan mencoba menenangkan mamah yuri yang kelihatan gelisah.
"Mah tenang aja ya biar tomi yang nyamperin yuri" Ucap tomi kemudian berjalan ke kamar yuri.
__ADS_1
TOK TOK TOK
"Dek...kamu belum tidur ?" Tomi masuk ke ka kamar yuri , dan memdapati yuri sedang duduk di sofa kecil sambil menatap ke luar jendela.
Yuri melirik dan sedikit mengusap air mata nya dengan tisu " yuri belum tidur ka".
"Kamu sedang apa dek ? kakak ganggu ga ?" Tanya tomi yang kemudian berjalan mendekati yuri.
"Engga kak masuk aja" Jawab yuri dengan wajah sedikit menunduk.
"Adek kaka kenapa sih ? ko keliatan sedih gitu ?" Tomi mengusap kepala yuri.
"Yuri ga kenapa kenapa kak , hanya saja... " Yuri kembali mengeluarkan air mata nya.
"Ada masalah sama hendra ?" Tanya tomi yang langsung memeluk yuri dan mengusap kepala nya dengan lembut.
"Kak yuri bingung harus gimana menghadapi ini semua , di satu sisi lain yuri sayang sama hendra kak , tapi di sisi lain yuri mulai mempertanyakan perasaan hendra sama yuri seperti apa kak , padahal hendra sudah janji mau nikahin yuri kak hiks hiks hiks" Yuri bicara sambil menangis tersendu sendu.
Tomi sedikit geram "apa kamu sudah tanyakan keberadaan hendra pada orang tua nya ?".
"Yuri ga berani nanya ke ortu nya hendra kak , yuri takut pandangan ortu hendra jelek ke yuri kak" Suara yuri mulai terbata bata.
"Terus sekarang kamu mau gimana ri ? jangan sampai mamah papah hawatir terus sama kamu loh kasian mereka" Sambung tomi yang menatap adik nya tak tega.
"Nanti yuri akan selesaikan sendiri kak , yuri akan bertanya langsung sama hendra" Jawab yuri penuh keyakinan.
"Maksud kamu ?" Tomi mulai bingung.
"Yuri akan datengin hendra ke surabaya !" Yuri berbicara dengan penuh keyakinan.
"Jangan bercanda kamu dek" Tomi mulai melepaskan pelukannya dari yuri.
"Aku serius kak , aku bakalan datang ke surabaya untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi sama hendra dan bagaimana kelanjutan hubungan kami" Tegas yuri.
"Kamu jangan maen maen dek , surabaya itu besar loh" Tomi mulai hawatir
"Aku ga maen maen apalagi bercanda kak , aku ingin kejelasan status dari hendra , aku ga mau terus di gantung kaya gini hiks hiks hiks" Ungkap yuri dengan wajah sedih dan masih terus menangis.
__ADS_1
\=\=> hay teman teman... jangan lupa untuk like , vote , komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋