Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 46


__ADS_3

Saat Yuri dan Mamanya tengah ribut di meja makan , Papa Yuri menyadari kedatangan Bisma , namun bukannya memberi tahu Papa Yuri hanya tersenyum dan menghampiri Bisma yang tengah berdiri menatap kebersamaan mereka.


"Maaf ya nak Bisma kalo keluarga Om selalu bikin keributan dan bikin nak Bisma jadi gak nyaman" Papah Yuri menepuk pelan pundak Bisma.


Bisma melihat Papa Yuri kemudian tersenyum "Gapapa Om , saya tidak merasa terganggu kok".


"Syukurlah kalo begitu" Papa Yuri kembali menatap ke arah Istri dan Yuri anak gadis kesayangannya.


"Kamu tahu nak Bisma ? meskipun Yuri adalah anak yang keras kepala dan ceroboh , dia adalah pelita di keluarga kami , jika dia merasa sakit maka kami juga akan merasakan hal yang sama , bahkan jika ada sesuatu yang terjadi padanya, kami sebagai orangtuanya akan melakukan apapun untuk membuatnya bisa terus tersenyum dan bahagia" Terang Papa Yuri masih melihat ke arah Yuri.


"Hem...Betapa beruntungnya Yuri mempunyai keluarga seperti kalian" Bisma menarik nafas panjang seraya mendengar perkataan Papa Yuri.


Papa Yuri menatap ke arah Bisma "Nak Bisma ini bisa saja".


Bisma tertunduk " Itu benar Om , malah terkadang saya merasa iri dengan Yuri".


"Merasa iri ? iri kenapa nak ?" Tanya Papa Yuri.


"Iri karena bisa berada di keluarga yang begitu amat menyayangi dan mencintainya , tidak seperti saya" Suara Bisma terdengar sedikit bergetar.


Papa Yuri menatap Bisma dengan lekat kemudian mengusap kepalanya dengan lembut.


"Nak Bisma jangan khawatir , jika ada apa-apa nak Bisma bisa datang kemari , kami juga akan menganggap nak Bisma sebagai anak kami , bagian dari keluarga kami yang sangat berharga" Jelas Papa Yuri dengan senyum khasnya.


Bisma langsung berbalik dan melihat ke arah Papa Yuri kemudian memegang kepalanya yang naru saja di sentuh oleh Papa Yuri dengan ujung mata sedikit berair.


"Benarkah itu Om ?" Bisma memastikan ucapan Papa Yuri.


Papa Yuri melihat ke arah Bisma "Tentu saja nak , Om serius mengatakan ini padamu".


Bisma tertunduk untuk menahan air matanya agar tidak mengeluarkan air matanya.


"Terimakasih atas semua kebaikan Om" Bisma sedikit menghapus air matanya yang hampir saja akan keluar.

__ADS_1


"Sama-sama nak Bisma , mulai sekarang jangan sungkan-sungkan ya , kalau butuh apa-apa atau sekedar butuh teman untuk di ajak bicara nak Bisma bisa datang ke rumah kami , rumah kami akan selalu terbuka untuk nak Bisma !"Sambung Papa Yuri panjang lebar.


Bisma tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Iya...Sekali lagi terimakasih Om".


Papa Yuri tersenyum dan mengangguk untuk menjawab perkataan Bisma , kemudian membantu Bisma untuk berjalan mendekati meja makan.


"Sudah berhenti ribut-ribut nya , nak Bisma sudah datang dari tadi nih" Ucap Papa Yuri mendekat ke arah Yuri dan istrinya.


Melihat Bisma yang sudah berdiri di dekat Yuri membuat Yuri dan Mamanya terkejut dan langsung menghentikan perdebatan di antara mereka yang sedari tadi terjadi dan menjadi tontonan gratis oleh Bisma.


"Eh nak Bisma sejak kapan ada disini ?" Dengan malu Mama Yuri bertanya.


"Itu saya...." Bisma menghentikan ucapannya karena terpotong oleh Papa Yuri.


"Kan Papa udah bilang dari tadi Ma !" Jelas Papa Yuri yang kemudian duduk di kursi meja makan.


Yuri terperanjat "Dari tadi ? jadi kamu tau semua yang...".


Bisma langsung menatap Yuri dan mengangguk sebagai jawaban kemudian ikut duduk di samping Papa Yuri tanpa mengatakan apapun.


Bisma yang melihat Yuri pergi ke dapur hanya diam dan tersenyum dengan tangan sedikit memegang pipinya.


Melihat reaksi Yuri dan Bisma yang mengisyaratkan telah terjadi sesuatu di antara mereka hanya saling pandang dan memalingkan wajah mereka yang tengah tersenyum karena melihat kelakuan mereka berdua.


"Ma... Panggil Yuri kesini untuk segera makan jangan kelamaan diem di dapur nanti bisa-bisa dia bau bumbu bekas masak loh" Ledek Papa Yuri agar suasana sedikit mencair.


Mama Yuri mengangguk dan langsung berjalan ke dapur menghampiri Yuri , saat sampai di dapur Mama Yuri di kejutkan dengan kelakuan konyol Yuri yang tengah memasukan setengah kepalanya ke dalam kulkas dengan posisi pintu kulkas Yang setengah terbuka.


"Astaga...Ini anak gadis lagi ngapain dah disini ?!" Ucap Mama Yuri sembari mengulum senyumnya karena melihat kelakuan konyol anak gadisnya.


"Ini Yuri lagi ngadem mah disini panas soalnya" Kata Yuri ngasal.


"Eh mana ada ya disini gerah , disini kan adem orang jendelanya dari tadi di buka juga"Balas Mama Yuri.

__ADS_1


"Hah... Gitu ya ? kok ga kerasa ya Ma ?!" Yuri sambil cengengesan menjawab perkataan Mamanya.


"Udah ayo cepetan keluar Papa sama nak Bisma udah nunggu dari tadi loh" Tegas Mama Yuri yang langsung keluar dapur.


Yuri yang melihat Mamanya begitu saja keluar hanya menghela nafas dan memegang tangannya sendiri karena gugup , lalu tak lama kemudian dia berjalan mengikuti Mamanya.


Aduh kepalaku pening banget nih , apa gara-gara di masukin ke kulkas ya ?!. Gumam Yuri dalam hati sembari mengusap kepalanya yang sedikit kedinginan.


Melihat Yuri keluar dapur Bisma langsung memalingkan pandangannya ke arah Mama Yuri Papa Yuri , lalu tak lama Bisma mulai mengambil salah satu lauk yang sudah tersaji di meja makan.


Tetapi saat Bisma akan mengambil ayam goreng yang letaknya agak jauh dari jangkauannya, tangan Bisma dan Yuri tiba-tiba beradu karena Yuri juga berniat mengambil lauk yang sama dengan Bisma.


Pandangan mereka saling beradu menatap satu sama lain , dan entah kenapa hari ini selalu saja terjadi sesuatu yang serba kebetulan antara Bisma dan Yuri yang membuat keduanya menjadi kikuk dan salah tingkah hingga tidak bisa berkata apapun.


Saat Yuri dan Bisma menyadari apa yang baru saja terjadi , dengan kompak mereka melepaskan pegangan mereka dan memalingkan pandangan mereka yang sudah sama-sama memerah.


Kedua Orang Tua Yuri yang baru saja melihat sebuah pemandangan indah depan mata kepala mereka sendiri langsung melongo dan mengeluarkan tawa kecilnya, kemudian mengalihkan perhatian dengan sebuah obrolan ringan untuk menghindari kecanggungan antara Yuri dan Bisma.


"Eem...Yuri nak Bisma sepertinya mau ayam coba tolong ambilkan" Suara Mama Yuri mulai terdengar.


"Gapapa Tante biar Yuri saja yang ambil duluan biar nanti saya sendiri yang ambil" Sambung Bisma.


"Tidak apa-apa , ini kamu mau ayam bagian apanya ? biar aku ambilkan buatmu dulu"Ucap Yuri menatap Bisma dengan ragu.


Bisma balik menatap Yuri kemudian beralih menatap kedua Orang Tua Yuri " Itu...Aku mau bagian paha".


Setelah Yuri dan Bisma membereskan masalah ayam yang membuat mereka berdua menjadi canggung , acara makan siang pun kembali di lanjutkan dengan suasana yang sangat sepi , tanpa obrolan, dan hanya di perlihatkan pemandangan yang sesekali membuat kedua orangtuanya Yuri mengulum senyum melihat tingkah laku kedua insan ini.


.


.


.

__ADS_1


\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote , dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.


Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.


__ADS_2